Salam, Apakah, memakai asumsi seorang miliser bahwa ada juga yang malah ikut JAI setelah mendengar kisah Sdr Hariadi ini, ada juga tim khusus dari JAI yang siap bantu sadarkan mantan anggota JAI untuk 'kembali ke jalan MGA', wa bil khusus yang tergerak ikut JAI setelah mendengar kesaksian macam sdr Hariadi? Masuk akal?
salam, Satriyo -- Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest >> al-Ra'd [13]: 28 Senin, 12 Mei 2008 *Hariadi Siap Bantu Sadarkan Anggota JAI * JAKARTA--Ahmad Hariadi, mantan pengajar di kelompok Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), menyatakan akan membantu membina anggota JAI. Dia mengaku setelah bertahun-tahun bergabung dan menjadi pengajar, dia pun insyaf karena terjadi perang doa (*mubahalah*) pada tahun 1986 dengan seorang ustadz. ''Saya masuk Ahmadiyah pada bulan desember 1973 di Bandung. Saya sempat ditugaskan untuk menjadi ustadz di Medan, Jakarta, Bali, dan Lombok,'' ungkap Ahmad Hariadi pada acara Tabligh Akbar 'Membongkar Kebohongan Ahmadiyah dan Testimoni Mantan Tokoh Ahmadiyah' di Masjid Al Barkah, Jakarta, Ahad (11/5). Saat berada di Lombok, kata Hariadi, dia melakukan perang doa dengan Ustadz Irfan. Janji diucapkan. Jika kalah, lehernya akan dipenggal. ''Saya kalah dalam perang doa itu dan sesuai janji maka leher saya harus dipenggal. Namun, aparat keamanan mencegah dan mengamankan,'' kata dia. Peristiwa itu membuatnya insyaf. ''Setelah itu, saya menyadari bahwa selama ini saya mengikuti ajaran sesat. Karenanya, saya siap membantu dan membina serta menyadarkan anggota JAI,'' kata dia di hadapan umat Islam. Turut hadir dalam tabligh akbar itu Sekjen Forum Umat Islam (FUI); Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab; Ketua Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), Ahmad Sumargono; Ketua LPPI Amin Djamaluddin; serta kuasa hukum FUI; Munarman. Sementara itu, Ketua FPI Habib Riziek Shihab menguraikan sedikit isi Tadzkiroh, kitab utama JAI. Dalam kitab itu, Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai Allah. ''Pada halaman 195 kitab Tadzkiroh, Mirza mengatakan 'Aku melihat diriku sendiri sebagai mata Allah. Maka aku yakin aku adalah Allah','' kata Habib. Selanjutnya, pada halaman 197, kata Habib Rizieq, disebutkan bahwa Mirza menulis 'Allah Tuhanku masuk ke dalam diriku. Maka Akulah yang menciptakan langit dan bumi.' Ayat-ayat itu menyiratkan kesesatan ajaran Ahmadiyah. Apalagi Tadzkiroh juga menjadi kitab utama. ''Mereka bukan Islam karena punya kitab sendiri sebagaimana umat Nasrani dan agama lain,'' kata Habib di hadapan umat Islam. Sementara itu, menyinggung soal Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang pelarangan Ahmadiyah, Sekjen FUI, Muhammad Al Khaththath, mengatakan mendapat bocoran bahwa isi akhirnya SKB diterbitkan segera. ''Namun, menurut informasi yang saya dapat, isinya sama sekali tidak menyebut larangan terhadap Ahmadiyah atau menyatakan Ahmadiyah sesat,''kata dia. Jika benar begitu, dia berharap Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Kejaksaan Agung memperbaikinya. Menurut Al Khaththath, pemerintah tidak perlu ragu karena umat Islam akan membantunya. ''Kami akan membimbing anggota JAI kembali ke Islam yang benar,'' kata Al Khaththath disambung Habib Rizieq. Sementara itu, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta Indonesia, Suyatno, meminta perguruan tinggi Islam proaktif mendukung penerbitan SKB untuk melarang JAI. Di sela pembentukan forum alumni perguruan tinggi Islam di Jakarta, kemarin, dia menilai sikap kampus cenderung pasif. osa/ade (http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=333609&kat_id=6) [Non-text portions of this message have been removed]

