Berjualan Rokok, Haramkah? Selasa, 26 Sep 06 14:03 WIB
Kirim teman <http://eramuslim.com/ustadz/send/6925160746-berjualan-rokok-haramkah.htm> Assalamu'alaikum wr. wb. Ustadz, saya ditawarkan bisnis dengan teman untuk memasok barang di tokonnya. Pertanyaan saya bagaimana hukumnya berjualan rokok menurut Islam? Terima kasih. Wassalam, Siswadi siswadi Jawaban /Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, / Seandainya ada rokok yang tidak merusak paru-paru dan jantung, atau aman 100% buat janin dan ibu hamil, tentu saja hukumnya halal. Dahulu para ulama tidak mengharamkannya, lantaran mereka belum tahun bahwa di dalam sebatang rokok terkandung 200-an racun yang berbahaya dan mematikan. Yang menjadi madharat di masa lalu pada rokok hanya pada masalah bau yang tidak sedap. Karena itulah, kitab-kitab fiqih klasik mengatakan hukumny makruh. Karena itulah para kiyai masa lalu masih asyik kebal-kebul dengan kretek kesayangannya. Tapi di masa kini di mana ilmu pengetahuan semakin maju, statistikmembuktikan bahwa asap rokok lebih banyak membunuh nyawa manusia ketimbang kecelakaan pesawat terbang. Ilmu kedokteran secara nyata telah melaporkan bahwa asap rokok adalah racun yang teramat berbahaya. Tidak ada satu pun ahli yang menolak kenyataan itu. Maka alangkah naifnya bila masih ada orang yang menutup mata dan terpaku menggunakan paramater dimasa lalu. Dan seharusnya bukan peran ulama saja dalam hal ini, tetapi pemerintah. Apalah gunanya pemerintah menggelontorkan dana milyaran untuk anggaran kesehatan, tetapi masih membolehkan hidupnya industri rokok? Sekedar mengharamkan saja, jelas tidak akan menyelesaikan masalah. Seharusnya, dengan wewenang dan kekuasan pemerintah, rokok tidak boleh ada di negeri ini. Sebab rokok adalah racun yang mematikan. Nyaris tidak ada beda antara rokok dengan narkotika, dari sisi ancaman dan bahayanya. Selain bahwa rokok membunuh dengan perlahan, sedangkan narkotika dengan waktu cepat. Tapi cepat atau lambat, keduanya tetap pembunuh manusia. Seharusnya tidak boleh ada. Itu kalau kita masih setia dengan logika. Sayagnya, begitu banyak manusia di masa sekarang ini yang tindakannya tidak sejalan dengan logikanya. /Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,/ *Ahmad Sarwat, Lc. * * * Bolehkah Bekerja di Perusahaan Rokok? Rabu, 20 Des 06 11:27 WIB Kirim teman <http://eramuslim.com/ustadz/send/6c20092730-bolehkah-bekerja-perusahaan-rokok.htm> Assalamu'alaykum wr. wb. Ustadz yang saya hormati, beberapa waktu yang lalu Ustadz mengulas tentang haramnya merokok. Yang ingin saya tanyakan, karena merokok itu haram, bagaimana hukumnya bekerja di perusahaan rokok? Jika bekerja di perusahaan rokok juga haram, menurut ustadz apa solusinya bagi para karyawan muslim di perusahaan rokok mengingat begitu banyaknya (mungkin jutaan) umat Islam di negeri kita yang bekerja di perusahaan rokok? Saya punya usul supaya para ulama di Indonesia di bawah naungan MUI untuk bekerja sama memfatwakan tentang haramnya merokok, karena begitu banyak umat Islam (bahkan termasuk para ustadz dan ulama) yang masih merokok (mungkin karena ketidakpahaman mereka tentang masalah ini). Terima kasih. Wassalamu'alaykum wr. wb. Januar Habibi jhb2_7 Jawaban /Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, / Semua tokoh agama dan ahli kesehatan sepakat bahwa rokok itu racun yang sangat berbahaya, baik baik perokok aktif, apalagi buat perokok pasif. Namun kalau anda melihat banyak para tokokh agama dan dokter masih asyik menyedot asap rokok, perkaranya lain lagi. Begitu juga pemerintah, mereka punya pertimbangan lain lagi. Pertimbangannya adalah bahwa pemasukan pajak dari cukai rokok itu selama ini sangat besar. Kalau rokok sampai dilarang, mereka akan ikut menjerit lantaran pemasukan pajak berkurang. Jangankan dilarang, sekedar pajaknya dinaikkan pun, para pengusaha rokok sudah bisa main ancam bahwa pendapatan pajak dari rokok akan berkurang. Maka sampai hari ini bangsa ini masih bisa merokok dengan murah. Sebelumnya ada ide pajak rokok dinaikkan setinggi-tingginya, misalnya sebatang rokok jadi Rp 10.000, dengan tujuan agar pembelinya berkurang. Namun justru para pengusaha malah mengancam bahwa perusahaan rokok akan bangkrut, kalau bangkrut berarti pemasukan pajaknya menjadi tidak ada. Lalu pemerintah pun tidak jadi menaikan pajak rokok kecuali sedikit sekali. Solusinya sebenarnya sederhana, yaitu pemerintah lebih meningkatkan efisiensi pengeluaran yang tidak perlu, juga lebih teliti terhadap ancaman /mark-up,/ kolusi, korupsi dan sejenisnya. Sebab nilai tingkat kebocorannya jauh lebih besar dari kerugian dari berhentinya pemasukan dari pajak rokok. Bahkan seandainya pemerintah punya visi yang baik, seperti kembali kepada sektor pertanian yang berpihak kepada rakyat, jutaan buruh rokok itu akan kembali bertani. Sayangnya selama ini, sektor pertanian sangat dianak-tirikan oleh kebijakan yang rancu. Padahal tidak ada negara yang melupakan sektor pertanian, karena sektor pertanian sangat penting. Bahkan negara maju semacam Amerika, Inggris, Jepang, Australia dan lainnya sangat memanjakan para petaninya. Mengapa negara kita yang sebagian besar rakyatnya petani malah menindas para petani sendiri? Masalah rokok ini memang akan melebar ke mana-mana. Tidak bisa diselesaikan hanya dengan selembar surat fatwa haram dari Majelis Ulama. Harus ada /good-will,/ kerja sama dan perjuanganyang serius dan terus menerus dari semua pihak, terutama pimpinan tertinggi di negeri ini, dengan menggandeng semua tokoh ulama, pengusaha, petani, ilmuwan, pengamat, pemilik media, wakil rakyat, bahkan seniman, LSM dan semua unsur. Barulah rokok bisa dilenyapkan dari negeri ini. Tanpa peran serta semua pihak, maka rokok tetap akan terus dihisap oleh rakyat, yang semakin kurus kering dan miskin serta punya masalah dengan kesehatan. /Dan belanjakanlah di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik/.(QS. Al-Baqarah: 195) /Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,/ *Ahmad Sarwat, Lc.* Saeful B wrote: > > > Bagaimana hukum : > > Petani, menanam Tembakau > Buruh, bekerja di Pabrik Rokok > Pedagang Rokok. > > Mohon pencerahan. > > Salam > Saeful B > > -----Original Message----- > From: [email protected] > <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com> > [mailto:[email protected] > <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com>] > On Behalf Of Azri Al Aziz > Sent: Tuesday, May 27, 2008 11:16 AM > To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:Ana_Edar%40yahoogroups.com> > Subject: [syiar-islam] Dakwah Hari Ini: ANDA PEROKOK..? ATAU KENALAN > ANDA MEROKOK...? HUKUMNYA MEROKOK..? > > > Salamun'alaik Warahmatullahi Ta'ala Wabarakatuh.. > > Salam serta selawat ke atas Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam, ahli > keluarga baginda serta salam kepada para sahabat yang berjuang > menegakkan Islam di muka bumi ini. > > > SOALAN: > > Apakah hukum merokok? Ramai ustaz mengatakan hukumnya adalah makruh. > Betulkah pendapat ini? > AMEER > > JAWAPAN: > > Merokok tidak membantu seseorang mencapai kecemerlangan diri kerana > ianya amat memudaratkan bagi kesihatan manusia. Berhubung dengan ini > Nabi telah bersabda, “Tidak diizinkan melakukan sesuatu yang > memudaratkan dan tidak boleh membalas dengan kemudaratan.” (Malik, > Al-Hakim, Baihaqi dan Ibnu Majah) > Di dalam riwayat yang lain, Ummu Salamah telah berkata, “Rasulullah > melarang dari mengambil setiap > bahan yang memabukkan (muskir) dan yang melemahkan badan (muftir).” > (Ahmad dan Abu Daud) > > Rokok mengandungi 4,000 bahan-bahan kimia yang toksik dan 37 daripadanya > telah dikenal pasti sebagai bahan penyebab kanser, antaranya ialah, > aseton (bahan untuk menanggalkan pengilat kuku), asid asetik (cuka), > ammonia (bahan pencuci tandas), arsenik (racun), butana (cecair alat > pemetik api), kadmium (bateri), karbon monoksida (asap dari ekzos > kereta), DDT / dieldrin (alat pembunuh pepijat), etanol (arak), > formaldehid (bahan pengawet katak mati), hexamine (alat pemetik api > untuk majlis jamuan), hidrogen sianida (racun), naftalena (ubat gegat), > nikotin (bahan pembunuh serangga), asid stearik (lilin) dan toluena > (bahan pelarut di industri). > > Rokok juga mengandungi sejenis dadah berbahaya. Ia bernama nikotin. BBC > News bertarikh 8 Februari, 2000 melaporkan, pakar-pakar perubatan dari > Royal College of Physicians UK (RCP) meminta agar pengawasan dan > tindakan yang lebih tegas diambil untuk mengawal ketagihan merokok. > Mereka mengatakan, nikotin yang terdapat di dalam rokok sebenarnya > adalah sejenis dadah berbahaya yang setanding dengan dadah heroin dan > kokain. Apabila seseorang menghisap rokok, dadah nikotin menyerap masuk > ke dalam darahnya dan mempengaruhi otak di dalam masa hanya 7 saat dan > apabila amalan ini berterusan, KETAGIHAN menguasai dirinya. > > Kini terdapat lebih daripada 1.2 bilion orang perokok di seluruh dunia. > Separuh daripada mereka dijangka akan meninggal dunia sebelum waktu yang > sepatutnya akibat menghidap pelbagai penyakit yang berpunca daripada > rokok. Mengikut laporan Berita Harian Online bertarikh 3 Jun 1997, pada > pertengahan abad ke-20, rokok membunuh lebih 60 juta manusia di negara > maju saja. Satu kajian oleh pakar ekonomi Bank Dunia menganggarkan > bahawa penggunaan tembakau menyebabkan kerugian global sebanyak AS $200 > bilion (RM 500 bilion) setahun. > > Sehubungan dengan ini, Surgeon General Amerika yang merupakan autoriti > tertinggi berhubung dengan polisi-polisi kesihatan di Amerika, telah > mengeluarkan sebuah laporan berhubung dengan bahaya merokok pada tahun > 1964. Di dalamnya dimuatkan rumusan berhubung rokok dan bahayanya > berdasarkan lebih kurang 7000 kajian yang telah dilakukan sebelum itu. > Antara perkara yang dijelaskan ialah, penyakit-penyakit yang disebabkan > oleh rokok seperti sakit jantung dan barah paru-paru, telah menjadi > punca 400,000 kematian di kalangan golongan dewasa di Amerika setiap > tahun. Sejak laporan Surgeon General Amerika itu dikeluarkan, > dianggarkan 10 juta orang telah meninggal dunia disebabkan penyakit yang > berpunca dari amalan merokok. Antara penyakit itu (di samping barah > paru-paru dan penyakit jantung) ialah, radang saluran pernafasan > (chronic bronchitis), kanser secara umum (kanser mulut, kerongkong, > esofagus dan peti suara), di samping kesan ke atas kandungan serta bayi > dalam kandungan, seperti kelahiran tidak cukup bulan, risiko keguguran > dan bayi mati sebelum atau selepas dilahirkan. > > Pada tahun 2004 Surgeon General Amerika mengeluarkan satu lagi laporan > berkaitan dengan rokok, iaitu 2004 Surgeon General's Report—The Health > Consequences of Smoking. Ia menunjukkan hampir kesemua organ dalam badan > manusia menerima padah kesan daripada merokok. Penyakit-penyakit yang > dikenal pasti berpunca daripada tabiat merokok telah bertambah > berbanding yang sebelumnya. Antara penyakit yang baru itu ialah > aneurisme aorta bahagian abdomen (aneurisme ialah bengkak atau gelembung > pada pembuluh darah arteri), penyakit selaput mata atau katarak, barah > serviks, barah buah pinggang, barah pankreas, barah perut, radang > paru-paru (pneumonia) dan radang tisu serta struktur yang mengelilingi > gigi (periodontitis). > > Pada tahun 2006 pula, satu lagi laporan dikeluarkan oleh Surgeon General > Amerika, iaitu The Health Consequences of Involuntary Exposure to > Tobacco Smoke: A Report of the Surgeon General. Ia memfokuskan kesan > negatif asap rokok (sama ada yang dihembus keluar oleh perokok atau asap > daripada puntung rokok) ke atas mereka yang tidak merokok. Asap ini > dikenali juga sebagai secondhand smoke. Laporan ini menunjukkan asap > rokok ini mengandungi lebih daripada 250 bahan kimia toksik yang boleh > menyebabkan kanser seperti formaldehid, benzena, vinil klorida, arsenik, > ammonia, dan hidrogen sianida. Ia menjadi punca kematian kepada ramai > bayi dan golongan dewasa yang terdedah kepada asap rokok ini. > > Malaysia dan Rokok > Laporan Buletin Umum Pusat Racun Negara, USM (PenawaRacun, bilangan 52, > Mac 2004), menunjukkan bahawa 14 peratus daripada remaja di seluruh > dunia adalah perokok. Di Malaysia pula lebih kurang 8 peratus daripada > 4.6 juta perokok adalah terdiri daripada kalangan remaja. Statistik ini > juga menunjukkan bahawa lebih kurang 50-60 remaja mula merokok setiap > hari. Kajian juga menunjukkan kadar merokok di kalangan Melayu Islam > adalah tertinggi iaitu 27.2 peratus berbanding Cina 16.7 peratus dan > India 15.6 peratus. Hal ini dilaporkan oleh bernama.com bertarikh 22 > September 2005. > > Kajian oleh Kementerian Kesihatan Malaysia pula mendapati kadar merokok > menyebabkan 10,000 kematian setiap tahun. Secara puratanya setiap batang > rokok yang dihisap akan memendekkan hayat seseorang itu selama 5 minit. > Di Malaysia, merokok menyumbang kepada lebih 10,000 kematian setahun; 30 > peratus daripadanya disebabkan 10 jenis kanser, iaitu paru-paru, mulut, > esofagus, tekak, pankreas, pundi kencing, buah pinggang, serviks, kolon > dan perut, 25 peratus kematian berpunca daripada sakit jantung dan 25 > peratus berpunca daripada strok. Negara mengalami kerugian kira-kira RM > 20 bilion setahun bagi menanggung kos rawatan dan kehilangan > produktiviti kesan daripada merokok. > > Tambahan daripada itu pembaziran yang berlaku kerana tabiat merokok > amat mengejutkan. Utusan Online bertarikh 25 September 2006 melaporkan, > rakyat Malaysia membelanjakan kira-kira RM 3 juta sehari atau RM 90 juta > sebulan untuk membeli rokok. > > Apakah Hukum Merokok? > Melihat kepada kemudaratan dan pembaziran yang disebabkan oleh rokok, > seperti yang dipaparkan sebelum ini, maka tidak ada hukum yang lebih > sesuai baginya melainkan HARAM. Antara ulama yang mengharamkannya ialah, > Syeikh Ahmad As-Sanhuri Al-Bahuti dan Syeikh Ibrahim Al-Liqani dari > Mesir, Syeikh Abdul Ghaith Al-Maliki dari Moroko, Syeikh Najmuddin bin > Badruddin dari Syria, Syeikh Ibrahim bin Jam’an dari Yaman, Syeikh Abdul > Malik Al-‘Isyami dan Muhammad bin ‘Alamah dari Mekah dan Madinah, dan > ramai lagi. Dr. Yusuf Qardawi di dalam Fatawa Mu’asirat telah berkata, > “Dari penjelasan yang telah diberikan, saya berpendapat, pandangan yang > menghalalkan merokok tidak dapat diterima sama sekali malah pendapat > sebegitu boleh dianggap sebagai salah. Justeru, kita hanya mempunyai dua > pilihan hukum: makruh ataupun haram.. (Berdasarkan kajian terkini), > penetapan hukum haram adalah lebih tepat di sudut alasan dan hujahnya”. > Penetapan hukum haram ini sudah pasti ada dalil dan hujahnya. Antara > dalil dan hujah itu ialah: > > Rokok Adalah Khabaith > Allah berfirman: “Dan dia (Rasul ) menghalalkan bagi mereka segala yang > baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk (khabaith).” > (Al-A’raf ayat 157) Ayat ini menunjukkan sesuatu yang khabaith (keji) > diharamkan oleh Islam. Imam Syafie mentafsirkan khabaith sebagai > ‘sesuatu yang diharamkan berdasarkan hujah syariat termasuk sesuatu yang > kotor dan keji’. Rokok yang mengandungi 4000 bahan kimia toksik dan > beracun sudah pasti termasuk dalam kategori ini. > > Rokok Melemahkan Dan Memudaratkan Diri > Merokok melemahkan umat Islam dan membawa kepada maut. Umat yang lemah > tidak akan mampu memperjuangkan maruah agama. Tambahan daripada itu > mereka yang merokok seolah-olahnya telah membunuh diri mereka sendiri. > Allah berfirman: “Jangan kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya > Allah Maha Pengasih kepadamu.” (an-Nisa ayat 29) Dalam sebuah hadis, > Ummu Salamah telah berkata, “Rasulullah melarang dari mengambil setiap > bahan yang memabukkan (muskir) dan yang melemahkan badan (muftir).” > (Ahmad dan Abu Daud) > > Rokok Memudaratkan Orang Lain > Asap rokok mendatangkan kemudaratan kepada orang lain dan Islam melarang > sebarang perbuatan yang boleh memudaratkan orang lain. Nabi bersabda: > “DILAKNAT seseorang yang mendatangkan kemudaratan kepada seseorang > mukmin dan menipunya.” (Riwayat Tirmizi) > > Rokok Membawa Kepada Pembaziran. > Rakyat Malaysia membelanjakan kira-kira RM 3 juta sehari atau RM 90 juta > sebulan untuk membeli rokok dan ini adalah satu pembaziran. Pembaziran > ditegah oleh agama. Allah berfirman: “Janganlah kamu membazir kerana > sesungguhnya mereka yang membazir adalah saudara-saudara syaitan.” > (Al-Isra ayat 27) > > Merokok Menguntungkan Musuh > Merokok melemahkan badan sekali gus melemahkan umat Islam dari > usaha-usaha dakwah dan jihad di jalan Allah. Di samping itu pembelian > rokok membantu untuk menjadikan musuh Islam kaya raya. Mereka boleh > menggunakan wang itu untuk menindas umat Islam. Allah telah berfirman: > “Dan janganlah kamu bertolong-tolongan di dalam perkara dosa dan > permusuhan.” (Al-Maidah ayat 2) > > Rokok Mengandungi Dadah Berbahaya > Rokok mengandungi nikotin dan nikotin sebenarnya adalah sejenis dadah > berbahaya yang setanding dengan dadah heroin dan kokain. Segala yang > memabukkan, termasuk dadah berbahaya, diharamkan oleh agama. Dalam > sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah., beliau berkata: > “Rasulullah melarang dari mengambil setiap bahan yang memabukkan > (muskir) dan melemahkan badan (muftir).” (Ahmad dan Abu Daud) > > Justeru, pada 23 Mac 1995, Muzakarah Jawatankuasa Fatwa, Majlis > Kebangsaan Hal Ehwal Islam Malaysia Kali Ke-37 telah memutuskan bahawa > tabiat merokok itu adalah HARAM menurut pandangan Islam. > > Oleh Dr. Danial b. Zainal Abidin > M.B.Ch.B., Universiti Iskandariah > > **______________________________________________** > > Demi Allah, Demi Rasul, Demi Islam Yang Tercinta.. > Subhanallah Wallhamdulillah Wala Ilaha Illallah Allahu Akhbar.. > > **______________________________________________** > > Terima Qaseh, > Wassalam.. > > Azri Al Aziz > [EMAIL PROTECTED] <mailto:kanda.azri%40yahoo.com> > Pesan daripada: > Al Ustazah Siti Nor Bahyah Mahamood bersama suami tercinta Al Ustaz Wan > Akashah Wan Abd Hamid - Duta Kehormat Ana > "Bagi Anda Yang Cintakan Dunia Dakwah & Perniagaan Muslim, Kami > Menjemput Anda Bersama Kami.." > > Jemput serta jemaah kami di > Ana - Mutiara Muamalah Ummah > > Al Fatihah > Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.[1] > Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan > sekalian alam. [2] > Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. [3] > Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat). [4] > Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah > sahaja kami memohon pertolongan.[5] > Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus.[6] > Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada > mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai, dan bukan > pula (jalan) orang-orang yang sesat. [7] > > Al Baqarah (Ayat Kursi) > Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. > Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Tetap > hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya). > Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di > langit dan yang ada di bumi. > Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya > melainkan dengan izinNya. > Yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di > belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari > (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu > kepadanya). > Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi; > dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara > keduanya. > Dan Dia lah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar > (kekuasaanNya) [255] > Surah An Nur (Ayat 31)Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang > beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang > haram), > dan memelihara kehormatan mereka; > dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang > zahir daripadanya; > dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala > mereka; > dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan > kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau > anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara > mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak > bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan > Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki > yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak > yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; > dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa > yang tersembunyi dari perhiasan mereka; > dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang > beriman, supaya kamu berjaya. > Surah Al Ahzab (Ayat 59) > Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta > perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi > menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian > lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) > maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha > Pengampun, lagi Maha Mengasihani. > > Surah At Tahrim (Ayat 6) > Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu > dari neraka yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu (berhala); > neraka itu dijaga dan dikawal oleh malaikat-malaikat yang keras kasar > (layanannya); mereka tidak menderhaka kepada Allah dalam segala yang > diperintahkanNya kepada mereka, dan mereka pula tetap melakukan segala > yang diperintahkan. > Al Ikhlas > Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. > Katakanlah (wahai Muhammad): "(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa; [1] > "Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang > hajat; [2] > "Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; [3] > "Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya".[4] > > Al Falaaq > Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. > Katakanlah (wahai Muhammad); "Aku berlindung kepada (Allah) Tuhan yang > menciptakan sekalian makhluk, [1] > "Dari bencana makhluk-makhluk yang Ia ciptakan; [2] > "Dan dari bahaya gelap apabila ia masuk; [3] > "Dan dari kejahatan makhluk-makhluk yang menghembus-hembus pada > simpulan-simpulan (dan ikatan-ikatan); [4] > "Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan > dengkinya".[5] > > An Naas > Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. > Katakanlah (wahai Muhammad): "Aku berlindung kepada (Allah) Pemulihara > sekalian manusia. [1] > "Yang Menguasai sekalian manusia, [2] > "Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia, [3] > "Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, [4] > "Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, [5] > "(Iaitu pembisik dan penghasut) dari kalangan jin dan manusia". [6] > > Amin Ya Rabbal ‘Alamin.. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > ------------------------------------ > > === > Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS > > Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel) > Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari > > Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 > http://www.media-islam.or.idYahoo <http://www.media-islam.or.idYahoo>! > Groups Links > > ------------------------------------ === Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel) Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 http://www.media-islam.or.idYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

