Assalamu'alaikum, Warahmatullahi, Wabarakatuh.
Dalam rangka menyikapi krisis keuangan global yang terjadi saat ini, kami 
sajikan beberapa tulisan dalam 3 artikel (makalah) sebagai pandangan seorang 
pemikir Ekonomi Islam, dosen PSTTI - PPs UI (Program Studi Timur Tengah & 
Islam) Kekhususan Ekonomi & Keuangan Syariah. Berikut Artikel Ke 2. Semoga 
bermanfaat. (Artikel 3 Menyusul).

 
Telaah Terhadap Akar Krisis Keuangan Global:
           
DEKONSTRUKSI KAPITALISME DAN REKONSTRUKSI EKONOMI SYARI'AH
 
(Bagian 2)
 
Agustianto
 
Bencana keuangan tengah melanda negara super power Amerika Serikat. Beberapa 
bank raksasa kelas dunia yang telah menggurita ke berbagai penjuru dunia 
rontok. Dimulai dari bangkrutnya bank raksasa Lehman Brothers dan perusahaan 
finansial raksasa Bear Stearns.Beberapa saat sebelumnya,pemerintah Amerika 
terpaksa mengambil alih perusahaan mortgage terbesar di Amerika; Freddie Mac 
dan Fannie Mae Sementara Merrill Lynch mengalami kondisi tak jauh beda hingga 
harus diakuisisi oleh Bank of America. Terakhir perusahaan asuransi terbesar 
AIG (American International Group) menunjukkan gejala kritis yang sama.
Untuk mengatasi badai krisis yang hebat itu dan menyelamatkan bank-bank raksasa 
yang terpuruk, pemerintah Amerika Serikat terpaksa melakukan bailout sebesar 
700 milyar dolar sampai 1 triliun US dolar. Intervensi negara Amerika terhadap 
sektor keuangan di negeri Paman Sam itu merupakan kebijakan  yang bertentangan 
dengan faham pasar bebas (kapitalisme) yang dianut Amerika Serikat. Nyatanya 
dana suntikan yang mirip dengan BLBI itu toh, tak signifikan membendung terpaan 
badai krisis yang demikian besar. Kebijakan bailout ini,  tidak saja dilakukan 
pemerintah Amerika, tetapi juga bank sentral Eropa dan Asia turun tangan 
menyuntikkan dana untuk mendorong likuiditas perekonomian, sehingga diharapkan 
dapat mencegah efek domino dari ambruknya bank-bank investasi kelas dunia 
tersebut.
 Beberapa saat setelah informasi kebangkrutan Lehman Brothers, pasar keuangan 
dunia mengalami terjun bebas di tingkat terendah. Beberapa bank besar yang 
collaps dan  runtuhnya berbagai bank investasi lainnya di Amerika Serikat  
segera memicu gelombang kepanikan di berbagai pusat keuangan seluruh dunia. 
Pasar modal di Amerika Serikat, Eropa dan Asia segera mengalami panic selling 
yang mengakibatkan jatuhnya indeks harga saham pada setiap pasar modal. Bursa 
saham di mana-mana terjun bebas ke jurang  yang dalam. Pasar modal London 
mencatat rekor kejatuhan terburuk dalam sehari yang mencapai penurunan 8%. 
Sedangkan Jerman dan Prancis masing-masing ditampar dengan kejatuhan pasar 
modal sebesar 7% dan 9%. Pasar modal emerging market seperti Rusia, Argentina 
dan Brazil juga mengalami keterpurukan yang sangat buruk yaitu 15%, 11% dan 15%.
Sejak awal 2008, bursa saham China anjlok 57%, India 52%, Indonesia 41% 
(sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara), dan zona Eropa 37%. Sementara 
pasar surat utang terpuruk, mata uang negara berkembang melemah dan harga 
komoditas anjlok, apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai 
bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia. 
Di AS, bursa saham Wall Street terus melorot.Dow Jones sebagai episentrum pasar 
modal dunia jatuh. Angka indeks Dow Jones menunjukkan angka terburuknya dalam 
empat tahun terakhir yaitu berada di bawah angka 10.000.
Dalam rangka ,mengantispasi krisis keuangan tersebut, tujuh bank sentral 
(termasuk US Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England dan Bank 
of Canada) memangkas suku bunganya 0,5%. Ini merupakan yang pertama kalinya 
kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang 
besar
Berdasarkan fakta dan reliata yang terjadi saat ini, jelas sekali bahwa drama 
krisis keuangan memasuki tingkat keterpurukan yang amat  dalam,dank arena itu 
dapat dikatakan bahwa krisis financial Amerika  saat ini, jauh lebih parah dari 
pada krisis Asia di tahun 1997-1998 yang lalu. Dampak krisis saat ini demikian 
terasa mengenaskan keuangan global. Lagi pula, sewaktu krismon Asia, setidaknya 
ada 'surga aman' atau 'safe heaven' bagi para investor global, yaitu di Amerika 
Serikat, Eropa dan Jepang, tetapi kini, semua pasar modal rontok. Semua 
investor panic.
Karena itu, seluruh pengamat ekonomi dunia sepakat bahwa Guncangan ekonomi 
akibat badai keuangan yang melanda Amerika merupakan guncangan yang terparah 
setelah Great Depresion pada tahun 1930. Bahkan IMF menilai guncangan sektor 
finansial kali ini merupakan yang terparah sejak era 1930-an. Hal itu 
diperkirakan akan menggerus pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 3% pada 
tahun 2009, atau 0,9% poin lebih rendah dari proyeksi World Economic Outlook 
pada Juli 2009. 
Dari paparan di atas, terlihat dengan nyata, bahwa sistem ekonomi kapitalisme 
yang menganut laize faire dan berbasis riba kembali tergugat. Faham 
neoliberalisme tidak bisa dipertahankan. Pemikiran Ibnu Taymiyah dan Ibnu 
Khaldun adalah suatu ijtihad yang benar dan adil untuk mewujudkan kemaslahatan 
ekonomi masyarakat. 
Dengan demikian sangat keliru apa yang dilakukan Fukuyama yang mendeklarasikan 
kemenangan kapitalisme liberal sebagai representasi akhir zaman " The end of 
history " (Magazine National Interest ,1989). Tesis Fukuyama sudah usang dan 
nasakh (tidak berlaku), karena sistem ekonomi kapitalisme telah gagal 
menciptakan tata ekonomi yang berkeadilan dan stabil. 
Sebenarnya, sejak awal tahun 1940-an, para ahli ekonomi Barat, telah menyadari 
indikasi kegagalan tersebut. Adalah Joseph Schumpeter dengan bukunya 
Capitalism, Socialism and Democracy  menyebutkan bahwa teori ekonomi modern 
telah memasuki masa-masa krisis. Pandangan yang sama dikemukakan juga oleh 
ekonom generasi 1950-an dan 60-an, seperti  Daniel Bell dan Irving Kristol 
dalam buku The Crisis in Economic Theory. Demikian pula  Gunnar Myrdal dalam 
buku Institusional Economics, Journal of Economic Issues, juga Hla Mynt, dalam 
buku Economic Theory and the Underdeveloped Countries serta Mahbubul Haq dalam 
buku The Poverty  Curtain : Choices for the Third World.
Pandangan miring kepada kapitalisme tersebut semakin keras pada era 1990-an di 
mana berbagai ahli ekonomi Barat generasi dekade ini dan para ahli ekonomi 
Islam pada generasi yang sama  menyatakan secara tegas bahwa teori ekonomi 
telah mati, di antaranya yang paling menonjol adalah Paul Ormerod. Dia  menulis 
buku (1994) berjudul The Death of Economics (Matinya Ilmu Ekonomi). Dalam buku 
ini ia menyatakan bahwa dunia saat ini dilanda suatu kecemasan yang maha 
dahsyat dengan kurang dapat beroperasinya sistem ekonomi yang memiliki 
ketahanan untuk menghadapi setiap gejolak ekonomi maupun moneter. Indikasi yang 
dapat disebutkan di sini adalah  pada akhir abad 19 dunia mengalami krisis 
dengan jumlah tingkat pengangguran yang tidak hanya terjadi di belahan diunia 
negara-negara berkembang akan tetapi juga melanda negara-negara maju. 
Selanjutnya Omerrod menandaskan bahwa ahli ekonomi terjebak pada ideologi 
kapitalisme yang mekanistik yang ternyata tidak memiliki kekuatan dalam 
membantu dan mengatasi resesi ekonomi yang melanda dunia.  Mekanisme pasar yang 
merupakan bentuk dari sistem  yang diterapkan kapitalis cenderung pada 
pemusatan kekayaan pada kelompok orang tertentu. 
Karena itu, kini telah mencul gelombang kesadaran untuk menemukan dan 
menggunakan sistem ekonomi "baru" yang membawa implikasi keadilan, pemerataan, 
kemakmuran secara komprehensif serta pencapaian tujuan-tujuan efisiensi. Konsep 
ekonomi baru tersebut dipandang sangat mendesak diwujudkan. Konstruksi  ekonomi 
tersebut dilakukan dengan analisis objektif terhadap keseluruhan format ekonomi 
kontemporer dengan pandangan yang jernih dan pendekatan  yang segar dan 
komprehensif.
Di bawah dominasi kapitalisme, kerusakan ekonomi terjadi di mana-mana. Dalam 
beberapa tahun terakhir ini, perekonomian dunia tengah memasuki suatu fase yang 
sangat tidak stabil dan masa depan yang sama sekali tidak menentu. Setelah 
mengalami masa sulit karena tingginya tingkat inflasi, ekonomi dunia kembali 
mengalami resesi yang mendalam, tingkat pengangguran yang parah, ditambah 
tingginya tingkat suku bunga riil serta fluktuasi nilai tukar yang tidak sehat. 
Dampaknya tentu saja kehancuran sendi-sendi perekonomian negara-negara 
berkembang, proyek-proyek raksasa terpaksa mengalami penjadwalan ulang, ratusan 
pengusaha gulung tikar, harga-harga barang dan jasa termasuk barang-barang 
kebutuhan pokok mengalami kenaikan tak terkendali. 
Krisis tersebut semakin memprihatinkan karena adanya kemiskinan ekstrim di 
banyak negara, berbagai bentuk ketidakadilan sosio-ekonomi, besarnya defisit 
neraca pembayaran, dan ketidakmampuan beberapa negara berkembang untuk membayar 
kembali hutang mereka. Henry Kissinger mengatakan, kebanyakan ekonom sepakat 
dengan pandangan yang mengatakan bahwa "Tidak satupun diantara teori atau 
konsep ekonomi sebelum ini yang tampak mampu menjelaskan krisis ekonomi dunia 
tersebut" (News Week, "Saving the World Economy").
            Melihat fenomena-fenomena yang tragis tersebut, maka tidak 
mengherankan apabila sejumlah pakar ekonomi terkemuka, mengkritik dan 
mencemaskan kemampuan ekonomi kapitalisme dalam mewujudkan kemakmuran ekonomi 
di muka bumi ini. Bahkan cukup banyak klaim yang menyebutkan bahwa kapitalisme 
telah gagal  sebagai sistem dan model ekonomi.
Kehadiran konsep ekonomi baru tersebut, bukanlah gagasan awam, tetapi mendapat 
dukungan dari ekonom terkemuka di dunia yang mendapat hadiah Nobel 1999, yaitu 
Joseph E.Stiglitz. Dia   dan Bruce Greenwald menulis buku  "Toward a New 
Paradigm in Monetary Economics". Mereka menawarkan paradigma baru dalam ekonomi 
moneter.Dalam buku tersebut mereka mengkritik teori ekonomi kapitalis 
(konvensional) dengan mengemukakan pendekatan moneter baru yang entah disadari 
atau tidak, merupakan sudut pandang ekonomi Islam di bidang moneter, seperti 
peranan uang, bunga, dan kredit perbankan (kaitan sektor riil dan moneter).
Rekonstruksi Ekonomi Syariah Sebuah Keharusan
            Oleh karena kapitalisme telah gagal mewujudkan kesejahteraan yang 
berkeadilan, maka menjadi keniscayaan bagi umat manusia zaman sekarang untuk 
mendekonstruksi ekonomi kapitalisme dan merekonstruksi ekonomi berkeadilan dan 
berketuhanan yang disebut dengan ekonomi syariah. Dekonstruksi artinya 
meruntuhkan paradigma, sistem  dan konstruksi materialisme kapitalisme, lalu  
menggantinya dengan sistem dan paradigma syari'ah. Capaian-capaian positif  di 
bidang sains dan teknologi tetap ada yang bisa kita manfaatkan, Artinya 
puing-puing keruntuhan tersebut ada  yang bisa digunakan, seperti alat-alat 
analisis matamatis dan ekonometrik,.dsb. Sedangkan nilai-nilai negatif, 
paradigma konsep dan teori yang destrutktif, filosofi materalisme, pengabaian 
moral dan banyak lagi konsep kapitalisme di bidang moneter dan ekonomi 
pembangunan yang harus didekonstruksi. Karena tanpa upaya dekonstruksi, krisis 
demi krisis pasti terus terjadi,
 ketidakadilan ekonomi di dunia akan semakin merajalela, kesenjangan ekonomi 
makin menganga, kezaliman melalui sistem riba dan mata uang kertas semakin 
hegemonis. 
 
Sekarang tergantung kepada para akademisi dan praktisi ekonomi syari'ah untuk 
menyuguhkan konstruksi ekonomi syariah yang benar-benar adil, maslahah, dan 
dapat mewujudkan kesejahteraan umat manusia, tanpa krisis finansial, 
(stabilitas ekonomi), tapa penindasan, kezaliman dan penghisapan, baik antar 
individu dan perusahaan, negara terhadap perusahaan, maupun  negara kaya 
terhadap  negara miskin.Penulis adalah Sekjen DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam 
Indonesia (IAEI) dan Dosen Ekonomi Syariah Pascasarjana PSTTI UI, Islamic 
Economics and Finance Universitas TRISAKTI dan Pascasarjana Manajemen Perbankan 
dan Keuangan Islam Univertsiyatas Paramadina, dan Pascasarjana Ekonomi dan 
Perbankan Islam Univ. Islam Az-Zahro. . Email : [EMAIL PROTECTED] , [EMAIL 
PROTECTED] dan [EMAIL PROTECTED]
 
 
 Jika Anda tertarik dan berminat pada tulisan di atas, maka Anda juga bisa 
bergabung bersama penulis (Bapak Drs. Agustianto, MA) dan para pakar yang 
lainya untuk berdiskusi, bertukar pikiran, tanya jawab, curhat dan lain 
sebagainya bahkan kuliah bareng seputar Ekonomi & Keuangan serta bisnis Islami 
pada milis resmi PSTTI - PPs UI dengan alamat milisnya yaitu [EMAIL PROTECTED] 
Jika Anda ingin langsung bergabung bisa langsung klik di: 
http://asia.groups.yahoo.com/group/pstti_pps_uimohon lampirkan bio data atau CV 
Anda ke [EMAIL PROTECTED] kami dapat langsung meng-aprove- email Anda.
Pada file di milis ini juga kami simpan materi2 perkuliahan dan silabusnya agar 
dapat dipelajari bersama-sama. Sekedar informasi sampai saat ini sudah 
bergabung lebih dari 700 members pada milis ini.
 

 
Wassalamu'alaikum, Wr. Wb.
 
Sekretariat Program Studi Timur Tengah & Islam  
Program Pascasarjana Universitas Indonesia  
Kampus UI Salemba, Gedung IASTH UI Lt.4  
Jl. Salemba Raya No. 4, Jakarta Pusat 10430  
Indonesia   
Telp. : (021) 3916376, 3924713, 3100059,  3924710  
Fax. : (021) 3905893  
Email : [EMAIL PROTECTED]  
Website : www.psktti-ui.com  
Milis : [EMAIL PROTECTED]  
Humas     : Ferhat Muhamad Alhabsyi (Ferry)  
                  Hp. 021-93586649 / 8715493 / 7801418 
Email       : [EMAIL PROTECTED]  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

" 
________________________________
Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya? 
Temukan jawabannya di Yahoo Answers!"
________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br> Cepat sebelum diambil orang lain!


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke