Bukan jalan yang Engkau Murkai dan bukan pula jalan yang
Sesat<http://adanipermana.co.cc/2008/09/08/bukan-jalan-yang-engkau-murkai-dan-bukan-pula-jalan-yang-sesat/>
September
8, 2008 – 1:11 am

Úóäú ÚóÏöíø Èúä ÍóÇÊöã ÞóÇáó : ÞóÇáó áöí ÑóÓõæá Çááøóå Õóáøóì Çááøóå
Úóáóíúåö æóÓóáøóãó " Åöäøó ÇáúãóÛúÖõæÈ Úóáóíúåöãú :" ÇáúíóåõæÏ"

Dari Ady bin Hatim r.a. berkata : *Nabi *shalallahu'alaihi wasallam membaca
Sesungguhnya Orang-orang yang dimurkai adalah *., "Alyahud (Yahudi)".*
[1]<?ui=2&view=js&name=js&ver=9DCpeyGCQEg&am=R_E45cSXcDEATbAH#_edn1>

**

Úóäú ÚóÏöíø Èúä ÃóÈöí ÍóÇÊöã , ÞóÇáó : ÞóÇáó ÑóÓõæá Çááøóå Õóáøóì Çááøóå
Úóáóíúåö æóÓóáøóãó : { æóáóÇ ÇáÖøóÇáøöíäó } ÞóÇáó : " ÇáäøóÕóÇÑóì "**

**

Dari Ady bin Hatim r.a. berkata : *Nabi *shalallahu'alaihi wasallam membaca
" Dan bukan jalann orang-orang yang sesat", ia bersabda Nashrani
[2]<?ui=2&view=js&name=js&ver=9DCpeyGCQEg&am=R_E45cSXcDEATbAH#_edn2>
**

**

Mengapa mereka Yahudi dan Nasrani itu dikatakan diMurkai dan dinyatakan
sesat karena "Yahudi tidak melaksanakan Al Haq sedangkan Nashrani
berlebih-lebihan padanya. Adapun Yahudi dicap dengan kemurkaan (Al Maghdhub
Alaihim) sedangkan Nashrani dengan kesesatan (Adh Dhaallin)."

Secara ringkas kekafiran Yahudi adalah karena mereka tidak beramal dengan
ilmunya. Mereka mengetahui Al Haq tetapi tidak menyertainya dengan amal,
baik dengan ucapan maupun perbuatan. Sedangkan kekafiran Nashrani adalah
dari sisi amal mereka tanpa ilmu. Mereka berusaha mengamalkan berbagai macam
ibadah tanpa syari'at dari Allah. Dan mereka berbicara tentang Allah apa-apa
yang tidak mereka ketahui."
[3]<?ui=2&view=js&name=js&ver=9DCpeyGCQEg&am=R_E45cSXcDEATbAH#_edn3>

Dalam istilah mereka di sebut Ifrath dan Tafrith, yakni *Ifrath *adalah
melampaui batas dalam beribadah dan beramal tanpa ilmu. Sedangkan tafrith
adalah sebaliknya, yaitu melalaikan dan meremehkan ibadah bahkan menentang
ilmu Al Haq yang telah diketahui.

Syaithan menggoda anak Adam dengan dua jalan ini, yaitu ifrath dan tafrith.
Pertama, dia mengajak manusia kepada kekufuran dan pengingkaran terhadap
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (tafrith). Kalau hal ini tidak
berhasil maka dia akan mendorong mereka untuk beramal dan beribadah dengan
melampaui batas (ifrath) sehingga terjerumus ke dalam berbagai macam bid'ah
sehingga menyimpang dari jalan yang lurus dan akhirnya membawa mereka kepada
kesesatan dan kekufuran. (Lihat Makaidus Syaithan oleh Ibnul Qayyim
rahimahullah)

Gambaran mereka yang tersesat dalam sikap tafrith adalah seperti Yahudi,
sedangkan yang tersesat dalam sikap ifrath adalah seperti Nashara.

Yahudi terjerumus dalam sikap tafrith sehingga membunuh para Nabi dan
mencela Isa bin Maryam 'alaihis salam hanya karena nafsu dan kedengkian
mereka. Mereka tahu dan mengenal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
seperti mengenal anak mereka sendiri. Mereka mengenal namanya,
sifat-sifatnya, dan lain-lain tentangnya, tapi mereka mengingkari dan
menentang beliau.

Allah berfirman : *"Padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan
Nabi) untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir. Maka setelah
datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui mereka lalu ingkar
kepadanya. Maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar."* (QS. Al Baqarah
: 89 )

Demikianlah Allah murka dan melaknat Yahudi karena sikap tafrith, mengetahui
Al Haq tapi mengingkarinya. Maka Allah mengatakan tentang mereka :
Katakanlah : *"Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang
lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasiq) itu di sisi Allah? Yaitu
orang-orang yang dilaknat dan dimurkai oleh Allah dan di antara mereka ada
yang dijadikan kera-kera dan babi-babi dan penyembah thaghut."* (QS. Al
Maidah : 60 )

Sedangkan Nashrani tersesat dalam sikap ifrath dengan menuhankan Isa dan
menyembah pendeta-pendeta. Allah berfirman tentang mereka : *"Wahai Ahli
Kitab, janganlah kalian melampaui batas (ghuluw) dalam agamamu dan janganlah
kalian mengatakan atas (nama) Allah kecuali yang haq. Sesungguhnya Al Masih
Isa putra Maryam adalah Rasulullah … ."* (QS. An Nisa' : 171 )

Itulah sikap ifrath (berlebih-lebihan dalam agama) mereka, berbicara tentang
Allah dan atas nama Allah tanpa ilmu. Sehingga terucap dari mereka kalimat
kufur yang sangat besar yaitu mengatakan bahwa Isa adalah jelmaan Allah atau
Isa adalah anak Allah atau Isa, Maryam, dan Allah adalah satu yang tiga,
tiga yang satu. Subhanallah, Maha Suci Allah dari apa yang mereka ucapkan!!
Allah adalah satu, tidak beranak dan tidak diperanakkan! Maka kafirlah
mereka dengan ucapan itu dan gugurlah amalan mereka dan ibadah mereka.
Walaupun mereka beribadah kepada Allah dengan khusyu' dan menangis,
berdzikir menyebut nama Allah, dan memujinya dengan ikhlas. Demikianlah
orang-orang yang berusaha untuk beribadah kepada Allah tetapi tanpa ilmu
akhirnya mereka tersesat dan amalannya sia-sia.

Allah berfirman setelah mengatakan kekafiran orang-orang yang mengatakan
bahwa Allah adalah satu dari yang tiga : *"Wahai ahli kitab, janganlah
kalian berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara yang tidak benar dalam
agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah
sesat terdahulu (sebelum kedatangan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa
sallam). Mereka menyesatkan kebanyakan (manusia) dan mereka tersesat dari
jalan yang lurus."* (QS. Al Maidah : 77 )

Dari beberapa uraian tersebut diatas jelaslah mengapa mereka dimurkai dan
dinyatakan sesat. Kenapa juga kita sebagai orang mu'min selalu berdo'a dalam
shalatnya "Ihdinash shiraatal Mustaqiim, Shirathal ladzina an'amta
'alaihiim", yakni tiada lain untuk terhindar dari dua kelompok yang dmurkai
dan yang sesat*.*

*
*Ibnu Katsir berkata tentang ayat ini : "Al Maghdhub Alaihim adalah
orang-orang yang rusak niatnya. Mereka mengetahui Al Haq tapi menyeleweng
darinya. Sedang Adh Dhaallin adalah orang-orang yang tidak memiliki ilmu
sehingga mereka bingung dalam kesesatan, tidak mendapatkan petunjuk kepada
Al Haq, … dan seterusnya." (Tafsir Ibnu Katsir 1/31-32 )

*Al Maghdhub dan Adh Dhaallin Dalam Umat Ini*

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan tentang perpecahan umat
yang sudah sering disinggung. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam menjelaskan bahwa semuanya akan masuk neraka kecuali satu.

Dalam riwayat lain dari Ibnu Mas'ud bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam menggaris satu garis dengan tangannya kemudian berkata : *"Ini adalah
jalan yang lurus." Kemudian menggaris beberapa garis di kanan dan kirinya,
kemudian berkata : "Ini jalan-jalan, tidak ada satu jalan pun daripadanya
kecuali ada syaithan yang mengajak kepadanya." Kemudian membacakan ayat :
"Ini jalanku yang lurus maka ikutilah dia dan janganlah mengikuti
jalan-jalan (lain) … ."* (QS. Al An'am : 153 ) [HR. Ahmad, Ad Darimi, Al
Hakim]

Riwayat-riwayat di atas menunjukkan bahwa umat beliau akan berpecah dalam
berbagai macam jalan dan yang selamat hanya satu kelompok. Hadits di atas
juga menunjukkan bahwa yang selamat adalah mereka yang tetap berada dalam
shirathal mustaqim (jalan yang lurus) sedangkan jalan-jalan yang lain adalah
jalan-jalan syaithan. Dengan demikian hanya ada dua kemungkinan yaitu
mengikuti jalan keselamatan atau jalan kesesatan, mengikuti jalan Allah atau
jalan syaithan.

Dalam riwayat dari Abi Said Al Khudri, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam menjelaskan bahwa sebagian umat ini akan mengikuti model yahudi dan
nashrani. *"Pasti kalian akan mengikuti sunnah-sunnah (jalan/kebiasaan)
orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal sehasta demi
sehasta." *(Muttafaqun
Alaihi)

Dari sini kita pahami bahwa dalam umat ini pun terdapat dua kesesatan model
yahudi dan nashrani sebagai kaum yang dilaknat dan kaum yang sesat. Sufyan
bin Uyainah dan para ulama Terdahulu yang Shoeh berkata : "Sesungguhnya
orang yang rusak dari ulama kita, maka padanya ada penyerupaan terhadap
yahudi. Dan orang yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka padanya ada
penyerupaan dengan nashrani."
[4]<?ui=2&view=js&name=js&ver=9DCpeyGCQEg&am=R_E45cSXcDEATbAH#_edn4>

Hadanallahu wa iyyakum ajma'in, wallahu a'lam bishowab

Ahmad Dani Permana

*Footnote*
------------------------------

[1] <?ui=2&view=js&name=js&ver=9DCpeyGCQEg&am=R_E45cSXcDEATbAH#_ednref1>lihat
: Jami'ul
Bayan Imam Ath Thabary Hadist
163<http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?nType=1&bm=&nSeg=0&l=arb&nSora=1&nAya=7&taf=TABARY&tashkeel=0>

[2] <?ui=2&view=js&name=js&ver=9DCpeyGCQEg&am=R_E45cSXcDEATbAH#_ednref2>lihat
: Jami'ul
Bayan Imam Ath Thabary Hadist
173<http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?nType=1&bm=&nSeg=0&l=arb&nSora=1&nAya=7&taf=TABARY&tashkeel=0>

[3] <?ui=2&view=js&name=js&ver=9DCpeyGCQEg&am=R_E45cSXcDEATbAH#_ednref3>Iqtidha
Shiratil Mustaqim oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 1/67

[4] <?ui=2&view=js&name=js&ver=9DCpeyGCQEg&am=R_E45cSXcDEATbAH#_ednref4>Kitab
Iqtidha Shirathil Mustaqim oleh Syaikh Islam 1/68


-- 
www.adanipermana.co.cc
www.computer-knowledge.biz


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke