Assalamualaikum Wr.Wb. Saya sangat sependapat dengan apa yang pak Nizami katakan. itu sebuah ide yang bagus sekali, sangat inspiratif. namun ada sedikit pendapat yaitu: apa yang telah FPI lakukan juga tidak salah. karena kemampuan saat ini yang ada hanya itu (baru segitu adanya) sedang kemaksiatan sudah didepan mata harus ada yang mau ber amar makruf nahi mungkar. kalau harus menunggu presidennya terpilih dari orang Islam yang benar dulu, Pemerintahan Islam dulu dsb... dikhawatirkan tidak akan tercapai karena mereka keburu jadi kuat dan masyarakat keburu terjangkit penyakit maksiat tersebut. jadi sekarang perlu ada yang berani bertindak sebatas kemampuan yang ada.
Untuk kelompok semacam ahmadiyah memang perlu dirangkul jangan dimusuhi dulu tapi mungkin ada cara atau ide yang lebih baik lagi. bukan dengan cara sholat di tempat mereka. karena beresiko kita yang terhasut mereka bukannya kita yang bisa mengajak mereka. (selain itu apa boleh kita sholat berimamkan seorang Ahmadiyah?) mohon maaf jika kurang berkenan Wassalamualaikum Wr. Wb. On 6/20/08, Erwin Firyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu'alaikum wr wb > > Saya sependapat dengan rekan-rekan disini, ke depannya mungkin kita harus > menggunakan cara-cara yang sedikit halus dan persuasive misalnya, > sebagaimana kita ketahui aliran ahmadiyah dan aliran-aliran sesat lainnya > itu khan selalu ekslusif,mereka punya mesjid sendiri, komunitas sendiri dll > yang serba sendiri. Usul saya, gimana kalau kita atau warga di sekitar > lokasi ahmadiyah tersebut berusaha membaur dan ikut sholat di mesjid mereka, > mengadakan pengajian selepas sholat di mesjid mereka, pertemuan dll yang > sifatnya umum, yah kita jadikan sebagaimana mesjid-mesjid umat islam > lainnya. > > Saya gak yakin kalau mereka akan mengusir kita karena kita khan sholat dan > mengaji disitu tidak ada larangan dalam islam utk melarang sholat di mesjid. > Meskipun ada yang bilang setelah kita sholat disitu tempat sholat kita akan > di cuci dan di el gak masalah..kalau kita tiap hari 5 kali sehari semalam > dst disitu..lama-lama mereka akan luluh juga dan sadar.. > > Kita jangan menampakan kebencian kita..tapi kita rangkul mereka agar > kembali ke jalan yang lurus..yah..ini hanya sekedar usulan. Dan usahakan > kita berbaur secara beramai-ramai disana. > > Mohon maaf jika kurang berkenan > > Wassalamualaikum wr wb > > From: [email protected] <syiar-islam%40yahoogroups.com> [mailto: > [email protected] <syiar-islam%40yahoogroups.com>] On Behalf Of > A Nizami > Sent: 19 Juni 2008 16:29 > To: [email protected] <syiar-islam%40yahoogroups.com>; > [EMAIL PROTECTED] <sabili%40yahoogroups.com>; > [EMAIL PROTECTED] <padhang-mbulan%40yahoogroups.com> > Subject: [syiar-islam] FPI vs Ahmadiyah: Introspeksi Kelemahan Ummat Islam > > Assalamu'alaikum wr wb, > Meski saya tetap mendukung perjuangan FPI dan juga rekan2 > lainnya dalam memberantas aliran sesat, namun ada baiknya juga kita > mengingat > ayat-ayat Al Qur'an dan sunnah Nabi sehingga kita terhindar dari > kebinasaan. > > Memang betul bahwa Nabi memerintahkan kita untuk mencegah > kemungkaran dengan tangan kita, jika tidak sanggup dengan lisan. Jika tak > sanggup juga dengan hati. > > Tapi ada baiknya juga kita pelajari strategi Nabi pada zaman > dahulu. Ketika Nabi lemah, meski Nabi dan para sahabat disiksa oleh kaum > kafir > Mekkah, mereka menahan tangan mereka dari berjihad melawan orang yang > menganiaya mereka: > > "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada > mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan > tunaikanlah zakat!" [An Nisaa':77] > > Setelah itu mereka hijrah ke Madinah dan membentuk kekuatan > sendiri, yaitu negara Islam di Madinah. Ketika diserang, mereka membela > diri > pada perang Badar, Uhud, dan Khandaq. > > Baru ketika benar-benar kuat mereka taklukkan Mekkah tanpa > kekerasan karena kaum kafir gentar dengan kekuatan kaum Muslimin. > > Artinya Nabi dan para sahabat mencegah kemungkaran dengan > tangan sebagai penguasa/aparat. Bukan sebagai rakyat. Oleh karena itu tidak > ada > yang menangkap Nabi karena Nabilah pemimpin negara. > > Sebab itu ada baiknya para aktivis Islam yang hendak > mencegah kemungkaran dengan tangan masuk jadi polisi, jadi Kapolri, bahkan > jadi > Presiden. Sehingga bisa mencegah kemungkaran tanpa ada yang bisa menangkap. > Karena merekalah penguasa. Merekalah penegak hukum. > > Tentu saja strategi ini akan dihalang-halangi oleh kelompok > macam AKKBB yang terdiri dari Islam Liberal dan Non Muslim yang didukung > oleh > AS dan sekutunya. > > Kemudian dalam memerangi kemungkaran hendaknya kita tetap > santun dan tidak kasar. Karena jika kasar, jangankan Non Muslim, Muslim > yang > awam boleh jadi akan membenci kita. Menjauh dari kita: > > "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah > lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, > tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah > mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka > dalam > urusan itu " [Ali 'Imran:159] > > Kemudian ummat Islam sangat lemah di bidang media. Akibatnya > pemberitaan dikuasai oleh kelompok Liberal dan Non Muslim. Sebagai contoh > Rupert Murdoch, Konglomerat Media Yahudi sudah membeli StarAntv dan TVOne. > Tak > heran jika FPI dan MUI jadi bulan-bulanan media massa tsb. > > Sedangkan FPI saya lihat jangankan TV, blog saja tidak > punya. Ketika saya google dengan key words FPI Front Pembela Islam, yang > ada > hanya blog gratisan: > fpi-frontpembelaislam.blogspot.com > > Itu pun bisa jadi > yang membuat hanya simpatisan saja. Bukan FPI! > > Padahal ummat Islam harus menguasai media agar ummat tidak > mendapat berita dari orang2 fasik: > > "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang > fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak > menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang > menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." [Hujuraat:6] > > Jadi kalau media mencitrakan buruk tentang Islam jangan > salahkan mereka. Itu memang sifat mereka. Yang patut kita perbaiki adalah > bagaimana ummat Islam bisa menguasai media. Alhamdulillah sudah ada media > seperti eramuslim.com dan hidayatullah.com. Tapi jumlah itu kurang dan > harus > diperbanyak bukan sekedar di web, tapi juga koran, radio, dan TV. Untuk TV > ada > TV Komunitas yang murah dengan biaya hanya Rp 60-500 juta saja ( > http://islamicbroadcasting.wordpress.com). > Sebagai contoh pengurus masjid Jogokariyan Yogya sudah berhasil membuat TV > Komunitas yang bisa menjangkau 200 ribu penduduk. > > Demikian sekedar masukan dari saya. > > Wassalamu'alaikum wr wb > > === > Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS > > Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 > > Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari > Telkomsel > Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau > http://syiarislam.wordpress.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ === Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel) Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

