22/04/2008 18:04 WIB 
Gagal Kuasai Irak, Militer AS Berguru ke TNI
M. Rizal Maslan - detikcom

Jakarta - Militer AS jungkir balik menjinakan
gerilyawan dan perlawanan Irak. Mereka melirik
strategi pengusaan wilayah yang diterapkan TNI.

"Saat di AS, KSAD mereka bercerita keadaan di Irak
tidak bisa diselesaikan secara singkat, memerlukan
waktu yang lama. Saya bilang, di Indonesia seperti itu
diselesaikan dengan pembinaan teritorial," kata KSAD
Jenderal TNI Agustadi SP di Balai Sudirman, Jl Gatot
Subroto, Jakarta, Selasa (22/4/2008).

Dalam pertemuan itu, Agustadi menceritakan, bagaimana
militer berperang di masa mendatang tidak bisa lagi
diselesaikan dengan perang dan senjata. Tentara harus
memegang simpati rakyatnya untuk meraih kemenangan. 

Lanjut Agustadi, AS lalu berencana mengirim perwira
untuk menjalani sekolah dan atau kursus pembinaan
teritorial di Indonesia. "Jadi kita tahu bersama kita
memiliki pola pertahanan di mana sistem pembinaan
teritorial sangat besar. Dia tidak minta tolong, tapi
ingin menyekolahkan perwiranya ke Indonesia,"
ungkapnya.

Sementara itu, Mantan Menhankam/Pangab Jenderal (Purn)
Wiranto mengatakan, sistem teritorial di Indonesia
saat ini sudah tidak lagi terkait persoalan politik
praktis. Jadi, konsep itu masih layak dalam rangka
pertahanan negara. 

"Kalau beberapa elemen masyarakat kita mencurigainya,
itu yang salah, mengapa bisa begitu? Padahal kekuatan
kita ada di sana. Karena dengan wilayah kita yang
sangat luas," ujar Wiranto.

Menurut Wiranto, wajar bila kemudian AS belajar
strategi teritorial ke TNI. Mereka sudah mengalami
kegagalan luar biasa di Irak yang masih terus
bergejolak dan melawan. TNI dalam penugasan
internasional selalu dekat dengan rakyat setempat.

"Beberapa penugasan tentara kita yang tergabung dalam
misi PBB, itu dapat acungan jempol tatkala pasukan
kita selalu berhasil dalam penugasan. Pasukan kita
menjadi yang terbaik ketika bisa masuk ke masyarakat
dengan damai," jawab Wiranto. ( zal / fay )


http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/19/time/073922/idnews/941484/idkanal/10



      

Kirim email ke