Yakin Dan Tawakkal<http://attanzil.wordpress.com/2008/08/15/yakin-dan-tawakkal/>
*ÑíÇÖ ÇáÕÇáÍíä***
*
**Bab 7 *
ÈÇÈ Ýí ÇáíÞíä æÇáÊæßá**
*Yakin Dan Tawakkal*
Allah Ta'ala berfirman:
æóáóãóøÇ ÑóÃóì ÇáúãõÄúãöäõæäó ÇáÃÍúÒóÇÈó ÞóÇáõæÇ åóÐóÇ ãóÇ æóÚóÏóäóÇ Çááóøåõ
æóÑóÓõæáõåõ æóÕóÏóÞó Çááóøåõ æóÑóÓõæáõåõ æóãóÇ ÒóÇÏóåõãú ÅöáÇ ÅöíãóÇäðÇ
æóÊóÓúáöíãðÇ
" Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu
itu, mereka berkata: "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada
kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah
menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan." (al-Ahzab: 22)
Allah Ta'ala berfirman juga:
"Para manusia berkata kepada orang-orang yang beriman itu: "Sesungguhnya
orang-orang telah berkumpul untuk melawan engkau semua, oleh karena itu
takutlah kepada mereka." Tetapi hal itu makin menambah keimanan mereka.
Mereka menjawab: Allah cukup menjadi pelindung kita dan sebaik-baiknya yang
dijadikan tempat bertawakkal.
Kemudian mereka kembali dengan mendapatkan kenikmatan dan keutamaan dari
Allah, mereka tidak terkena sesuatu halangan pun dan mereka mengikuti
keridhaan Allah dan Allah itu memiliki keutamaan yang agung." (ali-lmran:
173-174)
Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Dan bertawakkallah kepada Tuhan yang Maha Hidup yang tidak akan mati."
(al-Furqan: 58)
Lagi Allah Ta'ala berfirman:
"Dan kepada Allah, hendaklah orang-orang yang beriman itu bertawakkal,"
(Ibrahim: 11)
Allah Ta'ala berfirman juga:
"Jikalau engkau telah bulat tekad - untuk melaksanakan sesuatu - maka
bertawakkallah kepada Allah." (ali-lmran: 159)
Ayat-ayat mengenai hal bertawakkal itu banyak dan dapat dimaklumi.
Juga Allah Ta'ala berfirman:
"Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia pasti mencukupi
untuknya." (at-Thalaq: 3)
Lagi firmannya Allah Ta'ala:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila
disebut nama Allah gemetarlah hati mereka [merasa takut], dan apabila
dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya)
dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal." (al-Anfal: 2)
Ayat-ayat perihal keutamaan bertawakkal itu pun banyak.
*Keterangan:*
Banyak sekali orang yang salah mengarti dalam melaksanakan ketawakkalan
kepada Allah Ta'ala itu. Ada yang berpendapat, tawakkal ialah pasrah kepada
Tuhan tanpa melakukan apa-apa dan usaha untuk mencari mana yang baik dan
menyebabkan kebahagiaan. Ringkasnya enggan berikhtiar atau menyingsingkan
lengan baju. Anehnya ia meminta yang enak-enak belaka. Orang semacam di atas
itu rupanya berpendapat, bahawa tidak perlu ia belajar, jika Tuhan
menghendaki ia menjadi orang pandai, tentu pandai juga nantinya. Juga tidak
perlu bekerja, jika Tuhan menghendaki ia menjadi kaya, tentu kaya juga
nantinya. Atau ketika sakit, tidak perlu ia berubat, jika Tuhan menghendaki
sembuh tentu sihat kembali juga. Semuanya itu samalah halnya dengan orang
yang sedang lapar, sekalipun macam-macam makanan di hadapan mukanya, tetapi
ia berpendapat, jika Tuhan menghendaki kenyang, tanpa makan pun akan menjadi
kenyang juga. Cara berfikir semacam di atas itu, apabila diterus-teruskan,
pasti akan membuat kesengsaraan diri sendiri, bahkan merosak akalnya
sendiri.
Adapun maksud tawakkal yang diperintahkan oleh agama itu ialah menyerahkan
diri kepada Allah sesudah berdaya-upaya dan berusaha serta bekerja
sebagaimana mestinya. Misalnya meletakkan penyelak di muka rumah, setelah
dikunci baik-baik, lalu bertawakkal. Artinya apabila setelah dikunci itu
masih juga hilang umpama dicuri orang, maka dalam pandangan agama orang itu
sudah tidak bersalah, sebab telah melakukan ikhtiar supaya jangan sampai
hilang. Hal yang semacam itu pernah terjadi di zaman Rasulullah shalallahu
'alaii wasallam, yaitu ada seorang sahabatnya yang meninggalkan untanya
tanpa diikatkan pada sesuatu, separti pohon, tonggak dan lain-lain, lalu
ditinggalkan.
Beliau sholallahu 'alahi wasallam bertanya: "Mengapa tidak kamu ikatkan?" Ia
menjawab: "Saya sudah bertawakkal kepada Allah." Rasulullah shalallahu
'alaii wasallam tidak dapat menyetujui cara berfikir orang itu, lalu
bersabda:
Artinya:
"Ikatlah dulu lalu bertawakkallah."
Ringkasnya tawakkal tanpa usaha lebih dulu adalah salah dan keliru menurut
pandangan Islam.
Jikalau kita sudah dapat meletakkan arti tawakkal pada garis yang
sebenarnya, maka sangat sekali dipuji dan pasti kita tidak akan kekurangan
rezeki, sebab Allah Ta'ala akan menjamin bahawa kita akan diberi bahagian
rezeki kita masing-masing sebagaimana halnya burung yang pergi pagi-pagi
dalam keadaan kosong perut, sedang pada petang harinya telah menjadi
kenyang.
Selain itu Allah berfirman bahawa sifat-sifat kaum mu'minin itu di antaranya
ialah selalu bertawakkal kepada Allah Ta'ala dengan pengartian tawakkal yang
tidak disalah-mengartikan.
FirmanNya:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila
disebut nama Allah gemetarlah hati mereka [merasa takut], dan apabila
dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya)
dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal." (al-Anfal: 2)
Yang perlu kita perhatikan, sehubungan dengan persoalan ini ialah:
Dalam mengejar cita-cita, supaya dapat berhasil kecuali amat diperlukan
adanya sifat kesabaran, juga wajib disertai sifat tawakkal ini. Karena yang
menentukan berhasil atau tidaknya sesuatu maksud itu hanyalah Allah
Subhanahu wa Ta'ala sendiri. Lebih besar yang dicita-citakan, wajib lebih
besar juga sabar dan tawakkalnya, misalnya ingin menjadi seorang yang alim,
ingin memajukan agama, ingin mendirikan sesuatu negara yang benar-benar
diredhai oleh Allah Ta'ala, ingin melaksanakan hukum-hukum dan syariat Islam
dalam negara dan lain-lain sebagainya. Setelah bersabar dan bertawakkal
wajib juga disertai doa, memohon kepada Allah semoga yang dicita-citakan itu
berhasil, jangan bosan-bosan berdoa dan yakinlah bahawa Allah akan
mengabulkan. Insya Allah.
Adapun Hadis-hadisnya ialah:
74- *ÝóÇáÃæøóáó* : Úóä ÇÈúä ÚóÈøóÇÓò ÑÖí Çááøóåõ ÚäåãÇ ÞÇá : ÞÇá ÑÓæáõ
Çááøóå Õáì Çááøóå Úáíå æÂáå æÓáã : « ÚõÑÖóÊ Úáíøó ÇáÃãóãõ ¡ ÝóÑóÃíúÊ
ÇáäøóÈöíøó æóãÚóå ÇáÑøõåíúØõ æÇáäøóÈöíøó æãóÚåõ ÇáÑøóÌõá æóÇáÑøóÌõáÇäö ¡
æóÇáäøóÈöíøó æáíúÓó ãóÚåõ ÃÍÏñ ÅÐ ÑõÝöÚó áöì ÓæÇÏñ ÚÙíãñ ÝÙääÊõ Ãóäøóåõãú
ÃõãøóÊöí ¡ ÝóÞöíáó áöì: åÐÇ ãæÓì æÞæãå æáßä ÇäÙÑ Åáì ÇáÃÝÞ ÝÅÐÇ ÓæÇÏ ÚÙíã
ÝÞíá áì ÇäÙÑ Åáì ÇáÃÝÞ ÇáÂÎÑ ÝÅÐÇ ÓæÇÏ ÚÙíã ÝÞíá áí : åóÐå ÃõãøóÊõßó ¡
æãÚóåõãú ÓÈúÚõæäó ÃóáúÝÇð íóÏúÎõáõæäó ÇáúÌóäøóÉ ÈöÛóíúÑö ÍöÓóÇÈò æáÇ ÚóÐóÇÈò
» Ëõãøó äóåóÖ ÝóÏóÎóáó ãäúÒöáóåõ ¡ ÝóÎóÇÖ ÇáäøóÇÓõ Ýí ÃõæáóÆößó ÇáøóÐíäó
íÏúÎõáõæä ÇáúÌäøóÉó ÈöÛóíúÑö ÍÓÇÈò æóáÇ ÚÐÇÈò ¡ ÝóÞóÇáó ÈÚúÖåõãú :
ÝóáóÚóáøóåõãú ÇáøóÐíäó ÕóÍöÈõæÇ ÑÓæá Çááøóå Õóáøì Çááåõ Úóáóíúåö æÓóáøóã ¡
æÞóÇá ÈÚúÖåõã : ÝóáÚóáøóåõãú ÇáøóÐíäó æõáöÏõæÇ Ýí ÇáÅÓúáÇãö ¡ Ýóáóãú
íõÔúÑößõæÇ ÈÇááøóå ÔíÆÇð æÐóßóÑæÇ ÃÔúíÇÁ ÝóÎÑÌó Úóáóíúåãú ÑÓæá
Çááøóå Õóáøì Çááåõ Úóáóíúåö æÓóáøóã ÝóÞóÇáó : « ãóÇ ÇáøóÐí ÊóÎõæÖæäó Ýöíåö ¿
» ÝóÃÎúÈóÑõæåõ ÝóÞóÇáó : « åõãú ÇáøóÐöíäó áÇ íÑÞõæäó¡ æóáÇ íóÓúÊóÑúÞõæäó ¡
æóáÇó íóÊóØíøóÑõæä ¡ æóÚóáóì ÑÈøöåãú íÊóæßøóáõæäó » ÝÞóÇãó ÚõßøóÇÔÉõ Èäõ
ãõÍúÕöä ÝóÞóÇáó : ÇÏúÚõ Çááøóå Ãäú íÌúÚóáóäí ãöäúåõãú ¡ ÝóÞóÇáó : « ÃäúÊ
ãöäúåõãú » Ëõãøó ÞóÇã ÑóÌõáñ ÂÎóÑõ ÝóÞóÇáó : ÇÏúÚõ Çááøóå Ãäú íóÌúÚóáóäöí
ãöäúåõãú ÝÞÇá : «ÓóÈóÞóßó ÈöåóÇ ÚõßøóÇÔóÉõ » ãÊÝÞñ Úáíå .
« ÇáÑøõåóíúØõ ÈöÖãøö ÇáÑøóÇÁ : ÊóÕÛíÑö ÑóåúØ ¡ æåõã Ïõæäó ÚÔÑÉö ÃäúÝõÓ
. « æÇáÃÝõÞõ » : ÇáäøóÇÍöíÉõ æÇáúÌÇäöÈ . « æÚõßÇÔóÉõ » ÈöÖóãøö ÇáúÚíúä
æÊóÔúÏíÏ ÇáúßÇÝö æóÈöÊóÎúÝíÝåÇ ¡ æÇáÊøóÔúÏíÏõ ÃÝúÕÍõ .
74. Pertama: Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah
shalallahu 'alaii wasallam bersabda:
"Dipertontonkanlah padaku berbagai ummat, maka saya melihat ada seorang Nabi
dan besertanya adalah sekelompok manusia kecil - antara tiga orang sampai
sepuluh, ada juga Nabi dan besertanya adalah seorang lelaki atau dua orang
saja, bahkan ada juga seorang Nabi yang tidak disertai seseorang pun.
Tiba-tiba diperlihatkanlah padaku suatu gerombolan manusia yang besar, lalu
saya mengira bahawa mereka itulah ummatku. Lalu dikatakanlah padaku: "Ini
adalah Musa dengan kaumnya. Tetapi lihatlah ke ufuk - sesuatu sudut."
Kemudian saya pun melihatnya, lalu saya lihatlah dan tiba-tiba nampaklah di
situ suatu gerombolan ummat yang besar juga. Selanjutnya dikatakan juga
kepadaku: "Kini lihatlah juga ke ufuk yang lain lagi itu." Tiba-tiba di situ
terdapatlah suatu kelompok yang besar juga, lalu dikatakanlah padaku:
"Inilah ummatmu dan beserta mereka itu ada sejumlah tujuh puluh ribu orang
yang dapat memasuki syurga tanpa dihisab dan tidak terkena siksa."
selengkapnya...<http://attanzil.wordpress.com/2008/08/15/yakin-dan-tawakkal/>
Silahkan lihat terlampir untuk lengkapnya....
--
www.adanipermana.co.cc
www.computer-knowledge.biz
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/