Lebih parah lagi, bukan hanya sekedar sebagi anggota tapi juga caleg. 
dalam khasanah demokrasi Anggota legislatif adalah penyambungun lidah, lantas 
apakah mungkin kita
meminta kepada pedanda agar mewarnai bali yg selama ini kental dengan 
kehinduannya menjadi corak keiislaman??
Berapa persen sih jumlah umat non muslim di tanah air ini??
kemana arah perjuangan PKS, selama ini mereka mengembar - gemborkan sebagai 
partai dakwah, lantas apakah mungkin dakwah islam bisa dipercayakan kepada non 
muslim??
tidakah PKS belajar dari partai2 lain yang memproklamirkan sebagai partai 
terbuka tapi tetap saja image sebagai partai islam tidak bisa lepas dan 
perolehan suara pun tidak menunjukan kenaikan yang mengesankan.
Saya rasa pasca deklarasi sebagai partai terbuka yang siap menampung anggota 
dan caleg non muslim tidak akan banyak berpengaruh bahkan kemungkinan yang ada 
adalah larinya kader2 militan mereka dan kemungkinan besar akan lari ke PPP 
yang hingga saat ini masih komitmen sebagai partai yang tidak saja berasaskan 
islam tapi juga mempertahankan keanggotaan dan caleg dari ummat muslim.

" ... yang juga mengundang tepuk tangan lebih keras" 

bukankah pesertanya banyak yg bergelar ustadz?? dan mereka (ikhwan pks) selalu 
membanggakan
ustadz2-nya krn jebolan mesir??

Saya kira elite PKS sedang dalam kepanikan menjelangan pemilu 2009. Untuk 
jakarta saja yang mayoritas DPRD dari mereka belum menunjukan hasil yg 
memuaskan kalaupun ada kemajuan, itu dikarenakan kenekatan (ketegasan) sutiyoso 
dlm membangun jakarta.
Kalau sudah seperti ini, PKS tidak ada bedanya lagi dengan partai2 sekuler 
lainnya, selain azas islam yang tertera di atas kertas, tidak lebih dari itu.



http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=324590


Senin, 04 Feb 2008,
PKS Tawari Caleg Tokoh Hindu 



Mukernas Berakhir Kemarin di Bali
DENPASAR - Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 
di Bali berakhir kemarin (3/1). Salah satu hal menarik dalam dialog kebangsaan 
di Agung Room Grand Inna Bali Beach kemarin, tokoh Hindu Bali, Ida Pedanda 
Sebali Tianyar, yang menjadi narasumber ditawari menjadi caleg PKS dalam Pemilu 
2009.

Sedianya selain Ida Pedanda , terjadwal pula Taufik Kiemas dan Jakob Oetama 
untuk mengisi dialog kebangsaan. Namun, keduanya batal hadir. Pada saat dialog 
itulah Fahri Hamzah menawari tokoh Hindu itu untuk menjadi caleg dari 
partainya. "Kita berkehendak, mau nggak Pak Pedanda menjadi caleg PKS?" tanya 
Fahri yang disambut tepuk tangan gemuruh peserta Mukernas.

Apa jawaban Pedanda atas tawaran itu? "Jika memang seperti itu, syukur 
alhamdulillah," ujarnya yang juga mengundang tepuk tangan lebih keras. Pedanda 
pun segera melanjutkan jawaban untuk menjadi wakil rakyat. "Tapi, janganlah 
saya. Soalnya dua tahun lagi saya ini sudah mati," lanjutnya spontan.

Dalam penyampaian materi dialognya, Pedanda menegaskan ke depan PKS memang 
harus membuka diri agar menjadi partai merah putih. Jangan lagi menggunakan 
landasan agama. "Nasionalis religiuslah," harapnya.

Pedanda juga melontarkan kritik tajam ke PKS. Kata dia, dalam membangun bangsa 
PKS harus menulis apa yang akan dikatakan. Katakan apa yang ditulis, dan 
kerjakan apa yang mesti dikerjakan dan ditulis. "Jangan omong-omong thok, untuk 
bangsa ini," tambahnya.

Pembicara lain yang kemarin hadir, antara lain, Letjen (pur) Saiful Sulun, Arif 
Budimansyah yang menggantikan Taufik Kiemas, dan Ketua Fraksi PKS DPR Mahfud 
Sidik. (art/mk)



======

syukurlah masih ada yang konsisten, semoga bisa lebih sukses di 2009.

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/02/06/1/81268/ppp-tak-bidik-non-muslim
News
PPP Tak Bidik Non-Muslim 
Rabu, 6 Februari 2008 - 03:30 wib
 
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan konsisten sebagai partai yang 
berasaskan Islam. Karena itu, PPP kurang tertarik untuk mengakomodasi calon 
legislatif (caleg) dari non-muslim pada Pemilu 2009 mendatang.
"Kalau ada partai Islam yang terbuka dan siap menampung aspirasi non-muslim 
seperti silakan saja. Yang jelas, PPP tetap dalam koridor partai yang 
berasaskan Islam dan memperjuangkan aspirasi umat Islam," ujar Ketua Umum  DPP 
PPP Suryadharma Ali di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, konsistensi pada garis partai tersebut tidak akan berdampak pada 
perolehan suara pada Pemilu 2009. Namun, persoalan itu tetap  menjadi masukan 
bagi partai untuk intropeksi dan berbenah diri sebagai partai terbuka untuk 
menerima semua aspirasi yang ada di masyarakat. "Mungkin saja adanya anggapan 
itu dikarenakan partai Islam tidak menonjolkan ke -Islamannya secara kental," 
jelasnya.
Sehingga, masyarakat  muslim beranggapan sama saja antara partai Islam dan 
tidak. Untuk itu, lanjut dia, PPP kedepan akan melakukan perubahan orientasi  
dengan cara membentuk majelis zikir di setiap daerah untuk mempertegas jati 
diri PPP sebagai partai umat Islam. Disinggung soal hasil survei bahwa 
partai-partai yang berasaskan Islam kurang mendapat dukungan  masyarakat, 
Suryadharma menyatakan, akan menjadi masukan bagi PPP untuk membenah diri agar 
dalam Pemilu 2009.
"Yang jelas, proses regenerasi dan pembaruan di  PPP sekarang ini sudah 
berjalan dari pusat sapai ke daerah, termasuk  melakukan peran dan karya nyata 
partai ke daerah-daerah. Jadi, apa yang  kita lakukan bukan sekedar 
janji-janji, tapi memberikan kontribusi  langsung kepada rakyat," tegas Menteri 
Negara Koperasi dan UKM ini.
Sementara itu, Wasekjen DPP PPP Muhammad Arwani Thomafi mengatakan, PPP akan 
melakukan berbagai gerakan pemberdayaan kepada masyarakat dalam berbagai 
bidang. Sehingga kehadiran PPP bisa dimanfaatkan oleh segenap lapisan 
masyarakat. "Semua itu kita lakukan agar PPP mampu bersaing  secara kompetitif 
dengan partai-partai yang ada," ungkapnya. (Ahmad Baidowi/Sindo/ism)

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke