MENUNDUKKAN HAWA NAFSU = JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU;
MEMBENTUK AKHLAQ LUHUR DAN BUDIPEKERTI YANG MULIA
No.12. Bersambung.
A’udzubillaahi minasy syaithaanir rajiim.Bismillahirrahmanirrahiim.
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh. Bapak-bapak, Ibu-ibu,
Saudara-saudara dan Adik-adikku yang insya Allah dirahmati dan dimuliakan oleh
Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
(42)-MARAH, MUDAH MARAH, MUDAH TERSINGGUNG, DENDAM, SALING DENGKI, SALING
MARAH, SALING TIDAK ACUH. JADILAH ORANG YANG SABAR, PEMAAF DAN TAWADHU’,
Haram saling mendengki, saling marah, saling tidak acuh.
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu)
orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah
menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Qs.3: 133, 134
Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan
tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu).Qs.Asy Syuro (42):30
Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah
kamu seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa
sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). Kalau sekiranya ia tidak segera
mendapat ni’mat dari Tuhannya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam
keadaan tercela. Qs.Al Qalam (68):48,49
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan
anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap
mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka)
maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Qs.At Taghobun
(64): 14
Maka sesuatu apa pun yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di
dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang
yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal. dan (bagi)
orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan
apabila mereka marah mereka memberi maaf. Qs. 42: 36,37
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan
(di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka):
"Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman". Dan Kami lenyapkan segala
rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara
duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Qs.Al Hijr, surat ke 15, ayat No.:
45, 46, 47
Berdasarkan Hadits Shahih, Rasulullah s.a.w. bersabda:
Dari Anas bin Malik r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah kamu
saling marah, jangan saling dengki, dan jangan pula saling tak acuh satu sama
lain. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim
menjauhi saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari”. Hadis Shohih Muslim
(HSM) No.2189
Dari Abu Ayyub Al Anshori r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak halal
bagi seorang muslim tidak bersapaan dengan saudaranya (sesama muslim) lebih
dari tiga malam. Keduanya saling bertemu juga, tetapi mereka saling tak acuh
satu sama lain. Yang paling baik diantara keduanya ialah yang lebih dahulu
memberi salam (menyapa)”. HSM.2190
Dari Abu Ayyub al Anshori r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda: “Seorang laki-laki
tidak boleh bermusuhan dengan saudaranya lebih dari tiga malam. Kalau mereka
bertemu maka yang ini memalingkan mukanya dan yang itupun memalingkan mukanya
pula. Yang terbaik dari mereka itu adalah yang pertama-tama mulai mengucapkan
salam”. HSB No.1711
Dari Abi Hurairah. Ia berkata; Telah bersabda Rasulullah s.a.w: “Shodaqoh tidak
mengurangkan harta; dan Allah tidak tambahkan bagi seseorang dengan sebab ia
(suka) mengampuni, melainkan kemuliaan, dan tidak seseorang merendah diri
karena Allah, melainkan Allah akan tinggikan dia”. Dikeluarkan dia oleh Muslim.
Hadis Bulughul Marom No.1558
(42A)-MARAH-MENGENDALIKAN MARAH:
Dari Abu Hurairah r.a. katanya: “Yang bernama pendekar bukanlah orang yang
banyak menjatuhkan lawan. Tetapi pendekar sejati ialah orang yang sanggup
menguasai dirinya ketika sedang marah.” Hadis Shahih Muslim (HSM) No.2235
Dari Sulaiman bin Shurod r.a.katanya: “Dua orang laki-laki saling memaki di
dekat Rasulullah s.a.w. sehingga seorang dari mereka merah matanya dan
menggembung urat-urat lehernya. Maka bersabda Rasulullah s.a.w., “Sesungguhnya
aku tahu suatu kalimah yang kalau dia membacanya, niscaya hilang marahnya.
Kalimah itu ialah: “A’udzbillahi minasy syaithanir rajim. (Aku berlindung
dengan Allah dari kejahatan setan yang terkutuk).” HSM.2236
(43)-MASUK, DILARANG MASUK KERUMAH ORANG, TANPA IZIN DARI SUAMI & ISTRI
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu
sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu
lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Jika kamu tidak menemui seorang
pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika
dikatakan kepadamu: "Kembali (saja) lah", maka hendaklah kamu kembali. Itu
lebih bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Tidak ada
dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di
dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa
yang kamu sembunyikan. Qs.An Nuur (24): 27,28,29.
Penulis; Untuk menjaga supaya tidak ada fitnah, kalau tamunya orang laki, dan
yang ada dirumah hanya ada perempuan saja, maka lebih baik jangan bertamu
sebelum suaminya datang, dan sebaliknya, sekalipun sudah minta izin suami atau
istri, sebab tetangga yang melihat pasti curiga, walaupun yang datang
saudaranya dan akan mendatangkan fitnah.
(44)-MEMBERI, TETAPI MINTA BALASAN LEBIH BANYAK
Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan
Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa
(menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud)
memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu,
bersabarlah. Qs.74: 1 s/d 7
(45)-MEGAH - BERMEGAH-MEGAHAN, DI HARI YAUMUL HISAB AKAN DITANYAI
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan
janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.Janganlah begitu, jika kamu
mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat
neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan
'ainulyaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan
(yang kamu megah-megahkan di dunia itu). Qs.At Takaatsur (surat ke 102) ayat :
1 s/d 8
Semoga bermanfaat bagi yang membaca dan yang mengamalkannya.
Semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk dan hidayah-Nya,
kepada saya sekeluarga,dan para pembaca artikel ini semua, amin.
Subhaanaka-allaahumma wa bihamdika, Asyhadu an-laa ilaaha illa anta,
Astaghfiruka wa atuubu ilaika...
Wassalamualaikum wr. wb.
Sukarman.
___________________________________________________________________________
Coba emoticon dan skin keren baru, dan area teman yang luas.
Coba Y! Messenger 9 Indonesia sekarang.
http://id.messenger.yahoo.com