Bismillahirrahmaanirrahiim

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

 

Jum’at yang lalu, aku dan suamiku pergi ke pasar ikan di
Sayyidah Zainab(memang pasarnya didaerah Sayyidah Zainab, disamping mesjidnya
betul pasar itu).

 

Sesampai di Pasar, aku ingin beli Udang. Bukan yang kecil,
tetapi Udang besar. Kalau udang kecil, sulit membersihkannya, isinya dikit,
kulitnya aja yang banyak. Ikan kesukaanku adalah Ikan sebangsa Cumi, Kepiting,
Udang, dan Ikan Boori, yang rasanya seperti Udang juga. (ikan jenis ini, banyak
kolestrolnya, sehingga katanya tidak baik untuk orang yang punya penyakit
kolestrol, dan usia tua, sementara baik untuk usia anak-anak) Ikan Boori ini,
belum kutemui ada di Indonesia,
harganya memang cukup mahal juga sih, tetapi masih lebih murah ketimbang Udang.

 

Aku tidak tahu sebelumnya mana Udang kolam/sungai, mana
Udang Laut. Yang kutahu selama ini, Udang Laut itu yang jauh lebih enak
rasanya, ketimbang Udang sungai. Sementara suamiku sangat mengenal mana
Udang/ikan laut, mana yang sungai/kolam. Udang kolam, memang warnanya lebih
terang, dan kulitnya kurang padat, lembut, sementara Udang laut, lebih padat,
warna kuat, kulitnya lebih keras, dan isinya juga lebih tebal, mantap, semantap
rasanya sih.

 

Kalau di Mesir, ada istilah ayam/daging/ikan Baladi(desa),
ada istilah tidak baladinya, sesuai dengan kondisi barang tersebut. Tetapi
setiap yang BALADI(kampung tadi), jauh lebih mahal dan enak rasanya.

 

Sebagaimana Ikan, sayuran dan buahanpun ada istilahnya juga.
Ada buahan
banati(betina), ada yang rijali(jantan). Yang banati biasanya jauh lebih enak
dan mahal rasanya ketimbang rijali. Sebagaimana kepiting, anggur dipakai
istilah ini. Untuk banati dan rijali ini, aku masih bisa membedakannya. 

 

Kalau mau cari ayam baladi(ayam kampung), yang lembut, maka
pilihlah yang tak ada tanduk merah tebal dikepalanya(cari yang betina). Kalau
pilih ayam jantan, maka tidak pas untuk ayam goreng, dia akan keras, pasnya
untuk direndang.

 

Kami singgah ke pasar buahan, dan kedai rumman(delima).
Kemaren sebenarnya di pasar Doqqi(pasar lebih mahal biasanya ketimbang pasar
Sayyidah zainab ini, namun dekat dengan rumahku sih), aku beli buah delima
sudah 2 kg, buah mangga 2kg, buah jambu 2kg, anggur 1 kg dan dalam hitungan
ngak sampai sejam, buahan itu dah ludes semuanya dimakan anak-anakku, makanya
hari Jum’at itu kami beli lagi. Harganya jelas 2 kl lipat lebih murah ketimbang
dipasar Doqqi tersebut.

 

Ketika, aku mau memilih buah delima, kukira yang diluarnya
warna merah kulitnya, pasti didalamnya merah dan manis juga. Tetapi kata
suamiku, tidak selamanya begitu. Tidak selamanya diluar kelihatan cantik,
dalamnya juga cantik. Justru biasanya untuk buah delima ini, kulitnya yang
putih/jelek, bahkan sudah terkelupas, justru didalamnya merah, dan rasanya
enak. 

 

Kalau di Mesir lain lagi istilah seseorang, apabila mencari
pasangan hidup, sering dikatakan, apakah kamu tahu membedakan mana buah
semangka yang bagus dan tak bagus? Bila kita salah memilih pasangan hidup,
biasanya mereka menyebut kita dengan tak pandai memilih buah semangka. Sebab
memilih buah semangka itu memang gampang-gampang sulit juga, sulit ditebak dari
luarnya, sebagaimana sulitnya menebak buah delima tadi.

 

Kalau memilih ikan, dilihat dari insangnya, merah atau
tidak, juga kesegaran ikan tersebut. Namun, zaman sekarang, sudah bisa di
rekayasa dengan alat formalin, ikan bisa diwarnai dengan warna merah, sehingga
kelihatan segar. 

 

Katanya sih, untuk membedakan apakah ikan-ikan tersebut
dikasih bahan pengawet, atau tidak dilihat adakah di sekitar ikan tersebut,
dikerumuni lalat. Kalau tidak dikerumuni lalat sama sekali, berarti ikan
tersebut dikasih formalin, sebab lalat tidak bisa dengan behan tersebut.

 

Kalau memilih buah jambu gelutuk(jambu biji), Ghauwafah
istilah Arabnya, lihat kulitnya. Katanya ghawwafah ini, untuk orang yang
berpenyakit anemia(kurang darah) sangat bagus, juga kalau mereka yang suka
buang air besar(mencret).

 

Hari itu, selain Udang, Boori, kami juga beli ikan
Mujair(Bolthi), ikan yang disukai suamiku. Kami juga beli buahan delima, jambu,
dan anggur tadi. 

 

Di mesir ini, kita harus pandai-pandai berbelanja. Cari
pasar masyarakat yang harganya jauh lebih murah, ketimbang pasar yang berada di
tengah kota,
apalagi super market. Juga harus tahu musim. Sebab, ketika musim panas, adanya
buahan seperti anggur, jangan beli buahan musim dingin, semacam jeruk(jeruk
biasanya ada saat musim dingin, begitulah luar biasanya Allah Ta’ala memberikan
buahan, sesuai dengan musimnya, jeruk fungsinya memang untuk panas juga,
makanya tepat adanya dimusim dingin).

 

Kalau musim panas, adanya buahan semangka, anggur, harganya
jauh lebih murah, ketimbang semangka, anggur, mangga  kalau buahan musim panas 
ini ini dibeli
dimusim dingin,  harganya mahal sekali.
Sebagaimana mahalnya buah jeruk dimusim panas.

 

Di Musim dingin, segala macam bentuk/jenis buah jeruk banyak
disini. Ada
jeruk yusufi, jeruk baladi, jeruk-jeruk lainnya. Harganya juga berbeda.
Sebagaimana mangga, ada mangga Ueisyi(bijinya kecil, rasanya manis, isinya
padat, harganya lebih mahal). Ada
mangga Zibdiyyah, Sukkari, dlnya. Hampir segala jenis ada deh di Mesir ini.

 

 Dan yang anehnya,
saya sulit menemukan ulat didalamnya, tidak sebagaimana saya beli buah mangga
di Indonesia.
Beli 5 kg, 1 kg yang bersih dari ulat, 4 kg berulat semuanya. Pengelolalan
pertanian, sepertinya jauh lebih bagus di Mesir ini, ketimbang dinegara kita 
Indonesia
daerah pertanian. Mungkin karena daerah padang pasir, jadi semua serba
dibudayakan, dijaga oleh pemerintah disini, sementara di Indonesia, katanya
tanah surga, jadi rada-rada malas itu ada dikit(kali), untuk menjaga
membudidayakan pertanian tersebut sehingga memetik hasil jauh lebih baik.
Entahlah, Allhu’alam.

 

Ketika belanja di kedai delima tadi, saat aku membayar uang
buah delima, sang penjual rumman bilang ke aku:” Ternyata Mesir dan Indonesia 
sama
saja”. (Kullukum sawaaun=kamu semua perempuan sama saja antara Mesir dan 
Indonesia),
kalau yang mengendalikan uang adalah pihak perempuan. 

 

Saya bilang, “ Kalau soal urusan dalam rumah tangga, nyuci,
gosok, masak, belanja dapur, yah jelas dong istri yang mengaturnya, kalau
urusan luar rumah baru para suami.(hehehe..dia ketawa).

 

Kami pulang setelah belanja buahan tadi.

 

Sekedar cerita ringan.

Mau cerita ringan asli buah tuturan dan pikiran tingkat umur
tulisan anak-anak? Silahkan kunjungi blog keluarga saya.

 

Http://www.rahmatmesir.blogspot.com

Http://www.rahmancairo.blogspot.com

Http://www.abdurrahimsumin.blogspot.com

http://www.rahimarahim.multiply.com

 

Wassalamu’alaikum. Rahima, Cairo, 15 Oktober 2008




      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke