BLACKWATER
Ditulis pada Agustus 6, 2008 oleh narakushutdown

Perang yang digelar AS di berbagai negeri Muslim , seperti di I rak dan
Afganistan, bukan semata mata dilatari motif memerangi 'terorisme'. Lebih
jauh dari itu, perang tersebut adalah lahan bisnis bagi perusahaan senjata
dan perusahaan jasa tentara bayaran. Di lain sisi, 'event' itu juga menjadi
ajang itu juga menjadi praktek aplikasi idelogi Kristen konservatif para
pendukung para Perang Salib. Seorang penulis, Jeremy Scahill, mengupas
masalah ini dalam bukunya yang kemudian menjadi best seller. Selain Scahill,
sebenarnya sudah banyak penulis yang mengupas tentang "bisnis perang" dan
agenda yang terselip di dalamnya, yang melibatkan negara-negara besar
seperti AS.


Dalam bukunya berjudul "Blackwater: The Rise of the World's Most Powerful
Mercenary Army", Scahill mengungkap keterlibatan Blackwater, perusahaan
penyedia tentara bayaran dan persenjataan swasta terbesar di AS dengan para
Theocon dan pasukan milisi Kristen Sovereign Military Order of Malta, di
berbagai kawasan di dunia.
Scahill menulis, perusahaan yang berbasis di Carolina Utara ini, memimpikan
perusahaan mereka menjadi perusahaan jasa kurir semacam FedEx, bagi
operasi-operasi pemerintah AS. Dan mimpi itu nampaknya terwujud setelah
Blackwater mendapat kontrak senilai 500 juta dollar AS, terkait aktivitas
perang di Irak. Bilangan itu belum termasuk "anggaran rahasia" pemerintah AS
untuk kontrak-kontrak antara Blackwater dengan agen-agen intelijen AS.
Blackwter juga mendapat kontrak dari Departemen Luar Negeri AS sebesar 300
juta dollar. Pada tahun 2003, perusahaan jasa tentara bayaran ini bahkan
mendapat kontrak tanpa melalui tender dari Deplu AS untuk operasi
perlindungan tehadap Paul Bremer, wakil pemerintah AS di Irak.


Blackwater, menurut Scahill, mengerahkan ribuan tentara yang sangat terlatih
di Irak dan Afganistan. Empat tentara bayarannya –yang oleh media massa
disebut sebagai pasukan AS- , pernah menjadi korban penyergapan MUJAHIDIN
Irak pada tahun 2004. Keempat tentara itu dibunuh dengan cara dibakar dan
tubuhnya digantung selama berjam-jam di sebuah jembatan di kota Fallujah
(guwa pengen banget melakukan itu, sumpah). Peristiwa inilah yang memicu
aksi serangan besar-besaran "pasukan" AS ke kota itu.


*Politik; Jalur Utama*
Blackwater didirikan pada tahun 1996 dan menjadi salah satu perusahaan jasa
militer swasta terbesar di dunia. Perusahaan ini, menurut Scahill, memiliki
20 pesawat tempur dan 20 ribu tentara yang siap terjun kapan saja sesuai
pesanan.
Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS melaporkan, perusahaan-perusahaan
kontraktor swasta, seperti Blackwater, merupakan "kekuatan" kedua AS di Irak
. Paling tidak sedikitnya ada 48 ribu tentara bayaran yang beroperasi di
Negeri 1001 Malam itu. Jumlah tentara bayaran yang tewas tidak masuk dalam
data Pentagon.


Pendiri dan pemimpin Blackwter adalah Erik Prince. Prince, tulis Scahill,
adalah seorang pendukung perang salib modern, sangat kaya dan merupakan
'tambang' uang utama bagi Presiden George W Bush. Sejak 1998, Prince
tercatat telah mendonasikan sekitar 200 ribu dollar untuk kandidat presiden
dan Partai Republik.


Scahill dalam bukunya juga menulis, Prince menunjukkan "betapa kuatnya,
secara politik, kalangan fundamentalis Kristen dan Neocon dalam melakukan
tekanan bagi pertempuran mereka, dengan mengatasnamakan 'kebebasan' dan
'demokrasi'." Prince juga koneksi dengan kelompok-kelompok Kristen
konservatif dan ikut membiayai organisasi –organisasi sayap kiri lewat
yayasan Freiheit Foundation.
Prince, menurut Scahill, selalu mengaitkan misi-misi perusahaannya dengan
gerakan Theocon, istilah bagi orang-orang yang menganut ideology konservatif
berdasrkan pada keyakinan bahwa agama seharusnya memegang peranan vital
dalam merancang kebijakan public.
*"Setiap orang membawa senjata, seperti Nabi Jeremiah membangun kembali kuil
di Isrel –pedang di tangan yang satu dan kulir di tangan satunya
lagi,"*demikian
ungkapan yang pernah dilontarkan Prince.


Menurut istilah ensikilopedi Wikipedia, Theocon mengacu pada anggota-anggota
sayap Kristen, Khususnya mereka yang menganut ideology sintesis
elemen-elemen seperti paham konservatisme social, dan kalangan penganut
Kristen konservatif. Mereka mengekpresikan pahamnya itu melalui medium
politik.
Penulis Jacob Heilbrunn, dalam artikelnya berjudul "Neocon vs Theocon", pada
tahun 1996 menyatakan bahwa, "Para Theocon, juga berargumentasi bahwa
Amerika berakar pada ide tersebut, namun mereka meyakini bahwa ide itu
sebenarnya ide-ide kekristenan."


*Crusade-orinted*
Scahill, dalam bukunya juga membeberkan tentang keterlibatan para eksekutif
Blackwater dalam keanggotaan milisi sebuah ordo dalam keyakinan Kristen
bernama Sovereign Military Order of Malta.
*"Sejumlah eksekutif senior Blackwater seperti Joseph Schmitz, bukan hanya
penganut fanatic ideology Theocon, tapi juga anggota dari Sovereign Military
Order of Malta, pasukan milisi Kristen yang misinya memperthankan
wilayah-wilayah perang Salib yang berhasil direbut umat Islam,"* tulis
Scahill.
Sebelum bergabung dengan Blackwater sebagai kepala Operasi dan anggota Dewan
Umum pada tahun 2005, Schmitz menangani semua kontrak operasi militer di
Irak dan Afganistan. Schmitz, kata Scahill, adalah mantan inspektur jenderal
di Pentagon pada tahun-tahun pertama perang AS di Irak.


Terkait milisi Sovereign Military Order of Malta, Scahill menjelaskan,
pasukan milisi ini awalnya adalah organisasi sosial Kristen di Al-Quds,
muncul pada tahun 1080, yang bertugas menyalurkan bantuan bagi warga miskin
dan peziarah yang datang ke kota suci itu , yang menderita sakit.
Setelah penaklukan Al-Quds pada 1095 -era Perang Salib pertama- organisasi
ini menjadi Ordo Militer Katolik. Dan setelah umat Islam berhasil merebut
Al-Quds, Ordo ini beroperasi dari wilayah Rhodesia, kemudian pindah ke
Malta, di bawah kekuasaan kaum Sicilia di Spanyol.


Para anggota Ordo Militer Katolik ini dikenal sebagai "Pejuang Sukarelawan"
yang membantu pasukan Perang Salib menyerang negara-negara Muslim, yang
berada di sepanjang pesisir Italia, termasuk Tunisia, Libya dan Maroko.
Ordo Sovereign Military Order of Malta, kini memiliki Negara sendiri bernama
Malta yang berlokasi di Roma dan diakui oleh sekitar 50 negara dunia. Sampai
sekarang, Ordo ini diyakini masih aktif menjalankan misi-misi kekristenan di
wilayah-wilayah yang sedang dilanda konflik, seperti Darfur di Sudan, dengan
berkedok sebagi organisasi bantuan sosial.
Bukti militansi mereka untuk membela 'salib', paling tidak, tampak dari
sumpah yang diikrarkan oleh setiap anggotanya, *"Saya akan melengkapi diri
saya sendiri dengan senjata dan amunisi, bahwa saya harus siap sedia ketika
mendapat perintah, atau ketika saya dikomando untuk membela gereja, baik
secara individu maupun dengan pasukan milisi paus."*
[An-najah-narakushutdown]


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke