Berbuat Benar <http://adanipermana.co.cc/2008/08/08/berbuat-benar/> August
8, 2008 – 11:36 pm
Terlampir dalam bentuk MS Word.....semoga bermanfat...

*Bab 4*
ÈÇÈ ÇáÕÏÞ

*Berbuat Benar*

íóÇ ÃóíõøåóÇ ÇáóøÐöíäó ÂãóäõæÇ ÇÊóøÞõæÇ Çááóøåó æóßõæäõæÇ ãóÚó ÇáÕóøÇÏöÞöíäó

Allah Ta'ala berfirman:

*"* Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah
kamu bersama orang-orang yang benar* "* (at-Taubah: 119)

Allah Ta'ala berfirman pula:

Laki-laki dan perempuan yang benar*." *(al-Ahzab: 35)

Juga Allah Ta'ala berfirman:

*"Dan andaikata mereka itu bersikap benar terhadap Allah, pastilah hal itu
amat baik untuk mereka sendiri."* (Muhammad: 21)

Adapun Hadis-hadis yang menerangkannya ialah:

54 ÝóÇáÃóæøóáõ : Úóä ÇÈúäö ãóÓúÚõæÏò ÑÖí Çááøóå Úäå Úä ÇáäøóÈöíøó Õóáøì
Çááåõ Úóáóíúåö æÓóáøóã ÞÇá : « Åöäøó ÇáÕøóÏúÞó íóåúÏöí Åöáóì ÇáúÈöÑøö
æóÅöäøó ÇáúÈöÑøó íóåúÏöí Åöáóì ÇáÌóäøóÉö ¡ æóÅöäøó ÇáÑøóÌõáó áíÕúÏõÞõ ÍóÊøóì
íõßÊóÈó ÚöäúÏó Çááøóåö ÕöÏøöíÞÇð ¡ æÅöäøó ÇáúßóÐöÈó íóåúÏöí Åöáóì ÇáÝÌõæÑö
æóÅöäøó ÇáÝÌõæÑó íóåúÏöí Åöáóì ÇáäøóÇÑö ¡ æóÅöäøó ÇáÑøóÌõáó áóíóßúÐöÈõ
ÍóÊøóì íõßÊóÈó ÚöäúÏó Çááøóåö ßóÐøóÇÈÇð » ãÊÝÞñ Úáíå .

54. Pertama: Dari Ibnu Mas'ud r.a. dari Nabi shalallahu 'alaihi wasallam,
sabdanya: "Sesungguhnya kebenaran - baik yang berupa ucapan atau perbuatan -
itu menunjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan ke
syurga dan sesungguhnya seseorang itu nescaya melakukan kebenaran sehingga
dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang ahli melakukan kebenaran. Dan
sesungguhnya berdusta itu menunjukkan kepada kecurangan dan sesungguhnya
kecurangan itu menunjukkan kepada neraka dan sesungguhnya seseorang itu
nescaya berdusta sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang ahli
berdusta." (Muttafaq 'alaih)

55 ÇáËøóÇäí : Úóäú ÃÈí ãõÍóãøóÏò ÇáúÍóÓäö Èúäö Úóáöíøö Èúäö ÃÈí ØóÇáöÈò ¡
ÑóÖíó Çááøóåõ ÚóäúåãÇ ¡ ÞóÇáó ÍÝöÙúÊõ ãöäú ÑÓæáö Çááøóå Õóáøì Çááåõ Úóáóíúåö
æÓóáøóã : « ÏóÚú ãÇ íóÑöíÈõßó Åöáóì ãóÇ áÇ íóÑíÈõßó ¡ ÝóÅöäøó ÇáÕøöÏúÞó
ØõãÃäíäóÉñ¡ æóÇáúßóÐöÈó ÑöíÈÉñ » ÑæÇå ÇáÊöÑúãÐí æÞÇá : ÍÏíËñ ÕÍíÍñ .

Þóæúáõåõ : « íÑöíÈõßó » åõæó ÈÝÊÍö ÇáíÇÁ æÖóãøöåÇ ¡ æóãóÚúäÇåõ : ÇÊúÑõßú ãÇ
ÊóÔõßøõ Ýí Íöáøöå ¡ æÇÚúÏöáú Åöáì ãóÇ áÇ ÊóÔõßøõ Ýíå .

55. Kedua: Dari Abu Muhammad, yaitu Alhasan bin Ali bin Abu Thalib
radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya menghafal sabda dari Rasulullah
shalallahu 'alaihi wasallam yaitu: "Tinggalkan apa-apa yang meragukan hatimu
- yakni jangan terus dilakukan - dan berpindahlah kepada apa-apa yang tidak
meragukan hatimu
[1]<http://adanipermana.co.cc/2008/08/08/berbuat-benar/#_edn1>-
yakni yang hatimu tenang jikalau melakukannya. Maka sesungguhnya bersikap
benar itu adalah ketenangan dan berdusta itu menyebabkan timbulnya
keraguan." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahawa ini
adalah Hadis shahih.

Sabda Nabi shalallahu 'alaihi wasallam *Yuriibuka, *boleh dengan difathahkan
ya'nya (dan boleh pula didhamahnya, artinya: "Tinggalkanlah olehmu apa saja
yang engkau ragukan perihal boleh atau halalnya sesuatu dan beralihlah
kepada yang tidak ada keragu-raguan perihal itu dalam hatimu."

56 ÇáËøóÇáËõ : Úäú ÃÈí ÓõÝúíÇäó ÕóÎúÑö Èúäö ÍóÑÈò . ÑÖíó Çááøóå Úäå . Ýí
ÍÏíËöå ÇáØøóæíáö Ýí ÞöÕøóÉö åöÑÞúáõ ¡ ÞóÇáó åöÑÞúáõ : ÝóãÇÐóÇ íóÃúãõÑõßõãú
íÚúäí ÇáäøóÈöíøó Õóáøì Çááåõ Úóáóíúåö æÓóáøóã ÞóÇáó ÃóÈõæ ÓõÝúíóÇäó: ÞõáúÊõ
: íÞæá « ÇÚúÈõÏõæÇ Çááøóåó æóÍúÏóåõ áÇ ÊõÔÑößõæÇ Èöåö ÔóíúÆÇð ¡ æÇÊúÑõßõæÇ
ãÇ íóÞõæáõ ÂÈÇÄõßõãú ¡ æíóÃúãõÑäóÇ ÈÇáÕøóáÇÉö æÇáÕøöÏÞö ¡ æÇáúÚÝóÇÝö ¡
æÇáÕøöáóÉö » . ãÊÝÞñ Úáíå.

56 Ketiga: Dari Abu Sufyan bin Shakhr bin Harb r.a. dalam Hadisnya yang
panjang dalam menguraikan cerita Raja Hercules. Hercules berkata: "Maka
apakah yang diperintah olehnya?" Yang dimaksud ialah oleh Nabi shalallahu
'alaihi wasallam Abu Sufyan berkata: "Saya lalu menjawab: "Ia berkata:
"Sembahlah akan Allah yang Maha Esa, jangan menyekutukan sesuatu denganNya
dan tinggalkanlah apa-apa yang dikatakan oleh nenek-moyangmu semua." Ia juga
menyuruh supaya kita semua melakukan shalat, bersikap benar, menahan diri
dari keharaman serta mempererat kekeluargaan." (Muttafaq 'alaih)

57 ÇáÑøóÇÈöÚõ : Úóäú ÃÈí ËóÇÈöÊò ¡ æÞöíáó : ÃÈí ÓÚíÏò ¡ æÞöíáó : ÃÈí
ÇáúæáöíÏö ¡ Óóåúáö Èúäö ÍõäíúÝò ¡ æóåõæó ÈÏÑöíøñ ¡ ÑÖí Çááøóå Úäå ¡ Ãóä
ÇáäÈíøó Õóáøì Çááåõ Úóáóíúåö æÓóáøóã ÞÇá : « ãóäú ÓóÃóáó Çááøóåó ¡ ÊÚÇáóì
ÇáÔøöåóÇÏóÉ ÈöÕöÏúÞò ÈóáøóÛåõ Çááøóåõ ãóäóÇÒöáó ÇáÔøõåÏóÇÁ ¡ æÅöäú ãóÇÊó
Úóáóì ÝöÑÇÔöåö » ÑæÇå ãÓáã .

57. Keempat: Dari Abu Tsabit, dalam suatu riwayat lain disebut-kan Abu Said
dan dalam riwayat lain pula disebutkan Abulwalid, yaitu Sahl bin Hanif r.a.,
dan dia pernah menyaksikan peperangan Badar, bahwasanya Nabi shalallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang memohonkan kepada Allah Ta'ala
supaya dimatikan syahid dan permohonannya itu dengan secara yang
sebenar-benarnya, maka Allah akan menyampaikan orang itu ke tingkat
orang-orang yang mati syahid, sekalipun ia mati di atas tempat tidurnya."
(Riwayat Muslim)

58 ÇáÎÇãöÓõ : Úóäú ÃÈí åõÑíúÑÉ ÑÖí Çááøóåõ Úäå ÞÇá : ÞÇá ÑÓæáõ Çááøóå Õóáøì
Çááåõ Úóáóíúåö æÓóáøóã: « ÛÒÇ äóÈöíøñ ãöäó ÇáÃóäúÈöíÇÁö ÕáæÇÊõ Çááøóå
æÓáÇãõåõ Úáóíåöãú ÝóÞóÇáó áÞæúãöåö : áÇ íÊúÈÚúäí ÑóÌõáñ ãáóßó ÈõÖúÚó
ÇãúÑóÃóÉò. æóåõæó íõÑöíÏõ Ãóä íóÈúäöíó ÈöåóÇ æóáóãøóÇ íóÈúäö ÈöåÇ ¡ æáÇ
ÃóÍÏñ Èäóì ÈíõæÊÇð áóãú íÑÝóÚ ÓõÞæÝóåóÇ ¡ æáÇ ÃóÍóÏñ ÇÔúÊóÑì ÛóäóãÇð Ãóæú
ÎóáóÝóÇÊò æåõæ íóäúÊóÙÑõ ÃæúáÇÏóåóÇ . ÝóÛÒóÇ ÝóÏäóÇ ãöäó ÇáúÞóÑúíÉö ÕáÇÉó
ÇáúÚÕúÑö Ãóæú ÞóÑíÈÇð ãöäú Ðáßó ¡ ÝóÞóÇá ááÔøóãÓ : Åöäøóßö ãóÃãõæÑÉñ æÃóäÇ
ãÃãõæÑñ ¡ Çááåãøó ÇÍúÈÓúåóÇ ÚáóíäÇ ¡ ÝóÍõÈÓÊú ÍóÊøóì ÝóÊóÍó Çááøóåõ Úáíúåö ¡
ÝóÌóãóÚó ÇáúÛóäóÇÆöã ¡ ÝóÌÇÁóÊú íóÚúäöí ÇáäøóÇÑó áÊóÃßõáåóÇ Ýóáóãú ÊØúÚãúåóÇ
¡ ÝÞÇá: Åöäøó Ýöíßõãú ÛõáõæáÇð¡ ÝáíÈÇíÚäöí ãäú ßõáøö ÞÈöíáóÉò ÑÌõáñ ¡
ÝáöÒÞÊú íÏõ ÑóÌõáò ÈöíÏöåö ÝóÞóÇáó : Ýöíßõã ÇáúÛõáæáõ ¡ ÝáíÈÇíÚäöí ÞÈíáóÊõß
¡ ÝáÒÞóÊú íÏõ ÑÌõáíúäö Ãæ ËáÇËóÉò ÈöíóÏöåö ÝÞóÇáó : Ýöíßõãõ ÇáúÛõáõæáõ ¡
ÝóÌÇÁæÇ ÈÑóÃúÓò ãöËúáö ÑóÃúÓ ÈóÞóÑóÉò ãöäú ÇáÐøóåÈö ¡ ÝæÖóÚåÇ ÝóÌóÇÁóÊ
ÇáäøóÇÑõ ÝóÃóßóáóÊåÇ ¡ Ýáãú ÊóÍá ÇáúÛóäóÇÆöãõ áÃÍÏò ÞóÈáóäóÇ ¡ Ëõãøó ÃóÍóáøó
Çááøóåõ áóäÇ ÇáÛóäóÇÆöãó áãøóÇ ÑÃóì ÖóÚÝóäóÇ æÚÌÒäóÇ ÝÃÍáøóåÇ áäóÇ »
<pnm://avstream.islam.gov.qa/reyad/h0058.rm>ãÊÝÞñ Úáíå .

« ÇáÎáÝÇÊõ » ÈÝÊÍ ÇáÎÇÁö ÇáãÚÌãÉ æßÓÑö ÇááÇãö : ÌãúÚõ ÎóáöÝóÉò ¡ æåöí
ÇáäøóÇÞóÉõ ÇáÍÇãáõ .

58. Kelima: Dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Rasulullah shalallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Ada seorang Nabi dari golongan beberapa Nabi
shalawatullahi wa salamuhu 'alaihim berperang, kemudian ia berkata kepada
kaumnya: "Jangan mengikuti peperanganku ini seorang lelaki yang memiliki
kemaluan wanita - yakni baru kahwin - dan ia hendak masuk tidur dengan
isterinya itu, tetapi masih belum lagi masuk tidur dengannya, jangan pula
mengikuti peperangan ini seorang yang membangun rumah dan belum lagi
mengangkat atapnya - maksudnya belum selesai sampai rampung sama sekali,
jangan pula seseorang yang membeli kambing atau unta yang sedang hamil tua
yang ia menantikan kelahiran anak-anak ternaknya itu - yang dibelinya itu.

Nabi itu lalu berperang, kemudian mendekati sesuatu desa pada waktu shalat
Ashar atau sudah dekat dengan itu, kemudian ia berkata kepada matahari:
"Sesungguhnya engkau - hai matahari - adalah diperintahkan - yakni berjalan
mengikuti perintah Tuhan - dan saya pun juga diperintahkan - yakni berperang
ini pun mengikuti perintah Tuhan. Ya Allah, tahanlah jalan matahari itu di
atas kita." Kemudian matahari itu tertahan jalannya sehingga Allah
memberikan kemenangan kepada Nabi tersebut. Beliau mengumpulkan banyak harta
rampasan. Kemudian datanglah, yang dimaksud datang adalah api, untuk makan
harta rampasan tadi, tetapi ia tidak suka memakannya. Nabi itu berkata:
"Sesungguhnya di kalangan engkau semua itu ada yang menyembunyikan harta
rampasan, maka dari itu hendaklah berbai'at padaku - dengan jalan berjabatan
tangan - dari setiap kabilah seseorang lelaki. Lalu ada seorang lelaki yang
lekat tangannya itu dengan tangan Nabi tersebut. Nabi itu lalu berkata lagi:
"Nah, sesungguhnya di kalangan kabilah-mu itu ada yang menyembunyikan harta
rampasan. Oleh sebab itu hendaklah seluruh orang dari kabilahmu itu
memberikan pembai'atan padaku." Selanjutnya ada dua atau tiga orang yang
tangannya itu lekat dengan tangan Nabi itu, lalu beliau berkata pula: "Di
kalanganmu semua itu ada yang menyembunyikan harta rampasan." Mereka lalu
mendatangkan sebuah kepala sebesar kepala lembu yang terbuat dari emas - dan
inilah benda yang disembunyikan, lalu diletakkanlah benda tersebut, kemudian
datanglah api terus memakannya - semua harta rampasan. Oleh sebab itu memang
tidak halallah harta-harta rampasan itu untuk siapapun ummat sebelum kita,
kemudian Allah menghalalkannya untuk kita harta-harta rampasan tersebut, di
kala Allah mengetahui betapa kedhaifan serta kelemahan kita semua. Oleh
sebab itu lalu Allah menghalalkannya untuk kita." (Muttafaq 'alaih)

*Alkhalifaat, *dengan fathahnya kha' mu'jamah dan kasrahnya lam adalah
jamaknya khalifatun, artinya ialah unta yang hamil

59 ÇáÓÇÏöÓõ : Úä ÃÈí ÎÇáÏò Íßíãö Èäö ÍÒóÇãò . ÑÖöíó Çááøóåõ Úäå ¡ ÞÇá : ÞÇá
ÑÓæáõ Çááøóå Õóáøì Çááåõ Úóáóíúåö æÓóáøóã : « ÇáúÈíøöÚóÇä ÈÇáÎöíÇÑö ãÇ áã
íóÊÝÑøóÞÇ ¡ ÝÅöä ÕÏÞóÇ æÈíøóäÇ ÈæõÑöß áåõãÇ Ýí ÈóíÚúåöãÇ ¡ æÅöä ßóÊóãÇ
æßÐóÈóÇ ãõÍöÞóÊú ÈÑßÉõ ÈíúÚöåöãÇ » ãÊÝÞñ Úáíå .

59. Keenam: Dari Abu Khalid yaitu Hakim bin Hizam r.a., ia masuk Islam di
zaman pembebasan Makkah, sedang ayahnya adalah termasuk golongan
pembesar-pembesar Quraisy, baik di masa Jahiliyah atau pun di masa Islam,
katanya: "Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Dua orang yang berjual-beli itu dengan kebebasan - yakni boleh mengurungkan
jual-belinya atau jadi meneruskannya - selama keduanya itu belum berpisah.
Apabila keduanya itu bersikap benar dan menerangkan - cacat-cacatnya, maka
diberi berkahlah jual-beli keduanya, tetapi jikalau keduanya itu
menyembunyikan - cacat-cacatnya - dan sama-sama berdusta, maka dileburlah
keberkahan jual-beli keduanya itu." (Muttafaq 'alaih)

*Keterangan:*

Kata *Shidqun *yang bererti benar itu, maksudnya tidak hanya benar dalam
pembicaraannya saja, tetapi juga benar dalam amal perbuatannya. Jadi benar
dalam kedua hal itulah yang menurut sabda Nabi shalallahu 'alaihi wasallam
dapat menunjukkan ke jalan kebajikan dan kebajikan ini yang menunjukkan ke
jalan menuju syurga.

Secara ringkasnya, seseorang itu baru dapat dikatakan benar, manakala
ucapannya sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukan, atau dengan kata lain
ialah manakala amal perbuatannya itu masih bertentangan dengan ucapannya,
tetaplah ia dianggap sebagai manusia yang berdusta atau *kadzib. *Misalnya
seorang yang mengaku beragama Islam, tetapi shalat tidak dilakukan, puasa
tidak dikerjakan, bahkan mengucapkan dua kalimat syahadat saja tidak dapat,
maka dapatkah orang semacam itu dikatakan benar ucapannya. Tentu tidak
dapat. Ia tetap berdusta yang oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam
disabdakan bahawa kedustaan itu menunjukkan ke jalan kecurangan dan
kecurangan itu menunjukkan ke jalan menuju neraka.

*Footnote:*

------------------------------

[1] <http://adanipermana.co.cc/2008/08/08/berbuat-benar/#_ednref1> Jadi bila
kila meragu-ragukan sesuatu, sebaiknya kita tinggalkan saja dan beralih pada
yang tidak meragu-ragukan, misalnya sesuatu yang belum terang hukumnya yakni
samar-samar atau syubhat, maka baiklah engkau tinggalkan saja

-- 
www.adanipermana.co.cc
www.computer-knowledge.biz


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke