Dari sisi agama AS mendanai jaringan Islam Liberal mau pun Non Muslim untuk mendangkalkan aqidah dan memurtadkan ummat Islam di Indonesia. Setelah Uni Soviet runtuh, Islam adalah musuh AS nomor satu.
Dari sisi ekonomi, AS mendanai berbagai LSM, oknum2 peneliti di berbagai universitas negeri ternama, serta memasukkan mantan pejabat Bank Dunia dan IMF (yang merupakan sponsor Globalisasi dan Sistem Ekonomi Neoliberalisme) untuk menguasai ekonomi Indonesia lewat program Privatisasi (Penjualan BUMN), Deregulasi (kenaikan harga / pencabutan "subsidi") sehingga perusahaan MNC AS bisa untung besar di sini, Perdagangan bebas, dsb. Dari migas, emas, perak, tembaga, dsb milik bangsa Indonesia yang dikelola perusahaan MNC AS, sekitar Rp 2.000 trilyun pertahun masuk ke kantong perusahaan AS tsb (PENA 98) === Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau http://syiarislam.wordpress.com ----- Original Message ---- From: riza aulia <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, June 23, 2008 2:53:44 PM Subject: [syiar-islam] Program-program Amerika untuk berhubungan dengan Dunia Islam (Part 1) Program-program Amerika untuk berhubungan dengan Dunia Islam Sebagai konsekuensi dari serangan teroris 11/9, banyak sumber daya dan perhatian yang dicurahkan pada keamanan fisik atas penduduk sipil Amerika dan wilayahnya. Pada saat yang sama, dengan pengakuan bahwa memerangi terorisme bukan hanya masalah mengadili kaum teroris dan mengurangi kapasitas mereka untuk bisa beroperasi saja, ada usaha untuk memahami dan menyebut akar-akar permasalahan dari terorisme. Dokumen dari Strategi Keamanan Nasional (The National Strategy Document) pada bulan September 2002 menguraikan konsep yang tepat atas keamanan yang menekankan pada konsekuensi- konsekuensi dari kondisi-kondisi internal negara-negara lain khususnya atas tidak adanya demokrasi. Tema ini diperkuat selama masa beberapa tahun kedepan, dari Laporan Komisi 11/9 kepada, barangkali yang paling dramatis, pidato resmi kedua Presiden Bush. Dalam serangkaian dokumen dan pidato-pidato yang bernilai tinggi dan penting, Agenda Pembebasan Presiden dapat dianggap sebagai sebuah strategi utama pada Perang Global terhadap Terorisme. Namun, konsensus mengenai bagaimana mengidentifikasi dan mendukung partner pada perang pemikiran belum tampak muncul. Secara khusus, tidak ada kebijakan Amerika yang tidak jelas untuk membantu membangun jaringan muslim moderat, walaupun pembangunan aktivitas jaringan itu berlangsung sebagai produk sampingan dari bantuan-bantuan program Amerika. Inti pendekatan yang kami ajukan adalah membuat jaringan muslim moderat sebagai sasaran yang jelas dari program-program Amerika. Pembangunan jaringan moderat dapat berlangsung pada tiga level: (1) menyokong jaringan-jaringan yang ada; (2) mengidentifikasi jaringan dan mempromosikan kemunculan dan pertumbuhannya; (3) memberikan kontribusi yang mendasar kondisi-kondisi pluralisme dan toleransi yang menguntungkan bagi perkembangan jaringan-jaringan semacam ini. Walaupun ada sejumlah program pemerintah AS yang berdampak pada dua level pertama, kebanyakan usaha-usaha yang dilakukan berlaku pada level ketiga, sebagian dikarenakan preferensi organisasi dan pada kenyataan bahwa di banyak bagian Dunia Islam hanya ada sedikit jaringan muslim moderat yang dapat dijadikan partner Amerika.Terlebih lagi, ketika mempromosikan formasi jaringan-jaringan moderat, Amerika Serikat harus melawan lingkungan sosio-politik yang represif maupun tingginya tingkat sentimen anti-Amerika di sebagian besar Dunia Islam. Kebanyakan, atau sebagian besar usaha-usaha pemerintah yang menjadi keprihatinan kita, berada pada kategori memajukan demokrasi, perkembangan sipil-sosial, dan diplomasi publik. Memajukan Demokrasi Melalui demokrasi tradisional, Amerika Serikat terlibat pada dialog antar negara dan telah memberikan insentif keahlian seperti The Millennium Challenge Account bagi negara-negara untuk bergabung dengan komunitas demokrasi. Baik secara bersama dan maupun sendiri, Amerika Serikat menekankan keuntungan karena mengadopsi nilai-nilai demokrasi atas kesamaan, toleransi, pluralisme, supremasi hukum, dan penghormatan atas hak-hak sipil dan hak-hak asasi manusia. Penekanan pada nilai-nilai demokratis ini mampu untuk ikut memberikan kontribusi bagi suatu lingkungan sosial dan politik yang memfasilitasi pembentukan jaringan-jaringan moderat. Terlebih lagi, baik Departemen Luar Negeri dan U.S. Agency for International Development (USAID) telah memiliki mandat bagi dilakukanya promosi demokrasi yang spesifik. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan kebijakan ini menjadi tindakan, Departemen Luar Negeri dan USAID telah membuat kontrak dengan LSM-LSM, khususnya the National Endowment for Democracy (NED), the International Republican Institute (IRI), the National Democratic Institute (NDI), the Asia Foundation, dan the Center for the Study of Islam and Democracy (CSID). Semuanya itu adalah organisasi nirlaba yang dibiayai oleh pemerintah AS. Walaupun program terbesar penyatuan dengan Dunia Islam masih jauh, Middle East Partnership Initiative (MEPI) menampilkan suatu usaha yang bernilai tinggi untuk mendobrak pendekatan-pendekat an standar sebelum 11/9. MEPI membuat struktur program-programnya dalam empat pilar tematik reformasi politik, reformasi ekonomi, pendidikan, pemberdayaan wanita dan secara langsung mendukung LSM-LSM lokal dengan dengan basis yang lebih inovatif dan fleksibel. Sebagai sebuah kantor yang baru di Biro Urusan Timur Dekat pada Departemen Luar Negeri (Department of States Bureau of Near Eastern Affairs - NEA), MEPI dirancang untuk merubah pendekatan konvensional pemerintah-ke- pemerintah dengan cara mengandalkan LSM-LSM Amerika, sebagai kontraktor yang menerapkan kebijakan, untuk memberikan hibah dalam jumlah kecil secara langsung pada LSM-LSM lokal yang berada dalam kerangka kerja keempat pilar tadi. Pada tahun 2004, Amerika Serikat, bersama dengan partner-partnernya yang berada dalam kelompok delapan kepala negara dengan kekuatan ekonomi utama (G8), berusaha untuk menyuntikkan suatu pendekatan multilateral dengan peluncuran badan yang bernama Broader Middle East and North Africa Initiative (BMENA) . Di musim panas tahun 2006 BMENA melakukan usaha untuk membuat replikasi model dari The Asia Foundation LSM yang paling sukses dalam mempromosikan program-program untuk mengembangkan lembaga-lembaga masyarakat madani dan menerapkannya di wilayah Timur Tengah. Source : Rand Corp (Building the Moderate Moslem) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ === Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel) Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

