TAUHID-BERIMAN KEPADA HARI KEMUDIAN-ALAM BARZAH

A’udzu billahis sami’il ‘aliimi minasy syaithaanir rajiim. 
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. 
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara, dan Adik-adikku yang saya hormati, yang 
saya cintai dan insya Allah dirahmati, diberi petunjuk dan hidayah dan 
dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT).

BERIMAN KEPADA HARI KEMUDIAN 
HARI KEMUDIAN yang terdidi dari:
1-Alam Barzah
2-Hari Kebangkitan, Hari Yaumul Hisab.
3-Kehidupan  di Neraka, Adzab Neraka
4-Kehidupan di Surga, Rahmat Allah.

Hari Kebangkitan, Hari Yaumul Hisab, Adzab Neraka dan Kehidupan di Surga, sudah 
pernah saya kirim melalui E-Mail ini.  Alam Barzah yang belum saya bahas. Nah 
disini saya bahas mengenai Alam Barzah.

ALAM BARZAH
Berdasarkan petunjuk Allah SWT yang tercatat didalam Al Qur’an adalah:

(1)-Barzah bermakna dinding dan batas yang menghalangi, coba anda bukak dan 
dibaca Al Qur’an, Surat Al Furqaan (Surat ke 25) ayat No. 53  disitu ada 
tertulis kata “Barzah”.

[25.53] Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini 
tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya 
dinding dan batas yang menghalangi.  

Kata “Barzah” yang terdapat di dalam Al Qur’an, Surat Al Furqaan, surat ke 25 
ayat No. 53 ini bermakna dinding dan batas yang menghalangi antara ail laut 
yang asin dan air laut yang tawar.

(2)-Barzah bermakna batas atau pemisah. Coba anda bukak dan dibaca Al Qur’an, 
Surat Ar Rahman, Surat ke 55 ayat No.19.

[55.19] Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, 
[55.20] antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

Kata “Barzah” di ayat ini (Qs.55:19) bermakna batas atau pemisah yang tidak 
bisa dilampaui atau dilewati oleh masing-masing.

(3)-Barzah bermakna “Dinding / Alam pemisah” yang bermakna “Alam Barzah” Alam 
diantara Alam dunia dan Hari Kebangkitan yang menuju ke Yaumul Hisab dan 
seterusnya menuju ke Surga atau ke Neraka. Coba anda bukak  dan dibaca Al 
Qur’an, Surat Mu’minuun, surat ke 23 ayat No. 99 dan 100.

[23.99] (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang 
kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah 
aku (ke dunia), [23.100] agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah 
aku tinggalkan. Sekali-kali tidak.  Sesungguhnya itu adalah perkataan yang 
diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka 
dibangkitkan 

Maknanya “Dinding sampai hari mereka dibangkitkan” adalah orang yang mati itu  
telah menghadapi kehidupan barunya, yaitu kehidupan di Alam Barzah, Alam 
diantara Alam Dunia dan Alam Akhirat, mereka (orang-orang yang sudah mati / 
meninggal) tinggal di Alam Barzah sampai Hari Kebangkitan.


RUH + JIWA + HAYAT + NAFSU
Ada beberapa pertanyaan, silahkan anda menjawabnya sendiri.

(1)-Ruh berserta jiwa, hayat, nafsu kalau  orangnya lagi tidur Ruhnya  kemana? 
Ruhnya orang tidur itu kemana?   (Ruh + Jiwa + Hayat + Nafsu)

(2)-Ruh beserta jiwa, hayat, nafsu kalau sakit orangnya lagi sakit dan sedang 
dioperasi cangkok jantung atau operasi cangkok paru-paru itu ruhnya kemana?

(3)-Ruh beserta jiwanya, hayatnya, nafsunya, kalau orangnya meninggal / mati 
ruhnya kemana? 

Inilah jawabannya yang benar:
Berdasarkan Al Qur’an, Surat Az Zumar, Surat ke 39 ayat No. 42, silahkan anda 
bukak Al Qur’annya dan silahkan anda baca.

[39.42] Allah memegang jiwa (ruh orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (ruh 
orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (ruh orang) 
yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai 
waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda 
kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.

KESIMPULANNYA
Orang-orang yang meninggal / mati , ruhnya dipegang oleh Allah SWT dikumpulkan 
disuatu tempat yang dinamakan “Alam Barzah” yaitu Alam pemisah diantara Alam 
dunia dan Alam Akhirat.

Alam Barzah termasuk diantara salah satu yang Ghoib.
(1)-Yang mengetahui dan yang memegang kunci-kunci yang ghoib hanya Allah SWT. 
Qs.6:59,50;   Qs.27:65 

(2)-Malaikat-malaikat dan penduduk langit maupun bumi dan diantaranya tidak ada 
yang mengetahui yang ghoib, Qs.27:65

(3)-Nabi Muhammad saw juga tidak mengetahui yang ghoib, Qs. 6:50
Anda percaya kepada ayat-ayat tersebut, harus percaya bagi yang mengaku 
beragama islam, kalau tidak mengakui kebenaran ayat-ayat tersebut diatas masih 
perlu diragukan keimanannya terhadap Kitab Al Qur’an.

Demikian yang bisa saya sampaikan, saya disini hanya sebatas menyampaikan 
beberapa ayat-ayat Al Qur’an yang baru saya ketahui. Semoga bermanfaat bagi 
yang membaca dan yang mengamalkannya, semoga menambah iman dan takwanya. 
Allaahu a’lam.

Alhamdulillahirabbil’alamin. Billahi taufik wal hidayah. Wa sallamu’alaikum 
warahmatullahi wabarakaatuh. Sukarman.

Sumber bacaan: 
(1)-“Al Qur’an dan Terjemahnya” Cetakan Mujamma’ Al Malik Fahd Li Thiba’ At Al 
Mush-haf Asy Syarif” , Medinah Munawarah PO.Box.6262 Kerajaan Saudi Arabia.



      

Kirim email ke