fyi...

________________________________

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Temie Iswanto
Sent: Wednesday, May 07, 2008 8:12 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Sabili] FW: Siapakah Mirza Ghulam Ahmad? (2)



FYI

________________________________

From: Tampubolon, Mohammad-Riyadi
Sent: 29 April 2008 19:32
To: Din Shahed
Subject: Siapakah Mirza Ghulam Ahmad ? : Komentar Mirza Ghulam Ahmad
Terhadap Rasulullah Muhammad =>RE: Reality of International Ahmadiyya
Movement in Islam

Siapakah Mirza Ghulam Ahmad ? : Komentar Mirza Ghulam Ahmad Terhadap
Rasulullah Muhammad 

Oleh: Muhammad Ashim

CACIAN-CACIAN MIRZA GHULAM AHMAD KEPADA SETERUNYA 

Dia pernah mengatakan, melalui "wahyu" yang konon diterimanya, bahwa
salah seorang seterunya akan mati pada waktu tertentu. Tetapi ternyata,
seteru yang ia sebutkan tidak mati. Maka para ulama pun menyanggahnya
dengan mengatakan : "Engkau katanya nabi, tidak berbicara kecuali dengan
wahyu. Bagaimana mungkin janji Allah tidak tepat?"

Menanggapi bantahan dari para ulama ini, Mirza Ghulam Ahmad bukannya
memberi jawaban dengan bukti dan dalil, tetapi justru melontarkan cacian
: "Orang-orang yang menentangku, mereka lebih najis dari babi" [Najam
Atsim, hal. 21, karya Ghulam Ahmad]

Cacian-cacian lain yang keluar dari Mirza Ghulam Ahmad ini sudah sangat
keterlaluan. Sebab orang-orang umum saja tidak akan sanggup
mengatakannya.

Sang anak, Mahmud Ahmad bin Ghulam pernah mendengar ada orang yang
mencaci orang lain dengan sebutan "hai anak haram", maka ia (Mahmud
Ahmad) mengatakan : "Orang seperti ini, pada masa Umar dihukum pidana
pukul karena melakukan qadzaf (tuduhan zina). Tetapi sekarang, dapat di
dengar seseorang mencela orang lain dengan celaan itu, namun mereka
tidak bereaksi. Seolah-olah celaan ini tida ada artinya di mata mereka"
[Khutbah Al-Jum'ah, Mahmud Ahmad bin Ghulam, Koran Al-Fadhl, 13 Februari
1922M]

Tetapi ironisnya, ayahnya justru pernah mencela seorang ulama dengan
ucapan "hai anak pelacur". (Najim Atsim, hal. 228, karya Ghulam Ahmad).
Mengacu kepada pernyataan Mahmud Ahmad, bukankah berarti Mirza Ghulam
ini pantas untuk dihukum pukul? Dan ucapan itu tidak hanya terjadi
sekali atau dua kali, tetapi sangat sering dilontarkan ayahnya "sang
mujaddid akhlak".

Contoh lainnya, di dalam khutbahnya, ia pernah menyampaikan : "Itu
adalah kitab. Akan dilihat oleh setiap muslim dengan penuh kecintaan dan
sayang serta ia mendapatkan manfaat darinya. Dia akan menerima dan
membenarkan dakwahku, kecuali keturunan-keturunan para pelacur yang
telah Allah kunci hati mereka. Mereka tidak akan menerima" [Mir'atu
Kamalati Al-Islam, hal. 546, karya Ghulam Ahmad]

Begitulah contoh akhlak Mirza Ghulam Ahmad. Semoga kita terlindung dari
perbuatan tercela.

KOMENTAR MIRZA GHULAM AHMAD TERHADAP RASULULLAH MUHAMMAD 

Banyak orang yang celaka muncul di muka bumi karena mencela para rasul,
tetapi tidak banyak yang sekaliber Mirza Ghulam Ahmad dan para
pengikutnya, dalam mencela para rasul, "mencuri" kenabian. Allah
berfirman.

"Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengadakan kedustaan
terhadap Allah ..." [Al-An'am : 93]

Dia mengklaim sebagai nabi dan rasul-Nya, seperti yang dilakukan oleh
Musailamah dan Al-Aswad An-Ansi. Langkah berikutnya, ia mengaku sebagai
orang yang paling utama dari dari seluruh nabi dan rasul. Sebagaimana ia
menyatakan dirinya telah dianugerahi segala yang telah diberikan kepada
seluruh para nabi (Durr Tsamin, hal. 287-288, karya Ghulam Ahmad). Dalam
pernyataan yang lain, ia mengatakan, sesungguhnya Nabi (Muhammad)
mempunyai tiga ribu mukjizat saja. "Sedangkan aku memiliki mukzijat
lebih dari satu juta jenis", kata Ghulam Ahmad" [Tadzkirah
Asy-Syahadatain, hal. 72, karya Ghulam Ahmad]

Di lain tempat, katanya, Islam muncul bagaikan perjalanan hilal (bulan,
dari kecil), dan kemudian ditaqdirkan mencapai kesempurnaannya di abad
ini menjadi badr (bulan pernama), dengan dalil (menurutnya).... (Khutbah
Al-Hamiyah, hal. 184, karya Ghulam Ahmad), sebuah tafsiran yang kental
nuansa tahrifnya (penyelewengan), layaknya perlakuan kaum Yahudi
terhadap Taurat. Sebuah makna yang tidak dikehendaki Allah, tidak pernah
disinggung Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ataupun terbetik di benak
salah seorang sahabat, para imam dan ulama tafsir. Demikian salah satu
trik untuk merendahkan kedudukan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa
sallam.

Salah seorang juru dakwah mereka, juga tidak ketinggalan ikut membeo
merendahkan martabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan
mengatakan : "Sesungguhnya Muhammad pernah sekali datang kepada kami.
Pada waktu itu, beliau lebih agung dari bi'tsah yang pertama. Siapa saja
yang ingin melihat Muhammad dengan potretnya yang sempurna, hendaknya ia
memandang Ghulam Ahmad di Qadian" [Koran milik Qadiyaniah, Badr, 25
Oktober 1902M]

KRITIK SANG NABI PALSU TERHADAP BEBERAPA NABI 

Mirza Ghulam Ahmad pernah berkomentar tentang Nabi Isa : "Sesungguhnya
Isa tidak mampu mengatakan dirinya sebagai orang shalih. Sebab
orang-orang mengetahui kalau dia suka minum-minuman keras dan
perilakunya tidak baik" [Hasyiyah Sitt Bahin, hal. 172, karya Ghulam
Ahmad]

Komentar miring lainnya, menurutnya, Isa cenderung menyukai para
pelacur. Karenanya nenek-neneknya adalah termasuk pelacur [Dhamimah
Anjam Atsim, Hasyiyah, hal. 7, karya Ghulam Ahmad]

Anehnya, meski perkataan yang keluar dari mulutnya sangat kotor, tetapi
ternyata Mirza Ghulam Ahmad "bersabda" dalam hadits palsunya :
"Sesungguhnya celaan, makian, bukan perangai orang-orang shidiq. Dan
orang yang beriman, bukanlah orang yang suka melaknat" [Izalatul Auham,
hal. 66]

CACIAN MIRZA GHULAM AHMAD KEPADA PARA SAHABAT 

Para sahabat pun tidak lepas dari cercaan yang dilancarkan Ghulam Ahmad.
Termasuk penghulu para remaja/pemuda di surga kelak, yaitu Hasan,
Husain, juga Abu Bakar dan Umar

Mirza Ghulam Ahmad ini mengataan : "Orang-orang mengatakan aku lebih
utama dari Hasan dan Husain. Maka aku jawab, 'Itu benar. Aku lebih utama
dari mereka berdua. Dan Allah akan menunjukkan keutamaan ini" [I'jaz
Ahmadi, hal. 58, karya Ghulam Ahmad]

Salah seorang anaknya dengan congkak berkata : "Dimana kedudukan Abu
Bakar dan Umar (tidak ada apa-apanya) bila dibandingkan dengan kedudukan
Mirza Ghulam Ahmad? Mereka berdua saja tidak pantas untuk membawa
sandalnya" [Kitab Al-Mahdi, Pasal 304, hal. 57, karya Muhammad Husain
Al-Qadiyani]

Tentang Abu Hurairah, Ghulam Ahmad mengatakan : "Abu Hurairah orang yang
dungu. Dia tidak memiliki pemahaman yang lurus" [I'jaz Ahmadi, hal. 140]

Perhatikan! Padahal ia sendirilah orang yang dungu, lagi bodoh. Lihat
pengakuannya : "Sesungguhnya ingatanku sangat buruk. Aku lupa
orang-orang yang sering menemuiku" [Maktubat Ahmadiyah, hal. 21]

KEMATIAN MIRZA GHULAM AHMAD 

Menyaksikan sepak terjangnya yang kian menjadi, maka para ulama saat itu
berusaha menasehati Mirza Ghulam Ahmad, agar ia bertaubat dan berhenti
menyebarkan dakwahnya yang sesat. Nasihat para ulama ternyata tidak
membuahkan hasil. Dia tetap bersikukuh tidak memperdulikan. Akhirnya,
para ulama sepakat mengeluarkan fatwa tentang kekufurannya. Di antara
para ulama yang sangat kuat menentang dakwah Mirza Ghulam Ahmad, adalah
Syaikh Tsanaullah.

Mirza Ghulam Ahmad sangat terusik dengan usaha para ulama yang
mengingatkannya. Akhirnya dia mengirimkan surat kepada Syaikh
Tsanaullah. Dia meminta agar suratnya ini dimuat dan disebarkan di
majalah milik Syaikh Tsanaullah.

Di antara isi suratnya tersebu, Mirza Ghulam Ahmad tidak menerima gelar
pendusta, dajjal yang diarahkan kepadanya dari para ulama masa itu.
Mirza Ghulam Ahmad menganggap dirinya, tetap sebagai seorang nabi, dan
ia menyatakan bahwa para ulama itulah yang pendusta dan penghambat
dakwahnya.

Sang nabi palsu ini menutup suratnya dengan do'a sebagai berikut :

"Wahai Allah Azza wa Jalla Yang Maha Mengetahui rahasia-rahasia yang
tersimpan di hati. Jika aku seorang pendusta, pelaku kerusakan dalam
pandangan-Mu, suka membuat kedustaan atas nama-Mu pada waktu siang dan
malam hari, maka binasakanlah aku saat Ustadz Tsanaullah masih hidup,
dan berilah kegembiraan kepada para pengikutnya dengan sebab kematianku.

Wahai Allah ! Dan jika saya benar, sedangkan Tsanaullah berada di atas
kebathilan, pendusta pada tuduhan yang diarahkan kepadaku, maka
binasakanlah dia dengan penyakit ganas, seperti tha'un, kolera atau
penyakit lainnya, saat aku masih hidup. Amin"

Begitulah bunyi do'a Mirza Ghulam Ahmad. Sebuah do'a mubahallah. Dan
benarlah, do'a yang ia tulis dalam suratnya tersebut dikabulkan oleh
Allah Azza wa Jalla. Yakni 13 bulan lebih sepuluh hari sejak do'anya
itu, yaitu pada tanggal 26 bulan Mei 1908M, Mirza Ghulam Ahmad ini
dibinasakan oleh Allah Azza wa Jalla dengan penyakit kolera, yang dia
harapkan menimpa Syaikh Tsanaullah. Di akhir hayatnya, saat meregang
nyawa, dia sempat mengatakan kepada mertuanya : "Aku terkena penyakit
kolera". Dan setelah itu, omongannya tidak jelas lagi sampai akhirnya
meninggal. Sementara itu, Syaikh Tsanaullah masih hidup sekitar empat
puluh tahun setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad.

Meski kematian telah menjemput Mirza Ghulam Ahmad, tetapi bukan berarti
ajarannya juga ikut mati?. Ternyata kian tersebar di tengah masyarakat.
Karenanya, sebagai seorang muslim, hendaklah lebih berhati-hati, agar
tidak terjerat dengan berbagai ajaran sesat.

Ya, Allah. Perlihatkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai sebuah
kebenaran, dan berilah kami kekuatan untuk melakukannya. Ya, Allah.
Perlihatkanlah kepada kami kebatilan sebagai sebuah kebatilan, dan
berilah kami kekuatan untuk menjauhinya.

[Sumber Al-Qadiayaniyah Dirasat Wa Tahtil, karya Syaikh Ihsan Ilahi
Zhahir, Idarati Turjuman As-Sunnah, Lahore Pakistan, tanpa tahun]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi Khusus/Tahun IX/1426H/2005M.
Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl.
Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton - Gondangrejo Solo, 57183]

****************************************************************
This E-mail is confidential. It may also be legally privileged.
If you are not the addressee you may not copy, forward, disclose or use
any part of it.
If you have received this message in error, please delete it and all
copies from your system and notify the sender immediately by return
E-mail.

Internet communications cannot be guaranteed to be timely, secure, error
or virus-free.
The sender does not accept liability for any errors or omissions.

[Non-text portions of this message have been removed]



 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke