Ibadah; Arti, Sifat dan Syarat Diterimanya
oleh : Abu Muhammad al-Maqdisi
Arti Ibadah
Secara bahasa Ibadah berarti merendahkan diri, tunduk dan menghinakan diri.
Di dalam kata, ba'irun mu'abadun atau thariqun mu'abbadun, apabila jalan
atau onta tersebut rendah, lembut dan mudah ditundukkan.
Menurut Istilah syara', ibadah adalah puncak kecintaan serta puncak
kerendahan diri. Sebagaimana didefinisikan oleh Syaikhul Islam Ibnu
Taymiyyah rh, Ibadah adalah nama yang meliputi segala sesuatu yang dicintai
dan diridlai oleh Allah; baik beurpa perkataan, perbuatan bathin dan
perbuatan dhahir.
Berpijak dari definisi di atas, makna ibadah sangat luas, tidak seperti yang
disangkakan oleh kebanyakan manusia. Pada umumnya manusia menganggap ibadah
itu terbatas pada aktifitas sujud, ruku' dan shalat. Bisa jadi dalam hal-hal
di luar hal tersebut mereka beribadah kepada selain Allah, tetapi mereka
tidak menyadari. Akibatnya mereka terjerumus ke dalam kesyirikan yang tidak
akan diampuni oleh Allah, apabila ia mati dalam keadaan demikian. Firman
Allah
Åöäøó Çááøóåó áÇó íóÛúÝöÑõ Ãóä íõÔúÑóßó Èöå æóíóÛúÝöÑõ ãóÇ Ïõæäó Ðóáößó
áöãóä íóÔóÇÁõ [ÇáäÓÇÁ:48].
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni
segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Karena itulah, orang yang meginginkan keselamatan dari siksa neraka, dan
menginginkan masuk ke dalam sorga, ia wajib memahami maknanya,
macam-macamnhya, agar mereka dapat mentauhidkan ibadah, semuanya hanya
untukAllah. Maka itulah hak Allah atas hambaNya. Apabila mereka
menunaikannya maka ia berhak mendapatkan balasan dengan dimasukkan ke dalam
sorga, sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan dari Mu'adz
bin Jabal ra,
Ibadah kadang-kadang berarti tanasuk dan ta'alluh, seperti sujud, ruku' dan
shalat. Do'a juga termasuk ke dalam ibadah. Dan juga termasuk ke dalam apa
yang dinamakan do'a adalah istighatsah kepada makhluk yang tidak memiliki
kemampuan apa-apa melainkan Allah semata. Itu termasuk ke dalam makna ibadah
yang tak boleh dipersembahkan kepada selain Allah.
æóÃóäøóåõ ßóÇäó ÑöÌóÇáñ ãøöäó ÇáÅöäÓö íóÚõæÐõæäó ÈöÑöÌóÇáò ãøöäó ÇáúÌöäøõ
ÝóÒóÇÏõæåõãú ÑóåóÞÇð [ÇáÌä:6] .
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta
perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu
menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
Demikian juga dengan menyebelih, nadzar dan yang lainnya, semuanya adalah
ibadah yang harus dipersembahkan kepada Allah semata, tidak boleh diberikan
kepada yang lain. Firman Allah
Þõáú Åöäøó ÕóáÇóÊöí æóäõÓõßöí æóãóÍúíÇíó æóãóãóÇÊöí áöáøåö ÑóÈøö
ÇáúÚóÜÇáóãöíäó áÇó ÔóÑöíßó áóåõ æóÈöÐóáößó ÃõãöÑúÊõ æóÃóäóÇú Ãóæøóáõ
ÇáúãõÓúáöãöíäó [ÇáÃäÚÇã:162-163] .
Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang
lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu
bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik". Katakanlah: "Sesungguhnya
salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,
tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan
aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
ÝóÕóáøö áöÑóÈøößó æóÇäúÍóÑú [ÇáßæËÑ:4].
Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah
Ayat tersebut menerangkan bahwa menyembelih dan berkorban itu seperti halnya
shalat, harus dipersembahkan kepada Allah semata.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang do'a
ÇáÏÚÇÁ åæ ÇáÚÈÇÏÉ.
Do'a adalah ibadah (at-Tirmidzi)
Dan kadang-kadang perintah ibadah dalam arti ketaatan dan ketundukan secara
mutlak, sebagaimana firman Allah
Ãóáóãú ÃóÚúåóÏú Åöáóíúßõãú íóÜÇ Èóäöí ÁóÇÏóãó ÃóáÇøó ÊóÚúÈõÏõæÇú ÇõáÔóíúØóÇä
Åöäøóåõ áóßõãú ÚóÏõæøñ ãøõÈöíäñ [íÓ:60] .
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak
menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",
Ibadah kepada syaithan yang disebutkan di dalam ayat tersebut maksudnya
adalah ketaatan kepada syetan. Demikian juga firman Allah tentang Fir'aun
dan para pembesar kerajaannya
ÝóÞóÇáõæÇú ÃóäõÄúãöäõ áöÈóÔóÑóíúäö ãöËúáöäóÇ æóÞóæúãõåõãóÇ áóäóÇ
ÚóÜÜÇÈöÏõæäó [ÇáãÄãäæä:47]
Dan mereka berkata: "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia
seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israel) adalah orang-orang
yang menghambakan diri kepada kita?"
Maksud ibadah di dalam ayat ini adalah ketaatan dan ketundukan secara mutlak
dalam segala hal. Ini tidak boleh dilakukan kecuali kepada Allah saja. Dan
jika dilakukan kepada selain Allah, maka berlaku salah satu dari dua
kemungkinan
1- Ketaatan di dalam bermaksiat kepada Allah (tanpa penghalalan terhadap
tindakan maksiat tersebut). Sebabaimana orang yang tertipu oleh rayuan
syetan untuk berzina, lalu ia mentaatinya. Atau atasannya memerintahkan
untuk meminum khamr, lalu ia mentaatinya, atau pimpinannya memerintahkan
untuk mencukur jenggot lalu ia mengikutinya, dengan tetap ada keyakinan di
dalam dirinya bahwa semua tindakan tersebut haram. Ketaatan ini pun termasuk
ke dalam cakupan makna ibadah. Pelakunya bisa dinamakan penyembah syetan,
maksudnya adalah pengikut syetan. Tetapi ia tidak sampai menjadi kufur,
kecuali jika ia menghalalkan kemaksiatan. Meskipun demikian tindakan ini
tetap haram, sebagaimana dipesankan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam
áÇ ØÇÚÉ áãÎáæÞ Ýí ãÚÕíÉ Çááå¡ ÅäãÇ ÇáØÇÚÉ Ýí ÇáãÚÑæÝ) [ÑæÇå ãÓáã] .
Tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam kemaksiatan kepada Allah,
ketaatan itu hanya ada dalam hal yang ma'ruf (sesuai syari'at Allah) (HR
Muslim)
2- Ketaatan dalam hukum dan perundang-undangan, atau (dalam menghalalkan dan
mengharamkan sesuatu). Ini tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah. Jika
ketaatan seperti ini dipalingkan kepada selain Allah, maka pelakunya
terjerumus ke dalam syirik akbar. Sebab hukum dan perundang-undangan tidak
selayaknya ada kecuali bagi Allah, yang Maha Esa dan Maha Menguasai. Firman
Allah
æóáÇó íõÔúÑößõ Ýöí Íõßúãöåö ÃóÍóÏÇð [ÇáßåÝ:26] .
dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan
keputusan".
Åöäö ÇáúÍõßúãõ ÅöáÇøó áöáøóåö [íæÓÝ:40]¡
Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah.
Hukum dan perundang-undangan adalah salah satu karakteristik uluhiyyah yang
paling khusus. Karena itu di antara makna ilah (tuhan) adalah "pembuat
syari'at (aturan)". Di antara asma'ul husna adalah al-Hukmu dan al-Hakim.
Karena itulah, orang yang membuat syari'at (undang-undang) atau mewajibkan
perundang-undangan dan hukum selain hukum Allah berarti ia telah mengaku
pada dirinya terdapat salah satu sifat uluhiyyah (ketuhanan). Seperti itulah
yang telah dilakukan oleh Fir'aun
ãóÇ ÚóáöãúÊõ áóßõã ãøöäú ÅöáóÜåò ÛóíúÑöí [ÇáÞÕÕ:38] .
aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku.
Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa ketaatan dan mengikuti perundang-undangan
selain undang-undang Allah sebagai syirik sangat banyak. Di antaranya firman
Allah
æóÅöäøó ÇáúÔøóíóÇØöíäó áóíõæÍõæäó Åöáì ÃóæúáöíóÂÆöåöãú áöíõÌóÇÏöáõæßõãú
æóÅöäú ÃóØóÚúÊõãõæåõãú Åöäøóßõãú áóãõÔúÑößõæä [ÇáÃäÚÇã:121] .
Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang
lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu
bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik".
Ketaatan kepada wali-wali (para pendukung syetan) di sini dianggap sebagai
syirik dan dianggap sebagai ibadah kepada selain Allah, sebab ketaatan itu
berupa ketaatan dalam hokum dan perundang-undangan, atau ketaatan dalam
menghalalkan dan mengharamkan sesuatu, yang tidak semestiya dilakukan
kecuali kepada Allah semata. Demiianlah seperti yangd iriwayatkan oleh
al-Hakim dan lain-lainnya, dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas
radliyallahu 'anhu. Bahwa orang-orang musyrik dahulu mendebat kaum muslimin
dalam masalah sembelihan dan haramnya bangkai. Meraka mengatakan
(ÊÃßáæä ããÇ ÞÊáÊã æáÇ ÊÃßáæä ããÇ ÞÊá Çááå Ü íÚäí ÇáãíÊÉ Ü) ÝÞÇá Çááå ÊÚÇáì:
{æóÅöäú ÃóØóÚúÊõãõæåõãú Åöäøóßõãú áóãõÔúÑößõæä}
Kalian binatang yang kalian bunuh, tetapi kalian haramkan binatang yang
dibunuh oleh Allah (bangkai). Kamudian Allah ta'ala berfirman, "Apabila
kalian mentaati mereka niscaya kalian menjadi orang-orang yang musyrik"
Ketaatan hanya dalam masalah seperti ini saja sudah dikatakan musyrik. Ibnu
Katsir rahimahullah berkata, "Maksudnya, ketika kalian menyimpang dari
perintah Allah kepada kalian, dan dari syari'atNya menuju pendapat
selainNya, lalu kalian mendahulukan selain syari'at Allah, maka itu adalah
syirik"
Karena itulah, sesungguhnya ketaatan kepada ulama', pemimpin, atau
pemerintah, dalam masalah mengharamkan apa-apa yang dihalalkan oleh Allah,
atau menghalalkan apa-apa yang diharamkan oleh Allah di dalam
fatwa-fatwanya, atau dalam perundang-undangan yang dibuatnya untuk mengatur
manusia, maka itu berate mengangkat mereka sebagai tuhan-tuhan (rabb) selain
dari Allahj. Dan dengan begitu menjadikan seseorang sebagai musyrik. Firman
Allah tentang ahli kitab berikut ini menunjukkan kepada pengertian seperti
itu
ÇÊøóÎóÐõæÇú Ãó ÍúÈóÇÑóåõãú æóÑõåúÈóÇäóåõãú ÃóÑúÈóÇÈÇð ãøöä Ïõæäö Çááøóåö
[ÇáÊæÈÉ:31] .
Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan
selain Allah,
Mengambil orang alim dan ahli ibadah sebagai tuhan di sini bukan berarti
mereka bersujud dan ruku' kepada mereka. Maksud ayat ini, mereka mentaati
orang alim dan ahli ibadah dalam hal hukum, perundang-undangan, serta
mengharamkan dan menghalalkan sesuatu. Sebab ketaatan ini termasuk dalam
makna ibadah sebagiaman ruku' dan sujud, tidak boleh dilakukan kecuali hanya
kepada Allah azza wa jalla. Karena itulah Allah mengingkari mereka di dalam
ayat selanjutnya
æó ãóÇÃõãöÑõæÇú ÅöáÇøó áöíóÚúÈõÏõæÇú ÅöáóÜåÇð æóÇÍöÏÇð áÇøóÅöáóåó ÅöáÇøó
åõæó ÓõÈúÍóÜÇäóåõ ÚóãøóÇ íõÔúÑößõæäó [ÇáÊæÈÉ:31] .
padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan
(yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka
persekutukan. (at-Taubah:31)
Allah juga berfirman, tentang orang-orang yang melakukan tindakan seperti
mereka, yakni melakukan ketaatan dan mengikuti undang-undang selain dari
undang-undang Allah
Ãóãú áóåõãú ÔõÑóßóÜÇÁõ ÔóÑóÚõæÇú áóåõã ãøöäó ÇáÏøöíäö ãóÇ áóãú íóÃúÐóä Èå
Çááå æóáóæúáÇó ßóáöãóÉõ ÇáúÝóÕúáö áóÞõÖöíó Èóíúäóåõãú æóÅöäøó ÇáÙøóÜÇáöãöíäó
áóåõãú ÚóÐóÇÈñ Ãóáöíãñ
[ÇáÔæÑì:21].
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan
untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan
yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan
sesungguhnya orang-orang yang lalim itu akan memperoleh azab yang amat
pedih.
Maka waspadalah terhadap persoalan-persoalan seperti itu dengan
sebaik-baiknya, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian dan juga kepadaku.
Sebab banyak umat manusia saat ini hancur karena persoalan seperti itu
Sifat Ibadah yang Benar
Agar Ibadah seperti yang dituntut oleh Allah kepada kita, maka ibadah itu
harus memenuhi tiga hal;
1- kecintaan (hubb)
2- rasa takut (khauf)
3- pengharapan (raja')
1. Kita beribadah kepada Allah harus dilandasi dengan rasa cinta kepadaNya.
Allah telah memuji hambanya yang mencintaiNya, di dalam firmanNya
æóÇáÐíä ÂãäæÇ ÃÔÏøõ ÍõÈÇð ááøóå
Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah (al-Baqarah;165)
2. Demikian juga, kita harus beribadah kepada Allah dengan disertai rasa
takut kepadaNya dan takut kepada adzabNya. Firman Allah
ÝáÇ ÊÎÇÝæåã æÎÇÝæäö Åä ßäÊã ãÄãäíä
karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku,
jika kamu benar-benar orang yang beriman. (Ali Imran:175).
íóÏÚõæä ÑÈøóåã ÎóæúÝÇð æØóãóÚÇð
Sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap. (32:16)
Takut kepada adzabNya dan mengharap ampunan, pahala dan sorgaNya
3. Demikian juga, ibadah kepada Allah harus disertai dengan perasaan
mengharap rahmat dan ampunan Allah, sebagaimana firman Allah
æóíóÑúÌõæäó ÑóÍúãóÊóåõ æóíóÎóÇÝõæäó ÚóÐóÇÈóåõ Åöäøó ÚóÐóÇÈó ÑóÈøößó ßóÇäó
ãóÍúÐõæÑðÇ
Dan mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya
azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. (al-Isra':57)
Maka kita menyembah Allah, dalam satu waktu yang bersamaan, dengan penuh
rasa cinta, takut akan adzabNya, dan mengharap rahmat dan pahalaNya. Inilah
kondisi kaum shalihin da'bihim
dan inilah dia sifat ibadah yang shahih,
yang dikehendaki oleh Allah dari hambaNya. Karena itu sebagian kaum salaf
mengatakan, "Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan kecintaan saja, maka
ia zindiq . Orang yang beribadah hanya dengan rasa takut saja maka ia kaum
Haruri , dan orang yang beribadah hanya dengan pengharpan saja aka dia kaum
Murji'ah . Adapun pengikut sunnah, ia menggabungkan semua itu di dalam satu
waktu
Syarat Diterimanya Ibadah
Adapun syarat diterimanya ibadah adalah;
1- Iman
2- Ikhlas
3- Itba'
Ibadah seorang hamba tidak akan diterima kecuali dengan dipenuhinya
syarat-syarat tersebut di atas
Ibadah tanpa iman tidak akan diterima, berdasarkan firman Allah
ãóäú Úóãöáó ÕóÇáöÍðÇ ãöäú ÐóßóÑò Ãóæú ÃõäúËóì æóåõæó ãõÄúãöäñ
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan
dalam keadaan beriman (an-Nahl:97)
Ayat ini menyebutkan iman sebagai qayyid (ikatan) bagi ibadah.
Demikian juga, tanpa keikhlasan ibadah seseorang tidak akan diterima
berdasarkan firman Allah di dalam hadis qudsi
ÃóäóÇ ÃóÛúäóì ÇáÔøõÑóßóÇÁö Úóäö ÇáÔøöÑúßö ãóäú Úóãöáó ÚóãóáÇð ÃóÔúÑóßó Ýöíåö
ãóÚöì ÛóíúÑöì ÊóÑóßúÊõåõ æóÔöÑúßóåõ
Aku adalah dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa melakukan
perbuatan di dalamnya bersamaku ada selainku, maka Aku tinggalkan ia dan
sekutunya. (HR Muslim)
Hadis in menjelaskan bahwa Allah tidak menerima amal, kecuali apabila
dilaksanakan dengan keikhlasan kepada Allah semata
Dan Allah tidak akan menerima amal ibadah seseorang kecuali apabila ibadah
itu benar, sesuai dengan apa-apa yang telah disyari'atkanNya. Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam berabda
ãä ÃÍÏË Ýí ÃãÑäÇ åÐÇ ãÇ áíÓ ãäå Ýåæ ÑÏ Ü [ÑæÇå ãÓáã] .
Barangsiapa yang mengada-adakan di dalam urusan kami (Agama islam) yang
(sebenarnya) bukan darinya maka ia tertolak (HR Muslim)
Saya memohon kepada Allah, agar memberikan taufiq kepada ku dan Anda semua,
terhadap ibadah yang shahih, dan semoga Allah berkenan menerima amal ibadah
kita dan memberikan anugerak khusnul khatimah.
Abu Muhammad al-Maqdisi
Penjara Qafqafa, Yordania
Rabi'uts-Tsani, 1415 H
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/