Assalamu'alaikum wr.wb. Alhamdulillah, shalawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan kita Rasulullah SAW.
*ISLAMIC NLP* NLP atau Neuro Linguistic Programming adalah sebuah keahlian terapan. Kurang lebih, NLP berarti pemrograman berbasis NEURO (syaraf dan berbagai implikasi kinestetiknya) dan LINGUISTIK (bahasa). Atau, NLP bisa juga berarti pemrograman yang ditujukan untuk membentuk NEURO (strategy syaraf yang bermuara pada PERILAKU) tertentu dan LINGUISTIK (perilaku berbahasa) tertentu. NLP diciptakan untuk tujuan me-MODEL perilaku orang-orang yang dianggap sukses dan berhasil, atau berbagai sikap dan perilaku yang dipersepsi sebagai "best practice", "excellent", "terbaik", "bisa dijadikan contoh", dan sebagainya, dengan harapan hasil akhir yang akan diperoleh juga kurang lebih sama sukses dan berhasilnya. Praktisi NLP bisa dipersamakan dengan seorang programmer di dalam dunia IT. Seorang programmer dalam dunia IT, membuat program dengan BAHASA pemrograman tertentu dengan hasil akhir berupa APLIKASI (mis. MS Word, MS Excel, dll) yang kemudian di-INSTALL pada komputer sehingga komputer itu ber-PERILAKU tertentu dan berjalan di atas template yang disebut dengan OPERATING SYSTEM (mis. MS Windows XP, Unix, dll). Programmer NLP, membuat program dengan BAHASA tertentu untuk menghasilkan APLIKASI yang di-INSTALL kepada diri manusia sehingga menunculkan PERILAKU tertentu yang berjalan di atas sebuah OPERATING SYSTEM yang secara umum disebut dengan BELIEFS SYSTEM. NLP mempercayai bahwa manusia adalah makhluk yang utuh sebagai sebuah sistem SIBERNETIK, di mana MIND, BODY, dan SOUL adalah satu kesatuan yang utuh dan saling berpengaruh. Perubahan dalam salah satu elemen itu akan menciptakan perubahan pada sistem manusia secara keseluruhan. MIND dan BODY, melibatkan berbagai hal dan di antara yang terpenting adalah memori atau ingatan, syaraf, otot, panca indera (VAKOG - Visual/Penglihatan, Auditory/Pendengaran, Kinestetik/Perasaan/Perbuatan, Olfactory/Penciuman, Gustatory/Pencecapan/Lidah/Rasa) dan sebagainya. NLP berfokus pada STRUKTUR dan bukan CONTENT. Ia berfokus pada berbagai fenomena dan proses, tentang bagaimana suatu CONTENT bisa tercipta. Ia lebih banyak berbicara tentang HOW ketimbang WHAT. Dunia sudah membuktikan bahwa NLP adalah sebuah tool yang sangat powerful untuk mencapai berbagai target dan cita-cita serta merubah dan memperbaiki berbagai sikap dan perilaku manusia. Ini sudah diterapkan dalam berbagai bidang seperti bisnis, komunikasi, pelatihan, olah raga, leadership, manajemen, manajemen karir, hubungan pribadi, dan sebagainya. Mereka yang berhasil me-MODEL keberhasilan orang lain, cenderung mendapatkan hasil yang kurang lebih sama dengan orang yang di-MODEL-nya. Jika orang lain bisa, maka kita pun bisa. Pertanyaannya adalah BAGAIMANA? Pada dasarnya, NLP berharap agar setiap manusia bisa menjadi manusia yang seluruh bagian sibernetika-nya, ber-KONGRUENSI satu sama lain. Menjadi manusia seutuhnya. Tidak saling bertentangan dan menuju ke satu titik tujuan. Ini bukan robotisasi melainkan sebaliknya, memanusiakan manusia seutuhnya. Bagaimanakah hubungan NLP dengan diri kita sebagai seorang muslim? Dapatkah NLP memberi sumbangsih bagi peningkatan keimanan dan ketakwaan? Dapatkah kita membuat program-program untuk di-INSTALL ke dalam diri dan menghasilkan PERILAKU tertentu yang makin islami dan berjalan di atas operating system AKIDAH dan KEIMANAN? Akankah perubahan di dalam PERILAKU itu bisa ikut meningkatkan kadar IMAN dan TAKWA? Sebagaimana perkembangan, perubahan, dan tuntutan kebutuhan APLIKASI komputer pada akhirnya mendorong di-upgrade-nya sebuah OPERATING SYSTEM? Saya yakin bisa! Keimanan setiap muslim, dimanifestasikan dalam tiga fungsi: 1. Diikrarkan dengan hati. 2. Diucapkan dengan lisan. 3. Diamalkan dengan anggota badan. Diri seorang muslim juga merupakan sebuah sistem sibernetik. Dalam konteks itu, manusia semestinya bisa menjadi manusia seutuhnya dengan meng-KONGRUEN-kan segala atribut kemanusiaannya. Operating System-nya adalah akidah, iman, dan takwa. Tingkat KONGRUENSI-nya bisa dipersamakan dengan ke-KAFFAH-annya sebagai seorang muslim. Perubahan pada hati, lisan, atau anggota badan, akan memicu perubahan secara keseluruhan di dalam diri seorang muslim. Bahkan, dapat mengarah pada kebutuhan akan perlunya upgrade terhadap akidah, iman, dan takwa-nya. Hati adalah CONTENT, dan hanya Allah SWT yang mengetahui isinya. "Rahasiakan perkataanmu atau nyatakan, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati." Al-Mulk:13 Lisan adalah struktur LINGUISTIK yang bisa di-MODEL dan ditingkatkan kemampuannya sehingga mengarah pada model LINGUISTIK dari para muslim yang dianggap "excellent". Amal dengan anggota badan, tidak dapat meninggalkan elemen kemanusiaan dalam bentuk panca indera, otot, serta emosi. Ini adalah bentuk KINESTETIK dan FEELING yang dihasilkan dari segala proses NEUROLOGIS di otak dan melibatkan seluruh panca indera serta otot dan emosi manusia. Ini juga bisa di-MODEL. Lisan dan anggota badan adalah STRUKTUR yang bisa di-MODEL. Keduanya adalah hubungan-hubungan antara MIND dan BODY di dalam diri manusia. Keselarasan dan ke-KONGRUEN-an di antara ketiganya, mengarah pada meningkatnya ke-KAFFAH-an seorang muslim. "Sesungguhnya, kamu dapati dalam diri Rasulullah saw., SURI TELADAN yang sebaik-baiknya bagi orang yang mengharapkan (bertemu dengan) Allah dan yang mempercayai Hari Kemudian serta yang banyak mengingat Allah." Al-Ahzab:22 Bagaimanakah kita makin mampu dalam men-SURI TAULADANI (baca: me-MODEL) seorang Rasulullah SAW yang excellent? Adakah sebuah tool yang bisa dikembangkan secara khusus untuk melakukan MODELLING semacam ini? NLP adalah salah satunya. Bagaimanakah kita bisa meneladani NEURO dan LINGUISTIK beliau? Bagaimanakah kita bisa meneladani beliau dengan berbagai aktivitas anggota badan yang tidak hanya berupa gerakan, tapi juga dapat menyelami PANCA INDERA, FEELING, dan EMOSI beliau (SENSORY ACUITY-nya)? Bagaimanakah caranya kita bisa menduplikasi PATTERN keimanan dari para sahabat dan tabi'in dan orang-orang sholeh lainnya, dalam STRUKTUR mind-body-nya? Apakah yang bisa kita pelajari dari seorang sahabat Rasulullah SAW yang setiap kali mengambil air wudhu, wajahnya seketika terpucat-pucat? Apa yang terjadi padanya secara NEUROLOGIS yang memunculkan kepucatannya? Bagaimana dengan PANCA INDERA, FEELING, dan EMOSI-nya? Bisakah kita mempelajarinya lebih jauh sehingga bisa kita SURI TAULADANI dalam kenyataan perbuatan? Bagaimanakah proses LINGUISTIK di dalam dirinya, sehingga yang muncul adalah perkataannya, "Tahukah engkau kepada Siapa kita akan menghadap?" Bagaimanakah fenomena NEUROLOGIS dan LINGUISTIK dari seorang sahabat, yang tidak merasakan sakit sedikit pun saat begitu banyak anak panah yang menancap di tubuhnya dicabut satu demi satu? Bagaimana ia meng-INSTALL suatu PROGRAM tertentu ke dalam dirinya sehingga mencapai fenomena itu? Mengapakah ada fenomena aneh yang sering terjadi pada orang-orang sholeh? Bagaimana bisa seorang ulama besar mampu menghalau jin dengan sekedar menitipkan terompahnya pada orang lain guna di-tutuk-kan pada kepala orang lain yang kesurupan? Apa yang ia INSTALL dan PROGRAM-kan pada orang itu dan pada orang yang kesurupan? Bagaimanakah ceritanya, seorang sahabat bisa MERASAKAN api neraka seolah hampir menyentuh kulitnya? Bagaimana seorang sahabat bisa MENCIUM bau surga padahal belum pernah ke sana? Tak seorang pun di antara kita pernah ke surga atau ke neraka. Bagaimanakah kita bisa begitu sangat mengidam-idamkan surga dan tidak pernah bermimpi untuk masuk neraka? Itukah sebabnya Allah SWT mem-VISUAL-kan keduanya di dalam Al-Quran dengan sungai susu, emas, dan bidadarinya? Lantas bagaimanakah kita bisa mendarahdagingkan VISUALISASI itu ke bentuk yang makin utuh secara VAKOG? Kok bisa sih, para sahabat dan orang-orang sholeh bisa dengan cepat menghafal Al-Quran dengan lengkap dan presisi di usia yang teramat muda? Photoreading-kah? Peripheral vision-kah? Bagaimanak mereka menentukan STRATEGI untuk MEMORI mereka? Bagaimanakah kita bisa meningkatkan keyakinan kita akan kata-kata Rasulullah SAW dan teks Al-Quran yang begitu sempurna secara LINGUISTIK? Bagaimana me-MODEL-nya secara LINGUISTIK untuk kepentingan peningkatan iman dan takwa? Bagaimanakah caranya Rasulullah SAW, para sahabat, dan orang-orang sholeh melakukan berbagai aktivitas ibadah dengan khusuk dan fokus? Apa STRATEGI mereka dalam meng-KONGRUEN-kan mind, body, dan soulnya sehingga mereka menjadi manusia-manusia yang utama? Sesungguhnyalah, isi hati dan ukuran keimanan hanya milik Allah SWT. Pun demikian, setiap kita telah dianugerahkan mind dan body, yang ternyata persis sama dengan siapapun, kapan pun, di mana pun, secara NEURO, LINGUISTIK, VAKOG, FEELING, EMOSI, SYARAF, DARAH, OTOT, dan DAGING. Kita bisa belajar lebih jauh kepada mereka. *WHY ISLAMIC NLP?* Lagu itu netral. Boleh dan halal. Tapi sebagai muslim, menyanyikan lagu yang mendorong bunuh diri atau mendorong perilaku buruk pasti gak boleh dong. Ilmu bedah itu netral dan halal. Tapi kalo untuk bedah kosmetik, maka muncul pertanyaan mana yang boleh dan mana yang tidak. Begitu pula dengan berbagai keahlian dan ilmu lain, termasuk NLP. Seorang muslim pan katanya harus konsisten dengan keyakinannya. Jadi, apa-apa harus di-reframe ke dalam sistem keyakinan kita. Itu menurut gue. NLP, kebetulan adalah sebuah tool yang amat powerful. Banyak pembelajarnya menjadi lebih merasa "kaya" dan amat bersyukur setelah belajar NLP. Mereka berbeda-beda agama, dan mungkin malah ada yang atheis. Maka, bagi seorang muslim, jika sesuatu itu bisa meningkatkan rasa syukurnya kepada Allah SWT, tidakkah itu sesuatu yang baik dan patut dikembangkan? *DIBUTUHKAN: DEWAN PAKAR DAN TIM PENASEHAT* Bagaimana pun seorang pembelajar tentulah memerlukan para guru dan mursyid. Jika Anda adalah: Ahli Quran Ahli Tafsir Ahli Asbab Nuzul Ahli Hadits Ahli Siroh dan Sejarah Ahli Bahasa Arab Ahli Nahu Sharaf Ahli Mantiq Ahli Fiqh Ahli Hukum Islam Ahli Sastra Arab dan sebagainya. Tak perlu ragu untuk menyatakan diri dan bergabung sebagai Dewan Pakar dan Tim Penasehat di komunitas kita ini. Tujuannya semata-mata agar kita tidak salah arah dan tetap dalam akidah, fiqh, serta syariat Ahluss Sunnah Wal Jamaah. *CONTOH-CONTOH PENDEKATAN NLP UNTUK KEHIDUPAN ISLAMI* *Konsep NLP: Asosiasi dan Disosiasi* Saya pernah mencari tahu apa sih WFO (Well Form Outcome) seorang muslim? Dari apa yang saya baca, inilah yang saya temukan (jika ada di antara saudara dan sahabat yang menganggapnya kurang presisi, mohon agar saya dikoreksi. Namanya juga belajar.) WFO seorang muslim menurut saya adalah: "KEBAIKAN DI DUNIA DAN AKHIRAT, TERHINDAR DARI SIKSA NERAKA" Lantas, bagaimanakah SENSORY ACUITY atau latihan-nya secara NLP agar WFO di atas benar-benar menjadi WFO? Ayo Mas Teddi, urun rembug dong kira-kira bagaimana bentuk exercisenya supaya WFO itu mendarahdaging. Yang kedua, mungkin ini lebih mendasar. Ajaran terpenting dari Islam (menurut saya dengan kacamata NLP) adalah kemampuan-kemampuan untuk melakukan ASOSIASI dan DISOSIASI. ASOSIASI - tenggelam sebagai pemeran semaksimal mungkin, menjadi pemeran secara 3D DISOSIASI - menjadi penonton yang bijak, menonton layar atau foto dengan keberadaan kita di dalamnya. Allah bukan bagian dari dunia melainkan Sang Pencipta, oleh sebab itu Allah jelas DISOSIATIF. Demikian pula Rasulullah SAW, sebagai manusia ia ASOSIATIF untuk memberikan berbagai contoh kehidupan yang manusiawi dan membumi. Pada saat yang sama beliau juga sangat DISOSIATIF dari kehidupan dunia dari segi kebendaan. Ini sangat tercermin dari berbagai sabda yang beliau ungkapkan. Contoh DISOSIASI: Hidup adalah permainan Abu Bakar yang memohon kepada Allah SWT agar "dunia di letakkan di tangannya dan bukan di hatinya" Hidup untuk dunia seolah akan hidup selamanya (DISOSIASI) Hidup untuk akhirat seolah akan mati besok pagi (ASOSIASI) Saat senang melihat ke atas (ASOSIASI), saat susah melihat ke bawah (DISOSIASI) Beberapa training begitu diminati karena punya sisi spiritual, misalnya ESQ atau Kubik Leadership. Keduanya, sangat kental mengajarkan DISOSIASI. Itu sebabnya, dunia cenderung dipandang dalam konteks anggota alam semesta yang begitu kecil dibandingkan dengan keseluruhan alam semesta. Monggo, silahkan dielaborasi berbagai hal yang secara khusus bisa diterjemahkan dalam konsep ASOSIASI dan DISOSIASI. Keterampilan seorang muslim untuk pandai melakukan ASOSIASI dan DISOSIASI pada saat yang tepat, Insya Allah akan menghindarkan dirinya dari tenggelam dalam fenomena dunia yang kita yakini "hanya permainan" dan "tempat singgah sementara". *Konsep NLP: ANCHORS* Kenapa kalo lawan jenis bukan muhrim dilarang terlalu dekat atau bersentuhan? Supaya tidak terjadi "FIRING DANGEROUS ANCHORS" secara tidak sengaja! Sebab dipastikan, strategi internalnya akan mengarah ke PERILAKU tertentu yang nggak diridhoi! Bau, Penampakan Wajah, Suara, Kulit, atau Tombol berbahaya lainnya. *KONSEP NLP: THE MAP IS NOT THE TERRITORY* Dua materi ini sangat menjelaskan konsep "The Map Is Not The Territory" Di sini dijelaskan bagaimana sebenarnya bahwa dunia ini adalah "permainan realitas" dan bahwa "realitas" itu sendiri "hanyalah" seperti kita menonton sebuah film, atau ibarat sedang bermimpi. Saat kiamat, besar atau kecil, film itu dimatikan bagi kita. Kita keluar bioskop dan barulah kita menemui dunia nyata yang sesungguhnya. 1. Buku (gratis) "HAKIKAT DI BALIK MATERI" http://us1.fmanager.net/api_v1/productDetail.php?dev-t=724BBCSO189&objectId=3450 2. Video (gratis) "RAHASIA DI BALIK MATERI" http://us1.fmanager.net/api_v1/productDetail.php?dev-t=724BBCSO189&objectId=2187 Tambahan buku: "TIMELESSNESS AND THE REALITY OF FATE" http://www.harunyahya.com/timelessness01.php Demikian beberapa contoh yang bisa diperdalam dan didekati dengan NLP. Semoga kita menjadi manusia muslim yang makin kuat dalam akidah, iman, dan takwa. Allahua'lam. Ammiieen Ya Robbal Al Amiin. Mari kita belajar NLP ISLAMI demi meningkatkan keimanan dan takwa, demi akidah, dan demi ke-KAFFAH-an sebagai seorang muslim. Mari, dengan tetap berpegang teguh pada AKIDAH, IMAN, TAKWA, QURAN, HADITH, SYARA' dan FIQH sebagai pegangan untuk OPERATING SYSTEM kita. Silahkan bergabung di sini: http://groups.yahoo.com/group/i-nlp/?yguid=258584794 http://www.facebook.com/group.php?gid=34693233858 http://islamic-nlp.blogspot.com Wassalamu'alaikum wr.wb. *Ikhwan Sopa* Praktisi NLP *NB: Saya bukan seorang ustadz atau kyai. Saya hanya pembelajar. Saya tidak mengklaim bahwa keimanan dan ketakwaan saya telah memadai. Saya juga mungkin melakukan kesalahan dan kekhilafan, termasuk dalam tulisan di atas. Mari kita sama-sama memperbaiki diri di dalam komunitas ini.* [Non-text portions of this message have been removed]

