GAME ONLINE (Ragnarok, RF Indo / PW, dsb),
BISA MENGAKIBATKAN ANAK JD MALAS BELAJAR, PEMBOHONG DSB 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akibat yang bisa dan pernah terjadi pada 'penikmat' game online : 

1. Sering mengabaikan pelajaran di sekolah, karena tdk bisa mengatur
   waktu sehingga pelajaran diabaikan. Bahkan berakibat tidak naik kelas 
   dan malas sekolah.(Sebagian beralasan utk relax, tapi itu hanya alasan 
   klise)
2. Anak sering berbohong, menggunakan uang SPP sekolah untuk
   membeli voucher game online
3. Lupa waktu sholat,makan dsb. 
4. Kesehatan menurun karena main game, lupa makan, istirahat dsb
5. Lamanya waktu main game online, memungkinkan terkena radiasi
   dari layar monitor komputer
6. Memperparah kualitas pendidikan anak sekolah.
7. Bahkan ada yang sampai bunuh diri,akibat depresi krn gamenya error shg data 
hilang.

Tambahan 
---------------
(sumber dari Detik.com)
Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan game online seperti Ragnarok / RF 
Indo / PW dan seterusnya. Tetapi, tahukan anda sudah berapa yang menjadi 
korbannya?
Bulan kemarin teman saya hampir mati bunuh diri di Surabaya hanya karena 
gamenya error/ hack. Untung ada yang menendang gelas yang sudah berisi Baygon 
sehingga tidak terminum semua. Terpaksa harus dirawat beberapa hari.
Banyak lagi kasus lainnya:
1. Banyak anak sekolah rela bolos sekolah demi mengejar level game-nya, banyak 
yang tidak naik kelas juga.
2. Ada yang mencuri uang/ handphone temannya untuk dijual sekedar membeli 
voucher game (merusak moral). 
3. Ada juga yang hampir bunuh diri saat depresi game-nya error atau tidak bisa 
dimainkan lagi (merusak pikiran). 
4. Bahkan ada yang tewas saat main game di warnet (warung internet) karena 
sudah bergadang berhari-hari lupa makan dan tidak tidur.
Mungkin anda tidak ingin anak anda atau pun anak teman-teman menjadi korban 
game ini. Game ini seperti narkoba bisa membuat ketagihan. 
Mohon tanggapan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) maupun lembaga hukum 
lainnya. Misalnya gugatan class action untuk menertibkan maraknya game seperti 
ini. Kalau diteruskan bisa merusak masa depan Bangsa Indonesia.  



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke