Secangkir Starbuck Senilai Secangkir Darah Palestina dan Libanon
Dear Pelanggan Starbuck,
Pertama dan seterusnya saya ingin berterima kasih anda semua telah
menjadikan Starbucks menjadi perusahaan besar dengan lebih dari 90.000
pekerja, 9.700 counter, dan 33 juta pelanggan per minggu. Tiap latte dan
mocchiato yang anda minum di Starbucks memberikan sebuah kontribusi
untuk mendekatkan aliansi antara Amerika dan Israel...
Tanpa anda, para pelanggan yang tercinta, kami tidak akan mampu mencapai
ratusan juta dollar per tahun untuk melindungki warga negara Israel dari
serangan teroris dan mengingatkan setiap oran g Yahudi di Amerika untuk
mempertahankan Israel. Jadi di lain waktu jika kamu ingin ngopi di
counter Starbucks, tolong diingat bahwa dengan setiap cangkir yang kamu
minum di Starbucks, sesungguhnya kamu sedang membantu sebuah misi yang
berharga.
tertanda Howard Schultz
Chairman & Chief Global Strategist
Starbucks Coffee Stores
Secangkir Starbuck Senilai Secangkir Darah Palestina dan Libanon
Riyadl - Ini bunyi sebuah aksi BOIKOT produk Amerika dan Israel oleh
warga Saudi di sebuah kafe terkenal dan tersebar di kota-kota negara
kerajaan ini. Kafe Starbuck memang memberikan dananya langsung kepada
Israel yang sampai kini meneruskan aksi brutalnya membunuhi rakyat
Palestina dan Libanon.
Para aktifis boikot ini meletakkan kafe ini di urutan pertama dari
perusahaan, produk, dan restoran yang diboikot. Islamonline menegaskan,
aksi anti perusahaan kafe kelas internasional Strarbuck ini mulai marak
sejak dipublikasikan sebuah artikel pemimpin pelaksana perusahaan,
Howard Schultz di situs Zayubidia yang sangat peduli dengan kepentingan
Israel dan dirinya menegaskan, perusahaanya memberikan sumbangan
setengah keuntungannya untuk negara Israel sejak negara zionis melakukan
invasinya ke Libanon.
Dalam artikelnya, Schultz berterimakasih kepada "pelanggan yang rela"
memberikan satu cangkir kopi yang mereka beli dari perusahaannya untuk
mendukung dan menjaga keselamatan Israel dari serangan 'teroris'. Ia
juga mengingatkan kepada semua warga Yahudi untuk melindungi Israel.
Sejak dipublikasikan artikel inilah warga Saudi mulai menyebarkan
informasi ini melalui pesan singkat di telepon genggam yang menyerukan
untuk melakukan boikot kafe Strabuck. Salah satu bunyi SMS ini adalah
"hati-hati... anda mendukung Yahudi dengan secangkir kopi... boikot
Starbuck." Dalam internet juga tersebar poster yang berunyi "pemimpin
perusahaan Starbuck menyumbang setengah keuntungannya untuk pemerintah
Israel sejak perangnya atas Libanon... saya bersaksi kepada Allah dan
malaikatnya bahwa saya memboikot Starbuck".
Schultz Yahudi
Aksi boikot semakin mendapatkan angin segar dan dukungan luas ketika Dr.
Abdul Wahhab bin Said Al Qahthani, asisten dosen fakultas Manajemen
Strategis dan Pemasaran Universitas Malik Fahd bahwa Schultz, pemimpin
perusahaan Starbuck adalah zionis di urutan pertama dan pendukung kental
politik Israel.
Menurut Qahthani membeli produk Starbuck sama bahayanya dengan
penghinaan harian di Denmark terhadap Rasulullah. Sebab mereka mengambil
harta kita dari negara-negara Arab dan Islam untuk mendanani perang
terhadap Palestina, membunuh anak-anak, kakek nenek, wanita dan pejuang
kemerdekaan. Menyumbang harta untuk mereka sama saja dengan mengina
Islam dan umat Islam, tegas Qahthani.
Schultz sendiri, tegas Qahthani, pada tahun 1998 dalam perayaan ulang
tahunnya ke 50 mendapatkan pernghargaan dari Israel kerena telah
menyumbangkan dananya kepada Israel dan memperbaiki citra Israel serta
menjelekkan citra anak-anak Intifadlah Palestina yang disebut Schultz
sebagai teroris dan anti Semit.
Perang ekonomi
Karenanya, pekar Saudi ini mengajak untuk menggalakkan boikot terhadap
kafe-kafe Amerika. Ia mengatakan, budaya perang ekonomi harus diterapkan
oleh umat Islam dengan memboikot perusahaan pendukung Israel. Sebab umat
Islam tidak memiliki kekuatan militer untuk membela hak-hak mereka.
Menari di atas mayat saudara sendiri
Qahthani mengecam sikap umat Islam yang tidak mau melakukan aksi boikot
"bagaimana kita menikmati minum kopi Starbuck dan kita sadar kalau harta
kita disumbangkan untuk mendukung Israel agar semakin ganas membunuhi
umat Islam".
Jihad dengan harta
Para pendukung aksi boikot ini baik di ruang internet atau lewat telepon
genggam banyak memandang bahwa langkah ini merupakan jihad dengan harta.
Perusahaan kafe Starbuck belakangan mengumumkan laba pada kwartal kedua
tahun 2006 ini mencapai 1,9 milyar USD. Dan kini ia sedang merencanakan
membuka kafe 1800 baru di seluruh dunia hingga akhir tahun ini.
Di Arab Saudi saja Caffe Shoop milik Starbuck beromset 15 milyar Reyal
setiap tahun.
Rakyat Saudi dukung boikot
Meski secara resmi Saudi mengkritik langkah Hizbullah, namun kampanye
anti produk Israel dan Amerika ditanggapi rakyat dengan antusias. Hal
itu bisa dilihat melalui telepon genggam atau internet.
Hingga hari ke 29 invasi ke Libanon, Israel sudah membunuh 1090 orang
mayoritas kaum sipil, 30% anak, dan 3570 orang luka-luka serta lebih 1
juta orang mengungsi. Kerugiaan fisik diperkirakan bernilai milyaran USD
menurut laporan resmi pemerintah Libanon. (atb/infopalestina)
[Non-text portions of this message have been removed]