DI DALAM AGAMA ISLAM TERDAPAT:
PERBEDAAN PENDAPAT, 
PERBEDAAN PENAFSIRAN, 
BEDA CARA MENGAMALKAN  SYARI’ATNYA, 

Perhatian 
Artikel ini tidak untuk diperdebatkan. Apabila anda berbeda pendapat silahkan 
anda membuat artikel sendiri, berdasarkan dalil-dalil yang anda yaqini 
kebenarannya. Niat saya hanya menyampaikan satu ayat dua ayat agar umat Islam 
yang belum mengetahui, supaya mengetahui beberapa ayat-ayat Al Qur’an yang 
terkandung didalam artikel ini, bagi yang sudah mengetahui ya untuk mengingat 
kembali, setelah mengetahui mudah-mudahan bisa menambah iman dan takwa bagi 
mereka yang ikhlas dan mau  mengamalkannya, didalam kehidupannya sehari-hari..

A’udzu billahis sami’il ‘aliimi minasy syaithaanir rajiim. 
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. 
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara, dan Adik-adikku yang saya hormati, yang 
saya cintai dan insya Allah dirahmati, diberi petunjuk dan hidayah dan 
dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT).

APABILA ANDA BEDA PENDAPAT, 
KEMBALIKAN KEPADA AL QUR’AN DAN HADITS.

Pada kesempatan ini saya akan mengulas tentang perbedaan pendapat, perbedaan 
penafsiran, perbedaan pengertian dan perbedaan cara mengamalkan syari’at agama 
Islam dan Fiqh, didalam kehidupan masusia sehari-hari.

SYARI’AT        : Terdiri dari Al Qur’an dan Hadis
FIQH            : Terdiri dari Ijmak dan Qiyas

FIQIH   : Taufiqy – Ijtihad

SYARI’AT
Apakah Syari’at itu? Syari’at menurut bahasa ialah hukum ibadah. Syari’at 
sendiri maknanya adalah hukum-hukum ibadah Agama Islam yang digali dari Al 
Qur’an, sesuai dengan yang difahami oleh Rasulullah s.a.w. melalui 
Hadits-hadits yang Shahih.

F I Q H
Apakah Fiqh itu? Fiqh menurut bahasa adalah hukum ibadah. Fiqh ialah kumpulan 
hukum-hukum ibadah Agama Islam yang  digali dari hasil interprestasi olah 
pikir, hasil pemikiran, hasil pemahaman manusia, didalam memahami hukum-hukum 
Agama Islam.

Fiqh, terdiri dari Ijmak dan Qiyas. Figh Taufiqy dari hasil Ijtihad.

Namun Hukum Syari’at dan Hukum Fiqh terdapat perbedaan menyolok.

Di dalam satu agama Islam terdapat banyak sekali kelompok-kelompok yang berbeda 
pendapat, berbeda cara penafsiran makna dan arti yang terkandung didalam 
ayat-ayat Al Qur’an, berbeda cara mengamalkan hukum-hukum yang ada didalam  Al 
Qur’an dan  Hadits yang shahih. Berbeda cara mengamalkan syari’at berdasarkan 
Al Qur’an dan Hadits beda dengan cara mengamalkan Fiqh, maka terjadilah 
Mahzab-mahzab, kelompok-kelompok, tarekat-tarekat dan lain sebagainya.

Sikap kita didalam menyikapi perbedaan pendapat, perbedaan cara mengamalkan 
syariat agama Islam hendaklah kita berpegang teguh kepada perintah Allah SWT 
yang tercatat di dalam Al Qur’an sebagai berikut:

1-BEDA PENDAPAT, BEDA CARA MENGAMALKAN SYARI’AT AGAMA ISLAM.

1A-Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada 
Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada 
Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik 
akibatnya.  

Al Qur’an, Surat An Nisaa’, surat ke 4, ayat 59 sbb:

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan 
ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang 
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), 
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu 
lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.     

Siapakah Ulil Amri itu? Berdasarkan Qs.5:  55 sbb:

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang 
beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk 
(kepada Allah).    Al Qur’an, Surat Al Maa-idah, surat ke 5 ayat 55..

1B-"Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang agama Allah?” 

Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan 
kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati. Qs.Al Baqarah (surat ke 2) 
ayat 139

Al Qur’an, Surat Al Baqarah, surat ke 2 ayat 141 
“Baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu 
tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.” 
Qs.2:141

Al Qur’an, Surat Asy Syura, surat ke 42, ayat 15 
“Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu 
amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan 
antara kita dan kepada-Nya lah kembali (kita)" Qs. Asy Syura (42):15

Al Qur’an, Surat Al Jaatsiyah, surat ke 45, ayat 15
Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya 
sendiri, dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya 
sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. Qs. Al Jaatsiyah (surat 
ke 45) ayat 15

C-Beda pendapat didalam majlis, Qs. 58: 11 sbb:
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah 
dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan 
untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya 
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang 
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa 
yang kamu kerjakan.” Qs.58:11

2-CARA MENYIKAPI TENTANG PERBEDAAN PENDAPAT:
KITA HARUS BERLAPANG DADA DAN HARUS INTROSPEKSI DIRI KITA SENDIRI, SUDAH 
BENARKAH AMALAN SAYA DIMATA ALLAH?

(2A)- Jangan mengolok-olok orang, menganggap diri kita paling benar dan 
menganggap orang lain salah, belum tentu yang anda olok-olok itu lebih buruk 
dari anda, bahkan dia lebih baik dari anda dimata Allah, kebenaran itu ditangan 
Tuhanmu.

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain 
(karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang 
mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain 
(karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari 
wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan 
janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.  Seburuk-buruk 
panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak 
bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.  Qs.Al Hujuraat, surat ke 
49 ayat 11

(2B)-AGAMA ISLAM ASALNYA HANYA SATU.
Agama Islam itu asalnya hanya satu, pengikut-pengikut Rasulullah s.a.w. itulah 
yang memecah belah agama, sehingga muncul bermacam-macam mahzab, muncul 
berbagai aliran dan muncul kelompok-kelompok, masing-masing mahzab, 
masing-masing aliran, masing-masing kelompok, membangga-banggakan dirinya, 
masing-masing menganggap hanya mahzabnya, hanya alirannya, hanya kelompoknya 
yang paling benar. Maka 1400 tahuN yang lalu Allah SWT mengeluarkan peringatan 
kepada hambanya sbb:

AGAMA ISLAM ASALNYA HANYA SATU. 
Al Qur’an, Surat Al Anbyaa’ (surat ke 21) ayat 92 sbb:
Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan 
Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku. 

Al Qur’an, Surat Al Mu’minuun, surat ke 23, ayat 52 sbb:
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan 
Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.  

MEMECAH BELAH AGAMA ISLAM DIANGGAP SESAT OLEH ALLAH
Al Qur’an, Surat Al Mu’minuun, surat ke 23 ayat 53,54 sbb

Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah 
belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa 
yang ada pada sisi mereka (masing-masing). Maka biarkanlah mereka dalam 
kesesatannya sampai suatu waktu. Qs.Al Mu’minuun (23): 52,53,54

MEMECAH BELAH AGAMA ISLAM DIANGGAP MUSYRIK :
Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu 
orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa 
golongan..  Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan 
mereka.

Al Qur’an, Surat Ar Ruum, surat ke 30 ayat 30,31,32 sbb:
Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu 
orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa 
golongan..  Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan 
mereka. 

KESIMPULANNYA:
Biarlah orang mengatakan apa terhadap kita, orang sinis terhadap kita, mereka 
menjauhi kita,  yang terpenting kita mengamalkan syari’at-syari’at atau 
hukum-hukum Agama Islam yang bersumber dan digali dari Al Qur’an dan Hadits 
Shahih. Cara mengamalkannya kita mengikuti petunjuk dan tehnis pelaksanaannya 
dari Nabi Muhammad s.a.w. yang tercatat didalam Hadits Shahih. 

Tidak usah berdebat tentang Ayat-ayat Al Qur’an, malah kita nanti dianggap 
kafir oleh Allah SWT seperti dalam firman-Nya. 

Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang 
kafir.  Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota 
ke kota yang lain memperdayakan kamu.  Qs.Al Mu’min, Surat ke 40 ayat 4

APABILA DIAJAK BERDEBAT, MAKA KATAKANLAH:
“Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu 
amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan 
antara kita dan kepada-Nya lah kembali (kita)" Qs. Asy Syura (42):15

Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya 
sendiri, dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya 
sendiri 

Al Qur’an, Surat Al Jaatsiyah, surat ke 45, ayat 15

Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya 
sendiri, dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya 
sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. Qs. Al Jaatsiyah (surat 
ke 45) ayat 15

WASIAT PENULIS:
1-Janganlah anda meremehkan penganut mahzab, kelompok, dan golongan-golongan 
lain, selain dari golongannya.

2-Jangan anda menganggap:” Mahzabku, kelompokku, golonganku paling benar”.

3-Janganlah anda  mengolok-olok mahzab lain, kelompok-kelompok lain, selain 
dari mahzab atau kelompok anda
..
4-Janganlah anda  menganggap: “Selain mahzabku, kelompokku aliranku adalah 
sesat”
..
5-Janganlah anda  membangga-banggakan kelompokm anda sendiri.

5-Biarlah Allah SWT yng menilainya sendiri, karena Allah Maha Benar, Maha 
Mengetahui. Karena Allah SWT mengetahui siapa yang mengikuti jalan yang lurus, 
dan siapa yang mengikuti jalan yang sesat.

Demikian yang bisa saya sampaikan, saya hanya sebatas menyampaikan beberapa 
ayat Al Qur’an  yang baru nsaya ketahui. Semoga bermanfaat bagi yang membaca, 
menghayati maknanya dan yang mengamalkannya didalam kehidupan sehari-hari. 
Billahi taufik wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Sukarman.

Sumber bacaan: 
“Al Qur’an dan Terjemahnya” Cetakan Mujamma’ Al Malik Fahd Li Thiba’ At Al 
Mush-haf Asy Syarif” , Medinah Munawarah PO.Box.6262 Kerajaan Saudi Arabia.

Bagi mereka yang menganggap mentafsirkan, menterjemahkan Al Qur’an secara 
sembarangan, dan hanya dengan logika,  silahkan anda complain ke alamat 
tersebut diatas.

Multi level amal saleh:
Tidak ada paksaan, tidak ada sanksi, bila anda mendapat copy artikel (naskah) 
ini dan anda mau beramal saleh yang saleh yang banyak, mohon artikel (naskah) 
ini di fotocopy sebanyak-banyaknya, dan berikan kepada sanak-saudara anda, 
sahabat anda, handai taulan anda, dan sebagainya, agar dibaca dan diamalkan 
didalam kehidupannya sehari-hari. Semoga bermanfaat bagi yang mengamalkannya, 
semoga selamat didunia sampai di akhirat (surga). Insya Allah, Amin.

Catatan:
Masih bersambung.



      

Kirim email ke