Wa'alaikum salam wr wb, Penanaman aqidah memang sangat perlu akh. Tapi kita tahu, untuk belajar agama misalnya ke pesantren butuh uang. Untuk beli buku (bahkan terjemah Al Qur'an) juga perlu uang. Buat sebagian orang miskin hal ini agak sulit.
Oleh sebab itulah dalam Islam/Al Qur'an kita disuruh zakat serta menolong fakir miskin dan anak yatim. Kasihan juga melihat ada anak yang makan hanya sekali sehari. Wassalam === Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau http://syiarislam.wordpress.com ----- Original Message ---- > From: Ediyus Hz <[EMAIL PROTECTED]> > To: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]>; syiar-islam <[email protected]>; > [EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, February 26, 2008 1:26:55 PM > Subject: RE: [syiar-islam] Anak SD Bunuh Diri Karena Lapar > > Wa'alaykummussalaam wa rahmatuLLAHI wa barakatuh, > Menurut ana, hal tsb karena kurang kokohnya penanaman aqidah pada > anak-anak.... Sungguh ana sangat sedih dengan penanaman aqidah pada > generasi kita saat ini, bahkan mungkin banyak ortu yang akan marah jika > nilai matematika-nya jeblok, ketimbang nilai agamanya jeblok..... Walau > pada sisi lain, materi pelajaran agama disekolahpun perlu dibenahi > karena lebih cenderung si-anak didik diarahkan mengafal tahun kejadian > ketimbang esensi (pokok) aqidah..... Na'udzubiLLAH.... Semoga ALLAH SWT > memberikan kekokohan aqidah pada keturunan kita.... aaamiin > > Wassalaamu'alaykum wa rahmatuLLAHI wa barakatuh, > Ediyus Hz > Jangan Mati Sebelum Berarti, Berbuatlah Yang Terbaik, Karena Hidup Hanya > Sekali > > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] > On Behalf Of A Nizami > Sent: Tuesday, February 26, 2008 1:10 PM > To: syiar-islam; [EMAIL PROTECTED]; sabili; padhang-mbulan; > Saksi; Forsimpta; pengajian-kantor > Subject: [syiar-islam] Anak SD Bunuh Diri Karena Lapar > > Assalamu'alaikum wr wb, > Anak SD BunuhDiri Karena Lapar > > Baru-baru ini saya membaca tulisan anjuran kaya dari seorang ustad yang > terkenal. Di antaranya ustad tersebut beralasan dengan jadi kaya kita > bisa hidup enak, makan makanan yang enak, mobil mewah, bahkan pesawat > jet pribadi. > > Di sisi lain banyak rakyat di negara kita yang bunuh diri karena miskin > (lihat www.infoindonesia.wordpress.com). Seharusnya niat kita adalah > untuk membayar zakat dan membantu orang miskin. Bukan niat jadi kaya > agar bisa hidup mewah dan bermegah-megahan. > > Tahukah kamu (orang) > yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, > dantidak menganjurkan memberi makan orang miskin. > QS107:1-3 > > Tiada beriman > kepadaku orang yang tidur dengan kenyang sementara tetangganya lapar > padahal dia mengetahui hal itu. (HR. AlBazzaar) > > Ini bukan hanyakesalahan kebijakan ekonomi, tapi juga kesalahan karena > gaya hidup yang tidakIslami: boros dan bermegah-megahan sehingga uang > yang tersisa untuk sedekahnyaris tak ada. > > http://www.surya.co.id/web/index.php/Esai_Minggu/The_Death_of_Teguh_Misw > adi.html > The Death of Teguh Miswadi > > Sunday, 24 February 2008 > Saya ingin cucu saya pintar, karenanya saya larang ia sekolah. (Margaret > Mead) Mbah Ginah bukan Margaret Mead, ahli ilmu sosial dari Amerika > Serikat. Tetapi, Mbah Ginah mungkin ada miripnya dengan Mead, karena > sama-sama mempunyai pikiran yang 'aneh' mengenai pendidikan bagi > cucunya. Mead mengkiritk sistem pendidikan Amerika yang dianggapnya > malah membuat murid makin bodoh. > Sekolah hanya menjadi tempat yang membuat murid makin teralienasi dari > lingkungan yang sesungguhnya. Belum lagi, komersialisasi pendidikan yang > berlebihan telah menjadikan murid sebagai sasaran bisnis. > Miriplah > dengan kondisi di Indonesia. Pendidikan sudah menjadi lahan bisnis yang > harus dikelola seperti perusahaan. Pendidikan harus dikelola dengan > pendekatan bisnis sehingga untung dan rugiharus menjadi pertimbangan. > Pendidikan makinmahal, sehingga hanya orang yang mampu saja yang bisa > menjangkau pendidikanyang bermutu. > > Mbah Ginah--yangtua, ringkih, dan sakit-sakitan di usianya yang nyaris > 70 tahun--tentu tidakpunya pemikiran secanggih itu. > Ia terlalu > sederhana dan polos. Tetapiterkadang pikirannya kacau karena dimakan > usia. Sebagai nenek yang sayang cucu,ia ingin Teguh--cucunya yang masih > kelas 5 SD--menjadi anak yang pintar. > > Tetapi, MbahGinah terpaksa melarang Teguh sekolah karena si mbah tidak > mampu membayar biayasekolah si Teguh. > > Mbah Ginah jugamelarang cucunya ke sekolah karena si mbah khawatir > cucunya akan menderita karenaharus berkumpul dengan teman-temannya yang > lebih berkecukupan. > Tetapi, Teguh,yang sebenarnya lumayan cerdas, tetap memaksa masuk > sekolah juga. Ia tetapingin berkumpul dengan teman-temannya. Ia tetap > ingin merasakan kegembiraanteman-teman seusianya ketika sama-sama > berkumpul dan bercanda. Teguh inginmenikmati masa-masa sekolah. > Mbah Ginah yangbuta tidak bisa berbuat banyak untuk melarang cucunya. Ia > lebih suka Teguhtinggal di rumah di dekatnya dan menuntunnya untuk ke > kamar mandi. Tapi Teguhmemilih tetap sekolah. > * * * > Yangdikhawatirkan Mbah Ginah terbukti menjadi kenyataan. Teguh sering > sakit perutselama sekolah karena menahan lapar. > Saking seringnyamenahan perut yang kosong, maag Teguh mengalami sakit > yang kronis. Teguh tidaktahu harus sambat kepada siapa. Ia tidak tega > berbicara kepada si mbah, karenatahu mbahnya tidak akan bisa membantu. > > Ia sulit bertemudengan bapaknya yang tinggal di ujung desanya. Si bapak > masuk ke hutan setiaphari untuk menjadi buruh tani dari pagi sampai > matahari lingsir. Ketika sampaidi rumah, bapak Teguh akan kelelahan. Ia > tidak punya cukup waktu, perhatian,dan makanan untuk dibagi bersama > anaknya. > > Ibu Teguh > sudah cukup lama pergi. Merantau,kata tetangganya. Teguh tidak tahu > kemana ibunya merantau dan untuk apa. Karenaselama ini tidak pernah ada > kiriman makanan untuknya dari si ibu. > Teguh memilihmenyendiri bersama neneknya. Ia tidak pernah berkata apapun > kepada neneknya.Bahkan ketika ia hanya makan sekali dalam sehari, ia > tidak merasa perlumemprotes. Ia tahu, neneknya tidak bisa berbuat > apa-apa. > > Sampai akhirnyasakit yang datang terus-menerus membuat Teguh putus asa. > Ia memutuskanmengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di rumah > neneknya yang sepi dandingin. Tidak ada secarik kertas, tidak ada pesan > pendek lewat ponsel, tidakada ucapan selamat tinggal. > * * * > Teguh tidakmeninggalkan catatan kepada para perumus kebijakan di negeri > kita ini. Teguhtidak mengirim pesan kepada para elite yang sedang > bertempur memperebutkankekuasaan di negeri ini. > Tetapi Teguhtelah memberikan simbol protes yang amat kuat kepada kita > semua yang lupaterhadap nasib seorang anak miskin seperti dia. > Teguh telahmenjadi wakil bagi jutaan anak seperti dia. Anak-anak yang > bisa saja frustrasi danputus asa dan kemudian mengambil jalan pintas > seperti dia. > Kita semua seharusnya malu.* > > === > Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS > > Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 > > > Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari > Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id > atau http://syiarislam.wordpress.com > > > > > > > ________________________________________________________________________ > ____________ > Be a better friend, newshound, and > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > > > > === > Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS > > Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel) > Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari > > Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 > http://www.media-islam.or.id > Yahoo! Groups Links > > > > ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

