Saya siap dan ikhlas kalau ternyata uang anggota koperasi BMT hilang. Karena 
uang tersebut uang zakat yang perlu dikelola dengan baik dan segera disalurkan..

Wassalam,
HB

>>> A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> 5/9/2008 3:26 PM >>>
Assalamu'alaikum wr wb,

Alhamdulillah ada rekan-rekan milis Syiar Islam yang bersemangat untuk 
membentuk BMT.

Saya setuju saja.
Namun ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.
Menurut akh Ediyus yang berpengalaman mendirikan BMT (www.media-islam.od.id) 
minimal dibutuhkan modal rp 20 juta. Jadi kalau ada 20 orang tiap orang harus 
setor rp 1 juta. Saya lihat kurang dari 10 orang yang antusias.

Kedua, saat ini saya menjabat sebagai Ketua Islamic Broadcasting Forum. 
Anggotanya bermacam2 ada dari PH, Cameramen, dsb. Setelah beberapa kali 
pertemuan, ada juga anggotanya yang bekerjasama bisnis. 

Meski kerjasama tanpa setahu saya, namun ada anggota yang lapor (sebut A) bahwa 
satu anggota (sebut B) tidak membayar pamannya juru foto sebesar rp 3 juta 
padahal uang itu diperlukan untuk mengobati anaknya.

Saya coba bantu dengan menghubungi B via telpon, sms, dan email. Namun tak 
dijawab. Saya coba bantu juga dgn menghubungi satu lembaga penyalur zakat namun 
ada birokrasi yang harus ditempuh. Walhasil teman saya Sabtu telpon, esok 
minggunya anak pamannya meninggal dunia tanpa bisa mendapat perawatan di RS 
(saya tidak tahu sefatal itu penyakitnya).

Jadi ada resiko nanti meski yang diserahi amanah itu berjenggot serta 
ber-antum/ana dengan kita, namun ternyata dia khianat.

Siapkah anda jika nanti uang itu menghilang?

Nah itu semoga jadi pertimbangan dulu.

Wassalam

===

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS



Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252



Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 

Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau 
http://syiarislam.wordpress.com 

--- On Sat, 5/10/08, Arihadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Arihadi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [syiar-islam] Re: [Saksi] Stop Kenaikan Harga BBM dan Kekeliruan 
Subsidi Langsung
To: "Ediyus Hz" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "Milis Syiar Islam" <[email protected]>
Date: Saturday, May 10, 2008, 12:07 AM










    
            Ust Ediyus...



Afwan, BMT yang ada sekarang (sepanjang yg saya tahu) masih ada beberapa

yang menggunakan badan hukum yayasan. Dengan badan hukum yayasan

perkembangan akan sedikit lebih lambat, mengingat ada pembatasan ruang gerak

bisnis sesuai dengan UU No. 16 Tahun 2001 dan UU No.28 Tahun 2004. Dan juga

ada yang berbadan hukum PT dengan pola mirip dengan BPRS. Kedua badan hukum

ini kurang cocok dengan BMT.



Dan ada juga Baitul Maal (tanpa wat Tamwil) yang memang bergerak "murni" di

bidang sosial, sehingga yang ada bukan pembiayaan untuk ke arah bisnis,

tetapi hanya qardhul hasan (modal kerja jk pendek), bantuan muallaf,

gharimin, riqab, fi sabilillah dsb dimana sumber dana dari ZISWA, CSR dsb

seperti yang sudah ada sekarang di kantor kami.



Memang benar, pendirian BMT akan lebih baik di sekitar pasar tradisional dan

juga di sekitar cluster2 usaha mikro, seperti kerajinan tangan, perikanan,

dan pertanian rakyat. Insya Allah lebih bermanfaat dan lebih cepat

perkembangannya.



Sekarang, tinggal Ust Agus Nizami, bagaimana nich kelanjutannya. Lebih baik

anggota milis ini bertemu di dalam suatu forum untuk membicarakan secara

khusus rencana kita ini. Kita kelola yg kecil dulu, untuk bisa menjadi

besar. Amien.



----- Original Message ----- 

From: "Ediyus Hz" <[EMAIL PROTECTED] com>

To: "Arihadi" <[EMAIL PROTECTED] co.id>; "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED] com>;

"Ahmad Al-Badruuni" <al_badruuni@ yahoo.com>

Cc: <syiar-islam@ yahoogroups. com>

Sent: Friday, May 09, 2008 10:36 AM

Subject: RE: [syiar-islam] Re: [Saksi] Stop Kenaikan Harga BBM dan

Kekeliruan Subsidi Langsung



Akh Ari,

BMT memang badan hukumnya berbentuk koperasi, namun dijalankan secara

syari'ah.... Gak ada bung di-BMT, malah ada kardul-hasan, yaitu dana

sosial untuk membantu sesama anggota atau masyarakat sekitarnya.. ..



Sebaiknya BMT didirikan disekitar pasar tradisional. ... Insya ALLAH akan

cepat pertumbuhannya.



Ediyus Hz



-----Original Message-----

From: syiar-islam@ yahoogroups. com [mailto:syiar-islam@ yahoogroups. com]

On Behalf Of Arihadi

Sent: Saturday, May 10, 2008 9:13 AM

To: A Nizami; Ahmad Al-Badruuni

Cc: syiar-islam@ yahoogroups. com

Subject: Re: [syiar-islam] Re: [Saksi] Stop Kenaikan Harga BBM dan

Kekeliruan Subsidi Langsung



Ust Agus & Ust Ahmad



Saya sangat tertarik dengan ide pendirian BMT ini mungkin lebih baik

dengan badan hukum Koperasi. Untuk itu perlu dibicarakan secara serius,

tidak sekali dua kali saja dan harus dengan tatap muka langsung. Saya

pribadi siap ikut berpartisipasi sesuai dengan sedikit background yang

ada sekarang.

Akses2 pembiayaan/permodal an Insya Allah bisa kita usahakan bersama.

Kita buat BMT ini sebagai wadah pembiayaan dan juga "Inkubator Bisnis"

sekaligus sebagai alat pemersatu anggota di milis Syiar Islam. Untuk

konsep Inkubator Bisnis ini kita bisa sharing dengan Prof Hadi Karya

Purwadaria dan teman2 dari Inkubator Bisnis Institut Pertanian Bogor.

Karena hemat saya untuk menumbuhkan ekonomi islam, kita dapat belajar

dari siapa saja dan juga tidak "hanya" sekedar dari seminar ke seminar

ataupun dari tulisan saja.



Mudah2n ada tanggapan. Tks.



----- Original Message -----

From: "Ahmad Al-Badruuni" <al_badruuni@ yahoo.com>

To: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED] com>

Cc: <syiar-islam@ yahoogroups. com>

Sent: Thursday, May 08, 2008 12:30 PM

Subject: Re: [syiar-islam] Re: [Saksi] Stop Kenaikan Harga BBM dan

Kekeliruan Subsidi Langsung



> Mas Agus,

>

> Terima kasih atas infonya. Saya lebih concern untuk membentuk suatu

BMT/koperasi internal dahulu dianggota milis ini atau warga Muslim di

milis

ini. Hal ini dimaksudkan supaya tujuan kita lebih terarah karena

mempunyai

visi yang sama.

> Untuk menghadiri pertemuan milis Ekonomi Nasional saya kira sebagai

tambahan bekal saja kepada kita untuk acuan BMT/koperasi milis kita.

>

> Salam,

> Ahmad

>

>

> A Nizami <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:                             Untuk

Tip

Mendirikan BMT yang untung saya muat di:

>  http://infoindonesi a.wordpress. com

>

>  Pertemuan beberapa anggota milis Syiar Islam sudah pernah terjadi.

>  Dalam beberapa pertemuan saya juga mengundang anggota milis Syiar

>  Islam untuk bertemu terakhir di Masjid Sunda Kelapa.

>

>  Kebetulan tanggal 24/25 Mei anggota milis Ekonomi Nasional akan

>  bertemu dengan pak Imam di kampus IPB.

>

>  Ada yang mau ikut?

>

>  --- In syiar-islam@ yahoogroups. com, Ahmad Al-Badruuni

>  <al_badruuni@ ...> wrote:

>  >

>  > Saya kira poinnya sudah jelas, Pemerintah dan wakil rakyat sekarang

>  tidak mampu membawa rakyat kearah kemakmuran. Dari tahun 2004

>  seharusnya mereka sudah tahu bahwa subsidi minyak lewat APBN sangat

>  tidak pantas dilakukan. Kapan Indonesia bisa membangun negrinya kalau

>  selalu defisit atau minim dana APBN?

>  > Keanggotaan RI di OPEC seharusnya sejak dahulu harus di review, koq

>  baru sekarang SBY bangun tidur?Wakil rakyat kemana aja?Apa belum

jelas

>  pertanda dari Allah SWT berupa bencana dimana-mana?

>  >

>  > Saya tidak tahu lagi bagaimana mereka nanti menghadap Allah SWT

>  dengan laporan amanah rakyat yang dibebankan kepada mereka.

>  >

>  > Untuk rakyat Indonesia,khususnya warga milis ini saya mengajak

untuk

>  mendirikan BMT atau koperasi. Wadah ini saya kira sangat cocok buat

>  kita untuk bahu membahu bergandeng tangan menyelamatkan ekonomi

bangsa

>  kita.

>  >

>  > Ohya warga milis belum pernah ada 'kopi darat' atau silaturahmi

>  langsung khan?

>  >

>  > Salam,

>  > Ahmad

>  >

>  >

>  >

>  > A Nizami <[EMAIL PROTECTED] .> wrote:                             Tidak

>  jauh beda. Air juga ada batasnya.

>  >  Sama2 diambil dari perut bumi dengan harga relatif rendah (US$

>  15/barrel) hingga jadi minyak siap pakai. Sama2 dibutuhkan rakyat

>  banyak. Dalam UUD 45 pasal 33 sebelum direvisi dijelaskan bahwa bumi

>  dan kekayaan alam adalah milik negara dan digunakan sebesar2nya untuk

>  kepentingan rakyat. Saat ini justru dikuras perusahaan asing milik

>  orang kafir seperti Exxon Mobil, Chevron, dsb dan dijual dengan harga

>  tinggi ke rakyat.

>  >

>  >  Kalau memang terbatas, kenapa pemerintah justru mengekspor lebih

>  dari separuh BBM ke luar negeri? (www.infoindonesia. wordpress. com)?

>  >  Kenapa Indonesia jadi negara eksportir LNG terbesar di dunia?

>  >  Kenapa Indonesia mengekspor 70% produk batu bara ke luar negeri?

>  >

>  >  Dan tingkat penggunaan energi di Indonesia masih termasuk terendah

>  di ASEAN dan lebih rendah dari Cina (MS Encarta Encyclopedia) . Jadi

>  bohong besar jika ada yang bilang rakyat Indonesia boros memakai

energi.

>  >

>  >  Kalau memang mau dinaikan, naikan saja BBM untuk mobil pribadi

>  orang kaya. Atau kenakan pajak yang tinggi bagi kendaraan pribadi.

>  >

>  >  Maaf, saya lihat ada orang Islam yang senang berbohong mengenai

>  masalah BBM ini padahal 2 malaikat mencatat di kiri kanannya dan

Allah

>  SWT melihatnya.

>  >

>  >  ===

>  >  Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

>  >

>  >  Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

>  >

>  >  Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari

>  Telkomsel

>  >  Informasi selengkapnya ada di http://www.media- islam.or. id atau

>  http://syiarislam. wordpress. com

>  >

>  >  --- On Tue, 5/6/08, Setio Koesoemo <setio.koesoemo@ ...> wrote:

>  >

>  >  > From: Setio Koesoemo <setio.koesoemo@ ...>

>  >  > Subject: RE: [Saksi] Stop Kenaikan Harga BBM dan Kekeliruan

>  Subsidi Langsung

>  >  > To: [EMAIL PROTECTED] , [EMAIL PROTECTED]

>  >  > Date: Tuesday, May 6, 2008, 1:42 AM

>  >  > IMO, membandingkan air dan BBM kurang klop (nggak apple to

>  >  > apple), BBM itu terbatas tidak seperti air. Selain itu

>  >  > menjadikan BBM free atau murah hanya akan menciptakan

>  >  > perilaku/budaya boros. Dgn membayar maka akan muncul

>  >  > kesadaran bahwa barang yg dipakai ini berharga & harus

>  >  > dimanfaatkan dgn effisien, juga dapat mencegah dari

>  >  > tindakan menghambur2kan.

>  >  >

>  >  > Ok, kita asumsikan ada muslim yg kaya yg mampu membeli

>  >  > sumur2 tsb, diolah sendiri dan di sedekahkan untuk rakyat

>  >  > tanpa mengambil sepeser pun imbalan. Lalu apakah ini

>  >  > menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah lain?

>  >  > Ada kemungkinan supply yg besar untuk dlm negeri tsb akan

>  >  > terus habis berapa pun jumlahnya yg di guyur kerakyat, krn

>  >  > kebanyakan orang kurang menghargai barang yg didapat dgn

>  >  > gratis/murah. Kemungkinan lain adalah muncul upaya

>  >  > mendapatkan sebanyak mungkin barang gratis/murah tsb untuk

>  >  > dijual keluar negeri dgn berharap keuntungan yg besar.

>  >  > Dua kemungkinan tsb akan segera mengeringkan sumur2 tsb

>  >  > tanpa hasil yg optimal. Setelah itu...kita harus import dgn

>  >  > harga yg tinggi.

>  >  >

>  >  > Itu sekedar opini pribadi, kalau ada logika yg salah mohon

>  >  > dikoreksi.

>  >  >

>  >  > -----Original Message-----

>  >  > A Nizami

>  >  >

>  >  > Kalau pun ada akan saya kutipkan satu kisah di mana ketika

>  >  > Yahudi memperdagangkan air, Usman justru membelinya dan

>  >  > dibagikan gratis atas permohonan Nabi ke ummat Islam. Tidak

>  >  > dipikirkan lagi apakah "investasi" akan kembali

>  >  > atau tidak.

>  >  >

>  >  > Itulah ajaran Islam. Hendaknya jangan ada orang yang

>  >  > beragama Islam, tapi pahamnya justru paham yahudi. Hal2

>  >  > yang jadi kebutuhan rakyat justru diperdagangkan dengan

>  >  > harga setinggi-tingginya. Mana yang kita ikuti: Nabi atau

>  >  > kaum Yahudi?

>  >  >

>  >  > http://media. isnet.org/ islam/Etc/ Utsman.html

>  >  > Sifat Dermawan Yang Tinggi

>  >  >

>  >  > Ketika kaum muslimin hijrah dari Mekah ke Madinah, mereka

>  >  > dihadapkan pada masalah air. Sedangkan disana ada sumur

>  >  > tapi milik orang yahudi dan sengaja diperdagangkan.

>  >  > Rasulullah SAW kemudian berharap ada sahabat yang mau

>  >  > membeli sumur itu. Mendengar itu Utsman datang ketempat

>  >  > orang Yahudi dan membeli separuh sumur itu dengan sehari

>  >  > untuk hak muslim, sehari lagi untuk hak Yahudi dengan harga

>  >  > 12.000 dirham. Pada giliran hak Utsman, maka umat muslim

>  >  > mengambil air sebanyak-banyaknya yang cukup untuk 2 hari.

>  >  > Hal itu menyebabkan orang Yahudi merasa sangat rugi karena

>  >  > tidak ada lagi yang membeli airnya, maka akhirnya dijual

>  >  > haknya kepada Utsman sebesar 8.000 dirham.

>  >

>  >  ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

>  >  Be a better friend, newshound, and

>  >  know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

>  http://mobile. yahoo.com/ ;_ylt=Ahu06i62sR 8HDtDypao8Wcj9tA cJ

>  >

>  >

>  >

>  >

>  >

>  > Wassalam,

>  > Ahmad

>  >

>  > ------------ --------- --------- ---

>  > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.

>  Try it now.

>  >

>  > [Non-text portions of this message have been removed]

>  >

>

>

>

>

>

>

> Wassalam,

> Ahmad

>

> ------------ --------- --------- ---

> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.

Try it

now.

>

> [Non-text portions of this message have been removed]

>

>



------------ --------- --------- ------



===

Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS



Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel)

Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari



Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252

http://www.media- islam.or. idYahoo! Groups Links




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke