Assalaamu 'alaikum,,,

Mohon tanggapannya. Koreksi bila salah. Tambahan bila kurang.
Jazakallah.


Teori Evolusi dan Rekayasa Sosial

Ditulis oleh immfaiuad di/pada April 15, 2008

Teori Evolusi dan Rekayasa Sosial

Teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin konon merupakan
teori sentral bagi arus utama sains kealaman yang berbicara tentang
makhluk hidup (biologi) saat ini. Beberapa pelaku sejarah bahkan
menjadikannya dasar –atau sekedar legitimasi- bagi proses perubahan
sosial yang menurut ideal mereka harus dilakukan. Sebut saja nama-nama
seperti Marx dan Hegel (serta seluruh cabang dari aliran
Sosialisme-Ilmiah), Hitler (penggagas ideologi sosialisme-nasionalis).

Namun, terdapat cukup alasan paradigmatis bagi seorang Muslim untuk
tidak menggunakan mekanisme evolusi sebagai asas rekayasa sosial, baik
teori evolusi tersebut mengandaikan keberadaan Pencipta, apalagi
menafikannya.

Demikian, tulisan ini mencoba berbicara secara sekilas tentang teori
evolusi, pandangan para saintis terhadapnya, konsekuensinya terhadap
ide ketuhanan, peluangnya dikonversi ke dalam kancah ilmu sosial
sebagai landasan rekayasa sosial, sampai pada perbincangan mengenai
kebangkitan..

1.
Adi Setia, seorang peneliti di International Institute of Islamic
Thought and Civilization (ISTAC)-IIUM menyebutkan tidak kurang dari
sepuluh tokoh sains dari berbagai disiplin ilmu yang melontarkan
kritik tajam terhadap teori evolusi dalam sebuah tulisan bertajuk
Kritik Sains Terhadap Evolusi Darwin yang dimuat pada Majalah ISLAMIA,
Tahun I No.1/Muharram 1425. Ada nama Michael Behe (Profesor Madya
dalam bidang biokimia di Universitas Lehigh), W.R. Thompson, L.
Harrison Matthews (keduanya adalah ahli biologi), Phillip E. Johnson
(pakar bidang kajian logika argumentasi, profesor hukum Universitas
California, Bakeley), Karl Popper (filosof sains). Orang yang disebut
terakhir ini menyifatkan teori evolusi sebagai teori yang tidak
saintifik, karena bersifat tautologi dan ungkapannya terlalu umum
sehingga bisa diputarbalikkan untuk menerangkan semua fenomena
biologi, padahal teori itu tidak menerangkan apapun. Dan masih banyak
tokoh sains lain yang teori-teorinya secara telak menggugurkan teori
evolusi, termasuk pelopor psikologi dan lingusitik kognitif, Noam
Chomsky.

Di Eropa sendiri, saat ini teori evolusi mendapat tantangan yang nyata
dari para saintis penganut teori 'Rancangan Cerdas'. Situs
www.hidayatullah.com menyediakan kolom khusus 'Teori Evolusi Menanti
Ajal' untuk mewadahi perkembangan informasi isu ini. Eropa sedang
hangat berdebat mengenai keabsahan teori evolusi.

Kesimpulan minimalnya, bahwa teori evolusi masih dalam perdebatan
ketimbang 'telah dapat dibuktikan dan tidak lagi perlu bukti lebih
lanjut'.

2.
Arus utama teori evolusi mengklaim bahwa semua jenis kehidupan yang
ada sekarang telah berkembang secara bertahap dari beberapa organisme
yang sederhana, malah mungkin juga dari satu organisma sederhana saja,
melalui proses pemilihan alami atau penurunan dengan pemodifikasian.
Proses perkembangan mendatar dari bibit yang alami itu dianggap muncul
dari bahan-bahan galian dan kimia yang tidak hidup. Malah bibit hidup
yang alami itu dianggap muncul dai bahan-bahan galian dan kimia yang
tidak hidup. (Islamia, thn 1 No.1/Muharram 1425, hal.70)

Dengan kata lain, pemikiran evolusionis mainstream mengandaikan
ketiadaan Pencipta; sebuah kesimpulan yang sama sekali ngawur dengan
bebagai bukti yang meyakinkan. (Bukti-bukti tentang kelemahan ateisme
berbalut evolusionis akan dikemukakan pada kesempatan lain apabila
diperlukan).

Untuk lebih meingkas jalan menuju pembahasan pokok 'rekayasa sosial',
poin selanjutnya akan meninggalkan sama sekali pengandaian evolusionis
mainstream tentang qadimnya alam itu.

3.
Informasi yang didapatkan (salah satunya) dari Syaikh Nadim al-Jisr,
dalam buku Para Pencari Tuhan, bahwa Charles Darwin sendiri bukan
seorang ateis. Bahkan Hitler, di beberapa tempat dalam bukunya Mein
Kampf, sering menyebut-nyebut tentang Tuhan (tentu dalam kadar yang
tidak melampaui kosep Tuhan dalam Barat; meski orang-orang telah
mafhum Hitler sebenarnya musuh bagi agama). Ketika menyifati
Yahudi–bangsa manusia yang amat dibencinya–, misalnya, Hitler menyebut
"Keseluruhan eksistensi mereka adalah sebuah perwujudan proses melawan
estetika imaji Tuhan". Sebuah kolom di harian Kedaulatan Rakyat
beberapa tahun yang lalu mengabarkan bagaimana seorang Hitler
mempercayai klenik dengan memiliki tongkat yang dipercaya pernah
digunakan untuk membunuh Yesus serta –seperti halnya George W. Bush
pada masa ini- pernah dengan sengaja melabeli crusade sebagai
penyemangat bala tentara untuk perang.

Nah, taruhlah teori evolusi adalah valid serta tidak memiliki
konsekuensi penafian wujud Pencipta. Namun, abhsahkah yang dilakukan
Adolf Hitler (dan dengan kadar yang lebih ringan, Marx dan Engels)
dengan menyulapnya menjadi dasar rekayasa sosial? Inilah pertanyaan
paling penting dalam bahasan ini.

4.
Manusia, meskipun bagian dari alam, namun mereka memiliki keistimewaan
berupa akal. Manusia memiliki hukum-hukum khusus yang berbeda dengan
alam secara umum, maupun hewan-hewan. Manusia dapat memilih melakukan
banyak hal dan meninggalkannya dengan bebas.

Aktivitas manusia, selain didorong oleh naluri-naluri dan kebutuhan
pokok tertentu, juga dipengaruhi oleh pemikirannya. Berbeda sama
sekali dengan hewan yang hanya bergerak sesuai dengan dorongan naluri
dan kebutuhan jasmani. Hal ini menjadikan interaksi antar-manusia juga
berkaitan dengan interaksi-pemikiran antar-mereka. Keunikan manusia
dalam interaksinya ini tidak sesederhana interaksi hewan-hewan yang
bergerak dengan dorongan naluri dan kebutuhan jasmani.

Karenanya, fatal jika menerapkan teori evolusi –yang mengkaji
benda-benda mati yang pasif dan hewan-hewan yang beraktivitas monoton-
untuk mengatur tata kehidupan manusia.

Fatal misalnya, jika karena pada kenyataannya makhluk hidup adalah
bertingkat-tingkat, maka yang kuat wajib melenyapkan yang lemah. Sebab
hal itu berarti mengingkari keistimewaan manusia yang punya akal.
Ketika pelenyapan sebuah elemen dalam masyarakat tidak didasari pada
pandangan dunia melalui proses berpikir mendasar yang benar, itu sama
artinya berlipat-lipat mengingkari mematikan kemuliaan manusia.

Sedikit meloncat, dalam Islam, sebuah pertarungan (baik secara ide
maupun –dalam kondisi yang memaksa untuk itu, sebagai jalan terakhir:
fisik) tidak didasarkan pada kategori primordial berdasarkan ras yang
di sana manusia sama sekali tidak bisa memilih, melainkan didasarkan
pada kategori haqq dan bâthil; sebuah kategori yang memberikan
kesempatan kepada manusia untuk mempergunakan potensi kemuliaannya.

6.
Kebangkitan manusia diawali dari pemikiran. Pemikiran itu didapat dari
proses 'aqlî dalam usahanya menjawab pertanyaan-pertanyaan asasi yang
sejatinya selalu muncul dalam benak setiap orang baik disadarinya atau
tidak. Pertanyaan itu menyangkut eksistensi dirinya dan wujud yang ada
sebelum dan sesudahnya. Secara sederhana dirumuskan dalam tiga
pertanyaan: dari mana, untuk apa, dan mau ke mana seluruh eksistensi
yang ada di dunia ini?

Untuk mengalami kebangkitan, suatu bangsa tidak memerlukan
penerjemahan fenomena alam untuk dijadikan tata sosial. Yang mereka
perlukan hanyalah kepemimpinan berpikir. Dan dari sedikit pandangan
hidup yang mampu menjawab tiga soal asasi dan sekaligus menjadi
kepemimpinan berpikir suatu bangsa, manusia hendaknya memilih
satu-satunya yang haqq: Islam.

Shofhi Amhar
Kabid Hikmah IMM Komisariat Agama Islam UAD

Inspirasi:
Adolf Hitler. Mein Kampf. Jakarta: Narasi, 2007
Adi Setia. Kritik Sains Terhadap Teori Evolusi Darwin. Majalah ISLAMIA
Thn I, No. 1 Muharram 1425/Maret 2004
 Ghanim Abduh. Kritik Atas Sosialisme-Marxisme. Bangil: Al-Izzah, 2003.
Syaikh Nadim al-Jisr. Para Pencari Tuhan; Dialog Alquran, Filsafat,
dan Sains dalam Bingkai Keimanan. Bandung, Pustaka Hidayah: 1999.
-- 
+++
 'aththir Allahumma qabra Muhammadin al-Karim bi'arfin syadziyyin min
shalatin wa taslim
---
Wala' untuk Islam
Amhar



-- 
+++
'aththir Allahumma qabra Muhammadin al-Karim bi'arfin syadziyyin min
shalatin wa taslim
---
Wala' untuk Islam
Amhar

------------------------------------

===
Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS

Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel)
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 
http://www.media-islam.or.idYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke