Dari Moderator:

Imam itu harus diikuti hingga jika imam sholat dalam keadaan duduk, makmum pun 
harus ikut duduk:

Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah shallallahu ''alaihi wasallam 
bersabda, ”Sesungguhnya imam itu untuk diikuti. Bila dia bertakbir maka 
bertakbirlah, jangan bertakbir hingga dia bertakbir. Bila dia sujud maka 
sujudlah dan jangan sujud hingga dia sujud. Bila dia mengucapkan 
sami’allahu liman hamidah, maka ucapkanlah rabbana lakal-hamdu. Bila dia 
sujud maka sujudlah dan jangan sujud hingga dia sujud. Bila dia shalat dengan 
berdiri maka shalatlah kalian dengan berdiri. Bila dia shalat sambil duduk dan 
shalatlah kalian sambil duduk." (HR Abu Daud)

Wassalam

Sebelumnya saya mau tanya, kalo imamnya qunut terus, boleh gak ya seorang 
makmum tidak ikut qunut (jadi menunggu saja). Soalnya, di masjid dekat rumah 
saya sih suka ada makmum yang begitu.
Nah, seandainya dibolehkan seorang makmum tidak ikut qunut, maka jika imam 
qunut terus pun, semuanya terakomodasi kan?
CMIIW
Wassalam.




________________________________
Dari: faisol muhammad <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: fajar n h <[EMAIL PROTECTED]>
Terkirim: Senin, 1 Desember, 2008 18:24:52
Topik: pak ustadz, Mohon Perpektif Sunnah (bukan membantah)


Terima kasih atas sharing perspektifnya pak fajar. Saya bukan hendak 
berbantah-bantahan, tapi kalau tidak berkenan mohon diabaikan dan didelete saja.
 
Justru di situ yang saya lihat pak. Ini yg terakhir saya mukim, masjid yang 
dulunya (saya pendatang baru) dan selama dua tahun gak pernah ada qunut. Saya 
mendengar ada yang gak sreg, lalu saya usulkan bagaimana kalau gantian imam 
(kadang qunut kadang tidak). Lalu, ketika ganti pengurus masjid sekarang qunut 
terus.....dan lain-lain. Ini maksud saya pak fajri, jadi ada rombongan yang 
kurang diakomodasi. Alhamdulilah kalau saya yang penting ke masjid, jamaah.
 
Misalnya kalau yg gak qunut suruh ikut qunut terus, atau yang qunut suruh tidak 
qunut terus.....dll, kan sama-sama ada yang gak sreg pak. Ini yang saya 
maksudkan bagaimana perspektif sunnah yang lebih membuat semua merasa enjoy.
 
 
salam kenal,
 
 
 
faisol muhammad,
vila pertiwi
Jl. raya bogor km 37 
sukmajaya, depok
 
 

--- On Mon, 12/1/08, fajar n h <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: fajar n h <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Bls: [syiar-islam] pak ustadz, Mohon Perpektif Sunnah
To: [email protected]
Date: Monday, December 1, 2008, 8:43 AM


Walaikumussalam wr wb.,

Saya bukan ustadz, tapi setahu saya setiap umat muslim itu harus menghargai 
perbedaan yang ada, selama perbedaan itu memiliki dasar dalil yang shahih. Jadi 
jika ada golongan yang tidak terakomodasi dan merasa tersingkir, menurut saya 
itu adalah perasaan yang kurang tepat. Jika yang bersangkutan tidak terbiasa 
qunut/jabat tangan ba'da salat/doa jahar/salam- salaman keliling/salat tarawih 
2 rakaat-4rakaat, menurut saya selama ibadah ibadah tersebut ada dasar 
dalilnya, tak ada salahnya kan mengikuti ibadah tersebut? toh sampai saat ini 
saya belum menemukan dalil yang mengharamkan atau memakruhkan doa qunut, 
misalnya.

CMIIW
Wass.

____________ _________ _________ __
Dari: faisol muhammad <[EMAIL PROTECTED] com>
Kepada: syiar-islam <syiar-islam@ yahoogroups. com>
Terkirim: Senin, 1 Desember, 2008 01:19:18
Topik: [syiar-islam] pak ustadz, Mohon Perpektif Sunnah

Bismillaahirrohmaan irrohiim, assalaamu'alaikum wr wb.

Saya, beberapa kali (lebih 3) mukim di suatu desa, daerah kost-kostan, daerah 
KKN, kompleks kontrakan, dan dua kompleks perumahan menemukan/merasakan adanya 
"pertemuan dua atau lebih?" para penganut perbedaan kecil (khilafiyah) dalam 
menjalankan ritual agama kita. Misal, shubuh ada qunut/tidak, ba'da sholat ada 
jabat tangan/tidak, ba'da sholat ada doa jahar yang dipimpin imam/tidak, 
salam-salaman keliling/tidak, salam tarwih tiap 4 rokaat/2 rokaat, dan mungkin 
masih ada ratusan khilafiyah lainnya dalam cara beribadah.

Saya yakin bagi yang telah luas ilmunya pasti akan menerima perbedaan cara yang 
dilakukan saudara lainnya. Tapi, manakala yang satu golongan bersikeras agar 
caranya-lah yang diakomodasi dalam pelaksanaan ibadah sholat di suatu 
masjid/mushola, maka ini menyebabkan golongan lainnya yang tidak terakomodasi 
menjadi merasa tersingkir, dan akhirnya pindah ke masjid/mushola lain. 
Bagaimana cara terbaik agar yang "pro dan kontra" bisa rukun dan terakomodasi?

hormat saya,

faisol muhammad

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/

[Non-text portions of this message have been removed]

    



      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke