Wa'alaikum salam...

Terima kasih atas infonya, 
Sedih memang jika melihat saudara-saudara muslim yang "terpaksa" bekerja di 
tempat-tempat yang menyajikan hal-hal yang tidak halal. Tidak hanya di 
restoran/rumah makan, di beberapa tempat hiburan, hotel, dll pun seperti itu.
Mereka juga sholat, di tempat kerja mereka ada musholla, tapi pekerjaan mereka 
berhubungan dengan tidak halal. Apakah ada solusi untuk masalah ini?

Oya, tentang tempat makan yang banyak bertebaran di pelosok kota, sebaiknya 
memang kita perlu berhati-hati. Isu "makanan tidak halal" memang menjadi 
masalah yang penting. Sebaiknya sebelum makan, pastikan dulu apakah tempat 
makan itu benar-benar halal atau tidak.
Tempat makan yang besar, biasanya mencantumkan label halal, atau bahkan 
memajang sertifikat halal (dari MUI).
Beberapa tempat makan yang terkenal pun sampai detik ini tidak mencantumkan 
label halal, misalnya Hoka-Hoka Bento, dan Donut J-Co.

Untuk Hoka-Hoka Bento sendiri memang tidak menggunakan bahan tidak halal, tapi 
dalam proses memasaknya diduga menggunakan arak/alkohol. (wallahu a'lam).
Sementara Donut J-Co sendiri sebenarnya pemiliknya sama dengan pemilik Roti 
Bread-Talk. Bread-Talk sudah punya sertifikat halal dari MUI, sementara Donut 
J-Co entah kenapa sampai sekarang belum berlabel halal.

Tidak hanya rumah makan atau restoran, makanan dalam kemasan pun harus kita 
waspadai. Terutama makanan/minuman kemasan yang diimpor. Sebagian besar memang 
sudah mempunyai label halal, tapi tidak jarang kita temui produk yang tidak 
berlabel halal, misalnya beberapa produk coklat batang, yoghurt, snack atau 
makanan ringan, dll. Kripik kentang Springles misalnya yang begitu laris di 
pasar dan terkenal dengan kemasannya yang berbentuk tabung, produk yang diimpor 
dari Eropa (kalau tidak salah) tersebut belum mendapat label halal. Beberapa 
produk es krim pun tidak mendapat label halal, seperti Es krim Baskin & Robins, 
karena memang es krim tersebut mempunyai bahan yang diimpor dan tidak halal 
(gelatin dari lemak babi).

Sepengetahuan kami ada 2 cara mendapatkan label halal, yang pertama label halal 
diberikan oleh instansi terkait di negara dimana produk tersebut diproduksi. 
Atau yang kedua, instansi di Indonesia (dalam hal ini MUI), dipanggil ke negara 
tersebut untuk melakukan test/uji setrtifikasi halal. Tentu saja produsen yang 
membiayai. Tapi mereka (produsen) biasanya malas mengeluarkan biaya untuk hal 
seperti ini.

Jangankan produsen luar negeri, produsen di dalam negeri pun kadang tidak 
melakukan uji halal jika tidak diminta. Sebuah hotel di Surabaya beberapa waktu 
lalu berniat meningkatkan image-nya dengan menggunakan label halal untuk 
masakan-masakan yang mereka sajikan. MUI pun dipanggil. Semua bahannya memang 
halal, tapi uji tersebut gagal pada proses memasak masakan tersebut. Mohon maaf 
jika saya lupa nama hotel tersebut.

Intinya, sebaiknya kita berhati-hati dengan makanan yang tidak halal tersebut. 
Label halal adalah salah satu indikasi yang bisa kita perhatikan.
Jika tidak, kita bisa bertanya kepada pemilik makanan tersebut. Selanjutnya 
kita tawakkal sepenuhnya.
Tapi yang paling bijak adalah, "jika ada makanan lain yang lebih jelas 
halal-nya, kenapa tidak pilih yang itu saja?"

Seorang kawan pernah berkomentar, makanan haram lebih berbahaya daripada uang 
haram, karena makanan itu ikut bercampur dengan darah dan daging di dalam tubuh 
kita. Bukan berarti uang haram itu tidak apa-apa. Yang namanya haram kan tetap 
sama dengan dilarang, tidak boleh sama sekali, dan dosa.

(na'udzubillah)


Wassalam.


  ----- Original Message ----- 
  From: `·.¸¸.·*Adam*··.¸¸.·` 
  To: undisclosed-recipients 
  Sent: Monday, March 31, 2008 8:53 AM
  Subject: [syiar-islam] OOT - Fw: [Ar-Royyan-7496] Fw: Pizza Mengandung Babi 
(di PIM, Carrefour Lebak Bulus, SenCi)


  Assalaamu'alaykum..

  berikut berita yang cukup penting... ya saya sih belum pernah makan, tetapi
  ada baiknya kita saat ini lebih berhati-hati dalam memakan macam2 makanan
  yang saat ini sudah banyak macamnya.


  Wassalaamu'alaykum..

  -------Original Message-------

  From: Agus Rasidi
  Date: 03/26/08 02:33:50 PM
  To: [EMAIL PROTECTED]; MILIS DKM AL IKHLAS; MILIS AR-ROYYAN
  Subject: [Ar-Royyan-7496] Fw: Pizza Mengandung Babi (di PIM, Carrefour Lebak
  Bulus, SenCi)

  ----- Original Message -----
  From: sri mulyani
  Sent: Tuesday, March 25, 2008 3:45 PM

  Info dari temen...

  Semoga bermanfaat

  [Teti]
  Dear Friends,

  Sebenarnya saya sudah lama tahu, tapi lama2 dibuntuti perasaan bersalah
  juga kalo terus diem aja.
  Bagi muslim yang kebetulan penggemar Trattoria dan selama ini belum tau,
  maaf banget pizza mereka terutama yang dari daging olahan spt salami, dll
  ada campuran babinya.

  Tahun lalu saya makan di Trattoria Pondok Indah, udah semangat banget
  karena suami promosi mulu bilang pizzanya enak banget yang biasa dia
  makan bareng temen2nya di Senayan City. Pas udah duduk, waitressnya
  pelan2 bilang sama saya, ibu maaf di sini semua beefnya mengandung
  [EMAIL PROTECTED]
  Suami saya yg udah sering makan melongo kaget menyesal (dia bilang di
  senci waiternya gak ada yang ngasi tau..-- ya mungkin bapak2 mana ketauan
  muslim atau bukan)...saya ngucap Alhamdulillah..

  Pas beberapa waktu lalu Trattoria buka booth di Carefour Lebak Bulus saya
  sempet agak kaget..hey berani juga mereka buka pizza gak halal disitu...
  Setiap belanja ke sama saya perhatikan sepi2 aja mereka. Jadi saya..egp.

  Eh ketika kemarin saya sekeluarga ke SenCity lagi. Ada ibu2 berjilbab
  lagi beli Trattoria.. Saya dan suami langsung pandang2an diem bingung mau
  gimana. Masa ujug2 intruding dan bilang bu ada babinya padahal dia lagi
  bayar di kasir. Sedih juga rasanya. Kalo waiternya ada yang muslim dan
  diem ajah..betapa jahatnya mereka, seperti memperolok-olok keyakinannya
  sendiri... Sayapun akirnya merasa begitu kalo terus diam saja.

  So teman2..hati2 ya!!



  ----------------------------------------------------------
  - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
  - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

  Dari Abu Waqid Al Laitsi ra berkata, Rasulullah saw sedang duduk dimasjid
  bersama orang banyak ( memberikan pengajian ), tiba-tiba datang 3 orang
  lelaki . Yang dua mendatangi beliau SAW sedang yang seorang lagi terus pergi
  begitu saja. Seorang diantara yang berdua mencari-cari tempat lowongan dalam
  pertemuan itu, lalu dia duduk disitu. Dan yang seorang lagi langsung pergi.



  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke