AYAT-AYAT MAULID

 

 

"Hadirin sekalian..."demikian teriak Syaikh Abu Dujana Al Atsari
berapi-api dalam ceramahnya mengkritik maulid Nabi.

 

"Kita harus tahu dan paham bahwa maulid nabi itu adalah bid'ah dholalah,
yang tempatnya dimana?"

 

"Di neraka pak Kyai..." sambut jama'ah dengan berapi-api.

 

"Kalau begitu berarti kalian sudah paham dengan sepaham-pahamnya bahwa
perbuatan itu sangat buruk. Dibenci Allah dan rasul-Nya.."

 

"Untuk itu kalian semua harus menjauhinya...sejauh-jauhnya..tidak boleh
dekat-dekat satu mili-pun"

 

"Kalian juga tahu kan Maulid itu juga menghambur-hamburkan harta...Coba
hitung kalau per Masjid habis sepuluh juta berarti per keluarhan dengan
sepuluh Masjid habis 100 juta"

 

"kalau per kecamatan habis berapa?"

 

"Satu milyar pak Kyai" sambut para hadirin.

 

"kalau satu kotamadya berapa...?"

"Sepuluh milyar pak Ustadz.."

 

"Jadi perbuatan tersebut adalah mubadzir dan termasuk amalan siapa?"

"Amalan dan temennya syaitan..."balas jama'ah

 

"Kalian memang benar-benar umat yang cerdas...tidak bodoh seperti
mereka-mereka itu...yang ngajinya Cuma taqlid buta..."

 

"Apa saja kata kyainya diikuti...meskipun tidak memiliki dalil dan atsar
yang kuat..."

 

"Belum lagi perlu kalian ketahui bahwa maulid itu juga mengganggu
tetangga...berisik...ribut..."

 

"jam 10 sampai jam 12 malam mereka masih nyanyi-nyanyi...."

 

"Bukankah itu perbuatan yang buruk....."

 

"Bukankah itu mengganggu tetangga?"

 

"Bukankah kita disuruh memuliakan tetangga?"

 

"bukankah tetangga juga ingin tidur...ingin istirahat...."

 

"Karena itu sekali lagi harus kalian camkan dengan sungguh-sungguh bahwa
maulid itu adalah bid'ah....."

 

"Dan jangan kalian gubris pendapat-pendapat para ruwaibidhah,
orang-orang bodoh yang sok tahu urusan agama..."

 

"jangan kalian dengar dalih-dalih para ahli bid'ah..."

"karena kalian ilmunya masih sedikit...kalian akan terbawa dengan
alasan-alasan mereka..."

 

"Mereka , orang-orang yang fanatik dengan maulid, adalah orang-orang
yang mengaku-aku...mereka mengaku ahlu sunnah padahal ahlu sunnah sangat
jauh dari mereka....

"Mereka mengaku mengikuti dan mencintai nabi....padahal nabi berlepas
diri dan baro' dari mereka..."

 

 

"belum lagi kalian tahu...tidak sedikit diantara fanatikus maulid
tersebut mencari-cari berkah dengan bekas makanan yang
disajikan...bahkan dengan kebo bule mereka rebutan air cuciannya...
bahkan yang amit-amit dengan teletong-nya saja mereka saling
berebut...."

 

"Ini adalah kebodohan yang sangat bodoh...ini adalah
kekufuran...perbuatan syirik yang tidak diampuni Allah SWT..."

 

 

"Dalil-dalil Alqur'an telah jelas...sunnah nabi saw telah tuntas...atsar
sahabat dan tabi'in sudah lengkap....lalu mau cari alasan apa lagi...."

 

"ngomong-ngomong pak Kyai....gelar KH dari mana pak..." celoteh salah
seorang jama'ah yang sedari tadi dengan khusyu' mendengarkan ceramah pak
Kyai yang penuh retorika

 

"Itu....sebutan masyarakat saja....nak..."

 

"Ada contohnya nggak pak Kyai, rasulullah, sahabat dan tabi'in memakai
gelar tersebut...."

 

"Ngak adalah nak, ini kan Cuma adat orang jawa saja...."

 

"berarti pak kyai juga ikut-ikutan tanpa dalil lau kaa na khairan
lasbaquuna 'ialaihi, sekiranya itu baik tentu (para salafush shalih)
sudah terlebih dahulu melakukannya.."

 

"berarti pak kyai melakukan bid'ah juga dong...."

 

"Bukan nak....kamu nggak ngerti..kamu itu baru anak kemarin sore...nggak
boleh ngebantah kyai seperti saya yang sudah belajar sama para syaikh
dan para muhadits di Yaman..."

 

"Tapi pak Kyai ini..serius saya mau tanya lagi...apa hukumnya ceramah
mencintai nabi mengkhususkan di bulan rabi'ul awwal..."

 

"ya... ngak apa-apa nak...."

 

"Lalu bagaimana dengan ceramah yang mengkhususkan di suatu waktu
misalnya kuliah subuh atau kuliah dhuhur ...."

 

"ya ngak apa-apa nak itu kan Cuma mengambil momen saja...."

 

"Sekarang saya nanya pak Kyai kalau saya Cuma ngadain maulid nabi SAW,
lalu membaca Alqur'an, ceramah  lalu bagi-bagi sembako....apakah itu
juga sesat dan bid'ah..."

 

"O...itu pasti bid'ah....."

 

"Tapi kok pak Kyai melakukannya juga.....yaitu mengadakan kuliah subuh
yang dikhususkan di waktu subuh dan kuliah dhuhur yang dikhususkan di
waktu dhuhur apakah dulu Rasulullah atau sahabat pernah bikin yang
namanya kuliah subuh...."

 

"Ngak pernah...,"kata pak Kyai....

 

"Nah kalau begitu pak Kyai...?"

 

"Apanya yang salah dengan maulid kan sama dengan kuliah subuh dan dan
kuliah dhuhur..."

 

"Pokoknya kalau maulid bid'ah titik...kamu anak kecil baru hafal
beberapa hadits sudah sok kayak ulama..."

 

"Pokoknya kata syaikh-syaikh-ku di saudi yang namanya Maulid itu
bid'ah...., sesat dan menyesatkan..."

 

"lalu bagaimana dengan imam-imam sholat yang mengatakan handphonenya
"tolong di-non-aktifkan."...apakah pada zaman dulu ada hp pak kyai?"

 

"Pusing deh aku menghadapi orang-orang kayak kamu yang banyak
bacot...kamu itu memang kilabun naar, anjing-anjing neraka...dibawakan
dalil malah ngeyel..."

 

"Udah sana pergi jangan ikut pengajian lagi...bikin keruh saja...."

 

"tapi pak Kyai maaf..imam Suyuthi dan Imam Ibnu hajar Al Atsqalani dan
Imam Al Haitami membolehkan Maulid Nabi..."

 

"Kita kan ikut nabi bukan ikut ulama..."

 

"Tapi kenapa pak Kyai ngikut syaikh-syaikh di Yaman...kenapa nggak ikut
Nabi..."

 

"Karena yang di yaman itu para muhadits...ahlu sunnah jempolan...."

 

"Lho bukannya Imam Ibnu Hajar dan Imam Suyuthi juga ahli hadits dan ahli
sunnah.....beranikah pak Kyai menyatakan mereka juga ahli bid'ah...."

 

"Udah-udah cukup...pengajian sampai disini dulu saja..."

"Kepada jama'ah sekalian jangan digubris pendapat anak bau kencur
tersebut....bahasa arab saja belum ngerti kok sudah menggurui...kyai
sekelas saya...yang sudah malang melindang di dunia hadits dan pernah
jihad ke Ambon..."

 

"OK kesimpulannya bagi yang ingin masuk syurga MAULID itu BID'AH
TITIK..."

 

"wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu"

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke