--- Temie Iswanto <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Wa'alaykum salam wr. wb.
 
Berbeda dengan lelaki, sebenarnya sebaik-baik tempat
sholat perempuan adalah di kamarnya sendiri, sesudah
itu di bagian lain di rumahnya sendiri. Lebih daripada
itu sebaik-baik perempuan adalah yang ikhlas tinggal
di rumahnya sendiri dan mencukupkan diri dengan
penghasilan suaminya.
 
Jika seorang istri ikhlas dengan apa yang dilakukan
suaminya di luar rumahnya, termasuk ibadah dan
dakwahnya, maka dengan kemurahan Allah SWT, dia akan
mendapat semua pahala yang didapat suaminya tanpa
mengurangi apa yang Allah berikan kepada suaminya,
ditambah pahala dari amal ibadahnya sendiri. Hal ini
pernah ditanyakan oleh seorang sahabiyah yang menajdi
wakil kaum wanita kepada Rasulullah s.a.w.
 
Meskipun begitu, jika seorang perempuan karena satu
dan lain hal dia mesti bekerja di luar rumahnya,
misalnya seperti pengasuh anak tersebut, maka
sebaiknya dia menjaga sholatnya di tempat yang telah
disediakan di tempatnya bekerja. Pada saat dia
bekerja, maka tempatnya adalah lahan bagi usaha ibadah
dan dakwahnya.
 
Pun begitu dengan sholat tarawih. Tidak ada masalah
bagi baby sitter ini untuk menunaikan sholat tarawih
di tempatnya bekerja. Dia bahkan dianjurkan agar
membawa serta anak asuhnya ke tempatnya sholat. Dengan
cara ini dia masih bisa menunaikan kerjanya sekaligus
menjaga sholat tarawihnya. Mudah-mudahan saja kesan
yang didapat anak asuhnya dari ibu asuhnya ini akan
menjadi asbab hidayah bagi anak tsb dan orangtuanya.
 
Kepada rekan Nasrani antum bisa sampaikan agar
sebaiknya dia menyediakan tempat khusus untuk sholat.
Meskipun tidak berupa kamar, tapi sedikit ruang yang
tertentu bisa dikhususkan untuk itu. Beri kabar
gembira bahwa orang yang suka memberi kemudahan akan
lebih mudah mendapatkan kemudahan, juga dalam hal
rezeki.
 
Jika ternyata baby sitter tadi berkeras juga ingin
sholat tarawih di masjid, maka sebaiknya dia bicarakan
hal ini dengan keluarganya. Atau kalau memungkinkan,
suaminya diberitahu tentang keutamaan-keutamaan
perempuan tidak menjaga sholat di kamar atau di
rumahnya, tidak bercampur (pandangan) dengan lelaki
bukan muhrimnya. Akan lebih baik jika seorang muslimah
yang tahu keutamaan-keutamaan beramal dapat berbicara
kepada baby sitter ini.
 
Wassalam,
Temie Iswanto
 
p.s.
Maaf alamat ini tidak/belum terdaftar sebagai anggota
milis syiar-islam. Saya mendapat forwardannya saja dan
merasa perlu untuk menjawab pertanyaannya.
Terlebih-kurangnya saya mohon maaf.

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of A
Nizami
Sent: 05 September 2008 08:32
To: syiar-islam
Subject: Bls: [syiar-islam] Tanya hukumnya menuggui
bayi karena tugas atau Tarawih

Wa'alaikum salam,
Harus dilihat dulu apakah suaminya bisa menjaga anak
tsb.
Jika tidak bisa, maka ibu itu bisa shalat Tarawih
sendiri. Harap diingat, shalat Tarawih itu
sunnat.Menjaga anak orang insya Allah juga ada nilai
pahalanya.

Wassalamu'alaikum wr wb

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media- islam.or. .id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252.
Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.
wordpress. com

----- Pesan Asli ----
Dari: Hanifah <[EMAIL PROTECTED] id>
Kepada: Hanifah <[EMAIL PROTECTED] id>; syiar-islam@
yahoogroups. com
Terkirim: Jumat, 5 September, 2008 08:23:29
Topik: RE: [syiar-islam] Tanya hukumnya menuggui bayi
karena tugas atau Tarawih

Saudara2, apakah ada yang tau jawaban untuk pertanyaan
saya dibawah ini?
Mohon tanggapan dan responnya. 
Terima kasih.

_____ 

From: syiar-islam@ yahoogroups. com [mailto:syiar-
islam@ yahoogroups. com] On
Behalf Of Hanifah
Sent: Tuesday, September 02, 2008 1:21 PM
To: syiar-islam@ yahoogroups. com
Subject: [syiar-islam] Tanya hukumnya menuggui bayi
karena tugas atau
Tarawih

Assalaamu alaikum wr wb

Rekan2, mohon masukannya. Teman kantor saya (nasrani)
punya dilema. Pengasuh
anaknya adalah seorang hajjah, dan dia sedang menuntut
untuk bisa tarawih
berjamaah ke masjid. Sementara teman saya ini baru
bisa sampai 7.30. yang
berarti sang pengasuh telat untuk ikutan jamaah karena
teman saya juga kan
perlu mandi dulu baru bisa pegang anaknya. (dirumah
tidak ada keluarga lain
selain suaminya.

Mohon penjelasan dari rekan2 bagaimana seharusnya
rekan saya maupun pengasuh
menghadapi keinginan tarawih berjamaah ini?

Terima kasih. Wassalam.
Hanifah



===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id

Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com


      
___________________________________________________________________________
Coba emoticon dan skin keren baru, dan area teman yang luas.
Coba Y! Messenger 9 Indonesia sekarang.
http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke