Fyi..
 
Sejak tahun 2005, konsumsi minyak di indonesia sudah mencapai 1.168.000
> barel, padahal produksi sebesar 1.129.000. Jumlah produksi terus
menurun,
> sementara konsumsi terus meningkat.
>
> Data saya peroleh dari BP Global. -->
>
http://www.bp.com/sectiongenericarticle.do?categoryId=9017904&contentId=
7033466
<http://www.bp.com/sectiongenericarticle.do?categoryId=9017904&contentId
=7033466>  
>
<http://www.bp.com/sectiongenericarticle.do?categoryId=9017904&contentId
=7033466
<http://www.bp.com/sectiongenericarticle.do?categoryId=9017904&contentId
=7033466> >

Salam,
Roni

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of A Nizami
Sent: Friday, May 09, 2008 10:01 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; syiar-islam; Saksi;
[EMAIL PROTECTED]
Subject: [syiar-islam] Re: Perbandingan Harga Bensin di Seluruh Dunia



Sebetulnya hingga harga minyak Internasional menembus angka US$
200/barrel pun Indonesia tetap untung. Jadi istilah subsidi BBM itu
benar2 penipuan.

Kenapa? Itu benar kalau Indonesia 100% mengimpor minyak. Tapi Indonesia
memproduksi sendiri minyak 1 juta bph. Kebutuhan 1,2 juta bph. Dan impor
0,2 juta bph (ini kalau ekspor dan impor aneh ditiadakan karena
Indonesia mengekspor 500 ribu bph meski kekurangan).

Dengan biaya perolehan minyak dalam negeri US$ 15/barrel dan harga
minyak Internasional US$ 200/barrel hingga total biaya untuk bbm impor
US$ 215/barrel sementara harga jual sekarang Rp 4.500/liter (US$
78/barrel) maka Indonesia tetap untuk sekitar US$ 35 juta per hari.

Ini matematika sederhana (untung dulu Matematika pernah dapat 9...:).
Silahkan download spreadsheetnya di:
http://www.mediafire.com/?4gdbwgez1gd
<http://www.mediafire.com/?4gdbwgez1gd> 

Lihat di:
http://infoindonesia.wordpress.com/2008/05/08/perbandingan-harga-bensin-
di-seluruh-dunia/
<http://infoindonesia.wordpress.com/2008/05/08/perbandingan-harga-bensin
-di-seluruh-dunia/> 

AS dan Cina adalah importer minyak terbesar dan ketiga di dunia. Tapi
harga minyak di AS cuma Rp 8.464 sementara Cina Rp 5.888
(http://worldnews.about.com/od/oilnaturalgas/tp/oil_imports.htm
<http://worldnews.about.com/od/oilnaturalgas/tp/oil_imports.htm> ).
Padahal penduduk kedua negara lebih besar dari Indonesia dan pendapatan
per kapita penduduk AS jauh lebih besar dari Indonesia.

Indonesia meski premium cuma Rp 4.500 (yang akan dinaikkan jadi Rp
6.000/liter) namun harga Pertamax mencapai Rp 8.700/liter. Jadi
Indonesia ini benar-benar mengikuti kemauan spekulan pasar/kaum
Neoliberalis.

Kalau di surat Al Ma'uun orang yang tak menyantuni fakir miskin sebagai
pendusta agama, maka para penipu yang menyengsarakan rakyat dengan harga
BBM yang tinggi sehingga tarif bis, mikrolet (yang digunakan rakyat
kecil) serta angkutan pangan naik lebih dari pendusta agama.

Hendaknya kita tidak tertipu dengan tipuan keji yang menyengsarakan
rakyat.

===

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari
Telkomsel 

Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id
<http://www.media-islam.or.id>  atau http://syiarislam.wordpress.com
<http://syiarislam.wordpress.com> 

--- On Thu, 5/8/08, fade2blac <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:spawn%40postpi.com> > wrote:
From: fade2blac <[EMAIL PROTECTED] <mailto:spawn%40postpi.com> >
Subject: Re: [mifta-perjuangan] OOT Perbandingan Harga Bensin di Seluruh
Dunia
To: [EMAIL PROTECTED]
<mailto:mifta-perjuangan%40yahoogroups.com> 
Date: Thursday, May 8, 2008, 10:51 AM

On Thu, May 08, 2008 at 03:04:47AM -0700, ismail hamzah wrote:

> sedikit sharing aja, menurut saya bukan di naikan, tapi biaya subsidi
nya di

> kurangi.

> 

> yep, our goverment memang sangat boros sekali dalam mengurus negara,
tapi

> saat ini dibutuhkan solusi yang cepat.

> 

> jika pemerintah tetap "memaksakan" untuk mensubsidi BBM, Indonesia
akan

> bangkrut (untuk saat ini).

>

Tentang subsidi:

misal, harga bensin di luar negeri, Rp. 10.000,- per liter.

Pemerintah menghasilkan 100 liter per hari misalnya. Jika dijual keluar,

maka pemerintah dapat Rp 1.000.000,-. Cuma karena kebutuhan dalam negri

60 liter perhari, dengan harga Rp 4.500,- per liter, maka pemerintah

rugi 60xRp 5.500,- (selisih harga minyak mentah dunia, dikurangi harga

minyak lokal).

Jadi pemerintah membahasakannya: Pemerintah mensubsidi Rp 330.000,-

gara-gara 60 liternya dijual lebih murah di dalam negeri.

Mudah-mudahan ketangkep penjelasannya.

----

Berikut cuplikan pendapat Kwik kian gie, 4 tahun lalu:

MINYAK mentah yang ada di bawah permukaan bumi disedot sampai ke atas

permukaan bumi. Untuk itu ada biayanya, yaitu Rp X per liter. Minyak

mentah

yang sudah ada di atas permukaan bumi diproses sampai menjadi bensin.

Biayanya Rp Y per liter. Bensin itu harus diangkut ke pompa-pompa

bensin.

Biayanya Rp Z per liter. Rp X + Rp Y + Rp Z = 10 dollar AS per barrel.

Satu

barrel sama dengan 159 liter. Kalau nilai tukar rupiah satu dollar AS

sama

dengan Rp 8.600, maka keseluruhan biaya untuk 1 liter adalah (10 x Rp

8.600)

: 159 = Rp 540,88, dibulatkan menjadi Rp 540 per liter. Seperti kita

ketahui, bensin premium dijual dengan harga Rp 1.810 per liter. Jadi,

untuk

setiap penjualan satu liter bensin premium, pemerintah kelebihan uang

sebanyak Rp 1.270, yaitu kemasukan uang dari menjual bensin sebanyak Rp

1.810 per liternya dikurangi dengan pengeluaran uang sebanyak Rp 540 itu

tadi.

Ditinjau dari sudut keluar masuknya uang, pemerintah kelebihan uang

tunai. Mengapa dikatakan pemerintah memberi subsidi ?

emerintah merasa memberi subsidi kepada rakyat yang membeli bensin

premium

karena seandainya bensin premium itu dijual di luar negeri, saat ini

harganya 50 dollar AS per barrel. Dengan kurs yang sama, yaitu Rp 8.600

per

dollar AS, harga minyak mentah di luar negeri per barrel sebesar 50 x Rp

8.600 = Rp 430.000. Per liternya dibagi 159 atau sama dengan Rp 2.704,4,

dibulatkan menjadi Rp 2.700. Ini harga minyak mentah di luar negeri.

Kalau

dijadikan bensin, ditambah dengan tiga biaya itu tadi, yakni biaya

penyedotan, pengilangan, dan transportasi yang keseluruhannya berjumlah

Rp

540 per liter, maka harga bensin di luar negeri Rp 2.700 + Rp 540 = Rp

3.240

per liter.

Selisih harga bensin di luar negeri yang Rp 3.240 per liter dengan harga

bensin di Indonesia yang Rp 1.810 per liter ini, atau Rp 1.430 per

liternya,

ini disebut subsidi. Pemerintah merasa memberi subsidi karena tidak bisa

menjual bensin dengan harga dunia, gara-gara adanya kewajiban memenuhi

kebutuhan rakyatnya akan bensin premium dengan harga yang rendah, yaitu

hanya Rp 1.810 per liternya.

Pemerintah jengkel, merasa sial benar tidak dapat menjual bensinnya di

luar

negeri dengan harga Rp 3.240 per liter. Seandainya tidak perlu menjual

kepada rakyatnya sendiri dengan harga Rp 1.810, pemerintah akan

memperoleh

tambahan pendapatan sebesar selisihnya yang disebut "subsidi" itu tadi

sebesar Rp 3.240 - Rp 1.810 atau Rp 1.430 per liternya. Bayangkan,

berapa

kesempatan yang hilang. Ya, kesempatan itulah yang hilang, bukan uang

tunai.

Jadi, jelas kiranya, yang dinamakan subsidi itu pengertian abstrak yang

sama

sekali tidak berimplikasi adanya uang keluar. Dalam kenyataan pemerintah

mendapatkan kelebihan uang. Hanya, kelebihannya tidak sebesar seandainya

rakyat Indonesia diharuskan membeli bensin produksi dalam negeri dengan

harga dunia.

--

fade2blac











__________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
<http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> 


 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke