Assalamu 'alaikum wr.wb.

Upaya kristenisasi Salatiga tidak berlangsung mulus. Berikut Headline
sebuah surat kabar di Jawa Tengah.

Minggu, 02 Maret 2008
Warga Salatiga gelar pengajian Hari ini, jalur Semarang-Solo dikhawatirkan macet

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Salatiga, Minggu (2/3) pagi ini,
menggelar pengajian akbar di Mesjid Al Atiiq, Kauman. Jalur jalan
negara Semarang-Solo yang melintas di depan mesjid besar tertua di
Kota Salatiga itu dikhawatirkan bakal terhambat karena massa akan
memenuhi kawasan tersebut. (www.solopos.co.id)

Sedikit kilas balik....

Zaman Soharto, pernah dikenal dekat dengan kaum salibis. Antara lain
dengan Leonardus Benny Moerdani, Soedomo dan juga...Radius Prawiro;
berikut cuplikan dari www.sinarharapan.co.id terkait dengan masalah
Salatiga. Semoga umat ini cepat sadar bahwa memberi kesempatan kepada
kaum Kristen memegang jabatan, sama saja memelihara anak macan.
Berikut beritanya...

Hari-hari Terakhir Radius Prawiro: Sempat Garap Proyek Rohani di Salatiga

Jakarta, Sinar Harapan
Hari-hari terakhir Dr Radius Prawiro (76) mantan Menko Ekuin dan
Pengawasan Pembangunan pada Kabinet Pembangunan V yang tutup usia di
Rumah Sakit Deutsches Herzzentrum, Meunchen, Jerman, Kamis (26/5)
pukul 11.35 waktu setempat atau 16.35 WIB diwarnai proyek rohani di
Salatiga, Jawa Tengah.
Setidaknya itulah yang diakui salah seorang sahabat dekat almarhum,
Titus Kurniadi. Ketika dihubungi SH, Jumat (27/5) pagi ini, Titus
Kurniadi mengatakan, belakangan ini ia bersama almarhum sedang
menggarap proyek rohani di kawasan Salib Putih, Salatiga. "Kami
berencana membangun sebuah tempat pelatihan, retret dan ruang seminar
di lahan seluas 45 hektare dari 90 hektare lahan yang tersedia di
kawasan Salib Putih, Salatiga. Pak Radius Prawiro sangat konsen untuk
mewujudkan proyek rohani itu," katanya.
Selain berencana membangun tempat pelatihan, retret dan ruang seminar,
pihaknya juga akan menggarap 45 hektare lainnya di kawasan tersebut
sebagai lokasi perkebunan seperti cokelat, cengkeh dan kopi. "Hasil
dari perkebunan itu nantinya juga akan disumbangkan untuk kegiatan
gereja. Dan, Pak Radius sangat mendukung rencana tersebut," tuturnya.


Informasi yang saya peroleh; 45 hektare dari 90 atau 98 hektar sejak
lama memang sudah dikuasai Kristen. Sedang sisanya tetap dikuasai
negara. Karena itu Umat Islam sejak hancurnya era Soeharto, mulai
minta diberi lahan sisanya untuk mengimbangi kepenguasaan Kristen di
daerah Argomulyo yang lebih dikenal dengan daerah Salib Putih. Berikut
petikan berita di awal Febuari 2008 dari Solopos.

Dukungan Islamic center di Salib Putih terus mengalir
Salatiga

Dukungan bagi terwujudnya Islamic center di Kota Salatiga kembali
mengemuka sebagai tanggapan terhadap pernyataan Walikota John Manuel
Manoppo SH yang dianggap telah memutarbalikkan kronologis upaya umat
Islam mewujudkan pusat kegiatan keagamaan mereka. Sementara itu, dari
Setda Pemkot Salatiga terungkap agenda pertemuan Walikota dan Umat
Islam Salatiga (UIS), Rabu (6/2) ini.

"Setahu saya, agenda audiensi Walikota dengan UIS tidak berubah,
dijadwalkan Rabu besok," ungkap Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi
(Inkom) Kota Salatiga Drs Petrus Resi MSi di kantornya, kompleks Setda
Pemkot Salatiga, Selasa (5/2) siang kemarin.
Seperti diberitakan SOLOPOS (24/1), UIS dua pekan silam, mengajukan
permintaan melakukan audiensi dengan Walikota terkait perkembangan
kasus tanah negara di kawasan Salib Putih tersebut. UIS merupakan
kelompok muda yang concern mendukung Yayasan Universitas Islam
Salatiga (YUIS) mengupayakan andil umat Islam dalam pengelolaan tanah
negara tersebut.
"Sejauh ini, kami belum mendengar kabar akan diterima audiensi
Walikota, Rabu besok. Memang, kami sebelumnya sempat dihubungi MUI
bahwa Walikota mengagendakan audiensi, Rabu (30/1) pekan lalu. Tetapi
belakangan dibatalkan dengan alasan Walikota mendadak dipanggil ke
Jakarta untuk mengikuti pertemuan pemerintah daerah se-indonesia,"
ungkap Sekretaris UIS Drs Muchtar Arifin.
Bagi UIS, tertunda-tundanya penjadwalan audiensi itu bukanlah halangan
bagi upaya mereka turut memperjuangkan andil umat Islam dalam
pengelolaan tanah negara di kawasan Salib Putih itu. "Dengan tidak
jelasnya komitmen Muspida Kota Salatiga mendukung upaya umat Islam
itu, semakin kuat alasan kami untuk menggelar aksi massa untuk
menunjukkan tekad umat Islam Salatiga," tukasnya.
Dari sejumlah kalangan elemen umat Islam Kota Salatiga, terungkap
bahwa UIS dalam waktu yang bersamaan dengan menunggu jadwal audiensi
dengan Walikota itu, juga tengah menyiapkan suatu pertemuan untuk
membicarakan grand scenario umat Islam Salatiga. Tatkala agenda
internal itu dikonfirmasikan kepada Arifin, tak diperoleh jawaban
tegas.
Namun sejumlah sumber menyebutkan, pertemuan yang akan menghadirkan
seluruh elemen muda Islam Salatiga dengan dampingan dari sejumlah
tokoh masyarakat dan ulama terkemuka itu dimaksudkan untuk menyusun
rencana aksi masa sebagai wujud dukungan umat Islam terhadap upaya
mendapat andil pengelolaan tanah negara di kawasan Salib Putih. |
espos sumber:solopos.co.id

Ketika walikota Salatiga yang Muslim meninggal, maka wakilnya yang
Kristen naik, dan ada upaya lagi agar kaum Nasrani bisa menguasai
daerah Salib Putih. Tetapi upaya ini dicium oleh kaum Muslim sehingga
terjadi peristiwa - peristiwa yang diberitakan di email ini.

Soal tanah Salib Putih
Ditulis oleh Super Admin di/pada Januari 23, 2008

SALATIGA - Pengurus Yayasan Universitas Islam Salatiga (YUIS) dan MUI
(Majelis Ulama Indonesia) setempat berencana menemui Wakil Gubernur
(Wagub) H Ali Mufiz di Semarang. Mereka ingin audiensi terkait tanah
eks HGU perkebunan di Kumopulrejo, Kecamatan Argomulyo Salatiga atau
yang dikenal dengan tanah Salib Putih.

Ketua YUIS Drs HM Fauzi Humaidi SH MH mengatakan, pengurus YUIS dan
MUI berharap bisa bertemu wagub Ali Mufiz untuk menyampaikan
rekomendasi walikota terkait tanah eks HGU di Argomulyo.

Sebelum menemui wagub, Pengurus YUIS dan MUI mengadakan silaturahmi di
aula masjid Attohiriyah Dukuh Domas Salatiga, Jumat sore (21/9).
Pertemuan selain membahas masalah tanah Salib Putih juga membahas
untuk persoalan lain. Acara diakhiri dengan berbuka puasa bersama dan
salat maghrib berjamaah.

Acara itu diselenggarakan dengan harapan mampu menjadi ajang
konsolidasi umat Islam Salatiga menyusul terbitnya Surat Walikota No:
590/1473 tanggal 10 September yang merekomendasikan pemanfaatan 50 ha
tanah negara di Kecamatan Argomulyo oleh YUIS.

Beberapa tokoh yang hadir dalam acara tersebut adalah Ketua YUIS Drs
HM Fauzi Humaidi SH MH, Ketua MUI Salatiga H Saefudin Zuhri, Bambang
Riantoko dan H Iskandar Abdul Rokhim, serta tokoh umat Islam lainnya.

HM Fauzi yang selama ini merupakan tokoh yang gigih memperjuangkan
tanah eks HGU Tanah Putih mengatakan, pihaknya tak sedikitpun berniat
menguasai sendiri 50 ha tanah negara di Kecamatan Argomulyo yang telah
direkomendasikan Walikota Salatiga John Manuel Manoppo kepadanya.

Fauzi mengungkapkan, meskipun rekomendasinya diberikan kepada YUIS,
namun tak ada sedikitpun terbersit di benaknya untuk mengusai sendiri
tanah tersebut. Sebab YUIS yang dilahirkan umat Islam Salatiga tetap
mengemban amanat sebagai kepanjangan tangan umat untuk memperjuangkan
hak serta ikut memanfaatkan tanah tersebut.

Fauzi berharap keberhasilan memperoleh rekomendasi walikota tak lantas
berubah menjadi pemecah-belah umat. Hak dan kewajiban, manis dan
getirnya perjuangan hendaknya dirasakan bersama. Jika ada pandangan
bahwa YUIS ingin jalan sendiri setelah mendapatkan rekomendasi
walikota pandangan itu sama sekali tidak benar.

''Saya justru berharap, selanjutnya dibutuhkan peranan generasi muda
muslim untuk melanjutkan perjuangan ini. Saya akan istirahat,'' kata
Fauzi yang juga hakim pengadilan agama ini. K-13/SR

Kalau ada umat Islam ingin membantu umat Kristen melaksanakan ajaran
agamanya dengan baik, maka bantulah mereka pergi dari sini.
Dalilnya yang mereka percayai adalah :
"Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada
mereka, 'Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain* atau masuk ke
dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba - domba yang
hilang dari umat Israel'" (Injil Matius 10: 5-6)
(*) Bangsa lain: non-Yahudi.

Bukankah umat Israel sampai saat ini tidak memiliki wilayah? Dan
semoga tetap demikian sampai dunia berakhir.

Dan dalil ini:
"Jawab Yesus, 'Kerajaanku bukan dari dunia ini; Jika kerajaanku dari
dunia ini, pasti hamba - hambaku telah melawan, supaya aku jangan
diserahkan kepada orang - orang Yahudi, akan tetapi kerajaanku bukan
dari sini." (Yohanes 18: 36)

Dan memang aktualnya, masa berlaku Kristen sudah habis sejak munculnya
Nabi Muhammad saw.

Wassalam,
Wirawan

Kirim email ke