Mudah2an berguna penjelasan dibawah ini
============
Membaca Amin Setelah Imam Selesai Fatihah
Minggu, 23 Mar 08 07:23 WIB
Assalamu'alikum wr. wb.
Saya ingin tanya kenapa pertanyaan saya tentang hukukm membaca amin setelah
alfatihah dalam salat berjamaah belum di jawab?????
Saya ingin tau secepatnya.
Mohon maaf kalau saya terlalu lancang. sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
assalamu'alikum wr.. wb.
Husein Abdullah
wendry
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kami mohon
maaf seandainya belum dapat secara langsung menjawab setiap pertanyaan yang
masuk. Sebabnya kali ini bukan apa-apa, karena kami harus melakukan studi
literatur yang agak panjang ke sana kemari.
Dan akhirnya setelah kami rasa cukup untuk dijadikan sebuah jawaban, meski
tidak sempurna, barulah kami memberanikan diri untuk menyampaikan jawabannya.
Sekali lagi mohon maaf atas keterlambatan jawaban.
Kesimpulan singkatnya dari hukum membaca lafadz 'Aamiin' setelah
Al-Fatihah dalam shalat adalah sebuah perkara khilafiyah. Para ulama ternyata
memang berbeda pendapat ketika bicara masalah yang satu ini.
Sebagian besar ulama (jumhur) mengatakan bahwa mengucapkannya secara jahr
(suara dikeraskan termasuk sunnah, sedangkan sebagian lainnya
mengatakan bahwa lafadz itu dibaca sirr (lirih) saja dan itu lebih
utama.
1. Mazhab Abu Hanifah
Dalam hal ini mazhab Abu Hanifah termasuk yang berbeda dengan pendapat mazhab
jumhur lainnya. Dalam pandangan mazhab ini, bacaan Amin lebih utama untuk
dilirihkan, tidak dibaca keras sebagaimana yang umumnya kita kenal selama
ini.
Hal ini cukup menarik, saat kamike Turki dan shalat berjamaah Maghrib di
masjid Abu Ayyub Al-Anshari dan shalat Shubuh di masjid dekat hotel, kami sempat
sedikit terkecoh. Sebagai bangsa Indonesia yang tinggal bersama dengan kalangan
mazhab Syafi'i, begitu mendengar imam selesai mengucapkan lafadz
waladhdhaaalliin, maka secara naluri kami pun langsung siap-siap
mengucapkan Amin dengan suara keras.
Tapi apa lacur, ternyata suasana tetap hening, sepi dan tak seorang pun yang
melafadzkannya. Sempat celingukan juga sambil bingung sebentar, tapi setelah itu
langsung tersadar. Oh, iya. Ini kan Turki. Kok bisa lupa, mereka ini kan
bermazhab Hanafi. Dan dalam pelajaran waktu kuliah dulu, kami jadi teringat
bahwa dalam mazhab Abu Hanifah memang tidak disunnahkan mengeraskan bacaan Amin
dalam shalat berjamaah.
Yah, sudah tidak apa-apa. Malu-malu sedikit kan tidak apa-apa. Anggap saja
kami ini turis nyasar. Namanya juga turis, wajar dong kalau keseleo lidah.
Terus Anda lalu penasaran, kenapa kok mahzab Hanafi ini tidak menyunnahkan
untuk menjahar lafadz Amin? Apa landasannya?
Begini, sebagaimana yang dituliskan oleh Al-Qurthubi dalam kitab tafsir yang
fenomenal, Al-Jami' li Ahkamil Quran, kita menemukan sedikit
penjelasan, tepatnya kalau kita buka pada jilid 1 halaman 200. Di sana
dijelaskan bahwa ternyata mereka punya landasan dan berhujjah dengan ayat
Al-Quran berikut ini:
Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas .(QS.
Al--A'raf: 55)
Makanya para ulama mazhab ini tidak mengajarkan bacaan doa yang dikeraskan.
Sebab bagi mereka, kedudukan ayat ini mengikat dan lebih kuat dari hadits
nabawi. Sehingga tidak dianjukan untuk berdoa dengan lafadz yang dikeraskan.
Dan karena lafadz Amin itu bagian dari doa, maka yang lebih utama tidak
dibaca keras, cukup dibaca secara lirih saja.
Mungkin anda akan protes, lho yang merupakan doa itukan lafadz surat
Al-Fatihah-nya, sedangkan lafadz 'Amin' itu kan bukan doa?
Maka kalangan mazhab Hanafi menjawab bahwa mengucapkan lafadz 'Amin' itu juga
bagian dari doa. Sebagaimana firman Allah SWT:
AlIah berfirman, "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu
berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah
sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui".(QS.
Yunus: 89)
Ayat ini sedang mengisahkan Musa dan Harun 'alaihimassalam yang
berdoa. Dan diriwayatkan meski dengan sanad yang dhaif sekali, bahwa Musa yang
mengucapkan lafadz doa itu dan Harun yang mengaminkan. Makanya, mengucapkan
lafadz 'Amin' pun termasuk berdoa.
2. Mazhab Jumhur Ulama
Adapun hujjah jumhur ulama tentang kesunnahan mengeraskan bacaan
'Amin' ada banyak, di antaranya hadits yang berstatus muttafaqun
'alaihi berikut ini:
إذا أمن الإمام فأمنوا فإنه من وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر له ما تقدم من
ذنبه
Apabila Imam mengucapkan Amin maka ucapkanlah Amin. Siapa yang amin-nya
sesuai dengan amin para malaikat, diampuni dosanya yang sudah lewat. (HR
Bukhari dan Muslim)
Namun di kalangan jumhur ulama sendiri ternyata masih juga ada perbedaan,
yakni apakah imam ikut mengeraskan juga bacaan Amin-nya ataukah membaca
dengan sirr.
* Menurut mazhab Asy-Syafi'i dan Maliki dalam riwayat
madaniyyin, Imam hendaknya ikut mengeraskan juga bacaan 'Amin' itu,
sehingga terdengar juga oleh makmum.
* Sedangkan dalam pandangan Ath-Thabari dan Ibnu Hubaib, imam
tidak perlu mengucapkannya secara keras, demikian juga pandangan kalangan
Kufiyyin dan Madaniyyin.
* Sedangkan dalam pandangan Ibnu Bukair, imam boleh memilih
antara mengeraskan bacaan amin atau melirihkannya.
Namun yang lebih kuat dari perbedaan pandangan ini menurut kami adalah
pendapat pertama, karena ada hadits yang kuat dan bisa menjadi dasarnya.
عن وائل بن حجر قال: كان رسول الله إذا قرأ ولاالضآلين قال: آمين يرفع بها
صوته
Dari Wail bin Hujr berkata bahwa Rasulullah SAW kalau membaca
Waladhdhaallin, maka beliau mengucapkan Amin dengan suara yang keras. (HR
Ad-Daruquthny dengan sanad yang shahih menurutnya)
Rasanya sampai di sini dulu penjelasan yang teramat singkat tentang hukum
mengucapkan lafadz 'amin' di belakang imam shalat. Dan yang mana saja dari
pendapat di atas, tidak ada yang berbenturan secara prinsip sehingga
mengakibatkan dosa besar. Ini hanya sekedar perbedaan yang tidak terlalu
prinsip, yakni tentang apakah bacaan amin itu sebaiknya dikeraskan atau
dilirihkan.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
==========
----- Original Message ----
From: sidiq rohmadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, 11 September, 2008 3:17:58 PM
Subject: [syiar-islam] pertanyaan
assalamualaikum wr.wb.salam kenal untuk semua.aq da pertanyaan yang penting
untuk dijawab.apaka bacaan amiin selalu dibaca setelah alfatehah dalam sholat
berjamaah baik rekaat 1,2,3,4.mohon jawabannya.terimaka sih.wasalam
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/
[Non-text portions of this message have been removed]
Make the switch to the world's best email. Get Yahoo!7 Mail!
http://au.yahoo.com/y7mail
[Non-text portions of this message have been removed]