Memang cengkraman kapitalis Yahudi AS sangat kuat di Indonesia. Banyak
ekonom2 Indonesia yang diberi beasiswa ke AS kemudian di Indonesia
diberi dana untuk membentuk berbagai LSM dan media.

Yayasan AS seperti The Asia Foundation, Ford Foundation, dsb memberi
dana ke berbagai universitas Indonesia khususnya fakultas ekonomi dan
lembaga yang berpengaruh dalam pengambilan kebijakan di Indonesia.
Akibatnya mereka tak lebih jadi kaki tangan kapitalis Yahudi AS macam
IMF, World Bank, dsb.

Teman saya yang di BPPN beberapa tahun lalu sempat bilang ke saya
bahwa investor Timur Tengah ingin membeli berbagai perusahaan di
Indonesia yang ada di tangan BPPN. Namun karena IMF dan World Bank
tidak setuju akhirnya gagal. 

Jadi pengaruh IMF dan World Bank sangat besar di sini.

--- In [email protected], Satrio Arismunandar
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.indopos. co.id/index. php?act=detail_ c&id=340110
> 
> Selasa, 06 Mei 2008,
> Sigap Layani Negara Barat, Cueki Negara Timur Tengah
> 
> JAKARTA - Pejabat Indonesia dinilai cepat menanggapi tawaran kerja
> sama dari negara-negara Barat, tapi kerap mengabaikan tawaran bantuan
> dari negara-negara Timur Tengah. Akibatnya, peluang bisnis lebih
> banyak ditangkap Malaysia.
> 
> Keluhan itu disampaikan sejumlah duta besar negara Timur Tengah yang
> tergabung dalam Dewan Kerja Sama Negara-Negara Teluk (Gulf
> Country/GCC) pada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hadir dalam pertemuan di
> Istana Wakil Presiden itu, antara lain, Dubes Arab Saudi Abdurrahman
> Mohammad Amen Al Khayat, Dubes Qatar Yousif Khalifa Abdullah Al-Sada,
> Dubes Oman Husain Ali Taher Mokaibal, Dubes Uni Emirat Arab Yousif
> Rashid Al-Sharhah, dan Dubes Kuwait Faisal Sulaiman Ali Al-Musallem.
> 
> "Secara gamblang mereka mengharapkan pejabat-pejabat tinggi Indonesia
> lebih sering datang ke Timur Tengah. Mereka kerap mengundang pejabat
> tinggi Indonesia, tetapi tidak sering ada menteri yang datang ke
> sana," ujar Utusan Khusus Presiden untuk kawasan Timur Tengah Alwi
Shihab.
> 
> Mantan Menko Kesra itu menuturkan, para duta besar mengeluh tawaran
> bantuan yang diajukan negaranya kerap diabaikan pejabat tinggi
> Indonesia. Akibatnya, ada kesan negara-negara Arab tidak bersedia
> membantu kesulitan Indonesia.
> 
> Protes itu antara lain disampaikan Dubes Uni Emirat Arab yang telah
> menyurati Menkes Siti Fadilah Supari. Dia menawarkan bantuan
> menanggulangi virus flu burung dan program eradikasi polio. "Mungkin
> karena kesibukan menteri atau aparat Depkes, hingga kini belum ada
> respons yang layak," kata Alwi.
> 
> Tawaran bantuan juga datang dari Duta Besar Oman pada Departemen Luar
> Negeri untuk mempercepat pembukaan KBRI di negara itu. Tawaran itu pun
> tak mendapat sambutan. "Padahal, mereka siap memobilisasi kekuatan
> agar hubungan Indonesia dengan Dewan Kerja Sama Negara-Negara Teluk
> (Gulf Cooperation Council) di bidang ekonomi semakin kuat," terang
> Alwi. Dalam pertemuan tersebut, Kalla berjanji meneruskan keluhan itu
> kepada menteri-menteri terkait.(noe)
> 
>     
> 
> 
>      
____________________________________________________________________________________
> Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now. 
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke