MUI Blitar Usut Juz Amma Sesat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Blitar menemukan buku berisi kumpulan Juz Amma
karya Ust Zawawi Hasan yang dinilai agak menyesatkan.

Polisi akan menyelidiki hasil temuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Blitar
mengenai buku berisi kumpulan surat Al-Quran (Juz Amma) yang diduga salah
tulis dan menyesatkan. Sebab, jika tidak ditindaklanjuti Juz Amma karya Ust
Zawawi Hasan itu dikhawatirkan akan meresahkan umat. Hal ini disampaikan
Kabag Bina Mitra Polresta Blitar AKP Susetyo Budi Utomo, Jumat (13/6)
kemarin.

"Sebagai langkah awal, kita akan koordinasi dulu dengan semua lembaga
terkait, terutama MUI. Kalau memang perlu disegel, tentu akan kita segel,"
ujarnya.
Kendati menyatakan segera mengambil langkah konkrit, perwira polresta ini
mengaku belum mendapat laporan resmi dari MUI. "Resminya kita belum dilapori
MUI atau lembaga terkait. Namun kita juga sudah mendengarnya," terangnya.

Seperti diketahui, di Blitar telah beredar ratusan buku Juz Amma yang salah
penulisan. MUI awalnya menemukan secara tak sengaja dari beberapa anak yang
sedang mengaji. Setelah dicek di beberapa toko buku, Juz Amma terbitan CV
Anugerah Surabaya itu sudah beredar luas. Bahkan peredarannya sudah sampai
pada jamaah pembaca Al-Quran. Dari sisi ekonomis, harga Juz Amma ini lebih
murah dibanding Juz Amma lainya. Satu eksemplarnya Rp2.500-3.000. Sementara
Juz Amma pada umumnya mencapai harga Rp 8.000-9.000.

Sekretaris umum MUI Blitar Achmad Su'udy mengatakan, ada sebanyak 80
kesalahan dalam 25 surat yang ditulis dalam Juz Amma karya Ust Zawawi Hasan
tersebut. Misalnya adanya ayat yang seharusnya ada ada huruf alif, namun
dalam surat itu tidak ada. Dan menurutnya kesalahan ini akan mempengaruhi
terjemahannya.
Artinya, secara harafiah tidak sama seperti apa yang ditulis dalam kitab
suci Al-Quran, meski pada terjemahan bahasa Indonesianya sama. MUI Blitar
sendiri sudah berkirim surat ke MUI eks-Karsidenan Kediri dan MUI Jawa
Timur. Harapannya, Juz Amma yang bisa membingungkan umat ini segera ditarik
dari pasaran.

"Namun yang menjadi kendala kita, dalam buku Juz Amma ini tidak dicantumkan
alamat penerbitnya. Karena rencana kita biarlah pihak penerbit sendiri yang
menariknya, karena mereka yang mengeluarkan," ujar Achmad Su'udy.
Sementara Kabag Bina Mitra Susetyo Budi Utomo mengimbau semua pihak untuk
mengambil langkah yang sejuk dalam menyelesaikan pers. (fkr/mui)

source : http://muslimdaily.net


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke