ADA APA DENGAN PAPUA
Ada apa dengan Papua??sempat aku merenung sejenak setelah mengetahui keadaan di
Papua, seperti anak ayam yg mati di lumbung padi. Jika kenyataan salah satu
kekayaan alam di Papua merupaakan penyumbang emas terbesar No.2 di dunia, untuk
satu bangsa yang selama ini menjadi kiblat peradaban modern bagi sebagian
rakyat Indonesia maupun rakyat dunia yang tersihir dengan kemajuan Amerika
Serikat secara teknologi maupun gaya hidup modern yang terus di ikuti oleh
sebagian masyarakat Indonesia maupun dunia yang tentunya bertolak belakang
dengan gaya hidup umat Nabi Muhammad SAW yang sesungguhnya, namun ironisnya
umat muslim saat ini pun selalu mengkiblatkan pemikiran maupun gaya hidupnya
pada AS dan Eropa hanya untuk dikatakan modern, walaupun harus melanggar
semua norma-norma agama Islam.
Namun ironisnya adalah saat masyarakat Indonesia yang selalu mengkiblatkan
pemikiran dan gaya hidupnya pada AS dan Eropa, serta menjadikannya simbol suatu
negara kaya di dunia, hingga AS dan Eropa dikatakan modern , ternyata selama
ini kekayaan yang mereka dapatkan hingga AS mampu hidup mapan di negaranya
adalah hasil sumbangan dari salah satu propinsi di Indonesia yaitu Papua.
Indonesia yang saat ini hanya sebagai negara berkembang secara isu politik,
namun kenyataannya Indonesia adalah salah satu negara miskin menurut image
dunia, yang hanya bisa mengirimkan para TKI dan dianggap oleh sebagian negara2
muslim lainnya, Indonesia merupakan satu negara yang hanya mampu mengirimkan
para budak untuk dijadikan pekerja kasar dengan gaji rendahan dan seolah2 tidak
mempunyai hak atas dirinya sendiri, hingga seringkali kita mendengar berita
para TKI yang dianiaya dan ironisnya mereka diperlakukan tidak manusiawi saat
mereka dikirimkan ke negara yang juga mayoritas muslim
seperti Malaysia dan Arab Saudi serta yang menyakitkan hati pada saat
mendengar pembatalan kedatangan Raja Arab Saudi ke Indonesia, sedangkan
agendanya adalah mengunjungi negara-negara muslim di dunia, namun harus
terhenti di Malaysia yang mungkin enggan serta malu dengan Indonesia yang
mungkin image Indonesia yang hanya mampu mengirimkan budak dan hanya
mempermalukan negara muslim lainya dan Arab khususnya yang merupakan kiblat
Islam.
Hmm..kembali pada salah satu propinsi yaitu Papua. Jika Indonesia mempunyai
image negara miskin di dunia, namun Papua pun mempunyai image propinsi yang
rakyatnya seolah-olah tidak pernah tersentuh oleh peradaban dan hidup di bawah
garis kemiskinan. Dimana dalam benak kita, saat menyebut kata Papua, maka yang
langsung terbayang adalah pakaian kebesaran rakyatnya yaitu koteka dan
tombak.serta hidup dalam garis kemiskinan dimana sebuah media menyebutkan
bencana kelaparan terjadi di Kabupaten Yahukimo Irian Jaya dengan korban tewas
sebanyak 55 orang, 112 sakit berat dan 15 ribu penduduk kelaparan. Bahkan
sebuah Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Papua untuk Hak Asasi Manusia
menyebutkan jumlah korban meninggal hingga 154 orang sejak 11 Nopember 2005
karena kelaparan.
Benarkah propinsi Papua miskin? Hingga harus jatuh korban kematian para
penduduk hanya karena kelaparan?? Mari kita menerawang sejenak tentang Propinsi
Papu yang penduduknya seolah-olah tidak tersentuh peradaban dan hidup di bawah
garis kemiskinan.
I FOUND THE PARADISE!!, ungkap Ester wisatawan asal Belanda yang sangat
kagum akan keindahan alam di kawasan Kepulauan Raja Ampat, Papua. Lautan Papua
sangat kaya organisme laut, karena posisi kepulauan Papua yang terletak di Segi
Tiga Karang (Coral Triangle) yang terdiri dari Indonesia, Filipina, Malaysia,
Papua New Guinea, Jepang dan Australia. Kawasan Coral Triangle dikenal sebagai
kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia.
Fak-Fak, hutan perawan dengan kayu-kayu mahal seperti merbau, aghatis,
meranti, ketapang dan mersawa. Coklat, cengkeh, pala dan kopi adalah komoditas
yang tumbuh subur. Lautan seluas 2.292 Km2 dengan panjang pantai 484 mil yang
menyimpan berbagai macam kekayaan laut. Nabire, kota pantai dengan luas 1,4
juta Ha Taman Laut yang menyimpan species laut seperti lumba-lumba, putri
duyung, penyu, kura-kura dan ribuan jenis mahluk laut.
Di Sorong, terdapat minyak bumi dengan jumlah yang sangat besar, nikel di
pulau Gag, mutiara di Waigeo, Bantata dan Misol. Selain di Sorong, batu bara
dan gas bumi juga terdapat di Jayapura, Membramo, Yapen Waropen dan Manokwari
yang mempunyai deposit terbesar di seluruh daratan Papua.
Di Timika, penambangan emas 200 ton perhari, belum terhitung perak, platina,
nikel, batu bara, kapur, marmer, kaolin serta batu gamping. Pegunungan Papua
merupakan tambang emas terbesar di dunia dengan nilai cadangan terukur kurang
lebih 3.046 ton emas, 31 juta ton tembaga dan 10 ribu ton lebih perak yang
masih akan dikeruk hingga 34 tahun mendatang (menurut berbagai sumber). PT.
Freeport sejak 1991 hingga 2002 telah memproduksi total 6,6 juta ton tembaga,
706 ton emas dan 1,3 juta ton perak. Jumlah ini setara dengan 8 milyar US$. Dan
Papua adalah penyumbang emas terbesar nomor 2 untuk industri emas di Amerika
Serikat.
Hmm..saat membaca kenyataan itu semua dari beberapa sumber mengenai Papua,
apakah bukan sesuatu yang ajaib, dimana Papua menyimpan banyak sekali kekayaan
alam dan seharusnya dengan satu propinsi di Papua, sudah bisa menjamin
kehidupan mapan untuk rakyat Indonesia umumnya dan Papua Khususnya, hingga
seharusnya Indonesia merupaka negara terkaya di dunia hanya bermodalkan satu
propinsi di Papua, namun apa kenyataannya??? Indonesia terkenal dengan image
negara miskin materi, karena harus menanggung hutang negara yang begitu besar
kepada IMF dan Bank Dunia, serta miskin moral dan akhlak karena selama ini
hanya dicekoki gaya hidup AS dan Eropa yang semuanya bertentangan dengan
norma-norma Islam. Yang lebih ironis lagi adalah Papua itu sendiri, yang
merupakan donatur penyumbang salah satu kekayaan alamnya seperti emas dan
terbesar ke 2 di dunia untuk industri emas di AS, namun rakyatnya hidup di
bawah garis kemiskinan dan seolah-olah tidak pernah tersentuh peradaban, karena
ironisnya kita masih banyak menemukan masyarakat Papua dengan pakaian
kebesarannya seperti Koteka dan Tombak yang juga alergi bila diberikan baju
untuk menutup auratnya. Serta masih ada yang tinggal di atas-atas pohon,
seperti cerita salah satu temanku yang merupakan penduduk asli Papua, namun
beruntung bisa bekerja sebagai PNS di Jakarta, yang bercerita bahwa ayahnya
lebih senang gunakan koteka dan telanjang kaki serta tinggal di atas2 pohon,
ketimbang diberikan baju dan sandal serta rumah yang hangat, apalagi berpikiran
untuk memiliki merk-merk baju dan sepatu terkenal serta bermimpi untuk tinggal
di rumah mewah.
Sekali lagi, ada apa dengan Papua?? Apakah pemerintah pusat meng-anak-tirikan
propinsi tersebut??dan menelantarkannya hingga membiarkan mereka hidup dibawah
garis kemiskinan, bodoh, sangat primitif dan dibiarkan mati karena
kelaparan??TIDAK.!!! Anggaran Belanja (APBD) Papua merupakan salah satu yang
terbesar di seluruh Indonesia dan dikucurkan oleh Pemerintah Pusat, hingga pada
tahun berjalan ini, tak kurang dari 17 Triliun rupiah telah diberikan dari
Pemerintah Pusat (Jakarta) kepada Pemerintah Daerah Papua dan akan menyusul
tambahan dana sebesar 24,4 Triliun rupiah pada tahun belanja 2008. Yang hanya
digunakan untuk menghidupi masyarakat Papua yang berjumlah 2 Juta jiwa saja.
Dan jumlah tersebut belum termasuk dana-dana bantuan dari Luar Negeri yang
masuk melalui PBB dan LSM asing. Dan sesuatu yang ajaib bila jumlah dana yang
menggiurkan tersebut dan membuat propinsi-propinsi lain di Indonesia merasa
dianak tirikan, namun ternyata jumlah tersebut mampu menghantarkan
rakyatnya untuk hidup di bawah garis kemiskinan dan tidak terjamah peradaban.
Sekali lagi ada apa dengan Papua??
Hmm..bukan isapan jempol belaka, bila semua itu terjadi karena misi
misionaris bukan hanya sekedar wacana, namun telah terbukti saat ini berada
dibalik semua fenemona kemiskinan, kebodohan dan keprimitifan rakyat Papua,
dimana para Anggota Legislatif dan Yudikatif yang bercokol di DPRD dan Kapolres
adalah para penentang berdirinya Islamic Centre, 17 Nopember 2005 yang ikut
hadir dalam demo penentang berdirinya Islamic Centre seperti Bupati Manokwari
Drs. Dominggus Mandacan, Ketua DPRD Kabupaten Moses Mosioi, STh, Dandim 1703
Manokwari Letlkol Suyitno dan Kapolres Manokwari AKBP Drs. Pietrus Waine, SH,
serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Manokwari. Dibarisan long march terdepan,
tampak pendeta-pendeta diantaranya Wakil Ketua Sinode GKI Papua, Pdt Herman
Awom. Pernyataan sikap Kristiani Manokwari dibacakan oleh Ketua Badan Pekerja
Antar Gereja Pdt I.S. Rumbiak STh. Dengan dalih bahwa penduduk mayoritas rakyat
Papua adalah Nasrani. Benarkah?? Karena menurut Junaidi
aktivis GP Anshor, selisih penduduk non-Muslim dan Muslim di Manokwari tidak
terpaut jauh..
Karena melihat ada gelagat Islam akan eksis dengan adanya Islamic Centre dan
mengungkap kenyataan saat ini yg terjadi di Papua, maka para misionaris
menggulirkan isu Papua adalah tanah Kristen dengan mengclaim bahwa mayoritas
penduduk Papua adalah Nasrani, hingga dengan opini yang mereka sebarkan
dilanjutkan dengan kristenisasi secara structural hingga meluncurkan Raperda
berupa diskriminasi dan claim atas nama mayoritas agama nasrani yang mempunyai
otoritas menjadikan Injil sebagai Perda untuk membangun Kota Injil. Benarkah
masyarakat Papua mayoritas Nasrani?? TIDAK!! Karena menurut salah satu tokoh
Islam di Papua yaitu Ustdz. Fazdlan Garamatan kepada ARANA (6/1/08) mengungkap
bahwa pada tahun 1994, sensus dilakukan pada penduduk Jayapura dan hasilnya 70%
adalah Muslim, namun fakta ini ditolak oleh Pemda setempat. Dan menurut tokoh
Islam lainya yang juga pengasuh pondok pesantren Darut Taqwa Manokwari Ust.
Aliyuddin Abdul Aziz, Raperda yang diluncurkan untuk membangun
kota Injil adalah bukan murni dirancang oleh Pemerintah Daerah, namun
merupakan tekanan dari pihak gereja seluruh Papu.
Apakah Umat Muslim akan berdiam diri melihat kenyataan seperti ini yang semua
diputarbalikan oleh kaum misionaris di Papua?? Pemerintah yang selama ini
menganak emaskan Papua dengan kucuran dana terbesar kedua di seluruh Indonesia,
namun diberikan image serta opini yang menganaktirikan Papua dengan banyaknya
angka kematian karena kemiskinan dan kelaparan serta keprimitifan yang tidak
tersentuh peradaban dengan keadaan Rakyat Papua yang tetap melestarikan pakaian
kebesarannya seperti Koteka dan tombak. siapakah yang seharusnya bertanggung
jawab akan keadaan Papua saat ini??
Bukan sesuatu yang mengada-ada bila kita menganalogika rakyat Papua seperti
anak ayam yang mati di lumbung padi, karena mereka harus menderita kemiskinan
dan kelaparan di tengah kekayaan alam yang berlimpah ruah, karena ulah
segelintir orang yang ingin mengambil keuntungan dengan cara memutarbalikan
fakta dan mengadu domba antara rakyat Papua dan Pemerintah Pusat untuk
melepaskan diri dari Pemerintah Pusat, hingga mampu menguasai surga dunia yang
terdapat di Papua.
Ini adalah fenomena, betapa kenyataan Allah dengan Firman2Nya, bahwa tidak
layak menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai Pemimpin, karena mereka akan terus
berlaku dzolim dan bertidak tidak adil serta mengadu domba, dan bukan satu hal
yang salah bila Rasulullah Muhammad SAW mengatakan bahwa tidak akan tenang
Yahudi dan Nasrani untuk mempengaruhi kita (muslim) hingga muslim mengikuti
mereka sampai ke lubang biakpun akan tetap diikuti.
Wallahu alam bisowab
Kamis, 24 Januari 2008
hana
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
[Non-text portions of this message have been removed]