Saya copykan tanggapan pertama saya.
 


Kanda Azhari, kalimat wafat ini dulu sebenarnya yang harus kita cari.
 
Wafat, dalam bahasa Arab berasal dari akar kata :Wa fa ya= menyempurnakan.
Ingat, aufuu bil uquud=penuhilah/ tepatilah janji2 kami.
 
Lihat sendirilah, ketika Allah Ta'ala menyebutkan  meningglanya Rasulullah 
Shallallahu' alaihiwassalam yang dipakai kalimat Maata= mati
 
"Wamaa Muhammadun Illarrasull, .....afaimmaata = Muhammad itu adalah utusan 
Allah....maka, apabila dia mati(meninggal) , yang dipakai bukan kalimat wafat 
bukan?
 
Silahkan di check AlQuran pemakaian kalimat wafat=wafaya ini, silahkan lihat 
terjemahannya.
 
Dalam AlQuran kalimat meninggal(yang jiwa berpisah dari ruh sebenarnya itu), 
selalu dipakai kalimat dari asal kata Mautu=Maata= Mati=Meninggal.
 
Namunpun begitu, kalimat mati ini, bisa juga mati 
bukan arti sebenarnya. Lihat firman Allah ta'ala :"walaataquulu limayyuqtalu 
fiisabiilillahi amwaatun bal ahyaaun" (janganlah kamu menduga orang-orang yang 
mati fisabilillah mereka mati, mereka sebenarnya hidup).
 
Jasadnya benar mati, namun Allah katakan mereka tetap hidup.
 
Yang jelas, kematian yang mati jasad dan ruh itu, selalu dipakai dengan kalimat 
"Mautun"
 
Ini dari sisi kalimatnya saja. saya coba jawan pertanyaan kanda Azhari dalam 
sisipan.

--- On Mon, 8/11/08, azhari qa <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: azhari qa <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [surau] Debat tafsir kalimah wafatnya Nabi 'Isa Alaihissalam
To: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Monday, August 11, 2008, 11:27 PM

Saya belum paham benar Uni Rahima.
1. Mana makna yg benar dari kata wafat dalam Ali Imran 55: mati atau tidur 
Dalam riwayat yang rajih menurut pendapat ulama adalah Tidur.
== Sebaiknya, kalau kita berpendapatkan harus melihat penafsiran ulama, mereka 
lebih berkompoten dari kita.
 
Saya lebih memilih tidur, nabi Isa berada dalam genggaman Allah Ta'ala. Kelak, 
dekat kiamat akan dikembalikan lagi(sesuai hadits)

2. Apakah Nabi Isa dimatikan dan kemudian dihidupkan kembali sebelum kiamat, 
atau ditidurkan dan kemudian dibangunkan sebelum kiamat.
 
Saya lebih cenderung beliau digenggam, bukan dimatikan, alias ditidurkan dulu.
Saya tak berani jauh dalam hal ghaib ini, kecuali hanya berpatokan pada ayat 
dan pendapat ulama tafsir. 
 
Wassalamu'alaikum. Rahima
 
salam,
azh


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke