JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU MEMBENTUK AKHLAQ LUHUR 
DAN BUDIPEKERTI YANG MULIA
No.4  bersambung. 

A’udzubillaahi minasy syaithaanir rajiim.
Bismillahirrahmanirrahiim.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh. 
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara dan Adik-adikku yang insya Allah 
dirahmati dan dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 

Ketahuilah bahwa, setiap orang Islam, setiap orang Muslim, Muslimat, Mukminin, 
Mukminat, setiap orang yang beriman, itu bersaudara. Maka dari itu alangkah 
baiknya sekiranya sesama Umat Mahammad s.a.w. saling nasihat menasihati supaya 
Menta’ati ajaran Allah dan Rasul-Nya, Menta’ati segala Ketentuan-ketentuan-Nya 
dan  saling menasihati supaya menta’ati kebenaran, dan nasihat menasihati 
supaya berbuat kesabaran. 

Sebelumnya saya mohon ma’af apabila didalam cara saya menyampaikan artikel ini 
kurang berkenan dihati anda, kurang ber adab..

(12)-CARI- MENCARI-CARI KESALAHAN ORANG LAIN.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya 
sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan 
orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.  
Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? 
Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.  
Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Al Qur’an.Qs.49:12 

Dari Abu Hurairah r.a.katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Hindarilah 
prasangka, karena prasangka itu berita yang paling bohong. Jangan saling 
mencari-cari keburukkan orang. Jangan saling mengorek rahasia orang dan saling 
menyaingi. Jangan saling mendengki. Jangan saling marah dan jangan saling tak 
acuh. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara sebagai hamba-hamba Allah. Hadis 
Shahih Imam Muslim (HSM). No. 2191

Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah kamu 
saling menjauhi (tidak bersapaan). Janganlah saling tak acuh. Jangan saling 
mencari-cari cela masing-masing. Dan jangan sebagiang kamu menawar barang yang 
sedang ditawar orang lain. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara selaku 
hamba-hamba Allah”. HSM.No..2192

(13)-CINTA DUNIA-LEBIH MENCINTAI DUNIA DARIPADA AKHIRAT  = FASIK
Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum 
keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri 
kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu 
cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka 
tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi 
petunjuk kepada orang-orang fasik. Qs.9:24

(14)-CURANG, KECELAKAAN BAGI ORANG YANG CURANG:
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,  (yaitu) orang-orang yang 
apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, [83.3] dan 
apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. 
Qs.Al Muthoffifiin (83): 1-3 

(15)- MENCURI-POTONG TANGANNYA 
Firman Allah SWT didalam Al Qur’an.Qs. 5: 38,39 sbb. 
“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya 
(sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari 
Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka barang siapa bertobat 
(di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki 
diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang.Qs.Al Maa’idah (5): 38, 39,  

Hukuman potong tangan, walaupun hanya mencuri seperempat dinar atau lebih.
Dari ‘Aisyah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. hanya memotong tangan pencuri, 
jika mencuri seperempat dinar atau lebih.” HSM.No.1670- - 

Dari ‘Aisyah r.a., dari Rasulullah s.a.w. sabdanya: “Jangan dipotong tangan 
pencuri, melainkan jika ia mencuri seperempat dinar atau lebih.” HSM.No.1671

(15A)-Curi-Hukuman potong tangan tidak pandang bulu: 
Dari ‘Aisyah r.a.isteri Nabi s.a.w., katanya: “Orang-orang Quraisy mendapat 
kesukaran karena kasus seorang wanita bangsawan yang melakukan pencurian pada 
masa Rasulullah s.a.w., yaitu ketika terjadi perang penaklukan Makkah. Kata 
mereka, ‘Siapa yang dapat berbicara dengan Rasulullah s.a.w. memintakan 
kebebasan bagi wanita itu dari hukuman potong tangan?” Jawab mereka, “Tidak ada 
yang dapat memintakan kebebasan baginya selain Usamah bin Zaid, anak kesayangan 
Rasulullah s.a.w.” Lalu Usamah berbicara dengan Rasulullah s.a.w. memintakan 
kebebasan bagi wanita itu. Mendengar permintaan Usamah, muka Rasulullah s.a.w. 
berubah warnanya, lalu beliau bersabda, “Sanggupkah kamu membela seseorang dari 
hukum yang telah ditetapkan Allah?” Jawab Usamah, “Mohonkanlah aku ampun kepada 
Allah, ya Rasulullah.” Setelah malam tiba beliau berpidato. Mula-mula beliau 
memuji Allah sesuai dengan kebesaran dan ke-agungan-Nya. Kemudian beliau 
bersabda, “Amma
 ba’du, sesungguhnya orang-orang yang sebelum kamu mengalami kehancuran, karena 
apabila orang-orang besar yang mencuri mereka diamkan saja. Dan apabila yang 
mencuri itu rakyat biasa, mereka tegakkan hukum. Sesungguhnya aku, demi Allah 
yang jiwaku berada ditangan-Nya, andaikan Fatimah binti Muhammad yang mencuri, 
sungguh kupotong tangannya.” Kemudian beliau perintahkan supaya wanita yang 
mencuri itu dipotong tangannya. Maka dilaksanakanlah hukuman itu.” HSM.1672

(15B)- Mencuri pakaian. Mengambil dahulu, sebelum barang dibagi-bagikan. Dan 
korupsi, akan masuk neraka jahanam. 
Dari Umar bin Kaththab r.a., katanya: “Ketika perang Khaibar sedang berkecamuk, 
sekelompok sahabat datang kepada Rasulullah saw. Kata mereka, “Si Fulan syahid. 
Si Fulan syahid! Ketika mereka melewati mayat seorang laki-laki mereka berkata 
pula, Si Fulan syahid.” Jawab Rasulullah saw., Sesungguhnya aku meliahtnya 
berada dalam neraka, memakai pakaian yang dicurinya dari harta rampasan yang 
belum dibagi.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Hai anak Khaththab! Beritahukan 
kepada orang banyak: “Tidak dapat masuk surga melainkan orang-orang yang 
beriman.” Kata Umar, “Aku keluar, lalu kuserukan kepada orang banyak: 
“Ketahuilah! Sesungguhnya tidak dapat masuk surga melainkan orang-orang yang 
beriman.” HSM.No.91

Semoga bermanfaat bagi yang membaca dan yang mengamalkannya.
Semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk dan hidayah-Nya, 
kepada saya sekeluarga,dan para pembaca semua, amin.

Wasalam
Sukarman.




      Coba Yahoo! Messenger baru

Kirim email ke