Semoga yang membuat film2 laknat ini diceburkan Allah ke jurang neraka yang paling dalam.......! Allahu Akbar!!!!!!!!!
Indonesia Kecam Penyebaran Film "Fitna" Melalui Internet Jumat, 28 Mar 08 20:30 WIB (eramuslim.com) Pemerintah Indonesia mengutuk keras langkah yang dilakukan oleh anggota parlemen Belanda Geert Wilders dari partai Kebebasan memutar film "Fitna" yang berisikan hujatan terhadap agama Islam dan kitab suci Al-Quran. Pada Kamis (27/3), Geert Wilders akhirnya memuat filmnya itu lewat video-sharing di sebuah situs internet (www.liveleak.com). "Kita mengutuk tindakan provokasi yang menghina agama dan umat Islam. Film tersebut dalam pandangan kita sangat berbau rasis, dan merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab yang berselimut di balik kebebasan pers, " tegas Juru Bicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Soerjo Legowo kepada pers, di Kantor Deplu, Jakarta, Jum'at(28/3). Pemerintah Indonesia mendesak parlemen Belanda dapat mengambil tindakan yang tegas terhadap yang bersangkutan. Meski sebelumnya, pemerintah Belanda baik Perdana Menteri maupun Mentri Luar Negerinya sudah berupaya menghentikan rencana pemutaran film yang sangat melukai hati umat Islam itu, tetapi ternyata anggota parlemen itu tetap mengeluarkan film yang berdurasi 15 menit itu. Menurutnya, tindakan tersebut jelas bertentangan dan upaya yang dilakukan baik pada level nasional dan internasional, untuk memajukan interfid dialog, dan juga kerjasama untuk membangun dialog antar peradaban, antar agama, antar budaya, dalam upaya membangun hubungan yang penuh toleransi. "Terus terang sangat disesalkan bahwa seorang Geert Wilders yang notabene adalah seorang anggota parlemen menggunakan kedudukannya sebagai wakil dari sebagian rakyat Belanda dengan cara keliru, " ujar Kris. Dalam kesempatan itu, Ia mengimbau agar masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi atas tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab ini.(novel) Film Anti-Islam "Fitna" Mulai Muncul di Situs Internet Jumat, 28 Mar 08 09:32 WIB (eramuslim.com) Geert Wilders akhirnya memuat filmnya "Fitna" di lewat video-sharing di sebuah situs internet pada Kamis (27/3). Dan kekhawatiran bahwa film Wilders itu tendensius dan sengaja ingin menjelek-jelekkan Islam dan kitab suci al-Quran, terbukti. Film berdurasi 15 menit itu dibuka dengan kartun Denmark dengan gambar seorang laki-laki yang disebut sebagai Nabi Muhammad Saw, memakai sorban dengan bom yang siap meledak di atas kepalanya. Setelah itu, muncul gambar sebuah halaman Al-Quran di sisi kanan dengan terjemahannya di sisi kiri. Selanjutnya, gambar al-Quran diganti dengan gambar sebuah pesawat terbang yang menghantam Gedung World Trade Center pada tanggal 11 September 2001 lalu, sementara terjemahan al-Qurannya masih tetap ditampilkan disisi kiri. Setelah itu ditampilkan suasana kacau di jalan-jalan di New York, diwarnai suara bising telepon yang meminta bantuan darurat. Adegan serupa diulang, seolah ingin menunjukkan adanya hubungan antara ayat-ayat al-Quran dengan peristiwa-peristiwa terorisme, seperti ledakan bom sebuah kereta api di Madrid, Spanyol pada tahun 2004, peristiwan bom London tahun 2005, serangan terhadap pasukan AS di Somalia yang terjadi 10 tahun yang lalu, kasus pembunuhan sutradara Belanda Theo van Gogh tahun 2004 dan insiden pemenggalan kepala di Irak. Film itu diakhiri dengan adegan seseorang sedang membuka halaman-halaman al-Quran dengan latar belakang suara bunyi kertas dirobek-robek. Tapi di teks yang muncul di film tersebut, tertulis "Suara yang Anda dengar berasal dari halaman yang disobek dari buku telepon. Ini bukan urusan saya, tapi umat Muslim sendiri yang harus merobek ayat-ayat yang berisi kebencian dari al-Quran." Teks selanjutnya bertuliskan, "Hentikan Islamisasi. Pertahankan kebebasan kita." Setelah teks ini, bom yang terdapat di gambar kartun yang melecehkan Rasullah tadi meledak. Film berakhir, diiringi suara seperti bunyi gemuruh angin. Media massa di Belanda menyebutkan, bahwa pemerintah Negeri Kincir Angin sudah menyaksikan film tersebut namun belum bereaksi. Sebelumnya, pemerintah Belanda menyatakan bahwa mereka akan meneliti isi film Wilders jika jadi diputar untuk publik. "Pemerintah akan melakukan investigasi apakah Wilders telah melakukan tindakan kriminal, Kejaksaan akan memutuskan apa dakwaannya, " demikian penegasan pemerintah Belanda yang sejak jauh-jauh hari sudah mendesak Wilders agar membatalkan filmnya. Wilders memilih situs internet untuk menyebarluaskan filmnya itu, setelah stasiun-stasiun televisi di Belanda menolak menayangkannya. Wilders tak peduli kecaman dan kritik dari pemerintah Belanda, kalangan Muslim bahkan dari kalangan umat Kristiani yang menolak film "Fitna" tersebut. Sementara itu, untuk mengantisipasi film tersebut, para pimpinan umat Islam di Belanda sudah memberikan pengarahan agar warga Muslim bersikap tenang dan tidak terprovokasi dengan film Wilders. (ln/iol) [Non-text portions of this message have been removed]

