Fyi..

________________________________

From: Farah [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, May 06, 2008 1:15 PM
To: undisclosed-recipients
Subject: AHMADIYAH = Kesesatan yang nyata


  
APA ITU AHMADIYAH?
Ahmadiyah adalah gerakan yang lahir pada tahun 1900M, yang dibentuk oleh
pemerintah kolonial Inggris di India. Didirikan untuk menjauhkan kaum
muslimin dari agama Islam dan dari kewajiban jihad dengan
gambaran/bentuk khusus, sehingga tidak lagi melakukan perlawanan
terhadap penjajahan dengan nama Islam. Gerakan ini dibangun oleh Mirza
Ghulam Ahmad Al-Qadiyani. Corong  gerakan ini adalah "Majalah Al-Adyan"
yang diterbitkan dengan bahasa Inggris

SIAPAKAH MIRZA GHULAM AHMAD?
Mirza Ghulam Ahmad hidup pada tahun 1839-1908M. Dia dilahirkan di desa
Qadian, di wilayah Punjab, India tahun 1839M. Dia tumbuh dari keluarga
yang terkenal suka khianat kepada agama dan negara. Begitulah dia
tumbuh, mengabdi kepada penjajahan dan senantiasa mentaatinya. Ketika
dia mengangkat dirinya menjadi nabi, kaum muslimin bergabung menyibukkan
diri dengannya sehingga mengalihkan perhatian dari jihad melawan
penjajahan Inggris. Oleh pengikutnya dia dikenal sebagai orang yang suka
menghasut/berbohong , banyak penyakit, dan pecandu narkotik.

Pemerintah Inggris banyak berbuat baik kepada mereka. Sehingga dia dan
pengikutnya pun memperlihatkan loyalitas kepada pemerintah Inggris.  
Di antara yang melawan dakwah Mirza Ghulam Ahmad adalah Syaikh Abdul
Wafa', seorang pemimpin Jami'ah Ahlul Hadits di India. Beliau mendebat
dan mematahkan hujjah Mirza Ghulam Ahmad, menyingkap keburukan yang
disembunyikannya, kekufuran serta penyimpangan pengakuannya.

Ketika Mirza Ghulam Ahmad masih juga belum kembali kepada petunjuk
kebenaran, Syaikh Abul Wafa' mengajaknya ber-mubahalah (berdoa bersama),
agar Allah mematikan siapa yang berdusta di antara mereka, dan yang
benar tetap hidup. Tidak lama setelah bermubahalah, Mirza Ghulam Ahmad
menemui ajalnya tahun 1908M

Pada awalnya Mirza Ghulam Ahmad berdakwah sebagaimana para da'i Islam
yang lain, sehingga berkumpul di sekelilingnya orang-orang yang
mendukungnya. 
Selanjutnya dia mengklaim bahwa dirinya adalah seorang mujaddid
(pembaharu).
Pada tahap berikutnya dia mengklaim dirinya sebagai Mahdi Al-Muntazhar
dan  Masih Al-Maud. Lalu setelah itu mengaku sebagai nabi dan menyatakan
bahwa kenabiannya lebih tinggi dan agung dari kenabian Nabi kita
Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dia mati meninggalkan lebih dari 50 buku, buletin serta artikel hasil
karyanya.
Di antara kitab terpenting yang dimilikinya berjudul Izalatul Auham,
I'jaz Ahmadi, Barahin Ahmadiyah, Anwarul Islam, I'jazul Masih,
At-Tabligh dan Tajliat Ilahiah

PEMIKIRAN DAN KEYAKINAN AHMADIYAH
1). Meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Al-Masih yang dijanjikan.
2). Meyakini bahwa Allah berpuasa dan melaksanakan shalat, tidur dan
mendengkur, menulis dan menyetempel, melakukan kesalahan dan berjimak.
Mahatinggi Allah setinggi-tingginya dari apa yang mereka yakini.
3). Keyakinan Ahmadiyah bahwa tuhan mereka adalah Inggris, karena dia
berbicara dengannya menggunakan bahasa Inggris.
4). Berkeyakinan bahwa Malaikat Jibril datang kepada Mirza Ghulam Ahmad,
dan memberikan wahyu dengan diilhamkan sebagaimana Al-Qur'an.
5). Menghilangkan aqidah/syariat jihad dan memerintahkan untuk mentaati
pemerintah Inggris, karena menurut mereka pemerintah Inggris adalah
waliyul amri (pemerintah Islam) sebagaimana tuntunan Al-Qur'an.
6). Seluruh orang Islam menurut mereka kafir sampai mau bergabung dengan
Ahmadiyah. Seperti bila ada laki-laki atau perempuan dari golongan
Ahmadiyah yang menikah dengan selain pengikut Ahmadiyah, maka dia kafir.
7). Membolehkan khamer, opium, ganja dan apa saja yang memabukkan.
8). Mereka meyakini bahwa kenabian tidak ditutup dengan diutusnya Nabi
Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, akan tetapi terus ada. Allah
mengutus rasul sewaktu-waktu jika dibutuhkan. Dan Mirza Ghulam Ahmad
adalah nabi yang paling utama dari para nabi yang lain.
9). Mereka mengatakan bahwa tidak ada Al-Qur'an selain apa yang dibawa
oleh Mirza Ghulam Ahmad. Dan tidak ada Al-Hadits selain apa yang
disampaikan di dalam majelis Mirza Ghulam Ahmad. Serta tidak ada nabi
melainkan berada di bawah pengaturan Mirza Ghulam Ahmad.
10). Meyakini bahwa kitab suci mereka diturunkan (dari langit), bernama
Al-Kitab Al-Mubin, bukan Al-Qur'an Al-Karim yang ada di tangan kaum
muslimin
11). Mereka meyakini bahwa Al-Qadian (tempat awal gerakan ini) sama
dengan Madinah Al-Munawarah dan Mekkah Al-Mukarramah ; bahkan lebih
utama dari kedua tanah suci itu, dan suci tanahnya serta merupakan
kiblat mereka dan kesanalah mereka berhaji.
12). Mereka meyakini bahwa mereka adalah pemeluk agama baru yang
indenpenden, dengan syarat yang indenpenden pula, seluruh teman-teman
Mirza Ghulam Ahmad sama dengan sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi
wa sallam.

AKAR PEMIKIRAN DAN KEYAKINAN AHMADIYAH
1). Bermula dari gerakan orientalis bawah tanah yang dilakukan oleh
Sayyid Ahmad Khan yang menyebarkan pemikiran-pemikiran menyimpang ; yang
secara tidak langsung telah membuka jalan bagi munculnya gerakan
Ahmadiyah.
2). Inggris menggunakan kesempatan ini dan membuat gerakan Ahmadiyah,
dengan memilih untuk gerakan ini seorang lelaki pekerja dari keluaga
bangsawan.
3). Pada tahun 1953M, terjadilah gerakan sosial nasional di Pakistan
menuntut diberhentikannya Zhafrillah Khan dari jabatannya sebagai
menteri luar negeri. Gerakan itu dihadiri oleh sekitar 10 ribu umat
muslim, termasuk pengikut kelompok Ahmadiyah, dan berhasil menurunkan
Zhafrillah Khan dari jabatannya.
4). Pada bulan Rabiul Awwal 1394H, bertepatan dengan bulan April 1974M
dilakukan muktamar besar oleh Rabhithah Alam Islami di Mekkah
Al-Mukarramah yang dihadiri oleh tokoh-tokoh lembaga-lembaga Islam
seluruh dunia. Hasil muktamar memutuskan "Kufurnya kelompok ini dan
keluar dari Islam. Meminta kepada kaum muslimin berhati-hati terhadap
bahaya kelompok ini dan tidak  bermu'amalah dengan pengikut Ahmadiyah,
serta tidak menguburkan pengikut kelompok ini di pekuburan kaum
Muslimin".
5). Majelis Rakyat (Parlemen) Pakistan melakukan debat dengan gembong
kelompok Ahmadiyah bernama Nasir Ahmad. Debat ini berlangsung sampai
mendekati 30 jam. Nasir Ahmad menyerah/tidak mampu menjawab
pertanyaan-pertanya an yang diajukan, dan tersingkaplah kedok kufurnya
kelompok ini. Maka majelis parlemen mengeluarkan keputusan bahwa
kelompok ini lepas dari agama Islam.

HAL-HAL YANG MEWAJIBKAN KAFIRNYA MIRZA GHULAM AHMAD
1). Pengakuannya sebagai nabi
2). Menghapus kewajiban jihad dan mengabdi kepada penjajah.
3). Meniadakan berhaji ke Mekkah dan menggantinya dengan berhaji ke
Qadian.
4). Penyerupaan yang dilakukannya terhadap Allah dengan manusia
5). Kepercayaannya terhadap keyakinan tanasukh (menitisnya ruh) dan
hulul (bersatunya manusia dengan tuhan).
6). Penisbatannya bahwa Allah memiliki anak, serta klaimnya bahwa dia
adalah anak tuhan
7). Pengingkarannya terhadap ditutupnya kenabian oleh Muhammad
Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan membuka pintu bagi siapa saja yang
menginginkannya.

PENYEBARAN DAN AKTIFITAS AHMADIYAH
1). Penganut aliran Ahmadiyah kebanyakan hidup di India dan Pakistan dan
sebagian kecilnya di Israel dan wilayah Arab. Mereka senantiasa membantu
penjajah agar dapat membentuk/membangun sebuah markas di setiap negara
di mana mereka berada.
2). Ahmadiyah memiliki pekerjaan besar di Afrika dan pada sebagian
negara-negara Barat. Di Afrika saja mereka beranggotakan kurang lebih
5000 mursyid dan da'i yang khusus merekrut manusia kepada kelompok
Ahmadiyah. Dan aktifitas mereka secara luas memperjelas bantuan/dukungan
mereka terhadap penjajahan.
3). Keadaan kelompok Ahmadiyah yang sedemikian, ditambah perlakuan
pemerintah Inggris yang memanjakan mereka, memudahkan para pengikut
kelompok ini bekerja menjadi pegawai di berbagai instansi pemerintahan
di berbagai negara, di perusahaan-perusaha an dan persekutuan-
persekutuan dagang. Dari hasil kerja mereka itu dikumpulkanlah sejumlah
dana untuk membiayai dinas rahasia yang mereka miliki
4). Dalam menjalankan misi, mereka merekrut manusia kepada kelompok
Ahmadiyah dengan segala cara, khsusnya media massa. Mereka adalah
orang-orang yang berwawasan dan banyak memiliki orang pandai, insinyur
dan dokter. Di Inggris terdapat stasiun pemancar TV dengan nama "TV
Islami" yang dikelola oleh penganut kelompok Ahmadiyah.

PEMIMPIN-PEMIMPIN AHMADIYAH
1). Pemimpin Ahmadiyah sepeninggal Mirza Ghulam Ahmad bernama Nuruddin.
Pemerintah Inggris menyerahkan kepemimpinan Ahmadiyah kepadanya dan
diikuti para pendukungnya. Di antara tulisannya berjudul "Fashlb
Al-Khithab".
2). Pemimpin lainnya adalah Muhammad Ali dan Khaujah Kamaluddin. Amir
Ahmadiyah di Lahore. Keduanya adalah corong dan ahli debat kelompok
Ahmadiyah.
Muhammad Ali telah menulis terjemah Al-Qur'an dengan perubahan
transkripnya ke dalam bahasa Inggris. Tulisannya yang lain. Haqiqat
Al-Ikhtilaf An-Nubuwah Fi Al-Islam dan Ad-Din Al-Islami.
Khaujah Kamaluddin menulis kitab yang berjudul Matsal Al-A'la Fi
Al-Anbiya serta kitab-kitab lain.
Jamaah Ahmadiyah Lahore ini berpandangan bahwa Mirza Ghulam Ahmad
hanyalah seorang mujadid. Tetapi yang berpandangan seperti ini dan yang
tidak, mereka sama saja saling mengadopsi satu sama lain.
3). Muhammad Shadiq, mufti kelompok Ahmadiyah. Di antara tulisannya
berjudul Khatam An-Nabiyyin.
4). Basyir Ahmad bin Ghulam, pemimpin pengganti kedua setelah Mirza
Ghulam Ahmad. Di antara tulisannya berjudul Anwar Al-Khilafah, Tuhfat
Al-Muluk, Haqiqat An-Nubuwwah.
5). Dzhafrilah Khan, menteri luar negeri Pakistan. Dia memiliki andil
besar dalam menolong kelompok sesat ini, dengan memberikan tempat luas
di daerah Punjab sebagai markas besar Ahmadiyah sedunia, dengan nama
Robwah Isti'aroh (tanah tinggi yang datar) yang diadopsi dari ayat
Al-Qur'an. 
"Dan Kami melindungi mereka di suatu Robwah Isti'aroh (tanah tinggi yang
datar) yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air
bersih yang mengalir" [Al-Mukminun : 50]

KESIMPULAN
Ahmadiyah adalah kelompok sesat yang tidak ada hubungannya dengan Islam.
Aqidah (keyakinan) mereka berbeda dengan keyakinan agama Islam dalam
segala hal. Kaum Muslimin perlu diperingatkan atas aktifitas mereka,
setelah para ulama Islam memfatwakan bahwa kelompok ini kuffur.

 
[Disalin dari Majalah Fatawa Vol. 06. Th. II 1425H/2004M. Disusun dan
dialihbahasakan Abu Asiah, Alamat Redaksi Islamic Center Bin Baz,
Karanggayam, Sitimulyo, Piyungan, Bantul - Yogyakarta]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke