*Rapuhnya Keimanan Kita dan Isu SMS Santet dan Telepon Setan Layar Merah*

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Beberapa hari ini aku mendapatkan sms-sms yang aneh. Isinya relatif 
sama, dan berikut ini isi sms-nya  aku posting disini, yaitu :

"Kalo ada telepon yang NOMORNYA BERWARNA MERAH jangan diangkat, karena 
bisa menelan jiwa. Hari ini sudah disiarkan di berita, terjadi di 
Jakarta dan Duri dan sudah terbukti. Sekarang masih diusut oleh pihak 
KEPOLISIAN. Dugaan sementara adalah kasus PEMBUNUHAN JARAK JAUH MELALUI 
TELEPON GENGGAM (HP) oleh dukun ILMU HITAM/si penelepon adalah ROH 
GENTAYANGAN yang mencari MANGSA. Harap dimengerti dan kirim ke teman 
atau saudara semua. Harap saling membantu sesama umat manusia.”

"Kalau ada nomor HP yang 0866 atau 0666 masuk berwarna merah, mohon 
jangan diangkat, karena ada virus kematian. Soalnya di Jakarta dan di 
Sumatera sudah ada yang meninggal gara-gara masalah ini, orang bilang 
lagi uji ilmu hitam.”

"Tolong diperhatikan serius. Jika menerima telp masuk dari HP dengan 
kepala no 0866 atau 066 dengan warna tulisannya merah, mohon dengan 
sangat jangan diterima. Sama sekali jangan memencet tombol apa pun 
karena telah memakan korban 1 orang di Medan dan 3 orang di Pekanbaru 
yang hangus karena HP-nya meledak. Mohon beritahu teman-teman lain”.

"Kalau ada nomor HP yang 0866 atau 0666, 9846554 warna MERAH  telpon, 
jangan diangkat. Di Jakarta, Batam dan Bengkalis ada yang mati gara-gara 
angkat telpon ini. Katanya lagi uji ilmu hitam." (Hhhm... u/yang satu 
ini selain menyebutkan no Axis juga menyebutkan no esia)

"Kartu GSM Axis dengan tarif : Rp.6/SMS; Rp. 60/menit; Rp. 600/SMS. Jika 
dijumlah 666, simbol Anti Crist. Jangan dibeli. Itu kartu pendukung Anti 
Crist, milik [nama perusahaan di Timur Tengah]. Sebarkan SMS ini. Satu 
SMS selamatkan satu jiwa”

Trus aku terima sms ini hari minggu kemarin jam 07.55.25 bunyinya :
"Besok jam 8-10 pagi kalau bisa hp dimatikan selama 2 jam karena radiasi 
merah tersebar +/- 1 jam.... Ini beneran dari radio langsung tadi pagi 
siaran jam 7.30... Forward ke teman-temanmu."

Aduuhhhh... apa lagi ini???
Akhirnnya aku reply sms itu : "Maaf, kamu dapat info dari mana ? Dan 
radio mana yang menyiarkankannya?"

Dan... dijawab dengan sms,
"Maaf, gue juga nggak tau Sher... Gue cuma forward ini dari teman dan 
gue  tidak menanyakan info dan radio mana yang menyiarkannya."

Hhmmm...  Cape dehhhhh.... pusing aku bacanya.... :-(
Buat aku, semuanya... Bullshit.... !!

Sebelum akhirnya merebak menjadi sms santet dan telepon setan di 
sejumlah kota di Sumatera, isu ilmu hitam di jaringan seluler bermula 
dari informasi miring mengenai Axis, layanan seluler yang baru 
diluncurkan Natrindo Telepon Seluler (NTS) ahir Maret lalu. Informasi 
yang menyebar melalui forum diskusi di internet dan blog menyebut Axis 
sebagai kartu setan. Bahkan, informasi yang meresahkan tersebut mulai 
merambah dari SMS ke SMS.

PT Natrindo Telepon Seluler selaku pemegang brand AXIS merupakan 
operator penyedia layanan seluler GSM dan 3G di Indonesia yang 
menawarkan layanan komunikasi yang inovatif dan ekonomis. AXIS mulai 
beroperasi di Jawa dan Sumatera, dan saat ini sedang gencar 
mengembangkan jaringan 2G dan 3G-nya ke beberapa wilayah lain di 
Indonesia. AXIS didukung oleh dua operator terkemuka di Asia: Saudi 
Telecom Company, penyedia layanan telekomunikasi nasional Arab Saudi; 
dan Maxis Communications Berhad, penyedia layanan telekomunikasi 
terbesar di Malaysia.

Apakah karena Axis milik orang muslim, sehingga difitnah dan dijatuhkan 
dengan permainan kotor ini. Dan belakangan ada juga no esia disebutkan 
sebagai teror yang dapat juga menyebabkan kematian. Apakah karena Esia 
juga milik Aburizal Bakrie yang juga muslim.

Dan berikut adalah tanggapan ROY SURYO (seorang pengamat telematika), 
yang diambil dalam sebuah harian nasional, menanggapi isu santet via 
SMS, yakin isu itu merupakan upaya untuk meresahkan masyarakat dengan 
mendompleng kemajuan teknologi.

”Saya bisa pastikan, dari sisi teknologi, hal itu tidak mungkin. Apalagi 
sampai ada keterangan bahwa nomor yang muncul ada 666 dan berwarna 
merah. Itu tidak mungkin bisa membuat nyawa seseorang melayang,” ujarnya 
saat dihubungi Warta Kota.

Roy tidak menampik jika ada kemungkinan santet dilakukan dengan 
perantaraan ponsel. "Saya bukan ahli santet, tapi kalau ponsel jadi 
perantara santet, itu mungkin saja. Itu kan sama halnya dengan santet 
lewat perantaraan batu, pisau, sendok, garpu, atau benda lainnya,” ucapnya.

Roy juga menyangsikan kebenaran isi SMS teror tersebut. "Selama ini 
testimoni yang muncul, baik di Riau, Jambi, atau kota lain cuma 
katanya-katanya saja. Sampai saat ini tidak ada bukti konkret,” menurut 
Roy Suryo.

Sementara itu, dari sisi teknis, kata Roy, tidak mungkin nomor yang 
muncul di layar ponsel kemudian berubah warna jadi merah. "Apalagi kalau 
ponselnya monochrome (bukan layar berwarna—Red),” jelasnya.

Tentang dugaan radiasi ponsel sehingga penggunanya mengalami gangguan 
kesehatan bahkan sampai meninggal dunia, Roy mementahkan dugaan ini. 
”Soal radiasi, itu memang sudah ada sejak ponsel diciptakan. Tapi kan 
sudah ada badan yang mengawasi soal itu. Kalau di tingkat dunia ada 
Federal Communication Comission (FCC) yang mengawasi. Mereka punya 
standar sehingga orang tidak celaka karena hal itu,” ujarnya.

Terkait masalah ini, Roy bersedia menjadi orang pertama yang meneliti 
korban meninggal akibat santet lewat ponsel. ”Saya berani menjadi orang 
pertama yang menyelidiki ini kalau memang betul ada korban karena santet 
lewat ponsel, kecuali ada orang yang disantet ketika sedang terima 
panggilan lewat ponsel. Ini hal lain. Kalau memang seperti itu, bukan 
salah ponselnya, memang kebetulan saja si korban, misalnya, kena santet 
saat pegang ponsel,” ucapnya.

Kelihatannya memang sederhana, yaitu meneruskan atau memforward SMS, 
tapi di balik itu ada persoalan yang perlu dikritisi :

Pertama, apakah isi informasi tersebut sudah benar atau hanya rumor 
belaka? Apakah pembuat pesan tersebut sudah mengkonfirmasi perusahaan 
yang bersangkutan dan mereka mengakui bahwa mereka pendukung anti Crist 
? Atau setidak-tidaknya, si pembuat SMS itu sudah memiliki data-data 
yang akurat untuk mendukung pernyataan tersebut? Jika dia hanya 
mendasarkan diri pada logika alias menebak-nebak berdasarkan prasangka, 
maka dapat dipastikan isinya adalah kebohongan. Nah, jika kita 
meneruskan SMS yang isinya kebohongan itu, maka kita pun turut serta 
dalam dosa kebohongan massal tersebut.  Yah, jadi kita sama-sama 
melakukan "kebohongan berjamaah"

Kedua, apakah perusahaan GSM tersebut berbuat sebodoh itu dengan 
menyatakan diri sebagai pendukung anti Crist, dengan konsekuensi akan 
diboikot oleh orang Kristen dan Islam? Yang dalam Islam sosok Kristus 
adalah Nabi Isa.  Dan mayoritas penduduk Indonesia adalah orang Islam. 
Tapi mengapa menampilkan angka yang serba enam? Menurut aku sih, ini 
kebetulan saja. Sebagai perusahaan baru, mereka harus menghitung tarif 
yang lebih kompetitif daripada pesaing yang sudah lama beroperasi. Maka 
ketemulah angka sekitar angka enam tersebut. Dengan mempertimbangkan 
aspek promosi, maka diciptakan tarif yang menggunakan angka serba enam 
supaya mudah diingat

Ketiga, mungkinkah rumor ini sengaja diciptakan oleh operator telepon 
lama, yang merasa tersaingi oleh operator GSM yang baru ???

Dan....
Belum lagi gonjang-ganjing tentang rencana pemerintah menaikkan harga 
BBM beberapa hari terakhir mulai kalah heboh dibandingkan isu santet via 
handphone. Warga di sejumlah daerah di tanah air lebih mengkhawatirkan 
dampak santet via hp dibanding dampak berantai kenaikan harga BBM.

Adakah isu santet via hp merupakan trik pengalihan isu yang dilakukan 
kelompok tertentu di negeri ini? Jawabnya mungkin saja. Pengalaman 
menunjukkan, setiap ada kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan 
kehendak rakyat, maka akan muncul berbagai isu lain yang menghebohkan. 
Isu yang muncul biasanya bukan hal-hal yang penting namun memiliki 
dampak yang sangat kuat dengan masyarakat, biasanya terkait hal-hal 
mistis, tahayul atau keagamaan. Misalnya, isu tentang kolor ijo, isu 
lemak babi, dan tentu saja isu santet via hp seperti sekarang.

Sejumlah kalangan juga menduga isu santet via hp merupakan trik bisnis 
pengelola telepon selular. Hal ini karena nomor yang disebut-sebut bisa 
menyebabkan kematian itu berasal dari sebuah perusahaan seluler yang 
baru mengeluarkan produknya.

Pendapat lain juga mengungkapkan bahwa merebaknya isu santet via hape 
ini hanyalah kerjaan orang-orang iseng yang memang senang membuat orang 
kelimpungan. Orang-orang seperti ini jumlahnya cukup banyak di negeri 
ini. Terlepas modus apakah yang sebenarnya ada di belakang merebaknya 
isu santet via hp, hal ini menunjukkan betapa mudahnya membuat 
masyarakat kita hanyut dalam gelombang isu. Betapa gampang pula 
mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan-persoalan tertentu yang 
sedang dihadapi. Ini juga menunjukkan bahwa betapa rapuhnya kewaspadaan 
kita sebagai sebuah bangsa.

Orang-orang yang melemparkan isu tak bertanggungjawab seperti ini tahu 
benar bahwa akan terjadi efek berantai yang sangat luas. Biasanya akan 
diperlukan waktu yang relatif lama untuk bisa meyakinkan masyarakat 
bahwa isu-isu tersebut tidak benar. Apalagi di negeri ini tidak ada satu 
institusi pun yang sangat dipercaya oleh rakyat, baik itu pemerintah, 
penegak hukum, sampai isntitusi keagamaan. Jadi bisa dibayangkan betapa 
mudahnya menyulut kepanikan sekaligus betapa sulit pula menghentikan 
kepanikan itu.

Perbuatan melempar kabar bohong ke tengah masyarakat sungguh merupakan 
perbuatan yang sangat tercela. Perbuatan seperti ini bisa disejajarkan 
dengan aksi para teroris karena sama-sama menebarkan rasa takut secara massa

Di sisi lain, kita sebagai masyarakat hendaknya juga senantiasa berpikir 
secara rasional. Tidak mudah panik dan bersikap reaktif terhadap setiap 
kabar yang belum tentu kebenarannya. Ketakutan yang berlebihan terhadap 
isu santet via hp ini seolah-olah menunjukkan kita tak punya sandaran 
vertikal kepada yang Maha Kuasa. Bukankah hidup dan mati kita sudah 
tertulis sejak roh dihembuskan ke dalam tubuh. Bukankah kita juga sudah 
sepakat bahwa rejeki, jodoh dan kematian adalah urusan dan hak mutlak 
Allah SWT ?

Soal karena apa kita mati tak perlu dirisaukan, yang perlu dipikirkan 
adalah sudah cukupkah bekal kita ketika ajal menjemput? Silahkan jawab 
sendiri
Mohon maaf kalau ada kesalahan.

Maaf lahir bathin ya... :-)
- sheri -



[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS

Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel)
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 
http://www.media-islam.or.idYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke