Dari Moderator:
Menurut beberapa ahli Hadits, Hadits tentang Jihad melawan hawa nafsu itu 
dlo'if. Akhirnya menyebabkan ummat Islam enggan berjihad melawan orang2 kafir 
harbi dan sibuk berjihad melawan hawa nafsu dengan menyendiri/masuk ke dalam 
tasawuf.

Orang yang berjihad dgn berperang di jalan Allah tentu telah mengalahkan hawa 
nafsunya. Dia meninggalkan usahanya, pekerjaannya, keluarganya, dengan resiko 
hartanya habis dan nyawanya terbunuh di jalan Allah.

"Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum 
keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri 
kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari 
Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah 
mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada 
orang-orang yang fasik." [At Taubah:24]

Kemudian 3 sahabat Nabi yang menolak berperang (Ka'ab cs) akhirnya diisolir 
hingga menyesal dan bertaubat.

"Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: 
"Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin 
tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti 
kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan 
dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit." [At Taubah:38] 

Tentang jihad lebih jauh, silahkan lihat:
http://syiarislam.wordpress.com/2008/02/18/mengapa-ummat-islam-mundur-dan-ummat-selain-islam-maju

Jihad adalah alat untuk membela diri atau orang yang dizhalimi. Caranya juga 
harus sesuai syar'ie dengan menghindari korban dari wanita dan anak2. Contohnya 
Fathu Mekkah yang meski menggentarkan orang2 kafir, tapi penuh dengan kedamaian 
dan nyaris tidak ada pertumpahan darah.

Wassalam

Assalamualaikum Wr.Wb

Maaf ijinkan saya yg miskin ilmu hendak bertanya ,
tentang Amal ini ( Jihad melawan Hawa Nafsu ) ,apakah ini Jihad yg di
maksudkan / diutamakan oleh Rosulullah SAW ?

sebab saya kebingungan dgn beberapa pendapat yg menyatakan bahwa "
Jihad melawan Hawa Nafsu " adalah senjata yahudi untuk mengacaukan
artikulasi dari "Jihad Melawan Musuh Allah " .

Yg pada kenyataannya memang "Jihad Melawan Musuh Allah " ini satu2 nya
kendala Yahudi dalam menghadapi Umat Islam.

Sehingga "Mereka" berusaha mendistorsi "Jihad " menjadi Terorisme .
Dan Sampai saat ini ternyata mereka berhasil Mendistorsi Artikulasi
kata JIHAD tsb.

Dengan harapan , bila nanti JIHAD sudah PUPUS dari dunia ini , maka
Islam benar2 sudah tidak mempunyai taring lagi untuk melawan
musuh2nya.

Dan bila diandaikan Islam bagai mahkluk Hidup , bagaimana bisa
bertahan hidup ,bila tidak memiliki Daya Imun didalam tubuhnya.

Islam akan Seperti  agama2 lain yg tidak bisa Eksis karena tidak
mempunyai "Tools" pertahanan Diri.

Masihkah kita harus ikut Latah dgn mendistorsi artikulasi JIHAD
MELAWAN MUSUH ALLAH
menjadi JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU.??

Bila kita Merefer kata jihad dalam Al Quran , maka kita tidak menemui
ayat yg mengasumsikan " JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU "

Apakah Alquran yg salah atau Kita yg telah sengaja lari darinya?

Keutamaan jihad dan mujahidin (pejuang)
Keutamaan jihad
Perintah berjuang: 2:218, 3:145, 3:157, 3:200, 4:74, 4:76, 4:77, 4:84,
4:95, 4:104, 5:35, 8:60, 8:65, 9:111, 9:120, 49:15, 61:4, 61:11, 66:9
Jihad yang paling mulia: 2:258, 40:28, 40:29, 40:30, 40:31, 40:32,
40:33, 40:34, 40:35, 40:38, 40:39, 40:40, 40:41, 40:42, 40:43, 40:44
Keutamaan mujahidin (pejuang)
Besarnya keutamaan pejuang: 2:154, 3:142, 3:195, 9:20, 9:88, 9:111, 9:120
Orang yang berjuang lebih utama dari yang tidak berjuang: 3:142, 4:95
Kaki-kaki yang berdebu di jalan Allah: 9:120
Bekerja di jalan Allah: 2:218, 2:261, 2:262, 4:74, 4:94, 4:95, 4:100,
5:54, 8:60, 8:72, 8:74, 9:20, 9:41, 9:60, 22:58, 49:15, 57:10
Derajat pejuang: 4:95, 4:96, 57:10
Keutamaan memberi nafkah di jalan Allah: 2:195, 2:261, 4:95, 8:60,
9:111, 9:121, 61:11


Pada tanggal 11/11/08, sukarman ex_petrosea <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU
> MEMBENTUK AKHLAQ LUHUR
> DAN BUDIPEKERTI YANG MULIA
> No.5  bersambung.
>
> A'udzubillaahi minasy syaithaanir rajiim.
> Bismillahirrahmanirrahiim.
>
> Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
> Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara dan Adik-adikku yang insya Allah
> dirahmati dan dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
>
> Ketahuilah bahwa, setiap orang Islam, setiap orang Muslim, Muslimat,
> Mukminin, Mukminat, setiap orang yang beriman, itu bersaudara. Maka dari itu
> alangkah baiknya sekiranya sesama Umat Mahammad s.a.w. saling nasihat
> menasihati supaya Menta'ati ajaran Allah dan Rasul-Nya, Menta'ati segala
> Ketentuan-ketentuan-Nya dan  saling menasihati supaya menta'ati kebenaran,
> dan nasihat menasihati supaya berbuat kesabaran.
>
> Sebelumnya saya mohon ma'af apabila didalam cara saya menyampaikan artikel
> ini kurang berkenan dihati anda, kurang ber adab..
>
> (16)-DENDAM, HARAM SALING MENDENGKI,  MARAH, SALING TAK ACUH.
> Dari Anas bin Malik r.a.katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Janganlah kamu
> saling marah, jangan saling dengki, dan jangan pula saling tak acuh satu
> sama lain. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara. Tidak halal bagi seorang
> muslim menjauhi saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari." HSM.2189
>
> Dari Abu Ayyub Al Anshori r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak
> halal bagi seorang muslim tidak bersapaan dengan saudaranya (sesama muslim)
> lebih dari tiga malam.Keduanya saling bertemu juga, tetapi mereka saling tak
> acuh satu sama lain. Yang paling baik diantara keduanya ialah yang lebih
> dahulu memberi salam (menyapa)." HSM.2190
>
> Dari Abu Hurairah r.a.katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Hindarilah
> prasangka, karena prasangka itu berita yang paling bohong. Jangan saling
> mencari-cari keburukan orang. Jangan saling mengorek rahasia orang dan
> saling menyaingi. Jangan saling mendengki. Jangan saling marah dan jangan
> saling tak acuh. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara sebagai hamba-hamba
> Allah.." HSM.2191
>
> Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Janganlah kamu
> saling menjauhi (tidak bersapaan). Jangan saling tak acuh. Jangan saling
> mencari-cari cela masing-masing. Dan jangan sebagian kamu menawar barang
> yang sedang ditawar orang lain. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara selaku
> hamba-hamba Allah." HSM.2192
>
> Dari Abu Hurairah r.a.katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Seorang muslim
> adalah saudara bagi sesama muslim. Karena itu janganlah menganiayanya,
> jangan membiarkannya teraniaya dan jangan menghinanya. Taqwa tempatnya
> disini! Sambil beliau menunjuk kedadanya tiga kali. Alangkah besar dosanya
> menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram menumpahkan darah
> saudaranya sesama muslim. Haram merampas hartanya, dan haram mencemarkan
> kehormatan atau nama baiknya." HSM.2193
>
> (17)-DUDUK-DUDUK BERSAMA ORANG KAFIR, KAMU AKAN MENJADI SERUPA DENGAN
> MEREKA. Qs.4:140
> Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa
> apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh
> orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga
> mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu
> berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.  Sesungguhnya Allah
> akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam
> Jahanam. Qs.An Nisaa', surat ke 4, ayat 140
>
> (18)- DURHAKA KEPADA KEDUA IBU-BAPAK (ORANG TUA)
> Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan
> hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.  Jika
> salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut
> dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada
> keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah
> kepada mereka perkataan yang mulia.Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka
> berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah
> mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".
> Qs.Al Israa', surat ke 17 ayat No. 24, 25
>
> Dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh
> kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka. Qs.80:40,41,42
>
> Dari al Mughiroh r.a. dari Nabi s.a.w.beliau bersabda: "Allah telah melarang
> keras (mengharamkan) kamu mendurhakai ibu, melarang berbuat kikir, dan
> mengubur anak perempuan. Tuhan benci kalau kamu terlalu banyak berbicara
> begini-begitu, terlalu banyak bertanya, serta membuang-buang harta tidak
> pada tempatnya." HSB.No.1693
>
> Dari Anas bin Malik r.a.katanya: Rasulullah s.a.w. pernah menyebutkan
> dosa-dosa besar, atau pernah ditanya orang tentang hal itu. Beliau berkata:
> "Mempersekutukan Alloh, membunuh manusia, durhaka kepada kedua orang tua."
> Setelah itu beliau berkata: "Akan saya beritahukankah kepadamu dosa besar
> yang paling besar?" Beliau melanjutkan: "Perkataan bohong!" Atau beliau
> berkata: "Kesaksian yang dusta (bohong)!". HSB.1694
>
> Dari Abdullah bin Amru r.a. katanya: Datang seorang Arab dusun kepada Nabi
> s.a.w., dan bertanya: "Ya Rosululloh! Apakah dosa besar itu?" Jawab Nabi:
> "Mempersekutukan Alloh." Tanya: "Susudah itu apa?" Jawab Nabi: "Durhaka
> kepada ibu bapak." Tanya: "Sesudah itu apa?" Jawab Nabi: "Sumpah palsu."
> Saya (Abdullah) bertanya: "Apakah sumpah palsu itu?" Jawab Nabi: "Yang
> bermaksud hendak mengambil harta orang Islam, sedang tuntutannya tidak
> benar." HSB.1842. Baca Bab khusus "Durhaka kepada Ibu-Bapak adalah dosa
> besar dan kemurkaan Allah..
>
> (19)-DUSTA-MENDUSTAKAN AGAMA,
> "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik
> anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka
> kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai
> dari shalatnya,  orang-orang yang berbuat ria.  dan enggan (menolong dengan)
> barang berguna. Qs.Al Maa'uun (107): 1 s/d 7;
>
> (20)-FITNAH-MEMFITNAH, MENGADU DOMBA
> Dan barang siapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian
> dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah
> berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.  Qs.4: 112
>
> Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari
> tempat mereka, mereka telah mengusir kamu dari (Mekah); dan fitnah itu lebih
> besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di
> Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka
> memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan
> bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu),
> maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Qs.Al Baqarah
> (2): 191,192
>
> Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga)
> keta'atan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari
> memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap
> orang-orang yang lalim. Qs.Al Baqarah (2): 193
>
> Berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh.
> [2.217] Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram.
> Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi
> (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk)
> Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar
> (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada
> membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat)
> mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka
> sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia
> mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan
> di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
>
> Dan di antara manusia ada orang yang berkata: "Kami beriman kepada Allah",
> maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap
> fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan
> dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya kami adalah
> besertamu." Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua
> manusia? Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang
> beriman: dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.  Qs.Al
> Ankabuut (29): 10,11
>
> (21)-GESA-TERGESA-GESA
> Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan
> adalah manusia bersifat tergesa-gesa.Qs.Al Isroo' (17): 11
>
> Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan
> sesat..  Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua
> mereka itu.  Qs.Ash Shooffaat (37): 69, 70
>
> Semoga bermanfaat bagi yang membaca dan yang mengamalkannya.
> Semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk dan hidayah-Nya,
> kepada saya sekeluarga,dan para pembaca semua, amin.
>
> Wasalam
> Sukarman.
>
>
>
>
>       ____________________________________________________________________
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> http://id.yahoo.com/
>
>


-- 
Ahid_M
QPI Group
PT LGEIN
Bekasi

Kirim email ke