Bila disebutkan kata jihad fi sabilillah maka maknanya adalah berperang
melawan orang-orang kafir untuk menegakkan kalimatulloh. Inilah definisi
yang disebutkan oleh para ulama salaf, berdasar ayat-ayat dan sunah-sunah
Rasulullah. Begitulah fatwa Rasulullah ketika ditanya oleh seorang shahabat
tentang makna jihad :

Dari Amru bin Abasah ra. beliau berkata," Ada orang bertanya kepada
Rosululloh,"Wahai Rosululloh, apakah Islam itu ?" Beliau menjawab," Hatimu
merasa aman, dan juga orang-orang muslim merasa aman dari gangguan lidah dan
tanganmu." Orang tersebut bertanya,"Lalu Islam bagaimanakah yang paling
utama?' Beliau menjawab,"Iman." Orang tersebut bertanya lagi," Apakah iman
itu?" Beliau menjawab," Kamu beriman kepada Alloh, malaikat-malaikat-Nya,
kitab-kitab-Nya, Rosul-rosul-Nya dan kebangkitan setelah mati." Orang
tersebut bertanya lagi,"Lalu iman bagaimanakah yang paling utama itu?"
Beliau menjawab,"'Hijroh." Orang tersebut bertanya lagi," Apakah hijroh
itu?" Beliau menjawab,"Engkau meninggalkan amalan jelek." Orang tersebut
bertanya lagi,"Lalu hijroh bagaimanakah yang paling utama itu?" Beliau
menjawab," Jihad." Orang tersebut bertanya lagi,"Apakah jihad itu?" Beliau
menjawab," Engkau memerangi orang kafir jika kamu bertemu mereka." Orang
tersebut bertanya lagi," Lalu bagaimanakah jihad yang paling utama itu?"
Beliau menjawab," Siapa saja yang terluka kudanya dan tertumpah darahnya",
Rosulullah Shollallahu 'Alahi wasallam berkata: kemudian dua amalan yang
merupakan amalan yang paling utama kecuali barang siapa yang bisa beramal
yang menyerupainya ; haji mabrur dan 'umroh.[6]

Bahkan syaithan pun paham bahwa jihad itu maknanya perang di jalan Allah
demi meninggikan kalimat Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits :

Dari Sibrah bin Abi Fakihah bahwasanya Rasulullah bersabda," Sesungguhnya
setan menghadang manusia di setiap jalan kebaikan. Ia menghadang manusia di
jalan Islam," Apakah kau mau masuk Islam dan meninggalkan agamamu, agama
bapakmu dan agama moyangmu ?" Ia tidak menururti setan dan masuk Islam.Maka
setan menghadangnya di jalan hijrah," Kau mau hijrah, meninggalkan tanah air
dan langit yang menanungimu ?Ia tidak menururti setan dan berhijrah maka
setan menghadangnya di jalan jihad," Kau mau berjihad, sehingga terbunuh dan
istrimu diambil orang serta hartamu dibagi-bagi ?" Ia tidak menururti setan
dan tetap berjihad. Siapa saja melakukan hal, itu maka sudah menjadi
kewajiban Allah untuk memasukkannya ke surga. Dan siapa saja terbunuh maka
sudah menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke surga. Dan siapa saja
tenggelam (karena jihad atau hijrah—pent) maka sudah menjadi kewajiban Allah
untuk memasukkannya ke surga. Dan siapa saja terlempar dari kendaraannya
(saat hijrah atau jihad) maka sudah menjadi kewajiban Allah untuk
memasukkannya ke surga." [7]

Dalam kesempatan yang lain Roslulloh bersabda:

Dari Abu Huroiroh ra. Beliau berkata," Datang seseorang kepada Rosululloh
saw. Lalu berkata,"Tunjukkan padaku sebuah amalan yang bisa menyamai jihad
!!" Beliau menjawab,"Aku tidak mendapatkannya. Apakah kamu mampu apabila
seorang mujahid keluar, kamu masuk masjid lalu sholat dan tidak berhenti dan
kamu shaum dan tidak berbuka?" Orang tersebut berkata," Siapa yang mampu
melakukan hal tersebut???" Abu Huroiroh berkata," Sesungguhnya bermainnya
kuda seorang mujahid itu dicatat sebagai beberapa kebaikan." [8]

Keterangan : Puasa dan sholat adalah bagian dari jihadun nafs, namun
demikian Rosululloh mengatakan," Aku tidak mendapatkan amalan yang bisa
menyamai jihad." Hal ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan jihad kalau
berdiri sendiri adalah perang melawan orang-orang kafir, bukan mujahadatun
nafs, bukan dakwah, bukan thalabul ilmi, bukan membangun sekolah dan pondok
pesantren dan amal-amal sholih lainnya.

Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra. ia berkata," Dikatakan kepada Rosululloh saw.."
Wahai Rosululloh, orang bagaimanakah yang paling utama ?" Rosululloh saw.
Menjawab," Orang mukmin yang berjihad di jalan Alloh dengan jiwa dan
hartanya." Mereka bertanya lagi," Kemudian siapa?" Beliau menjawab," Seorang
mukmin yang (menyendiri) berada dalam suatu lembah, takut kepada Alloh dan
meninggalkan manusia karena kejahatan mereka ."[9] Keterangan : Orang mukmin
yang menyendiri di tempat sepi seperti suatu lembah, gunung, daerah
pedalaman dll, sambil bertaqwa kepada Alloh, melakukan sholat, tekun
beribadah kepada Allah disebut sebagai mu'tazil (orang yang beruzlah).
Pekerjaannya disebut uzlah. Jelas sekali uzlah dengan seluruh bentuk ibadah
di dalamnya termasuk berjihad melawan hawa nafsunya, namun Rasulullah tidak
menyebutnya sebagai seorang mujahid (orang yang berjihad) dan uzlahnya juga
tidak beliau sebut sebagai jihad. Beliau menyebutkan orang yang berjihad
dengan jiwa dan raganya di jalan Alloh, itulah mujahid sesungguhnya. Hal ini
menunjukkan bahwa kata jihad apabila berdiri sendiri artinya adalah perang
melawan orang-orang kafir.

Dari Abu Huroiroh ra. bahwasanya Rosululloh bersabda," Barangsiapa beriman
kepada Alloh dan Rosul-Nya, menegakkan sholat dan menunaikan shaum Romadhon,
maka Alloh pasti akan memasukkannya ke dalam syurga, baik dia berjihad di
jalan Alloh maupun duduk di daerah ia dilahirkan." Para shahabat berkata,"
Bagaimana kalau hal ini kami kabarkan kepada orang-orang?" Beliau menjawab,"
(jangan!!!-pent) Sesungguhnya di syurga ada seratus tingkatan yang disiapkan
untuk para mujahidin di jalan Alloh. Jarak antara dua tingkatan sebagaimana
jarak antara langit dan bumi."[10]


[6]HR.Ahmad 4/114 dengan sanad shohih no:17152hal:1225,, mempunyai syawahid
dalam Silsilah Ahadits al Shahihah no. 551 jilid 2/92.

[7]. HR. Ahmad 3/483 no:16054hal:1127, Shahih al Jami' al Shaghir 1/338 no.
1652/736.

[8] HR. Al-Bukhori No. 2785 Kitabul jihad was Sair, Darus Ssalamcet.ke-1
th.1998M/1417H, Nasa'I 6/19 Maktabah Ilmiyah, Ahmad 2/344., Ibnu Abi Syaibah
5/199).

[9] Al-Bukhori no. 2786, Kitab jihad Wassair, hal: 566" Darussalam " Riyadh
cet ke-1th: 1997M/1417H.

[10] Ibid no : 2790,hal: 566


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS

Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel)
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 
http://www.media-islam.or.idYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke