Keridhaan AllahTa'ala berada pada keridhaan orang tua
Dari Abdullah bin 'Amru bin 'Ash, ia berkata. Dari rasulullah
Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :" Keridhaan Allah Ta'ala terletak pada
keridhaan orang tua, dan kemarahan Allah, berada pada kemarahan orang tua".
(H.R At Tirmidzi). Dan hadits senada dirriwayatkan juga oleh Imam Bukhari,
namun mauquf, dan isnadnya juga tsiqqah, dapat dipercaya.Oleh sebab itu hadits
ini, baik marfu' ataupun mauquf kedua hadits derajatnya shahih.(Kitab
Qurratul'aini fi fhadail al waalidaini oleh Imam Nidzaam Muhammad Shalih hal
40).
Do'a dapat dimaqbulkan oleh Allah Ta'ala hanya karena berbuat baik pada kedua
orang tua. (tentu bisa sebaliknya bukan, do'a bisa tidak terkabul, akibat tidak
berbuat baik, apalagi jahat kepada orang tua kita).
Masih cerita segolongan pemuda yang terkurung didalam gua, tidak bisa keluar?
Mereka bisa keluar, salah satu penyebab ia bisa keluar dari kesulitan itu
adalah ia berbuat baik pada orang tuanya. Silahkan dibaca cerita panjang ini,
didalam kitab (Shahih Bukhari/Muslim 2215, 2743).
Ketahuilah wahai saudara/iku sekalian. "Al uquuq", berarti "Al qath'i"
memutuskan, bukan sekedar mengatakan Cis, ah, saja sudah dosa, apatah lagi
lebih dari itu, penyebab tidak diterimanya segala amalan kita.
Dari Abi Umamah, Radhiallahu 'anhu beliau berkata. Rasulullah
Shallallahu'alaihi wasallam bersabda : "Tiga orang yang tidak diterima oleh
Allah taubat/ amalan sunnah dan wajib mereka, ketiga orang itu adalah : Mereka
yang memutuskan hubungan dengan orang tuanya(menyakiti hati kedua orang tua
dengan cara apapun, sekecil apapun), juga mereka yang suka menyampaikan berita
yang tidak benar(Al mannaan, mengatakan bahwa si A mengatakan tentang si B
begini, sementara si B tidak ada mengatakan hal itu, begitupun sebaliknya si B
mengatakan tentang si A begini, padahal si A tidak ada mengatakan hal tentang
si B, sebagaimana yang dikatakan pembuat berita dusta itu).Kemudian yang
ketiga, yang tidak diterima amalan wajib/sunnah dan taubatnya, adalah mereka
yang mendustakan akan qadha dan qadar Allah ta'ala. (Tidak yakin/percaya, tidak
menerima akan adanya dalam hidup ini, qadha dan qadar dari Allah Subhanahu
Wata'ala)"..(Kitab Assunnah 1/142, dan hadits terdapat
dalam kitab silsilah hadits-hadits shahih oleh Imam Al Albani).
Mencela/mencaci orang tua orang lain, juga berarti mencaci/mencela orang tua
sendiri.
Mungkin, jarang kita melihat ada anak yang menjelekkan orang tuanya sendiri,
meskipun ada, itu mungkin satu diantara sekian juta manusia yang ada
dipermukaan bumi ini, dan tentulah manusia itu termasuk manusia yang paling
kurang ajar. Karena bisa-bisanya membenci/menjelekkan/mengadukan perihal
kejelekan orang tuanya kepada siapapun, tanpa terkecuali. Wajar saja, manusia
yang paling buruk didunia ini, dan dosa besar yang paling tinggi setelah syirik
adalah menyakiti orang tua, yang telah susah payah melahirkan kita kedunia ini,
karena dialah kita bisa ada dipermukaan bumi ini, sebagaimana yang disinyalir
Allah ta'ala dalam firmannya begitupun puluhan hadits rasulullah menyebutkan
akan kejelekan orang semacam ini.
Kita biarkan dulu pada orang yang dengan nyata mencela orang tua kandungnya
sendiri tadi. Lantas, apakah ada banyak selain itu mereka mencela orang tua
sendiri dengan tanpa nyata kelihatan secara langsung?
Ada!!
Jawabannya terletak pada penjelasan hadits shahih berikut ini:
Dari Abdullah bin 'Amru bin 'Ash, ia berkata Rasulullah Shallalllahu'alaihi
wasallam bersabda : dari antara dosa-dosa besar, salah satunya adalah seseorang
mencela orang tuanya. Para sahabat lantas bertanya:"Adakah seorang anak mencela
orang tuanya?"."Ada" jawab Rasulullah.Apabila seseorang mencela ayah dari orang
lain, maka ia termasuk mencela ayahnya sendiri, begitupun bila seseorang
mencela/mengejek ibu seseorang, berarti ia telah mencela/mengejek ibunya
sendiri.(H.R Bukhari, Muslim, Abu daud dan Attirmidzi).
Luar biasa hak-hak manusia didunia ini. Begitu besarnya hak-hak sesama manusia.
Mencela, mencaci maki, menghina, memfitnah dan hal semacam itu, merupakan suatu
dosa, yang menyebakan tidak diterima amalan, menyebabkan tergantungnya amalan
kita, sebelum sipencela/pencaci maki itu meminta maaf dan mendapatkan maaf
serta keridhaan dari yang dicela itu. Inilah bahaya Mulut, bahaya Lidah, yang
katanya tak bertulang itu.
Dan semua itu hakikatnya berasal dari hati. Kalau hati baik, tak akan mungkin
keluar kata-kata penghinaan dan ejekan dari mulut seseorang kepada orang lain.
Berhati-hatilah berteman dengan orang semacam ini, khawatir, bukan kita yang
akan merubahnya, malah kita yang terbiasa ikut mencaci maki pula, akibat
terbiasa mendengar kata-kata itu, seakan menjadi terbiasa saja.(Alah biasa dek
terbiasa).
Apa-apa yang kita miliki dan usahakan adalah milik orang tua kita.
Ketahuilah wahai saudara-saudariku. Harta yang kita miliki, sebenarnya itu juga
hak/milik kedua orang tua kita.(Ups
ini khusus untuk harta anak lelaki saja,
tidak untuk harta seorang istri yang harta itu milik sang suami penuh).
Tak jarang kita melihat, betapa banyaknya anak lelaki yang pelit sama kedua
orang tuanya. Dan ini pada umumnya/kebanyakan terjadi, apabila sang anak telah
berkeluarga, telah memiliki anak-anak dan istri, yang selalu menguasai, dan
mengatur keuangan suami. Hati-hati dalam hal ini. Benar, urusan dalam RT adalah
urusan seorang istri.
Tapi, jangan salah, tidak semua urusan dalam RT, harus ditangani sang istri.
Tidak semua keuangan masuk kekantong sang istri. Belanja dapur, itu wajib,
sebatas kebutuhan dan kemampuan seorang suami.Namun, untuk keuangan lainnya,
masih hak dan kewajiban suami mengaturnya, karena pimpinan umum adalah tetap
terletak ditangan suami.
Diriwayatkan dari Jabir, seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah :"Ya
Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak. Dan ayahku membutuhkan
hartaku, jawab rasulullah, Engkau dan hartamu untuk ayahmu".(H.R Ibnu Madjah,
Ibnu Qathaan berkata, hadits ini isnadnya shahih).
Bagaimanakah Berbuat baik pada orang tua yang sudah meninggal?
Pada pembahasan sebelumnya, telah disebutkan akan sebuah hadits yang mana
dinyatakan, apabila orang tuanya tidak ada, maka lihatlah adik/kakak dari ibu
tersebut.
Untuk lebih jelas, mari kita lihat hadits dibawah ini:
Datang seorang lelaki dari bani salmah bertanya kepada Rasulullah.
"Wahai rasulullah adakah mungkin aku berbuat baik kepada kedua ayah/ibuku, yang
sudah meninggal, sebagaimana aku telah berbuat baik pada mereka semasa hidup?
"Iyah, jawab Rasulullah. Shalat untuk keduanya, memohon ampun untuk keduanya,
dan menunaikan janji-janji keduanya, dan menghubungkan silatrrahim keduanya,
dan memuliakan sahabat keduanya" (H.R Ahmad dengan derajat hadits shahih).
Kemudian, hadits berikut : "dari Ibnu Abbas Radhiallahu'anhuma, beliau berkata.
Rasulullah didatangi seorang perempuan dari Juhayyinah, kemudian dia mengadukan
perihalnya."Sesungguhnya ibuku pernah bernadzar untuk berhaji, kemudian ia
meninggal sebelum berhaji, apakah aku bisa menghajikannya? Iya, hajikan
dia"jawab rasulullah. Apakah kamu melihat, andaikan ibumu memiliki hutang,
tentu kamu tunaikan hutangnya bukan? "Iya", jawab perempuan itu. "maka
tunaikanlah, karena hak Allah lebih utama dari itu untuk dipenuhi".
(H.R Bukhari)
Hadits berikutnya "Peliharalah selalu ahli kasih sayang yang telah dijalin oleh
ayahmu, janganlah kamu putuskan jalinan orang-orang yang dikasihi ayahmu
itu,(kalau kamu putuskan), maka Cahaya Allah akan putus dari dirimu(H.R Bukhari
fil adab dengan derajat hadits Hasan jayyid)
Allahu Ta'ala 'Alam.
Semoga bermanfaat adanya.Dan mohon maaf bila ada kesalahan.
Wassalamu'alaikum. Rahima. Cairo, 5 November 2008
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/