13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan
Oleh: DR. Amir Faishol Fath <http://www.dakwatuna.com/author/ustadz>
*

dakwatuna.com - *Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga
mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya.
Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga
harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai
seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih
baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di
dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat
berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum
wanita. Semoga bermanfaat.

*
Pertama, Tidak Punya Visi*


Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas.
Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan
mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa':1 Allah swt. Berfirman: *"Hai sekalian
manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri
yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada
keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu
saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.
Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu".* Dalam ayat ini Allah
dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk
bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang
Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar
ditaati.


Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para
suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa
demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah.
Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti
di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian
para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw.
bersabda: *"Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh
yang tersisa." *

*
Kedua, Kasar*


Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk
yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat
laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk
menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti
talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui
dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan
para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah
lembut: *Wa'aasyiruuhunna
bil ma'ruuf* (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An
Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang
baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.


Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai
dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan.
Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat
bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus
belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang
yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang
manusia yang merdeka.

*
Ketiga, Sombong*


Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena
kesombongannya. *Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin* (Al Baqarah:34).
Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah
hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: *"Kesombongan
adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan
neraka."*Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat
bertentangan dengan
kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai
suami sombong.


Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa
segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa
istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat
bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam
mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun.
Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang
suami.

*
Keempat, Tertutup*


Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang
tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila
hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar
tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi
salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan
betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari
mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa
dikesampingkan.


Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah.
Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya
ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya.
Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang
mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja
pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum
wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu
tertutup ini.

*
Kelima, Plinplan*


Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian.
Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya
sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang
sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan
penuh keyakinan. Inilah salah satu makna *qawwam* dalam firman Allah:
*arrijaalu
qawwamuun alan nisaa'* (An Nisa':34).

*
Keenam, Pembohong*


Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong.
Tidakmau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat
pasti akan
jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi
menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman.
Dalamsebuah hadits Nabi pernah ditanya:
*hal yakdzibul mukmin* (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab:
Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap
yangbertentangan dengan iman itu sendiri.


Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami.
Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan
lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri
seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena
tidaksanggup hidup dengan para sumai pembohong.

*
Ketujuh, Cengeng*


Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar
Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis
bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur'an. Namun
dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat
tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para
pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.


Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan.
Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah
dalamarti penuh semangat dan
tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan
hidup.

*
Kedelapan, Pengecut*


Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut
(a'uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi
sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena
sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya
tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal
pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika
terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah
yangpertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.


Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang
pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan
nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.

*
Kesembilan, Pemalas*


Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap
malas: *allahumma inni a'uudzubika minal 'ajizi wal kasal* , kata
*kasal*artinya malas. Malas telah membuat seseorang
tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan
seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan
terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab
keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah
permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena
malasnya seorang suami.

*
Kesepuluh, Cuek Pada Anak*


Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari
itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita
menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan
bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw.
Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan
Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya.
Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang
bermain-main di atas punggungnya.


Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan
bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat
tidak disukai para wanita.

*
Kesebelas, Menang Sendiri*


Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga
seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu
merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam
ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar
beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami.
Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya.
Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya
merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah
dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri
ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah
mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.

*
Keduabelas, **Jarang Komunikasi*


Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar
rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah
denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil
menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi
adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.


Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh
suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau
tidakdibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami
yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.

*
Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum *


Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi
adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya
selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat
menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami
rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri
mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum,
orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu
bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh
sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya
sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu
a'lam


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke