Ass.wr.wb...
Barangsiapa meniru2 suatu kaum, pada saat kiamat akan dikumpulkan bersama kaum 
itu ( hadis nabi )

Ajang pemilihan Putri Indonesia bukan millah Islam, tapi millah orang2 yang 
tidak bertuhan (kafir). dalam islam diharamkan betul untuk mempertontonkan 
aurat wanita didepan bukan muhrimnya (apalagi didepan umum). tetapi buat orang 
kafir seluruh aurat wanita kalau bisa dipamer2kan sevulgar2nya. Islam 
memuliakan wanita. ditutupi dengan sempurna dengan juluran jilbab bahkan purda 
(lebih tagwa lagi). tidak dipamer2kan seperti barang.

kehidupan orang islam berbeda dengan orang2 yang tidak bertuhan (kafir). orang 
islam dalam kehidupannya dituntun oleh wahyu Allah dan sunah Rasul. tertuntun 
dan terbimbing dengan mulia. Tetapi orang kafir hidup bebas tidak dituntun oleh 
wahyu. Di dalam Al Qur'an Allah berfirman (kurang lebih artinya): Sesungguhnya 
orang2 yang beriman dan bertakwa kepadaKU, mereka itu adalah sebai2nya makhluk. 
Dan mereka itu (orang kafir) akan masuk neraka jahanam abadi selamanya, dan 
mereka adalah seburuk2nya mahkluk. 

Siapakah yang menjadi contoh terbaik kehidupan sebaik2nya mahkluk? itulah 
kehidupan dan gaya hidup (millah) Rasullullah saw, para nabi2nya Allah, para 
sahabat nabi, istri2 sahabat nabi, anank2 sahabat nabi. Dan siapakan contoh 
kehidupan seburu2nya mahluk? itulah kehidupan dan gaya hidup orang kafir yang 
kehidupannya tidak tertuntun oleh wahyu. hidup suka2, hidup bebas mengikuti 
nafsu dan pikiran2 bebas mereka (tidak tertuntun dan tidak terbimbing oleh 
Allah swt dan Rasulullah saw).

ajang pemilihan putri indonesia mengadopsi ajang yang srupa dari Miss World dan 
Miss Universe. ajang miss world dan miss universe adalah kelakuan seburuk2nya 
mahkluk. kelakuan dan behavior orang2 kafir. orang2 yang tidak mengindahkan 
Allah swt dan Rasulullah saw. 

hai kaum wanita muslimah (termasuk ibu yang memiliki anak wanita). berhati2lah. 
kemuliaan dan kesuksesan bukan dilihat dari gaya hidup (millah) seburuk2 
mahluk. kejayaan, kesuksesan orang islam ada dalam amal agamaa secara sempurna 
ikut sunah Rasullullah saw (perkataan dan perbuatan beliau). bukan perkataan 
dan perbuatan orang2 yang mengingkari Allah swt dan Rasullullah saw.

ingat didepan kita masih ada KUBUR, MASYAR, MIZAN, SHIRATH, NERAKA JAHANAM, DAN 
SYURGA..ingat hadis di atas!!!: Barangsiapa meniru2 suatu kaum, pada saat 
kiamat akan dikumpulkan bersama kaum itu ( hadis nabi ).

oleh karena itu, tirulah dan ikutilah kehidupan dan gaya hidup Rasulullah saw, 
Nabi dan Rasul2nya Allah, para Sahabat/shabiyah, (termasuk cara mendidik anak2 
mereka), agar pada hari kiamat kelak dikumpulakn bersama2 dengan mereka (orang2 
yang menjadi kekasih Allah....) di dalam syurga Firdaus ditempat yang paling 
tinggi bertetangga dengan Allah swt, amin.

kehidupan dunia bukan tempat bersenang2 dan  bermegah2an sebagaimana sifat dan 
behavior orang kafir, tapi tempat bersuasah payah untuk mempersiapkan akhirat 
kita. tempat bersenang2 orang beriman adalah di syurga bukan didunia. tujuan 
hidup orang beriman adalah kampung akhirat..bukan dunia..

semoga bermanfaat, amin.
semoga Allah swt. selalu menjaga kita untuk tidak tersesat jalannya ke akhirat, 
amin


----- Original Message ----
From: lucky firmansyah <[EMAIL PROTECTED]>
To: kesehatan islam <[EMAIL PROTECTED]>; sari kata OOT <[EMAIL PROTECTED]>; iim 
marlina <[EMAIL PROTECTED]>; irma <[EMAIL PROTECTED]>; ela <[EMAIL PROTECTED]>; 
eni nuraini <[EMAIL PROTECTED]>; rumi _lebak <[EMAIL PROTECTED]>; rahmat 
<[EMAIL PROTECTED]>; Supra yitno <[EMAIL PROTECTED]>; solihati <[EMAIL 
PROTECTED]>; hana saina <[EMAIL PROTECTED]>; syiar-islam OOT 
<[email protected]>; dini <[EMAIL PROTECTED]>; zi kalem <[EMAIL 
PROTECTED]>; k.silvi <[EMAIL PROTECTED]>; jeny <[EMAIL PROTECTED]>; winda 
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, April 16, 2008 12:12:23 PM
Subject: [syiar-islam] Putri Cantik Tidak Syar`i

Buletin Gaul Islam 
19 Agustus 2003 - 16:12 
Putri Cantik Tidak Syar`i 
Edisi 158/Tahun ke-4 (18 Agustus 2003)



Ajang pemilihan Putri Indonesia yang digelar tiap tahun adalah arena unjuk 
penampilan para putri dari berbagai daerah di tanah air. Memang supaya kesannya 
tidak mululu penampilan fisik, panitia menetapkan kriteria mereka yang berhak 
menjadi Putri Indonesia adalah yang berhasil menggabungkan kekuatan 3 B (brain, 
beauty, and behaviour). Tapi pernyataan ini masih diragukan kok. 
Kesan ingin menghilangkan imej bahwa ajang pemilihan Putri Indonesia dianggap 
sebagai arena adu kecantikan semata terlihat dari peserta yang berlomba untuk 
mendapatkan mahkota itu. Tercatat ada sebanyak 30 persen lulusan S2 yang ikut 
serta dan bersaing meraih predikat Putri Indonesia 2003. Selebihnya adalah 50 
persen sarjana, dan sisanya terdiri dari mahasiswa perguruan tinggi. Sekadar 
kamu tahu aja, orang yang berhak mengenakan mahkota Putri Indonesia 2003 adalah 
berpendidikan S2. Namanya pasti kamu udah tahu dong. Yup, Dian Krisna, gadis 25 
tahun asal DKI yang juga karyawati programming salah satu televisi swasta. 
?Pemilihan Putri Indonesia bukan arena lenggak-lenggok dan adu kecantikan, itu 
sebabnya semakin mendapat dukungan pihak orang tua,? ujar Wakil Ketua Dewan 
Pengurus Yayasan Putri Indonesia, Putri Kuswisnuwardhani. (sinarharapan. co.id, 
26 Juli 2003)
Kayaknya emang ada kesan pengubahan imej. Maklum saja, waktu grand final 
pemilihan PI tahun 2002 lalu, ada yang ganjil dan tentu saja jadi ganjelan yang 
menurunkan mutu ajang itu. Kamu pasti masih inget dong kasusnya? Hehehe.. iya, 
waktu itu ada peserta yang dijajal pengetahuan politiknya. Seorang juri ajang 
itu, Jean Louis Ripoche, yang juga Manajer Hotel Le Meridien, Jakarta, 
bertanya: apakah peserta setuju pada chauvinisme. Sebagaimana bisa disaksikan 
di layar televisi oleh jutaan pemirsa, si peserta spontan bertanya balik kepada 
pembawa acara Tantowi Yahya: apa itu chauvinisme.. 
Ketika Tantowi menjawab balik sekenanya bahwa itu artinya nasionalisme, peserta 
sambil memasang senyum dengan antusias mendekatkan mikrofon ke mulutnya, lalu 
menjawab, "Ya, saya setuju sekali dengan chauvinisme. " Waduh.
Mungkin kesan asal-asalan itu akan bisa dihapus dengan model pemilihan sekarang 
yang menekankan kepada kualitas brain (kecerdasan) dan juga behaviour (perilaku 
baik), berikutnya baru beauty (penampilan fisik). Tapi tetep aja sih, 
standar-standar seperti itu nggak bisa jadi jaminan untuk menempatkan 
pesertanya pada level yang benar-benar punya kepribadian oke, apalagi 
kepribadian Islam. Itu mah sekadar ukuran yang dibuat sepihak dan sesuai selera 
yang bikin acara.
Bahkan kenyataan di lapangan nggak bisa dipungkiri kok, mereka yang punya 
penampilan fisik, khususnya wajah yang kiut yang lolos seleksi awal. Kalo yang 
wajahnya ngepas banget mah, harap tahu diri deh. 
Selain ajang Putri Indonesia, kita juga udah akrab dengan ajang serupa kayak 
Abang-None Jakarta dan Mojang-Jajaka. Syarat utama untuk lolos seleksi awal, ya 
dilihat dari wajahnya yang fotogenik dong. Pokoknya menarik dari sudut mana pun 
orang melihatnya. Beda banget dengan yang ?fotogeuneuk? , difoto deket sumur, 
hasilnya malah mirip timbaan. Gubrak!
Belum lagi yang lebih luas lagi macam Miss World dan Miss Universe. Pasti deh, 
ukuran penampilan fisik jadi nomor satu. Apalagi sampe saat ini, penampilan 
fisik memang masih layak jual kok. Lihat aja gimana cantiknya Miss Universe 
2003, Amelia Vega yang baru berusia 18 tahun asal Dominika itu. Dengan tampilan 
seperti itu, menjadi bukti bahwa memang hal itu yang jadi ukuran utama dalam 
pemilihan Miss Universe. Sebelumnya juga begitu kok. 
Tengok deh Miss Universe 2002, Justine Pasek asal Panama (doi menggantikan 
Oxana Fedorova asal Rusia yang gelarnya dicabut sebelum masa tugasnya berakhir 
karena ketahuan menikah dan hamil) gimana nggak cantiknya, Miss Universe 2001, 
Denise M Quinones August asal Puerto Rico juga kiut benar. Atau Miss World 2002 
asal Turki, Azra Akin (22 tahun) juga cantik secara fisik tuh.
Begitulah, meski pihak peyelenggara gembar-gembor bahwa untuk menjadi Putri 
Indonesia, Miss World, atau Miss Universe dan ajang sejenis tidak hanya dinilai 
dari penampilan fisik, melainkan juga dari kecerdasan, tetep aja kesan yang 
muncul dengan fakta seperti itu adalah menunjukkan bahwa ajang itu sebagai adu 
kecantikan fisik belaka. Betul itu. (backsound: maksa amat ya?) 
Apa sih untungnya?
Tentu saja bro, yang namanya lomba pasti ada keuntugan yang bisa diraih.. 
Setidaknya, popularitas bisa diraih. Keuntungan berikutnya, duit. Yup, siapa 
sih yang nggak tergiur dengan alat tukar terhadap barang dan jasa ini?
Sekadar gambaran saja, ini ditulis oleh situs www.tokohindonesia. com. Sebagai 
Putri Indonesia 2002, Imel menerima hadiah antara lain adalah rumah dinas, 
mobil dinas, dan uang sejumlah Rp 25 juta. Juara lomba nyanyi Asia Bagus 1999, 
peraih medali emas paduan suara di Austria dan juga Miss London School ini 
bertugas sebagai duta Indonesia, di antaranya di bidang pariwisata, seni dan 
kebudayaan, serta kampanye antinarkoba selama setahun.
Coba, dari sekian ?job? yang diberikan, bisa jadi mengeruk banyak uang. Belum 
lagi tawaran iklan, dan doi juga pernah menghiasai layar kaca negeri ini 
sebagai presenter. Wuih, pasti banyak yang mau dong jadi PI.
Kalo jadi Miss World tentunya lebih keren lagi hadiahnya. Selain mendapatkan 
gelar Miss World 2002, Akin juga menerima hadiah sebesar 100.000 poundsterling 
(sekitar Rp 1,4 miliar). Oxana Fedorova waktu dinobatkan sebagai Miss Universe 
2002, menerima 250.000 dollar AS (lebih dari Rp 2 miliar) dan fasilitas 
menghuni sebuah apartemen mewah di New York selama setahun dan berkesempatan 
keliling dunia guna menggalang dana untuk penelitian tentang penyakit AIDS.
Miss Universe 2003, Amelia Vega, gadis setinggi 183 cm yang masih duduk di 
bangku sekolah menengah atas itu dapet hadiah berupa uang yang diperkirakan 
70.000 dollar AS. Dia juga akan berkeliling ke sejumlah negara.
Jadi jelas untung banget kan jadi Putri Indonesia, Miss World dan juga Miss 
Universe itu? Ngetop iya, tajir juga heu-euh! 
Siapa lagi yang untung? Tentu pihak penyelenggara dong. Meski tidak jelas 
berapa nilainya, tapi pihak penyelenggara udah bisa mengantongi duit banyak. 
Paling nggak itu didapat dari para sponsor acara tersebut. 
Jadi nggak usah herman, eh, heran kalo dengan kenyataan yang seperti ini masih 
banyak anak cewek yang ngantri pengen kepilih di ajang adu kecantikan itu. 
Maklum saja, efek samping dari memenangkan lomba itu adalah beragam kemudahan 
fasilitas dan seabrek tawaran iklan. Ujungnya, duit lagi deh. 
Tampil syar?i? Wajib lho?
Sobat muda muslim, orang sering ngomongin soal inner beauty. Katanya sih, inner 
beauty ditunjukkan dari sikap dan perilaku. Tentu menurut ukuran yang juga 
dibuat sama penyelenggara. Disebutkan bahwa inner beauty itu sopan-santun, 
menghargai, berjiwa sosial tinggi, hormat dan sejenisnya. 
Itu sebabnya, meskipun wajahnya cantik, tapi nggak punya inner beauty terasa 
kurang lengkap. Gimana kalo yang punya inner beauty doang, tapi tampilan 
fisiknya ngepas atau di bawah garis standar yang dibuat manusia? Sejujurnya, 
hal itu jarang banget diakui. Sebab, kalo memang di lomba itu diset harus punya 
kelebihan di inner beauty para peserta yang wajahnya pas-pasan tapi memiliki 
modal perilaku dan sikap yang oke harusnya lolos juga untuk dipilih. 
Kenyataannya, nggak pernah ada dalam sejarah pemilihan tersebut.
Tampil cantik sebetulnya nggak terlalu penting. Sebab, definisi kecantikan itu 
sendiri seringkali relatif. Bahkan ukuran penilaian yang ditentukan juga sesuai 
dengan selera masing-masing pembuatnya. Jadi, yang penting dan mendesak, serta 
dalam tempo yang sesingkat-singkatny a kudu diwujudkan adalah tampil sesuai 
tuntunan syar?i. Itu wajib lho. 
Why? Sebagai seorang muslim/muslimah, patokan berpikir dan berbuat adalah 
aturan Islam. Itu sebabnya, segala sesuatunya kudu match dengan pedoman yang 
udah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Firman Allah Swt.: "Dan tidaklah 
patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, 
apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi 
mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai 
Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (QS 
al-Ahzab [33]: 36)
Sobat putri, ukuran seseorang dinilai mulia dan tidaknya oleh Allah Swt. itu 
bukan karena penampilan fisiknya, atau juga kecerdasannya, atau perilaku yang 
cuma ingin mendapat ridho manusia. Nggak. Duh, kalo ukuran kemuliaan seseorang 
dinilai dari kecantikannya, maka kamu yang kebetulan ngepas tampilan wajahnya 
bisa gigit jari karena nggak kebagian jatah di surga sebagai balasan bagi orang 
yang mendapat kemuliaan dari Allah. Allah Swt. berfirman: Sesungguhnya orang 
yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa 
di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(TQS 
al-Hujurâ´ [49]: 13)
Gimana sih tampil syar?i? Tentunya melaksanakan seluruh ajaran Islam dong. Buat 
anak puteri, salah satunya adalah melaksanakan kewajiban menutup aurat kalo ke 
keluar rumah. Lha, kalo ikut ajang pemilihan PI, Miss Wolrd, atau Miss Universe 
kan justru menampakkan aurat. Tul nggak? Dan jelas nggak tampil syar?i dong, 
meskipun mereka tampil cantik (backsound: kasihan deh eluh!) ?
Padahal syariat Allah tentang menutup aurat sudah jelas. Khususnya tentang 
jilbab. Firman Allah Swt.: ?Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, 
anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka 
mengulurkan jilbab-nya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya 
mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah 
adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang." (TQS. al-Ahzab [33]: 59).
Sabda Rasulullah saw.:?Wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka 
melenggak-lenggokka n tubuhnya dan kepalanya bagai punuk unta yang miring, 
mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan keharumannya, meskipun 
harum surga itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.? (HR Muslim)
Sobat muda muslim, orang sekarang kayaknya lebih senang main-main dan hiburan 
aja ya? Sebab, ajang yang mengasah intelektualitas justru nggak diselenggarakan 
dengan baik, bahkan sepi dari sambutan. Maklumlah, di negeri yang menerapkan 
kapitalisme, asas manfaat selalu jadi ukuran berbuat. Kalo nggak bermanfaat 
secara materi dan kepentingan tertentu, nggak usah dilakukan. Mungkin sekali 
acara adu kepandaian di bidang iptek emang nggak mendatangkan duit banyak, 
jadinya nggak digelar. Padahal manfaatnya banyak banget lho. utamanya untuk 
masa depan negeri ini.
Coba, pernah ada nggak ajang bergengsi dengan kemasan menarik tentang lomba 
matematika, kimia, fisika, teknologi infromasi tingkat nasional dan 
publikasinya semarak? Nol! Atau sekali-kali diadakan pemilihan remaja 
berprestasi dibidang iptek tapi juga dakwahnya oke (bisik-bisik: dakwah mah 
harus ikhlas atuh, nggak boleh pengen dipuji orang..hehehe) .
Jadi mulai sekarang, jangan malas mengkaji Islam dan tentunya juga berdakwah. 
Jangan lupa, tampil syar?i. Kita ubah kondisi ini dengan aturan Islam. Tetep 
semangat euy!?

------------ --------- --------- ---
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]


 


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke