Apa Makna Kata Syahid?? Jawabannya Ada di Gaza!! 
Allah SWT berfirman : 
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan
Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup,
tetapi kamu tidak menyadarinya”. (Al-Baqoroh : 154
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati
 bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam
Keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka,
Dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di
belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak Ada kekhawatiran terhadap
mereka Dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan
nikmat Dan karunia yang yang besar dari Allah, Dan bahwa Allah tidak
menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang
mentaati perintah Allah Dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam
peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka Dan
yang bertakwa Ada pahala yang besar. (yaitu) orang-orang (yang mentaati
Allah Dan Rasul) yang kepada mereka Ada orang-orang yang mengatakan:
“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu,
karena itu takutlah kepada mereka”, Maka Perkataan itu menambah keimanan
mereka Dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penolong Kami Dan Allah
adalah Sebaik-baik Pelindung”.(Ali Imron : 169-172)

Syahid diirngi dengan syahid lainnya, jenazah datang silih berganti, iringan
pembawa jenazah di Gaza tidak pernah berhenti, berpuluh-puluh orang tua
memberikan ciuman terakhir Dan perpisahan kepada anak-anak mereka dengan
sabar Dan keimanan yang tegar, Dan ibu-ibu yang dengan ikhlas memberikan
ucapan selamat tinggal kepada buah hati mereka yang mereka cintai.
“Jika saat ini kaum muslimin ingin memahami makna syahid yang disampaikan
oleh Allah Dan memberikannya derajat yang tinggi, memahaminya secara factual
makna syahadah Dan nilai-nilainya maka tidak akan didapatkan di dunia
manapun tempat yang lebih baik Dan afdhal Dan gambaran yang jelas dari apa
yang Ada di Gaza akan makna syahadah yang mulia ini”.
Itulah ungkapan yang disampaikan S.R salah seorang pasukan perlawanan dengan
bangga saat berada di perbatasan dalam menghadapi permusuhan Israel di Gaza.
Dan dengan bangga juga beliau mengatakan : “Gaza merupakan sumber para
syuhada yang sangat fenomenal di dalam dunia Islam saat ini, yaitu
mengingatkan umat Islam makna kata syahadah Dan apa yang mengiringinya dari
petunjuk-petunjuk yang mulia tersebut”.
Bersamaan dengan mengalirnya air Mata Dan sungai darah dengan deras, tampak
jalur Gaza yang tegar Dan teguh menakjubkan. Dan dengan ucapan yang penuh
keikhlasan kami sampaikan : “Selamat tinggal… selamat tinggal… kapan Kita
bisa bertemu kembali? “Telah bertambah para syuhada datang silih berganti,
telah meninggalkan Kita para syuhada yang mulia”.
Dengan lantunan yang indah diceritakan akan keajaiban syahadah yang
merupakan cendera Mata yang indah di alam yang kekal meninggalkan jalur Gaza
dari anak-anak, pemuda, orang tua Dan wanita yang berlomba-lomba
menghadirkan para syuhada berikutnya.
Pesawat-pesawat tempur Israel dengan bermacam kendaraannya Dan beragam
warnanya yang menghujani bom di atas langit jalur Gaza tidak membuat mereka
gentar Dan takur, bahkan mereka dengan gagah berani maju menjadi pahlawan
yang gagah, berdiri tegak menjadi tameng, menghadang para penjajah yang
datang membawa dalam jiwa mereka ruh kematian… mereka menyebar dengan sarana
sedikit dihadapan alat yang keras Dan alat perang super canggih, namun
mereka tetap berani menghadapinya : “Betapa banyak kelompok sedikit mampu
mengalahkan kelompok yang besar Dan banyak jumlahnya dengan izin Allah”.
(Al-Baqarah : 249)
Jalur Gaza hingga Hari ini tidak pernah berhenti menghadirkan syuhada,
datang silih berganti, semuanya meninggalkan cerita Dan kisah menarik Dan
penuh dengan kepahlawan Dan perlawanan yang gagah Dan kebanggaan sehingga
menambah umat Islam ketsabat (keteguhan).
Sungguh ganjarannya adalah surga-surga wahai bunda…
Abdullah misalnya mencium tangan bundanya pada malam itu, Dan bersegera
pergi keluar menerobos kegelapan malam di tengah kota, walaupun ibunya
berusaha mengingatkannya untuk tinggal di rumah pada malam itu, karena
khawatir akan Ada serangan Dan bom yang jatuh menimpa dirinya, namun
peringatan tersebut tidak berarti baginya. Abdullah menggenggam tangan
ibunya dengan penuh rasa hormat lalu menciumnya dengan penuh kehangatan,
lalu dia berkata kepada bundanya : “Bunda, jika saya tetap disini tidur
dengan nyenyak, Dan tetangga Kita melakukan itu juga, sementara
sahabat-sahabatku keluar berjuang dengan gagah berani… maka kenapa aku tidak
boleh ikut bersama mereka sehingga aku dapatkan pasukan penjajah yang
berjalan di sekitar rumah Kita lalu membunuhnya”… kemudian dia menambahkan
perkataannya : “Sungguh kalau aku datang membawa syahdah… janganlah engkau
bersedih… karena yang demikian ganjarannya adalah jinan (surga-surga) wahai
ummi Abdullah… jinan (surga-surga) bukan jannah saja”.
Adapun Abu Raid kisahnya lain lagi, beliau menghubungi kedua anaknya yang
berada di perbatasan menjaga kamp pertahanan bukan untuk memberikan wasiat
agar mereka tenang namun justru memberi memotivasi untuk berjihad lebih
banyak Dan lebih banyak lagi Dan memberikan bekal dengan keimanan yang
matang: beliau menyampaikan kepada kedua anaknya akan besarnya ganjaran
syahadah Dan apa-apa yang menunggu mereka… dengan penuh tsiqoh dia berkata :
“Kita menghadiahkan kepada kaum muslimin pelajaran-pelajaran akan makna
tsabat Dan cinta syahadah di jalan Allah, mereka adalah prajurit yang
dilindungi oleh Mobil-Mobil tank yang tangguh Dan pesawat-pesawat tempur
yang canggih, sementara anak-anak Kita menghadapi mereka dengan telanjang
dada dengan penuh keberanian dan ketegaran”.
Seorang wanita Palestina dengan penuh senyum dan cahaya yang menyinari
wajahnya yang menjadi salah satu pahlawan perjuangan bersama sayap militer
hamas al-qassam. Abu Raid menyampaikan wasiatnya sebelumnya kepergiannya
menjemput syahadah…
Adapun pejuang lainnya berkata kepada situs islamonline.com : Kami rindu
kematian sebagaimana mereka merindukan kehidupan, karena kematian kami
adalah syahadah dan kehidupan yang tidak akan punah selamanya”.
Disisi lainnya ada seorang wanita yang anaknya mati syahid di jalan Allah,
dia memanggil suaminya dengan penuh kegembiraan seperti yang dilakukan oleh
ibu-ibu lainnya dengan penuh kebanggaan, dia berkata : “Kelak dia akan
memberikan syafaat kepada saya, orang tuanya dan tujuh puluh orang dari
keluarganya , maka kemuliaan apa lagi yang saya inginkan selain dari ini
semua… anak-anak kami tidak mati namun mereka hidup di sisi Tuhan mereka
dengan rizqi yang berlimpah”.
Muhammad Syihab wakil MPR dari parlemen HAMAS mencium anaknya yang masih
muda yang bernama Abdurrahman, yang telah mendapatkan syahidnya pada hari
itu dan dengan penuh ketegaran beliau berkata kepada para wartawan : “Kita
telah berpindah dari marhalah sabar kepada ridla… Anak-anak kita telah
mendapatkan apa yang mereka cita-citakan…Demi Allah, kami sebagai orang tua
mereka, juga menginginkan syahadah sebelum mereka.. kami iri dengan mereka
yang telah mendahului kami mendapatkan surga firdaus yang tinggi
tingkatannya”.
Allahu Akbar walillahilhamdu
sumber : ikhwanpress.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke