Sub haanallooh, semoga Alloh memberikan rahmah dan barokah kepada akhi Faizal Feri. Saya jadi keingetan diskusi kecil-kecilan di Dormitory/kos-kosan University of Maine (tahun 1997). Waktu itu 5 teman saya (orang Amrik) juga tanya-tanya tentang posisi wanita dan minuman keras. Selama 15 tahun Mr Mahmoud (ketua asosiasi islam di Orono) belum ada orang amerika yang jadi jamaahnya/masuk islam. Insya Alloh, .... ke depan dengan hidayah Alloh dan daya juang sahabat seperti Bp Faizal Feri, pengikut Nabiyulloh Muhammad akan bermunculan dari Amerika amiin. karena da'wah rasululloh sabar menanti sampai orang yang didakwahi memahami dan mengikuti.
salam, faisol m --- On Wed, 9/3/08, Faizal Feri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Faizal Feri <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [syiar-islam] Percakapan Antara Intelektual Islam dengan 6th Grade > To: [EMAIL PROTECTED], "milis MQ" <[EMAIL PROTECTED]> > Cc: "milis jayakarta" <[EMAIL PROTECTED]>, "milis muslim" <[EMAIL > PROTECTED]>, "milis syiar-islam" <[email protected]>, [EMAIL > PROTECTED] > Date: Wednesday, September 3, 2008, 8:25 PM > Sekarang banyak berita seperti ini di Amerika sejak Sep 11, > 2001 > lalu. Tumbuh banyak keingintahuan masyarakat Amerika > tentang Islam, > muslim, jihad dan peperangan/kekerasan, setelah pemerintah > Amerika > fokus pada teroris bukan pada islam dan muslim. > Ini kita dengar dari teman-teman mesjid di Indonesia > Community di NY > dan termasuk Imam/Ustadz (Syamsi Ali). Beliau ini sekarang > lagi laku > keras diminta hadir dan berbicara di acara peringatan Sep > 11 di > komunitas non-muslim, baik oleh pemerintah NY, komunitas > kristen maupun > media seperti TV berbincang dengan pendeta (kristen) maupun > rabbi > (yahudi). > > Pak Syamsi sempat diminta melantunkan ayat qur’an di > Yankee Giant > Stadium dalam acara remembrance yang dilakukan NY state ada > walikota NY > dan gubernur NY juga; semua pimpinan agama yang ada didunia > hadir, > semua channel meliput acara ini waktu itu. Banyak - dalam > arti dulu > sama sekali enggak ada atau sangat sedikit - acara atau > artikel tentang > islam yang disajikan dengan lurus enggak > bengkak bengkok, kecuai CNN kali ya….Oprah Show juga > meliput Islam dan muslim. > Memang demikianlah masyarakat amerika, kadang kita harus > bedakan > antara masyarakatnya dengan pemerintah nya Amerika. Coba > juga lihat > amazon.com, lihat 100 best seller. Banyak buku > tentang yang disebut diatas terjual, termasuk Al Qur’an > terjemahan. > Minggu lalu sempat mereka kehabisan stok untuk The > Qur’an, mungkin enggak kira kali ya? > Mungkin ini kayak hikmah namun dengan harga nyawa yang > sangat mahal. > Assalamu’alaikum Wr.Wb. > salam sejahtera, > > Siang tadi, pukul 12:45 -01.45, saya dan tiga orang dari > Muslim > Student Association [MSA], University of Maine diminta > berbicara > tentang Islam di hadapan anak-anak kelas 7-8, dan kelas 6. > Sejak peristiwa Sept 11, MSA kebanjiran permintaan untuk > mengisi > satu jam mata pelajarang “Social Studies” di beberapa > sekolah. Tahun > lalu, beberapa High School meminta Asian Student > Association > bicara tentang South East Asia pada mata kuliah yang sama. > Tahun lalu, saya bicara tentang Indonesia di beberapa HSs. > Tahun ini agak beda dengan tahun lalu. Guru pengarah > menekankan > kepada kami –MSA– agar dapat memberikan gambaran > tentang Islam, > kaitannya dengan Kristen, dan bagaimana Islam melihat kasus > Sept 11. > Karena murid yang hadir itu masih sangat kanak-kanak [kelas > 6 SD, > hingga 2 SMP] maka kami harus memilih metode yg pas agar > mereka mudah > memahaminya. Saya dan Reza [juga dari Indonesia] kebagian > anak-anak > sixth Graders. Kammal [Egytptian] dan Hussein [Lebanese] > kebagian > 7th+8th > graders. > Saya mulai dengan pertanyaan siapa yang mengenal “Adam > and Eve”. > Hampir semua anak tunjuk jari.. Pertanyaan selanjutnya, > “Siapa yang tahu > di mana Adam and Eve berada?” > Salah seorang siswa menjawab “In the garden of Eden”. > “What happened to them?” tanya saya mengejar. > “They ate the forbidden fruits,” jawab salah seorang > siswi. > “What next?” > “They were expelled from the Garden of Eden.” > “Why?” tanya saya. Tidak ada yang menjawab. Saya > lanjutkan, “Because > they disobeyed God.” Anak-anak mengangguk-angguk > mengiyakan. > “Do you know where will we go after we die?” tanya saya > selanjutnya. > Salah seorang siswi mengacungkan tangan, “We’re gonna > go to the Heaven.” > “Are you sure?” tanya saya selanjutnya. “What make > you think we will go to the Heaven?” > Anak-anak itu looked puzzled. Ketika saya minta tunjuk jari > untuk bicara, tak ada yang angkat tangan. > “Yeah, we are sure that we’re going to go to the Heaven > -when die- > because we are good people. Because we follow the teaching > of God.” > Mendengar apa yang saya katakan, anak-anak itu pada menarik > nafas > lega. “Now, what is the teaching of God?” tanya saya. > Anak-anak itu > tengok kanan-tengok kiri. > Saya pun melemparkan umpan. “Siapa yang mengenal > Jesus.” Hampir seluruh kelas [nearly 40 murids] > mengacungkan jari. > “Siapa yang rajin ke gereja?” tanya saya. Hanya > beberapa yang > mengacungkan tangan. Beberapa anak yang tak mengacungkan > tangan > berbisik “I used to”. > “Yang diajarkan Jesus itulah the teaching of God,” kata > saya. > “If you want to go the the Heaven, as a Christian, you > should study what Jesus teaches, understand them, dan follow > them.” > Beberapa anak menggut-manggut, beberapa anak hanya nyengir > kuda. > Saya tak mengapa mereka meringis. Yang manggut-manggut itu > anak-anak > yang tadi tunjuk jari, ketika saya tanya siapa > yang rajin ke gereja. > > Moses > Saya tanya siapa yang mengenal Moses, hanya beberapa orang > yg angkat > tangan. Tapi ketika saya tanya “The Ten Commandment”, > semua anak tunjuk > jari. Saya naik, nanya siapa yang mengenal > Abe [Abraham]. Hampir semuanya tunjuk jari. > “Do you know that Abraham had two sons?” tanya saya. > Anak-anak > itu tidak ada yang tahu. Gurunya yang menjawab. “Yes, > they were Isaac > and Ishmael.” > Di papan tulis, saya buat chart, Abraham: Isaac + Ishmael. > Dari > Isaac saya turunkan: Moses + Jesus; dari Ishmael saya > turunkan > Muhammad. Pada Moses saya beri tanda “David Star”, pada > Jesus saya beri > tanda “Cross”, pada Muhammad saya beri tanda “Bulan > Sabit.” > Dari situ saya mulai masuk informasi tentang Islam. Kepada > kelas, saya tunjukkan hubungan antara Islam-Kristen-Jahudi. > Saya > tunjukkan kepada kelas, itulah serangkaian “the Teaching > of God”. God > memberikan Torah kepada Moses, Gospel kepada Jesus, dan > Qur’an kepada > Muhammad. Teaching itu diturunkan untuk menuntun manusia > supaya bisa > kembali ke Heaven. > “If you read Bible, any good teaching you find in it, you > will > also find it in the Koran,” kata saya. “The only major > differences > between Christianity and Islam are that Christian see Jesus > as the > Savior, we -muslim- see him just as a Prophet. And we > respect him. And > that we-muslim-do not believe in the sin for newly born > baby. All > babies are born innocent, in Islam.” > Saya tidak menjelaskan bahwa Islam tak mengenal konsep > Trinitas. > Menurut saya, konsep itu terlalu komplek untuk diangkat > buat anak-anak > kelas 6 SD. Menurut saya, cukuplah buat mereka jika mereka > tahu bahwa > Islam dan Kristen-Jahudi itu berasal dari the same root. > Dan, moral > teaching yang didapati di Bible juga ada di al Qur’an. > > Islam > “If the Islamic teachings are just like the Christian > teaching, then, > why some muslim do bad thing, like the Sept 11 -supposed > the people who > did it were Mr. Laden and his gangs?” tanya saya > selanjutnya. > Memasuki daerah ini, anak-anak mulai rame.. Mereka pada > tunjuk jari > ingin mengajukan pertanyaan. Tapi guru pengarahnya minta > mereka > bersabar, agas saya dapat selesaikan ’speech’ yg akan > selesai sekitar > lima menit lagi. > “The truth is I don’t know why some people do bad > things. What I > could tell you, though… Islam forbids the killing of > innocent people.” > “So, what happened last Sept 11 was totally wrong. There > is no teaching > in Islam to justify that action. And, I believe those who > did it should > be brought to justice.” > “I also ask you to remember this…please, make > distinction between > the guy who did bad things from the teahing of their > religions. There > are some bad guys out there, and they could be Moslems or > Christians. > There also some good guys out there which happen to be > Moslems or > Christians, like you > and I.” > Itulah pengantar ’speech’ yang saya sampaikan kurang > lebih dalam dua > belas menit. Waktu selanjutnya, adalah tanya jawab. > Pertanyaannya > buanyaaaaaak sekali. Baik tentang Indonesia, Islam, maupun > September > 11. Reza dan saya team up menjawab pertanyaan murid-murid > dan guru > pengarah. Gurunya ada empat orang. Saya tak bisa tulis > semua pertanyaan > itu, di bawah ini hanya saya sampaikan beberapa yang > relevan dengan > topik-nya “Islam and September 11.” > Pertanyaan: > Q: “Why did they do the September 11?” tanya salah > seorang siswi. > A: “I don’t really know. And, I don’t want to make > any judgement on this. Let’s wait what the FBI find > out.” > Q: “Do you know the guys who did it? You’re moslem.” > A: “Yes I am a moslem. But, I don’t know them. What I > know about them is based on what the media told us.” > Q: “Does Sept 11. have a special meaning in Islam?” > A: “Not that I know off. To tell you the truth, The Sept > 11 is nothing to do with Islam.” > Q: “Do you pray before going to bed? and how?” > A: “We pray when doing anything good, like eating, > studying, taking a bath, helping friends, and going > to bed. My prayer before going to bed is very simple, > ‘God, please take care everything while I am > dead during my sleep. And, if you decide to take me > tonight, please bring me to the Heaven.’ > Other than that, we have an obligatory prayer, which is > done five times a day.” > Q: “Do the women in Islam have to wear veil?” tanya > salah seorang siswi sambil memperagakan, > pakaian wanita Arab yang hanya nampak matanya. > A: “Veil is a must in Islam. There is verse in the Koran > about that. But, you have to differentiate > between culture and the teaching of Islam. The veil in > Islam is like when you see a nun in the > church. All body, except face and your palms, is > covered.” > Q: “Are all Arab are moslems?” tanya seorang Guru. > A: “Not all Arab are moslems. Some Arabs are Christians > like Khalil Gibran, some are Jewish, or else. > Likewise, not all moslems are Arab. Almost 90% of > Indonesians are moslems, and there are about > 210 M of Indonesians.” > Q: “Do you people of Indonesia also have holiday for > Chiristmas and Easter?” > A: “We do have those. We also have a holliday for other > religious holidays, like for the Hindus, Budhists, > and of course for the Islamic holidays.” > Q: “How did you react when you saw the Sept 11.?” tanya > bu guru. > A: “I was angry, sad, and terrified. My first thought was > the world is no longer safe. If they could do it > here, in the USA, they could do it anywhere else. I was > angry at the guy who did the brutal action. > I was sad for knowing there would be lots of life loss. > Children lost their dads or moms, husband > lost their wives, wives lost their love ones. We should > take an action to prevent thing like this from > happening in the future.” > Q: “How does Islam see women. Are women alloed to work or > to go to school?” tanya bu guru lain > merefer to situasi di Afghanistan. > A: “In Islam, women do not have to work. It’s the > responsibility of the husband to support the family. If > the women happen to have a job, the money belong to her. > The husband can not touch that > money. It’s up to the women to spend the money. However, > if she decide to spend the money for > the family, she will get the reward from God. I would like > to make a point here. In the eye of > religion, it’s okay for the women do not work. But, if > the husband do not go to work, it’s considered > a sinner. He do not fulfill his responsibility. So, women > are not forbidden to work. > Islam does not forbid women to get education. There in no > teaching in the book…Koran.. or the > tradition of the Prophet forbiding women from getting > education. They don’t have to work, yes, but > to raise children, we need smart moms too.” [audience > tertawa..] > I don’t know what is the reason for women in Afghanistan > were not allowed to work or go to > school. I have read some information about that too in > www.RAWA.org, http://www.rawa.org/[saya > menulis di papan]. I have also read the speech one of > Thaliban leader in California last March. > He said, in the beginning of Thaliban administration, women > are indeed not allowed to work and go to > school. The reason was the situation was too dangerous for > women to go out, because every > man had a gun, and tribal rivalry was still high. But, > after Thaliban disarmed the people, now, > women go to work, and girl are going to school. And > Thaliban just open medical school in every > province, most of the students are girl. [saya juga > menambahkan, siswa laki-laki dan perempuan > dipisahkan, demikian juga dengan pekerja laki-laki dan > perempuan; It's just like in Iran]. > Q: “Do all women in Indonesia wear veil?” tanya seorang > siswi. > A: “Not all of them.” > Q: “Why?” > A: “I don’t know. It’s just like in Christianity, not > all Christians follow the teaching of Jesus.” > Q: “You said that it’s about 6 M of moslems are > Americans.” > A: “Yes about that number. And four thousands of them are > serving in the military. They become > moslem right after they get contact with Islam either > during or after the Gulf War, and when they > were sent to Somalia.” > [itulah sebagian pertanyaan yang saya ingat baik di dalam > kelas maupun > di luar kelas setelah speech; kepada para Guru saya > tinggalkan fotocopy > tulisan: > -Karen Armstrong "The True, Peaceful Face of > Islam" [Time] > -Ira Rifkin “One Nation, Under Islam” [Time] > -Charless Kimball “Q&A: Islamic Fundamentalism” > [Christian Science Monitor]Wassalam, > =Usman Maine= > “Lord opens > our eyes to see what is beautiful, or > our minds to know what is true, or > our hearts to love what is good” > ——————————————– > Usman Kris Joko Suharjo > > Disadur dari www.Muslimindonesia.net > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > === > Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta > Informasi lengkap di: > http://www.media-islam.or.id > http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links > > >

