Assalamualaikum wr.wb..
   
  Ikhwanul muslimin & muslimah. Memang kita semua prihatin dan sedih atas 
kejadian ini dan inilah yang memang dikehendaki oleh musuh-musuh islam dan 
"bodohnya" kita ini mau pula di adu domba...(astaghfirullah 'al azhim").
   
  Padahal sudah jelas-jelas dalam surat Al Baqaroh ayat 120. Allah berfirman 
  "Orang-orang Yahudi dan Masrani tidak akan senang kepada kamu (kita ummat 
muslim ini) hingga kamu mengikuti agama (perilaku, kebiasaan,kekuasaan, tata 
cara dll) mereka. Ayat ini ditutup dengan peringatan Allah yang mengatakan 
"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar. Dan sesungguhnya jika 
kamu mengikuti kemauan mereka (tata cara, hukum, pola pikir dll) setelah 
pengetahuan datang kepada mu (Al Islam), maka Allah tidak lagi mennjadi 
pelindung dan penolong bagi mu.".
   
  Jadi ini memang strategy mereka, apalagi pihak Kedubes AS sudah ikut2an 
menyuarakan pembubaran FPI. 
   
  Nah..yang makin menyedihkan memang kalangan intelektual islam bisa jadi 
pembela Ahmadiyah.. sebenarnya hal ini tidak perlu heran karena seperti dalam 
Surat A'raf ayat 179 Allah berfirman :
"Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan 
manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (yang 
benar) ayat-ayat Allah, mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk 
melihat (dengan hati yang dalam) tanda-tanda kekuasaan Allah (termasuk 
kebenaran tentunya) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya 
untuk mendengar (ayat-ayat) Allah. MEreka itu seperti binatang ternak bahkan 
mereka itu lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang merugi.".
  
Jadi itulah, mereka punya Ilmu yang tinggi, professor, doktor dll dengan 
seabrek gelar, tetapi tidak digunakan untuk memahami dengan benar ayat-ayat 
Allah. Mungkin ini sudah sunnahtullah, karena dalam QS 42 ayat 46 di akhir 
ayat...."dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidaklah baginya sesuatu 
jalanpun (untuk mendapat petunjuk). Naudzubillahi mindzalik.
   
  Apalagi semua media sangat terlihat mendukung kegiatan "mereka" ini. dan 
termasuk yang saya sayangkan adalah Republika sebagai (yang saya anggap) salah 
satu media menyuarakan islam. Di beberapa artikelnya pada kolom resonansi di 
isi oleh orang-orang mereka yang dapat membentuk opini yang menyesatkan, 
termasuk Resonansi pada hati Selasa lalu. Yang sangat mengaburkan akar 
permasalahan sebenarnya...
   
  Untuk itu mari kita sama-sama berdoa agar Allah akan menunjukkan yang benar 
itu benar dan "....sesungguhnya yang bathil adalah sesuatu yang pasti lenyap... 
Kebenaran telah datang dan yang bathil itu tidak akan memulai dan tidak pula 
akan mengulangi (QS. Al Isra 81 dan QS Sabba:49),  sekaligus kita berdoa agar 
Allah dapat mempersatukan hati kaum muslimin (sekaligus membangkitkan semangat) 
untuk kembali melawan kebathilan.
  
Wallahu'alam bisshowab..
   
  Wassalam
   
   
   
   
  Indra SH. Daroesman
   
   
  
cahyo nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Assalamu'alaikum wr.wb.
Sedih sekali melihat umat Islam diadu domba seperti ini. Jelas sekali, ada 
skenario untuk mengadu domba umat Islam dalam bentrokan ini. Terlebih lagi, ada 
beberapa ulama dari organisasi Islam ternama dalam aksi mendukung Ahmadiyah 
ini. Yang membuat saya sedih adalah:
1. Di saat perayaan penjajahan Israel atas Palestina, ulama tersebut datang 
sebagai undangan. Dan di sisi yang lain, "diperingatkan dengan kekerasan" agar 
tidak membela Ahmadiyah, ikutan protes juga. Lha apa gak inget pas dateng 
merayakan penjajahan atas Palestina, berarti juga sudah merayakan terjadinya 
kekerasan atas rakyat Palestina? Koq gak protes dengan kekerasan Israel atas 
Palestina?
2. Semakin gencarnya media untuk mendiskreditkan Islam, sebagai suatu gerakan 
yang anarkis yang radikal di Indonesia. Setau ana, siapapun yang menggunakan 
kekerasan pertama kali adalah seorang pecundang. Terpancingnya emosi FPI 
dan/atau LPI, justru menjadi kerugian di satu sisi bagi umat Islam. Karena, 
kelembutan dalam berdakwah sudah tercemar. Bahayanya adalah, terbentuknya opini 
di kalangan Islam sendiri yang jadi semakin resisten terhadap gerakan dakwah 
dan Islam. Terlebih, umat Islam yang ammah dalam pengetahuan Islam akan menelan 
mentah-mentah informasi yang disajikan oleh media, dan semakin menjauh untuk 
lebih mendalami ajaran Islam.
3. Pemerintah terlalu lambat dalam mengambil keputusan, sehingga konflik antara 
Ahmadiyah dan umat Islam semakin merambah kepada ranah politik dan instabilitas 
bangsa.
Kemudian, sikap AKK-BB dengan mengundang komponen non-Islam, berarti memang 
mengakui bahwa Ahmadiyah bukanlah bagian dari Islam. Kalau memang menginginkan 
Ahmadiyah menjadi bagian dari Islam, yah untuk apa bawa-bawa umat non-Islam. 
Unjuk rasa yang mereka lakukan, adalah omong kosong besar yang bertujuan untuk 
memaksakan keinginan mereka dalam kebebasan berpendapat. Dan ketika mereka 
kesakitan, mereka berteriak seperti habis dicincang. Dan ketika orang lain 
berteriak karena tindakan mereka memaksakan kebebasan berpendapat, mereka 
berdalih orang tersebut tidak demokratis dan menindas HAM. Sungguh terlihat 
bodoh pendapat mereka yang justru lebih sering diliput oleh media massa dan 
memaksakan kehendak dibalik kedok HAM, liberalisme dan demokrasi.
Kembali teringat pada sebuah firman Allah pada Ali Imran ayat 104, "Dan 
hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, 
menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar". Apakah menggunakan 
kekerasan termasuk seruan kepada kebajikan? Mungkin iya, mungkin tidak. 
Wallahu'alam. Hanya saja, bagaimanapun juga, yang pertama kali melakukan 
kekerasan adalah pihak yang kalah dalam perang pemikiran, emosi maupun di mata 
hukum.
Apa solusinya? Opini ana, sebaiknya kita bersikap tenang dalam menyikapi hal 
ini. Para ulama dari pihak FPI dan Gerakan Anshor harus bertemu, bermusyawarah, 
dan kembali berangkulan. Bukankah hal ini sudah diingatkan langsung melalui 
firman Allah pada Ali Imran ayat 103 ".. dan janganlah kamu bercerai berai..." 
Kita jangan mendahului pihak yang sedang memiliki masalah. Ada baiknya, kita 
bersama-sama mengingatkan agar mereka bersatu kembali. Setelah mereka yang 
bertikai tersebut bermaaf2an dan berangkulan, baru kita bersama-sama lagi 
menghadapi kaum liberal, ahmadiyah, dan kaum-kaum lainnya yang memusuhi umat 
Islam. Dan kembalikan lagi fungsi media massa, sebagai pemberi informasi yang 
akurat, berimbang, adil dan tidak menyesatkan.
Sungguh, yahudi dan nasrani sedang bergembira di saat ini melihat dua 
organisasi massa Islam bertikai. *sedih*
Wallahu'alam. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
Wassalamu'alaikum wr.wb.


----- Original Message ----
From: A Nizami 
To: syiar-islam ; sabili ; padhang-mbulan 
; Saksi ; Forsimpta 
Sent: Tuesday, June 3, 2008 3:45:18 PM
Subject: [syiar-islam] Membela Kesesatan dan Memerangi Muslim? Pemuda Ansor 
Siap Memerangi FPI


Prihatin juga melihat berita Pemuda Ansor yang katanya di bawah NU siap 
memerangi FPI yang baru2 ini memukuli kelompok yang membela aliran sesat 
Ahmadiyah?

Mengapa aliran sesat dibela dan sesama Muslim justru akan diperangi? Itukah 
akhlak seorang muslim?

Padahal Allah melarang ummat Islam berpecah belah dalam menghadapi kelompok 
sesat:

Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang 
munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan 
usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada 
orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, 
sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya." 
[An Nisaa':88]

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: 
Abul Qasim saw. pernah bersabda: Barang siapa yang menghunuskan senjata ke arah 
saudaranya, maka malaikat akan terus mengutuknya sampai ia melepaskannya 
meskipun dia itu adalah saudara kandungnya sendiri. (Shahih Muslim No.4741)

Saya khawatir jika AS dan Israel mendanai sekelompok Islam hanya untuk 
memecah-belah dan membunuh Muslim lainnya.

http://hidayatullah .com/index. php?option= com_content& task=view& 
id=6953&Itemid= 65
FPI Tak Gentar, Ansor Siap “Perang”, Siapa untung? Cetak halaman ini Kirim 
halaman ini melalui E-mail
Senin, 02 Juni 2008
Pemuda Ansor siap “perang”. Front Pembela Islam (FPI) tak gentar menghadapinya. 
Siapa yang menang? Yang menang adalah "para pecundang"!

Hidayatullah. com--Gerakan Pemuda Ansor, sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU), 
siap “perang” dengan FPI. Pernyataan ini disampaikan Sekjen GP Ansor Abdul 
Malik Haramain di Jakarta, Senin siang.

Menurut Abdul Malik, Ansor siap membubarkan paksa Front Pembela Islam (FPI) 
jika pemerintah enggan membubarkan organisasi pimpinan Habib Rizieq Shihab itu.

"Kalau pemerintah tidak tegas maka GP Ansor bersama elemen lain akan 
merencanakan langkah pembubaran paksa FPI," kata Sekjen GP Ansor Abdul Malik 
Haramain.

"Pelaku kekerasan, FPI, harus dibubarkan karena telah berperilaku barbar di 
negara demokratis," tandasnya.

Sementara itu, pihak FPI mengaku hal sama. Ketua Front Pembela Islam (FPI), 
Habib Rizieq Shihab menyatakan dirinya tidak gentar dengan berbagai ancaman 
terhadap organisasinya. Dan ancaman kelompok tertentu untuk membubarkan FPI.

Rizieq bahkan menyerukan setiap Laskar Islam di seluruh Indonesia untuk siap 
berperang melawan Ahmadiyah dan para pendukungnya. Rizieq juga mengatakan, 
tidak akan rela jika ada anggotanya ditangkap, sebelum SKB tiga menteri tentang 
pelarangan Ahmadiyah dikeluarkan.

Pernyataan Habib Rizieq disambut sahutan takbir pengunjung acara jumpa pers di 
Markas FPI, Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, 12.30 WIB, (2/6), Senin siang.

Jika “perang” dua sayap organisasi Islam ini terjadi, siapa kira-kira yang 
untung dan menang? 

Menurut pengamat komunikasi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Aswar Hasan, 
yang menang adalah yang berharap mereka "berperang".

“Yang menang adalah mereka yang telah berharap bentrokan ini terjadi. Dan 
itulah yang diharapkan,” katanya.

Lebih jauh, Aswar menilai, seharusnya kedua belah pihak melihat akar persoalan 
yang terjadi. Bukan melihat kejadian di permukaannya. Andaikata salah satu yang 
menang, mereka tetap tak akan dianggap pahlawan. [surya/cha/www. hidayatullah. 
com]

===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://www.media- islam.or. id atau 
http://syiarislam. wordpress. com






[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS

Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel)
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 
http://www.media-islam.or.idYahoo! Groups Links





       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke