Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh, Tamak <http://adanipermana.co.cc/2008/07/29/tamak/> July 29, 2008 4:28 am http://adanipermana.co.cc/2008/07/29/tamak/
Beberapa bulan terakhir ini, jika kita lihat dan mendengar berita baik di telivisi maun di koran selalu dihiasi dengan kisah-kisah para koruptor baik pejabat negara maupun anggota DPR. Dari segi pendapatan perbulan tentulah apa yang mereka dapati sudah mencukupi menurut ukaran kita sebagai rakyat jelata. *Namun yang amat disayangkan kenyatan sebagian para pejabat dan Anggota DPR itu lebih tamak dibanding fakir miskin yang ada dijalanan. * Mereka [baca: peminta-minta] sudah merasa senang dengan uang Rp.500 jika ada yang memberinya, mereka [yatim piatu] sudah meresa senang jika ada yang memberikan pakaian yang masih layak dipakai. *Namun yang teramat disayangkan uang negara dihambur-hamburkan hanya untuk kepentingan pribadi, menutupi kasus karena khawatir terjerat hukum [baca : suap], serta untuk kepentingan golongannya.* Begitulah manusia, selalu merasa kurang atas apa yang telah diperoleh. Sikap para pejabat negara dan anggota DPR yang koruptor itu sudah merupakan salah satu sikap tamak yang ada dalam diri manusia. Mereka tidak segan-segan untuk mengambil dan menggunakan uang yang bukan haknya untuk kepentingan golongan dan pribadinya. Dari Umar bin Khathab ra., ia berkata: Rasulullah sholallhu 'alaihi wasallam pernah memberiku suatu pemberian, lalu aku berkata: Berikanlah saja kepada orang yang lebih memerlukannya dariku. Pada lain kali beliau memberiku uang, aku berkata: Berikanlah kepada orang yang lebih memerlukannya dariku. Lalu Rasulullah sholallhu 'alaihi wasallam bersabda: Ambillah! Apapun harta yang datang kepadamu, sedangkan engkau tidak tamak dan tidak meminta, maka ambillah dan apa yang datang kepadamu, maka janganlah engkau jiwamu mengikutinya. (Shahih Muslim No.1731) Dalam hadits yang agung tersebut diatas, kita diberi batasan untuk tidak tamak dan tidak meminta, dan mengambil jika memang rizki itu datang dengan sendirinya. Tamak adalah sifat yang tidak pernah puas dengan apa yang telah ada, Sifat tamak adalah salah satu sifat buruk, yang wujud secara bersama dengan sifat buruk lain seperti angkuh, cinta akan dunia, tidak amanah dan iri hati. Ia berlawanan dengan sifat bersyukur, ikhlas, pemurah, rendah diri dan jujur. Justeru, Islam menggalakkan umatnya mencari harta dan kedudukan yang baik dalam masyarakat. Sekiranya usaha itu dilakukan dengan ikhlas menepati tuntutan syariat, maka ia juga termasuk dalam kategori ibadah. Individu yang melakukan amanah itu beroleh keuntungan di dunia dan akhirat sekaligus. Sebaliknya, sikap tamak meletakkan urusan mencari kekayaan dan kedudukan dengan jalan yang melampau batas dan terdorong melakukan perbuatan salah. Orang tamak senantiasa tidak puas dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Sikap terlalu cinta akan kebendaan dan kemewahan mendorong perasaan untuk memiliki semua apa yang ada di dunia ini. Ketamakan terhadap harta hanyalah akan menghasilkan sifat buas, laksana serigala yang terus mengejar dan memangsa buruannya walaupun harta itu bukan haknya. Fitrah manusia memang sangat mencintai harta kekayaan dan berhasrat keras mendapatkannya sebanyak mungkin dengan segala cara dan usaha. Firman Allah S.W.T: *Katakanlah (hai Muhammad), jika seandainya kalian menguasai semua perbendaharaan rahmat Tuhan, niscaya perbendaharaan (kekayaan) itu kalian tahan (simpan) karena takut menginfakkannya (mengeluarkannya). Manusia itu memang sangat kikir. * (QS Al Isra': 100). Rasulullah sholallhu 'alaihi wasallam bersabda, *"Hamba Allah selalu mengatakan, 'Hartaku, hartaku', padahal hanya dalam tiga soal saja yang menjadi miliknya yaitu apa yang dimakan sampai habis, apa yang dipakai hingga rusak, dan apa yang diberikan kepada orang sebagai kebajikan. Selain itu harus dianggap kekayaan hilang yang ditinggalkan untuk kepentingan orang lain,"* (HR Muslim). Seorang sahabat datang kepada Nabi sholallhu 'alaihi wasallam dan bertanya, "Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bila aku amalkan niscaya aku akan dicintai Allah dan manusia." Rasulullah sholallhu 'alaihi wasallam menjawab, "Hiduplah di dunia dengan berzuhud (bersahaja) maka kamu akan dicintai Allah, dan jangan tamak terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya kamu akan disenangi manusia." (HR. Ibnu Majah). Telah sukses orang yang beriman dan memperoleh rezeki yang kecil (bersyukur) dan hatinya pun akan disenangkan Allah dengan pemberianNya itu. (HR. Muslim) Kekayaan bukan banyaknya harta-benda yang dimiliki tetapi kekayaan jiwa. (HR. Bukhari) Tahun 2009 adalah tahun dimana kita akan melihat betapa banyak orang yang akan berlomba-lomba untuk duduk di kursi No. 1 di republik ini dan juga akan banyak para pemain sandiwara dengan janji sana dan sini untuk duduk di kursi DPR. maka kita akan melihat banyak manusia yang teramat tamak. July 29, 2008 <http://attanzil.wordpress.com/2008/07/29/> Posted by adanipermana <http://attanzil.wordpress.com/author/adanipermana/> | Artikel<http://wordpress.com/tag/artikel/> Ada pendapat? Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, A Dani Permnana -- www.adanipermana.co.cc www.computer-knowledge.biz [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ === Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta Informasi lengkap di: http://www.media-islam.or.id http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

