sumber : http://www.scc-batam.org/index.php/Shalat/Shalat-sambil-baring-harus-menghadap-qiblat.html
Pertanyaan kepada team asatidz Sharia Consulting Center (SCC) Kota Batam bisa dikirimkan ke : [EMAIL PROTECTED] ================================================================================ Shalat sambil baring, harus menghadap qiblat? *Tanya* Assalamu'alaikum. Kaki kanan saya habis dioperasi kecil. kata dokter, tidak boleh kena air. maka saya berencana akan melakukan tayamum. apa hal ini dibolehkan? lalu karena operasi ini, saya pun sulit klo harus sholat berdiri, maka saya berencana akan melakukan shalat sambil tidur. lalu bagaimana posisi menghadap kiblat dalam konteks sholat sambil posisi tidur? /jazakumullah khayran katsiran/ eRRy --Surya Erlangga Kusuma-- 0856 2124 xxx; 0813 21 566 xxx *Jawab* /Wa’alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh./ /Bismillah…/ *Pertama,* Anda cukup bertayammum, tanpa harus mengusap bagian yang diperban, karena tayammum adalah pengganti wudhu dan mandi ketika tidak mampu menggunakan air, tidak mampu menggunakan air itu banyak macamnya, bisa karena airnya memang tidak diketemukan, padahal sudah berusaha mencari kemana-mana, air terlalu dingin dan cukup membahayakan kesehatan, sementara tidak ada alat pemanasnya, atau bisa juga karena salah satu organ tubuh kita sakit, yang kalau kita gunakan air akan menyebabkan bertambah parahnya penyakit atau memperlambat kesembuhan, apakah berdasarkan analisa dokter ataupun berdasarkan pengalaman (Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq, juz 1) Adapun mengusap bagian yang diperban tidak perlu dilakukan, karena riwayat mengusap perban dinyatakan lemah oleh banyak ahli hadits, seperti: /Riwayat dari Jabir, dia berkata:/ ”Kami pernah mengadakan safar, ada seorang sahabat kami yang tertimpa batu hingga terluka kepalanya, lalu dia mimpi basah dan bertanya kepada para sahabatnya, "Apakah kalian memandang ada /rukhshah/ (keringanan) padaku untuk bertayammum?" Mereka menjawab, "Menurut kami engkau tidak mendapatkan keringanan selagi engkau mampu menggunakan air." Diapun mandi lalu meninggal dunia. Tatkala kami datang kepada Rasulullah, beliau dikhabarkan dengan peristiwa tadi kemudian beliau bersabda,Mereka telah membunuhnya, maka Allah akan mematikan mereka. Mengapa mereka tidak bertanya bila tidak mengetahuinya? Karena obat kejahilan adalah bertanya. Cukup baginya bertayammum, /diperban atau membalutkan kain pada lukanya, lalu mengusapnya dan membasuh bagian tubuh lainnya/.” (HR. Abu Dawud dan ad-Daruquthni) tetapi hadits ini didha’ifkan oleh al-Baihaqi, Ibnu Hajar dan lain-lain. Tapi Syaikh al-Albani mengatakan haditsnya /hasan/, tanpa tambahan kalimat: diperban…. tambahan ini lemah dan munkar, karena jalur periwayatannya lemah dan menyendiri. (Tamamul Minnah, al-Albani) /Riwayat dari Ali, dia berkata: / ”salah satu pergelangan tangan saya retak, maka saya bertanya kepada Rasulullah, kemudian beliau menyuruh saya mengusap pembalutnya.” al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan dalam kitab Bulughul Maram: hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad yang sangat lemah. /Riwayat dari Ibnu Umar,/ bahwa nabi membasuh perban, dikeluarkan oleh ad-Daruquthni dan katanya: ”Abu ’Amarah (salah satu perawinya)sangat lemah dan hadits ini sebenarnya tidak disandarkan kepada nabi.” *Kadua,* posisi idealnya anda berbaring diatas lambung kanan menghadap qiblat, kalau memang memungkinkan, anda boleh telentang saja dengan menjulurkan kaki mengarah kekiblat. Dari Imran bin Hushain ra berkata: aku menderita ambient, maka aku bertanya kepada nabi saw tentang cara shalat? Beliau berkata: ”shalatlah berdiri, jika tidak mampu maka duduk, jika tidak mampu maka berbaring miring ke sebelah kanan.” (HR. Bukhari,no. 1117) Dalam riwayat An-Nasa’i ada tambahan : “jika engkau tidak bisa, boleh sambil terlentang”. dan kalau memang tidak bisa dilakukan anda boleh baring dalam kondisi apapun sesuai dengan kadar kemampuanmu, demikian pula ketika anda susah untuk menghadap qiblat, maka gugurlah kewajiban menghadap kiblat, karena Allah membebani hamba-Nya sesuai dengan kadar kemampuannya. Alla SWT berfirman: ”Maka bertakwalah kalian kepada Allah semampu kalian.” [At-Taghabun : 16]. /Wallahu a’lam bish-shawab/ /Washallallahu wasallama ’ala Rasulillah wa ’ala alihi washahbihi ajma’in./ Abu Hasan, Lc ------------------------------------ === Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel) Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 http://www.media-islam.or.idYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

