FYI, info tambahan untuk SLIP BIRU dari Wikipedia

wikipedia...thanks ya

http://id.wikibooks.org/wiki/Tahu_Sama_Tahu/Polisi/Menghadapi_Tilang/Menolak_Ajakan_Damai_Polisi
--------------------------------------------

Tahu Sama Tahu/Polisi/Menghadapi Tilang/Menolak Ajakan Damai Polisi
Dari Wikibooks Indonesia, sumber buku teks bebas berbahasa Indonesia
< Tahu Sama Tahu
Langsung ke: navigasi, cari
Pada praktek proses tilang, banyak polisi mengharapkan berdamai, baik secara 
halus maupun terang-terangan (minta dibantu). Ada beberapa cara untuk 
menghadapinya.


[sunting] Menolak Berdamai dengan Dasar Hukum
Kalau ditilang di jalan sebenarnya ada dua pilihan, form biru dan form merah.

  1.. Formulir biru adalah menerima kesalahan (artinya tidak perlu berdebat 
dengan hakim). 
    a.. Dengan form ini bayar denda di BRI yg ditunjuk. 
    b.. Sehabis bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM atau STNK yang disita ke 
kantor Ditlantas setempat 
  2.. Formulir merah artinya anda tidak terima kesalahan yang dituduhkan, dan 
diberikan kesempatan untuk berdebat atau minta keringanan kepada hakim. 
Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, 
tergantung Hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan. 
    a.. Oleh polisi, barang sitaan (SIM dan/atau STNK) akan disetor ke kantor 
Ditlantas setempat sampai dengan H-1 tanggal sidang. 
    b.. Selama masih di kantor Ditlantas SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang 
ke PN, cukup ke loket yang tadi disebutkan, serahkan form ulir merah, bayar 
dendanya, SIM/STNK kembali ke tangan anda0. 
    c.. H-1 sebelum sidang dan seterusnya, SIM/STNK sudah dikirim ke pengadilan 
sesuai daerah perkara, jadi harus ditebus di PN masing-masing 
Menghadiri Sidang banyak alternatif untuk menyelesaikan melalui calo, tetapi 
biasanya akan lebih mahal daripada kalau menyelesaikan sendiri:

  1.. Sepanjang jalan menuju pengadilan, +- 50-100 m sebelum pengadilan banyak 
terdapat 'Calo' jasa pengurus tilang yang sebenarnya tidak memiliki pengaruh 
atau efek apapun terhadap pengurusan surat yang ditilang apalagi kemudahannya. 
Keberadaan mereka 'Calo' jangan ditanggapi dan jangan dihargai sama sekali! 
Karena mereka mudah emosi dan marah. 
  2.. Setibanya di PN, begitu parkir sudah dikerubuti calo. Parkir kendaraan di 
dalam bangunan pengadilan, ambil tiket parkir pada petugas. Jangan parkir depan 
tepat dibagian luar pagar pengadilan yg banyak 'Calo' juga tukang parkir 
'Preman' yang memaksa dan berkata "ya.. yak..parkir disini.. Disini.. Didalam 
tidak bisa!" Itu bohong, mereka menggangu saja. 
  3.. Selepas resepsionis calo masih saja akan mendekati anda. Kali ini 
calo-nya berseragam hijau pegawai negeri. Kata calo tersebut "ibu tunggu aja 
disini, Rp 65.600,- aja. cepat kok selesainya". 
  4.. Setelah ditunjukkan ruangan sidangnya, anda tunggu hakim datang. Lalu 
satu persatu, akan dibacakan nama dan kasusnya hakim langsung akan memberikan 
putusan soal besarnya denda pembelaan diri bisa dilakukan kalau perlu 
pembayaran langsung dilakukan di ruang sidang dan STNK yang ditahan juga 
langsung dikembalikan saat itu 
  5.. Selepas sidang ada loket untuk mengambil SIM. Bayar disitu untuk 
mengambil SIM Anda. Akan dikatakan bahwa biayanya Rp 50.600,- jangan percaya. 
    1.. Langsung sodorkan surat tilang ke salah satu petugas sambil berkata 
"saya mau ambil berkas ini." 
    2.. Sang petugas memeriksa surat tilang tersebut dan langsung mencari 
berkas yang diperlukan di tumpukan yang tepat, dan dalam waktu singkat 
menemukan berkas yang dicari. 
    3.. Langsung SIM tersebut diambil dari berkas itu dan diserahkan kepada 
anda, dan dia akan berkata "45 ribu". Berikan uang dalam jumlah yang tepat. 
  6.. Cek tabel denda untuk tahu denda yang tepat 
  7.. Kalau tidak ada tabel denda, tawar saja atau minta bulatkan angkanya. 
Tidak Menghadiri Sidang

  1.. Kalau anda ingin menghadiri sidang, datanglah sesuai tanggal sidang yang 
tertera di surat tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini tidak disarankan karena 
antriannya luar biasa banyak. Kita tidak akan punya kesempatan bertemu hakim, 
karena sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, dan banyak sekali CALO yang menawarkan 
bantuan. 
  2.. Anda disarankan untuk abaikan saja tanggal sidang tersebut, ambil 
SIM/STNK di hari lain terserah anda, hindari hari sidang tilang supaya tidak 
terjebak keramaian, dan langsung tuju loket khusus tilang yang ada di 
masing-masing PN. 
  3.. Tunjukkan formulir merahnya, dalam 5 menit SIM/STNK sudah kembali dengan 
bayar denda resmi. 
  4.. Sebelumnya cermati berapa denda resminya, supaya tidak dilebihkan oleh 
petugasnya. Contohnya, anda tahu denda masuk jalur cepat dengan naik motor Rp 
15.000, petugasnya berkata Rp 25.600. Dia menambahkan Rp 600 seolah-olah itu 
perhitungan dengan rumus yang rumit, padahal akal-akalan saja biar ada yang 
masuk ke kantong dia. 
  5.. Anda berikan uang bulat 15.000, dia akan diam saja 
Intinya:

  1.. Jangan takut kalau kena tilang. 
  2.. Jangan sekali-kali damai dengan polisi di jalanan, pilih tilang saja. 
  3.. Jangan percaya kalau ditakuti polisi soal denda 1 juta. 
  4.. Jangan pernah mau kalau polisi menyuruh mengambil SIM di kantor, 
sepertinya hanya bakal ada cerita tawar-menawar disana. 
  5.. Jangan percaya kalau polisi berkata sidangnya jam 10. (karena loketnya 
udah buka dari pagi) 
  6.. Men. 
    a.. (sidangnya sendiri non-existance) 
    b.. Pengadilan itu malah lucu 
    c.. Beli makan di pengadilan mahal 
    d.. Banyak supporter gadungan (teman-teman terdakwa), tidak usah takut 
dengan mereka 
    a.. Sidang tidak dianjurkan kalau tidak mau sebal 
  7.. Jangan mau pake calo, abaikan calo yang menawarkan bantuan 
  8.. Bayar denda sesuai tarif resmi. 
  9.. Jangan percaya sama pecahan 600. Itu buat memberi kesan bahwa dendanya 
uang pas. 
  10.. Untuk yang datang terlambat lalu terkejut karena "sidangnya sudah 
selesai" biasanya akan mendapat "tawaran bantuan" dari pegawai di sana, yang 
katanya "bisa membantu menyelesaikan". Padahal sebenernya kita bisa 
menyelesaikan sendiri 


[sunting] Menolak Berdamai dengan Nepotisme
  a.. Saat tawaran damai muncul, tantanglah polisi untuk memberikan data-data 
dirinya yang lengkap, yaitu nama, kesatuan, resor, dsb. 
  b.. Ambil telepon genggam dan katakan bahwa anda akan menelepon pejabat 
tinggi kepolisian yang kebetulan adalah paman anda 
  c.. Seharusnya si polisi pada titik ini sudah ketakutan, dan anda dapat 
melanjutkan dengan prosedur resmi di atas 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke