Kembali Kepada Allah By Opick Hasbunallahu wa ni'mal wakil (Cukuplah Allah sebagai penolong kami,dan Allah adalah sebaik-baik pelindung) (QS. Ali Imron 3:173)
Ni'mal maula wa ni'man nashir (Dialah sebaik-baik pelindung dan penolong) (QS. Al Anfaal 8:40) Bila hati gelisah Tak tenang, tak tentram Bila hatimu goyah Terluka, merana Jauhkah hati ini dari Tuhan dari Allah Hilangkah dalam hati dzikirku, imanku Hanya dengan Allah Hatimu akan menjadi tenang Dengan mengingat Allah Hilanglah semua kegelisahaan Cukuplah hanya Allah Hati bergantung dan berserah diri -------------------------------------------------------------------------------- ".Alastu birabbikum. Qoluu balaa Syahidna." ( Al-A'raaf [7] : 172 ) Sebelum lahir ke dunia ini nafs (jiwa) manusia berjanji (saksi; asyhadu, syahid, syuhada) kepada Allah Ta'ala di alam Alastu, mempersaksikan bahwa hanya Allah-lah Rabb-nya (Q.S. 7 : 172). Yang demikian dilakukan agar mereka tidak ingkar di hari akhir nanti. Alam Alastu, sebuah tempat yang tidak ada batas, tidak ada esok, tidak ada kemaren, tidak ada siang, tidak ada malam, tidak ada atas, tidak ada bawah, tidak ada timur dan tidak ada barat. Laa syarkiyyah walaa gharbiyyah. Kita berada dalam kelanggengan. Berada dekat dengan Tuhan yang Maha Langgeng. Kita puas menatap Wujud Hakiki, Wujud yang tak terkira oleh pandangan mata biasa. Kita hanya bisa berkata: ADA, ADA, YANG ADA, Tiada yang lain kecuali Yang Maha Ada. Mengenai perjanjian manusia di alam rahim (alastu), yakni menuntut pengakuan manusia tentang keesaan-Nya masing-masing melalui potensi yang dianugerahkan Allah kepada mereka, yaitu akal mereka. Termasuk juga melalui penghamparan bukti keesan-Nya di alam raya dan pengutusan para nabi. Dengan adanya ketiga hal tersebut yang dianugerahkan pada manusia, maka Yang Maha Kuasa itu bagaikan telah mengambil perjanjian dengan manusia. Wa Allahu Alam [Non-text portions of this message have been removed]

